Deherba.com | Situs Herbal No. 1 Indonesia
hubungi kami

Kami buka kembali tanggal 3 Juli 2017. Pembelian produk tetap bisa dilakukan melalui Lazada.co.id. atau Tokopedia.com. Terima kasih untuk pengertiannya.
Ilustrasi Kanker Kulit Ilustrasi Kanker Kulit

Penyebab, Gejala, dan Pengobatan Kanker Kulit

Kanker Kulit adalah penyakit kanker dengan pembentukan sel kanker pada sel epidermis kulit yang kemudian memunculkan massa ganas pada permukaan kulit. Penyakit ini seringkali tidak mendapat perhatian khusus dan akhirnya terdeteksi relatif terlambat karena sering mengabaikan gejala awal yang muncul.

Padahal ketika kanker kulit diabaikan, maka penyakit ini bisa menyebabkan kondisi yang cukup fatal, terutama terhadap kondisi kulit secara keseluruhan. Dan pada stadium yang lebih berat sel kanker akan berperilaku invasif serta dapat berperilaku metastasis dengan menyebar pada jaringan organ yang berada tepat di bawah lokasi pertumbuhan sel kanker pada kulit.

Sementara ketika kanker kulit ini terdeteksi lebih awal, kemungkinan sembuhnya akan sangat besar bahkan mencapai angka 90 %. Angka ini tetap berlaku pada serangan kanker kulit kategori paling ganas dan mematikan. Bahkan sebenarnya tingkat kematian dari penyakit kanker kulit ini tergolong rendah dari jenis kanker lain.

Kanker kulit sendiri terbagi dalam beberapa jenis dengan tingkat keganasan yang berbeda. Pengkategorian ini berdasar pada lokasi sel kanker tersebut berkembang pada lapisan epidermis kulit. Dan adapun enam jenis kanker kulit tersebut adalah :

  • Karsinoma Squamous Sel

    Pertumbuhan abnormal dan agresif atas sel squamous dari epidermis kulit. Sel squamous ini berada tepat dibawah lapisan terluar dari permukaan kulit. Fungsi sel ini sebagai lapisan dalam dari permukaan kulit dan melindungi bagian dalam kulit ketika kulit luar iritasi.

  • Karsinoma Basal Sel

    Pertumbuhan abnormal dan agresif pada sel basal epidermis kulit. Jenis karsinoma basal sel ini adalah jenis kanker kulit yang paling banyak terjadi. Sejak awal fungsinya adalah sebagai alas utama pembentukan sel kulit baru atau titik regenerasi sel kulit. Itu sebabnya, kanker pada basal sel bisa cukup agresif meski biasanya tidak cukup ganas untuk menjadi kasus yang fatal.

  • Melanoma

    Pertumbuhan abnormal pada sel melanin, bagian terbawah dari epidermis kulit. Fungsi dari sel satu ini sebagai pembentuk pigmen kulit dan itu sebabnya kehadiran melanoma cenderung mudah dikenali dari bentukan massa pada permukaan kulit yang dsertai noda gelap yang menyerupai tahi lalat atau spot hitam pada kulit. Jenis kanker ini tergolong ganas karena bisa melakukan invasi serta bersifat metastasis.

  • Kaposi Sarcoma

    Pertumbuhan abnormal yang muncul pada pembuluh darah kapiler yang berada dalam jaringan epidermis kulit. Ini sebabnya bentuk massa yang muncul akan berwarna keunguan dengan rona seperti bilur.

  • Karsinoma sel merkel

    Pertumbuhan abnormal pada sel merkel pada epidermis kulit. Sel ini berada pada lapisan tengah epidermis dan berfungsi sebagai pusat indera atau reseptor sensorik.

  • Karsinoma sebasea

    Pertumbuhan abnormal yang muncul pada sel-sel pembentuk kelejar minyak pada lapisan epidermis kulit. Keberadaan kanker ini menyebabkan kelenjar membengkak dan mengeras, sehingga bisa menyebabkan disfungsi dari kelenjar tersebut.

Kanker kulit di Indonesia memang tidak sepopuler di beberapa Negara Eropa dan Amerika. Kasus kanker kulit di Indonesia cenderung kecil dan kurang muncul di permukaan. Berbeda dengan di Amerika, dikatakan 1 dari 5 orang dewasa di Amerika pernah mengalami kanker kulit setidaknya sekali dalam hidupnya meski hanya dalam stadium satu.

Sedang menurut WHO, dikatakan kanker kulit terutama untuk jenis melanoma membunuh setidaknya 1 orang untuk tiap 1 jamnya di seluruh dunia. Dengan penambahan pasien mencapai 200 ribu untuk seluruh dunia di tiap tahunnya. Jenis kanker kulit ini dikatakan pula sebagai yang paling ganas dari jenis kanker kulit lain.

Sedang pada fakta lain yang disampaikan pula oleh lembaga riset skincancer.org dikatakan bahwa usia rentan mengalami kanker kulit berada pada rentang 15 sampai 40 tahun dan lebih banyak didominasi oleh pasien pria ketimbang wanita.

Penyebab Kanker Kulit 

Beberapa riset sudah dikembangkan di banyak Negara terutama di Negara-negara dengan kasus kanker kulit tinggi seperti di Inggris dan Amerika. Seluruh riset tersebut sepakat bahwa sinar ultraviolet dari cahaya matahari memiliki pengaruh besar terhadap pertumbuhan sel kanker pada epidermis kulit ini. Bahkan menurut skincancer.org, dikatakan 90% penyebab kanker kulit jenis melanoma disebabkan oleh kegemaran pasien berjemur di bawah sinar matahari.

Selain itu, fakta lain juga membuktikan ada beberapa faktor yang menguatkan beberapa orang menjadi lebih rentan mengalami kanker kulit. Beberapa faktor tambahan yang sifatnya bisa menjadi penyebab kanker kulit tersebut antara lain :

Memiliki Ras Kaukasoid

Mereka dengan ras kaukasoid cenderung memiliki pigmen yang terbatas, sehingga kulit bahkan rambut dan bola mata cenderung lebih terang. Pigmen adalah faktor penggelap kulit alami dan unsur ini cukup kuat muncul pada mereka berkulit gelap seperti ras Asia dan ras Afro.

Keberadaan pigmen inilah yang justru menjadi pelindung bagi kulit ketika berhadapan dengan paparan sinar matahari dan UV (Ultra Violet). Mereka yang memiliki kulit dengan kadar pigmen tinggi akan menjadi hitam pasca berjemur di bawah terik matahari dan justru memberi lapisan perlindungan terhadap kulit dari efek radiasi UV.

Bagi kaum kaukasoid, kulit mereka cenderung akan merah seperti terbakar pasca terpapar sinar UV. Karena tanpa pigmen, selama proses pemaparan sinar UV ini, terjadi kerusakan sel epidermis yang pada kemudian hari akan memicu pembentukan sel abnormal semacam sel kanker dan sel tumor.

Kenyataan ini pula yang membuat kasus kanker kulit lebih banyak muncul di Negara-negara barat seperti di Eropa dan Amerika dimana sebagian besar penduduknya berasal dari rasa kaukasoid.

Memiliki Lebih Banyak Tahi Lalat

Beberapa orang memang memiliki kecenderungan genetik dimana kulitnya mudah membentuk pigmentasi. Hasilnya ada begitu banyak titik hitam yang muncul pada permukaan kulit, yang biasanya kita sebut sebagai tahi lalat.

Mereka yang mengalami kondisi dimana setidaknya tumbuh lebih dari 100 buah titik tahi lalat pada seluruh tubuhnya, secara genetik cenderung lebih mudah mengalami kanker kulit terutama jenis melanoma. Dan dari kasus semacam ini kemunculan kanker kulit melanoma berulang juga menjadi lebih rentan hingga mencapai angka 80 %.

Mudah Membentuk Keloid

Beberapa orang memiliki kecenderungan mengalami keloid dari yang lain. Kondisi ini bersifat genetik alias bawaan dan tidak bisa dihindari. Keloid sendiri terbentuk dari sebuah luka yang karena kondisi tertentu mengalami penyimpangan pada prose pemulihan dan pembentukan sel baru untuk menggantikan sel-sel yang rusak karena luka. Hasilnya adalah sebuah massa yang muncul di permukaan kulit tepat pada area luka.

Pembentukan keloid bisa memicu munculnya perilaku pertumbuhan sel kulit yang tidak normal seperti sel kanker. Kencenderungan membentuk keloid menandakan seseorang juga memiliki kecenderungan mengalami pertumbuhan sel abnormal.

Masalah Toksinitas dan Imunitas

Meski kedua penyebab ini masih dalam perdebatan, beberapa pakar masih melihat faktor lain bisa menjadi pemantik munculnya kanker kulit. Bila panas sinar matahari sepenuhnya disalahkan sebagai penyebab kanker kulit, maka seharusnya kasus yang muncul bisa menjadi lebih besar mengingat siapapun pasti pernah mengalami over explosure terhadap sinar matahari setidaknya beberapa kali di musim panas.

Beberapa pakar melihat adanya kesamaan sifat perilaku sel kanker pada kanker kulit dengan jenis kanker lain yang membutuhkan kondisi karsinogen untuk tumbuh dengan subur pada lapisan epidermis. Sedang kondisi karsinogen terbentuk dari mengendapnya toksin dan radikal bebas pada pada lapisan epidermis kulit. Paparan kosmetik tertentu seperti bahan pemutih kulit atau penghitam kulit bisa meningkatkan kerentanan kulit terhadap sel kanker.

Ditemukan pula pengaruh imunitas sebagai penyebab sel kanker. Beberapa kasus kanker kulit terbukti berawal dari kerusakan sel epidermis kulit yang terus terjadi karena penyimpangan perilaku imunitas atau autoimun yang menyerang sel sehat. Masalah yang berketerusan ini akhirnya mendorong kulit membentuk sel kanker.

Sedang pada kasus lain, munculnya kanker kulit juga bisa terjadi karena penurunan fungsi imun secara drastis. Imunitas yang menurun akan menyebabkan kulit menjadi lebih mudah rusak bahkan oleh penyebab yang sederhana. Kondisi semacam ini bisa terjadi terus menerus dan memicu terjadinya kanker kulit.

Gejala Kanker Kulit

Gejala kanker kulit sebenarnya relatif mudah dikenali. Kunci utama dalam mengenali tiap gejala kanker kulit yang muncul adalah dengan selalu memperhatikan kondisi permukaan kulit Anda. Munculnya tanda-tanda unik yang muncul pada permukaan kulit yang dirasa berbeda dari biasanya bisa menjadi satu tanda sederhana untuk mengenali gejala kanker kulit.

Biasanya kanker kulit ditandai dengan munculnya sebuah massa pada permukaan kulit. Kadang warna dan bentuknya menyerupai tahi lalat bahkan beberapa kasus kanker kulit tumbuh dari satu buah titik tahi lalat.

Namun tak selamanya kanker kulit ditandai dengan sebuah noda atau massa pada kulit dalam warna hitam atau kecoklatan. Bahkan beberapa bentuk massa dari kanker kulit bisa berwarna merah, pink, dalam warna kulit tanpa pigmen sama sekali sampai berwarna kebiruan. Beberapa kasus kanker kulit malah menampakan spot kulit yang sangat cerah dan putih seperti kehilangan pigmen sama sekali.

Untuk lebih detilnya berikut ini beberapa gejala kanker kulit spesifik untuk tiap jenis kanker kulit.

  • Karsinoma Squamous Sel

    Biasanya massa muncul pada area kulit yang terbuka dengan permukaan yang datar, berwarna kemerahan, bersisik dan seperti memiliki lapisan pada permukaannya.

  • Karsinoma Basal Sel

    Kanker kulit satu ini juga biasa muncul pada permukaan kulit yang terbuka dengan bentuk massa menyerupai mutiara atau tetesan lilin dengan warna kecoklatan dan permukaan yang datar.

  • Melanoma

    Melanoma kadang muncul dari sebuah tahi lalat yang mengembangkan sel kanker. Namun juga bisa muncul pada kulit normal biasa dan tumbuh dimana saja termasuk depan pintu anus dan vagina. Biasanya muncul dalam bentuk rona berpigmen, kadang timbul atau bermassa kadang justru menceruk ke dalam kadang datar. Bentuknya selalu asimetris dan menyisakan rona di sekitar area yang timbul. Warnanya tidak beraturan bahkan kadang juga muncul warna kebiruan yang berbaur dengan cokelat dan hitam.

Kondisi Kanker Kulit Langka


Beberapa kanker kulit bersifat langka dan muncul hanya karena kondisi tertentu seperti Kaposi sarcoma yang hanya muncul pada pembuluh darah kapiler dan memberikan bilur ungu dengan efek timbul pada permukaan kulit. Karsinoma sel merkel yang muncul pada area tersembunyi dengan bentuk seperti keloid tetapi tidak didahului oleh luka. Juga terdapat karsinoma sebasea yang berbentuk pembengkakan yang keras pada pori-pori.

Pengobatan Kanker Kulit 

Pengobatan kanker kulit bisa menjadi sangat bervariasi. Semua sangat bergantung pada jenis sel yang diserang, ukuran, tingkat stadium, dan lokasi dari pertumbuhan sel kanker. Kadang beberapa sel kanker dalam ukuran kecil tidak membutuhkan tindakan biopsi atau pengangkatan jaringan secara oral. Untuk lebih detil, berikut ini beberapa langkah yang biasa diambil secara medis dalam pengobatan kanker kulit.

  • Pembekuan

    Pada beberapa pertumbuhan sel kanker tahap awal dimana massa yang terbentuk cenderung masih kecil dan belum menyebar, pembekuan sel dengan menggunakan paparan liquid nitrogen. Setelah sel membeku dan mati, sel kanker akan lepas dengan sendirinya dari kulit.

  • Operasi pengangkatan

    Tindakan pengangkatan jaringan merupakan tindakan yang paling populer dalam menghadapi kanker kulit. Tindakan ini akan mengambil jaringan yang terserang kanker sekaligus dengan jaringan sehat disekitarnya. Kadang dokter akan menyarankan cangkok kulit untuk menutupi bekas operasi.

  • Operasi Mohd

    Tindakan ini diberikan pada kanker kulit yang sudah melebar. Prosedur dari operasi ini adalah dengan mengangkat selapis demi selapis jaringan kulit yang terserang kanker sampai ditemukan kulit sehat yang dipastikan aman dari bibit kanker. Proses ini membutuhkan perawatan ekstra untuk memulihkan lapisan kulit yang hilang karena kanker namun tidak akan memakan jaringan kulit sehat disekitar kanker.

  • Terapi kuret

    Di sini, pasien akan mengalami pengikisan lapisan kulit dimana terbentuk massa kanker dalam ukuran kecil. Langkah sederhana ini akan disertai dengan beberapa terapi seperti radioterapi untuk mematikan bibit kanker yang tersisa.

  • Radioterapi

    Terapi denga menembakan gelombang radio yang sifatnya merusak sel kea rah sel kanker. Tujuannya untuk mematikan sel kanker bersangkutan tanpa merusak sel sehat yang ada. Biasanya ada efek terbakar pada area kulit yang ditembakan.

  • Kemoterapi

    Langkah ini diambil bila sel kanker mulai berinvasi atau mulai melakukan metastasis sehingga muncul kanker kulit lain yang menyebar di beberapa titik lain pada permukaan kulit.Terapi dengan obat kimia khusus yang diasupkan melalui infus dan memberi efek samping cukup berat seperti kerusakan sel, penurunan fungsi indera sampai kerontokan dan kekeringan kulit.

  • Terapi photodinamik

    Terapi dengan memanfaatkan tembakan sinar laser kea rah massa kanker pada permukaan kulit. Sebelumnya sel kanker sudah mendapat suntikan khusus yang membuat sel kanker menjadi lebih rentan terhadap cahaya laser.

Kanker kulit apapun jenisnya sebenarnya bisa menjadi tidak mematikan selama dideteksi secara dini dan mendapat tindakan pengobatan yang memadai. Bahkan keberhasilan dari langkah medis ini mencapai angka diatas 80%. Hanya saja, beberapa kasus pengobatan kanker kulit menyisakan efek samping seperti kerusakan permukaan kulit dan kerusakan sel seperti pada kemoterapi.

Di sisi lain, menurut fakta lain ditemukan setidaknya 1 dari 9 pasien kanker kulit tetap akan mengalami kanker kulit ulang. Presentasi yang relatif tinggi dan sejauh ini belum banyak langkah medis yang bisa diterapkan untuk mencegah masalah tersebut.

Terlepas dari fakta-fakta mengenai pengobatan medis di atas, ternyata pengobatan kanker kulit juga bisa dijalankan dengan terapi memanfaatkan khasiat dari obat herbal kanker kulit. Ditemukan beberapa jenis herbal memiliki khasiat untuk mengatasi kanker kulit dengan resiko yang lebih minimal. Dan tentu saja metode alternatif ini bisa menjadi solusi bagi Anda yang menghindari tindakan di meja operasi. Adapun obat herbal kanker kulit yang bisa dimanfaatkan di sini adalah:

  • Sarang Semut

    Herbal satu ini berupa umbi kering dari tanaman epifit yang biasa tumbuh di pedalaman Papua. Bentuk umbi tersebut berongga dengan labirin pada sisi dalamnya. Sarang semut ini sendiri sifatnya spesifik, karena tidak semua jenis sarang semut benar-benar berkhasiat untuk mengatasi kanker, hanya khusus jenis Myrmecodia pendans saja.

    Keampuhan sarang semut sebagai obat herbal kanker kulit sudah dibuktikan dalam sebuah penelitian yang dikembangkan dalam riset yang dikembangkan di University National of Ho Chi Minh City oleh 4 pakar herbal Asia Qui Kim Tran, Yasuhiro Tezuka, Yuko Harimaya, dan Arjun Hari Banskota.

    Penelitian ini membuktikan tingginya kadar flavonoid dalam sarang semut dengan formula terlengkap dari jenis herbal anti kanker lain. Flavonoid ini berkhasiat untuk detoksifikasi dan anti karsinogen sehingga menciptakan kondisi kulit yang tidak kondusif untuk pertumbuhan kanker. Juga bersifat anti proliferasi atau menghambat proses regenerasi dan pertumbuhan sel kanker. Dan ditemukan sifat angiogenesis dengan menghambat suplai darah menuju sel kanker, sehingga lama kelamaan sel tersebut akan mati.

    Selain itu dalam penelitian yang dikembangkan oleh Dr. Ahkam Subroto dari LIPI juga dipastikan adanya kandungan polifenol, tokoferol, tannin yang berpadu bersama flavonoid akan efektif bekerja melakukan detoksifikasi total, serta menekan kecenderungan genetik tubuh untuk membentuk sel kanker.

    Diyakini dalam sarang semut juga terdapat senyawa-senyawa yang setara dengan fitonutrien yang sifatnya merangsang pertumbuhan senyawa khusus yang sifatnya melawan secara alami kehadiran sel kanker seperti interleukin dan interferon.

    Informasi lebih lengkap mengenai keampuhan Sarang Semut dalam pengobatan kanker kulit bisa dibaca di halaman artikel "Obat Kanker Kulit".

  • Noni Juice

    Noni juice adalah sari buah noni. Buah ini berasal dari jenis tanaman herbal yang banyak Anda jumpai di daerah tropis dan sudah lama dikenal sebagai tanaman obat oleh berbagai negara di dunia termasuk Indonesia.

    Tanaman yang dikenal khalayak karena aroma khasnya yang menusuk dan kurang sedap ini justru menjadi salah satu herbal anti kanker yang juga ampuh untuk mengatasi kanker kulit. Dan rupanya justru rahasia utamanya terletak pada aroma khasnya tersebut.

    Di balik aroma khasnya ini tersimpan sejumlah senyawa unik yang berkhasiat menghadapi kanker, termasuk pula terdapat flavonoid. Disempurnakan dengan kandungan xeronine, sejenis protein unik yang berfungsi mengendalikan pertumbuhan sel untuk tetap normal.

    Kandungan scolopetin dalam noni akan efektif mengatasi endapan darah dan detoksifikasi sehingga melancarkan aliran darah menuju sel sehat. Ditambah dengan terpenoid yang membantu proses regenerasi sel berjalan baik, sehingga mencegah pertumbuhan sel menyimpang dan abnormal.

    Terdapat pula sejumlah fitonutrien yang sangat penting dalam membentuk senyawa antikanker alami tubuh yang sifanya serupa dengan imunitas, namun terhadap sel kanker. Beberapa senyawa tersebut antara lain interferon dan interleukin, nitrit oksida dan lipopolisakarida.

Yang menarik dari kedua jenis obat herbal kanker kulit diatas adalah kemampuannya dalam mengatasi sel kanker dalam waktu singkat. Bahkan beberapa testimoni terhadap terapi sarang semut membuktikan proses penyembuhan mulai terlihat paska konsumsi dalam 2 bulan saja.

Dan kabar baiknya lagi, kedua bahan herbal tersebut tergolong aman untuk Anda konsumsi dalam jangka panjang atau dengan dipadukan bersama pengobatan medis. Juga efektif untuk membantu mencegah terjadinya kanker kulit berulang juga penyebaran sisa bibit kanker pasca operasi.

Itulah tadi informasi lengkap seputar kanker kulit, termasuk penyebab kanker kulit, gejala kanker kulit dan pengobatan kanker kulit baik secara medis maupun dengan beberapa solusi alternatif obat herbal kanker kulit terpercaya.

addfriends en 130
Penting: Form komentar di bawah ini hanya digunakan untuk berbagi informasi antar pengunjung situs web ini. Apabila Anda ingin menghubungi kami silakan kunjungi halaman hotline kami »

Log In or Register