Deherba.com | Situs Herbal No. 1 Indonesia
hubungi kami

Ilustrasi Kanker Kulit Ilustrasi Kanker Kulit

Penyebab, Gejala, dan Pengobatan Kanker Kulit

Tahukah Anda? Kanker Kulit merupakan salah satu jenis penyakit kanker yang pembentukannya terjadi pada sel kulit epidermis dengan membentuk benjolan (gumpalan) ganas di permukaan kulit. Penyakit ini seringkali tidak diperhatikan secara khusus, karena pertumbuhannya yang relatif lambat sehingga baru terdeteksi setelah timbulnya gejala dan keluhan yang signifikan.

Kanker kulit sendiri terbagi dalam beberapa jenis dengan tingkat keganasan yang berbeda. Klasifikasi ini berdasarkan pada lokasi berkembangnya sel kanker di lapisan epidermis kulit. Adapun enam jenis kanker kulit tersebut adalah :

  • Karsinoma Squamous Sel

    Pertumbuhan sel tidak normal yang menyerang sel squamous dari epidermis kulit. Sel squamous terletak tepat dibawah lapisan terluar dari permukaan kulit, sel ini berfungsi sebagai pelindung bagian dalam kulit saat kulit luar mengalami iritasi.

  • Karsinoma Basal Sel

    Pertumbuhan sel tidak normal yang menyerang sel basal dari epidermis kulit. Karsinoma basal sel merupakan jenis kanker kulit yang paling banyak terjadi. Sejak awal, basal sel berfungsi sebagai alas utama pembentukan sel kulit baru atau titik regenerasi sel kulit. Itu sebabnya, kanker pada basal sel cenderung bersifat menyerang meskipun tidak ganas.

  • Melanoma

    Pertumbuhan sel tidak normal yang menyerang sel melanin, bagian terbawah dari epidermis kulit. Fungsi dari sel melanin ialah membentuk pigmen kulit, maka dari itu kehadiran melanoma cenderung lebih mudah dikenali dari bentukan benjolan pada permukaan kulit yang disertai dengan noda gelap yang tampak seperti tahi lalat atau spot hitam pada kulit. Jenis kanker ini tergolong ganas karena bisa melakukan invasi (serangan) serta bersifat metastasis (memiliki kemampuan untuk berubah wujud dan berpindah tempat).

  • Kaposi Sarcoma

    Pertumbuhan sel tidak normal yang muncul pada pembuluh darah kapiler di dalam jaringan epidermis kulit, inilah sebabnya bentuk benjolan yang muncul berwarna keunguan seperti lebam.

  • Karsinoma sel merkel

    Pertumbuhan sel tidak normal sel merkel pada epidermis kulit, sel ini berada pada lapisan tengah epidermis yang berfungsi sebagai pusat indera atau reseptor sensorik.

  • Karsinoma sebasea

    Pertumbuhan sel tidak normal pada sel-sel pembentuk kelenjar minyak di lapisan epidermis kulit. Keberadaan kanker ini menyebabkan pembengkakan dan pengerasan kelenjar, sehingga bisa menyebabkan disfungsi dari kelenjar tersebut.

Kanker kulit di Indonesia memang tidak sepopuler di beberapa Negara Eropa dan Amerika. Kasus kanker kulit di Indonesia cenderung kecil dan kurang terkenal. Berbeda dengan di Amerika, dikatakan 1 dari 5 orang dewasa di Amerika pernah mengalami kanker kulit setidaknya sekali dalam hidupnya, meski hanya stadium satu.

Sedangkan menurut WHO, dinyatakan bahwa kanker kulit (terutama untuk jenis melanoma) membunuh setidaknya 1 orang untuk tiap 1 jamnya di seluruh dunia. Dengan penambahan pasien mencapai 200 ribu untuk seluruh dunia di tiap tahunnya. Jenis kanker kulit ini dinyatakan sebagai yang paling ganas dari jenis kanker kulit lainnya.

Pada fakta lain yang disampaikan oleh lembaga riset skincancer.org menjelaskan bahwa usia rentan pasien yang mengalami kanker kulit berkisar pada rentang 15 sampai 40 tahun dan kebanyakan didominasi oleh pasien pria dibandingkan dengan wanita. Apa sebenarnya penyebab kanker kulit yang hampir menyerang segala usia ini?

Penyebab Kanker Kulit 

Ada banyak faktor yang menjadi penyebab kanker kulit, beberapa faktor ini memperlihatkan bahwa beberapa orang menjadi lebih rentan mengalami kanker kulit dibandingkan dengan yang lainnya. Beberapa faktor tambahan yang sifatnya bisa menjadi penyebab kanker kulit tersebut antara lain:

  • Ras Kaukasoid

Tidak bermaksud mendiskriminasi suatu golongan ras tertentu, namun menurut para pakar medis menyebutkan bahwa ras kaukasoid cenderung memiliki pigmen yang terbatas, sehingga kulit, rambut dan bola mata cenderung lebih terang. Pigmen merupakan faktor penggelap kulit alami yang lebih banyak dimiliki oleh ras Asia dan ras Afro.

Keberadaan pigmen ini menjadi pelindung kulit ketika berhadapan dengan paparan sinar matahari atau UV (Ultra Violet). Mereka yang memiliki kulit dengan kadar pigmen tinggi akan menjadi hitam setelah berjemur di bawah terik matahari, sehingga memberi lapisan perlindungan terhadap kulit dari efek radiasi UV.

Bagi kaum kaukasoid, setelah terpapar sinar UV kulit mereka cenderung memerah seperti terbakar. Karena tanpa keberadaan pigmen, sel epidermis akan mengalami kerusakan selama proses pemaparan sinar UV yang dapat memicu pembentukan sel tidak normal semacam kanker maupun tumor.

Kenyataan ini membuat kasus kanker kulit lebih banyak muncul di Negara-negara barat seperti; Eropa dan Amerika yang sebagian besar penduduknya berasal dari ras kaukasoid.

  • Lebih Banyak Tahi Lalat

Beberapa orang memang memiliki kecenderungan genetik dimana kulitnya mudah membentuk pigmentasi. Hasilnya ada begitu banyak titik hitam yang muncul pada permukaan kulit yang biasa disebut sebagai tahi lalat.

Mereka yang mengalami kondisi khusus dimana seluruh tubuhnya ditumbuhi lebih dari 100 buah titik tahi lalat, secara genetik cenderung lebih mudah mengalami kanker kulit, terutama jenis melanoma. Dan dari kasus semacam ini kemunculan kanker kulit melanoma berulang terjadi dan menjadi lebih rentan hingga kemungkinannya mencapai angka 80%.

  • Mudah Membentuk Keloid

Beberapa orang memiliki kecenderungan untuk mengalami keloid dibandingkan dengan yang lainnya. Kondisi ini bersifat genetik alias bawaan dan tidak bisa dihindari. Keloid sendiri terbentuk dari sebuah luka yang mengalami penyimpangan pada proses pemulihan dan pembentukan sel baru. Penyimpangan ini menghasilkan timbulnya benjolan di permukaan kulit tepat pada area luka.

Pembentukan keloid bisa memicu timbulnya kanker, kencenderungan terbentuknya keloid menandakan bahwa orang tersebut juga memiliki kecenderungan untuk mengalami pertumbuhan sel tidak normal.

  • Masalah Toksinitas dan Imunitas

Meski kedua penyebab ini masih dalam perdebatan, beberapa pakar terus mencari faktor lain yang bisa menjadi pemicu kanker kulit. Bila panas sinar matahari sepenuhnya disalahkan sebagai penyebab kanker kulit, maka seharusnya siapapun yang pernah mengalami over explosure terhadap sinar matahari, setidaknya beberapa kali di musim panas juga dapat mengidap kanker kulit.

Beberapa pakar melihat adanya kesamaan sifat perilaku sel kanker pada kanker kulit dengan jenis kanker lain yang membutuhkan senyawa karsinogen (zat yang menimbulkan kanker) untuk tumbuh dengan subur pada lapisan epidermis. Sedang senyawa karsinogen terbentuk dari endapan toksin dan radikal bebas pada lapisan epidermis kulit. Paparan kosmetik tertentu seperti; bahan pemutih kulit atau penghitam kulit bisa meningkatkan kerentanan kulit terhadap sel kanker.

Ditemukan pula pengaruh imunitas sebagai penyebab sel kanker. Beberapa kasus kanker kulit terbukti berawal dari kerusakan sel epidermis kulit yang terus terjadi, karena penyimpangan perilaku imunitas atau autoimun yang menyerang sel sehat. Masalah yang berkelanjutan ini akhirnya mendorong kulit untuk membentuk sel kanker.

Sedangkan pada kasus lain, munculnya kanker kulit juga bisa terjadi karena penurunan fungsi imun secara drastis. Imunitas yang menurun akan menyebabkan kulit menjadi lebih mudah rusak, bahkan oleh penyebab yang sepele. Jika dibiarkan, maka kondisi semacam ini dapat memicu terjadinya kanker kulit.

Ya, Beberapa riset memang sudah dikembangkan di banyak Negara terutama di Negara-negara dengan kasus kanker kulit yang tinggi seperti di Inggris dan Amerika. Seluruh riset tersebut sepakat bahwa salah satu penyebab kanker kulit lainnya ialah sinar ultraviolet dari cahaya matahari memiliki pengaruh besar terhadap pertumbuhan sel kanker pada epidermis kulit. Bahkan menurut skincancer.org, dikatakan 90% penyebab kanker kulit jenis melanoma disebabkan oleh kegemaran pasien berjemur di bawah sinar matahari. Namun, bukan berarti Anda tak boleh terkena sinar matahari. Mengingat sinar matahari juga baik bagi kulit dalam taraf tertentu dan berjangka pendek.

Dengan memahami berbagai penyebab kanker kulit, ini akan memudahkan Anda dalam mencegah terjadinya kanker kulit, sekalipun ada beberapa faktor yang tidak dapat dihindari seperti faktor genetika. Namun, jangan khawatir sekalipun Anda berhadapan dengan penyebab kanker kulit, karena belum tentu Anda mengidap kanker kulit. Untuk itu mari kita lihat gejala kanker kulit untuk memastikan kekhawatiran Anda.

Gejala Kanker Kulit

Gejala kanker kulit sebenarnya relatif mudah dikenali. Kunci utama dalam mengenali tiap gejala kanker kulit yang muncul ialah dengan selalu memperhatikan kondisi permukaan kulit Anda, misalnya; munculnya tanda aneh pada permukaan kulit dan terasa berbeda.

Untuk lebih detilnya berikut ini beberapa gejala kanker kulit spesifik untuk tiap jenis kanker kulit.

  • Karsinoma Squamous Sel

    Biasanya muncul benjolan pada area kulit yang terbuka dengan permukaan yang datar, berwarna kemerahan, bersisik dan seperti memiliki lapisan pada permukaannya.

  • Karsinoma Basal Sel

    Kanker kulit satu ini juga biasa muncul pada permukaan kulit yang terbuka dengan bentuk benjolan menyerupai mutiara atau tetesan lilin dengan warna kecoklatan dan permukaan yang datar.

  • Melanoma

    Melanoma kadang muncul dari sebuah tahi lalat yang mengembangkan sel kanker. Namun juga bisa muncul pada kulit normal biasa yang tumbuh dimana saja termasuk depan pintu anus dan vagina. Biasanya muncul dengan bentuk rona berpigmen, kadang timbul atau bermassa, kadang justru menceruk ke dalam, kadang datar. Bentuknya selalu tidak sama dan menyisakan rona di sekitar area yang timbul. Warnanya tidak beraturan bahkan kadang muncul warna kebiruan yang berbaur dengan cokelat dan hitam.

Biasanya kanker kulit ditandai dengan munculnya sebuah benjolan pada permukaan kulit. Kadang warna dan bentuknya menyerupai tahi lalat, bahkan beberapa kasus kanker kulit dapat tumbuh dari satu buah titik tahi lalat.

Namun tak selamanya kanker kulit ditandai dengan sebuah noda atau benjolan pada kulit dengan warna hitam atau kecoklatan. Bahkan beberapa bentuk benjolan dari kanker kulit bisa berwarna merah atau pink, tak berpigmen hingga berwarna kebiruan. Beberapa kasus kanker kulit malah menampakan spot kulit yang sangat cerah dan putih seperti kehilangan pigmen sama sekali. Pada kasus tertentu ada kondisi kanker kulit yang langka dengan gejala kanker kulit yang berbeda pada kotak dibawah ini.

Kondisi Kanker Kulit Langka


Beberapa kanker kulit bersifat langka dan muncul hanya karena kondisi tertentu seperti; Kaposi sarcoma yang hanya muncul pada pembuluh darah kapiler dan memberikan bilur ungu dengan efek timbul pada permukaan kulit. Karsinoma sel merkel yang muncul pada area tersembunyi dengan bentuk seperti keloid tetapi tidak didahului oleh luka. Juga terdapat karsinoma sebasea yang tampak seperti pembengkakan yang keras pada pori-pori.

Pengobatan Kanker Kulit Secara Medis

Pengobatan kanker kulit bisa menjadi sangat bervariasi. Semua sangat bergantung pada jenis sel yang diserang, ukuran, tingkat stadium, dan lokasi dari pertumbuhan sel kanker. Kadang beberapa sel kanker dalam ukuran kecil tidak membutuhkan tindakan biopsi atau pengangkatan jaringan secara oral. Untuk lebih detil, berikut ini beberapa langkah yang biasa diambil secara medis dalam pengobatan kanker kulit:

  • Pembekuan

    Pembekuan sel dengan menggunakan paparan liquid nitrogen dapat diterapkan pada beberapa pertumbuhan sel kanker tahap awal, dimana benjolan yang terbentuk cenderung masih kecil dan belum menyebar. Setelah sel membeku dan mati, sel kanker akan lepas dari kulit dengan sendirinya.

  • Operasi pengangkatan

    Tindakan pengangkatan jaringan merupakan tindakan yang paling populer dalam menghadapi kanker kulit. Tindakan ini dilakukan dengan mengambil jaringan yang terserang kanker sekaligus jaringan sehat disekitarnya. Kadang dokter akan menyarankan cangkok kulit untuk menutupi bekas operasi.

  • Operasi Mohd

    Tindakan ini diberikan pada kanker kulit yang sudah melebar. Prosedur dari operasi ini adalah dengan mengangkat selapis demi selapis jaringan kulit yang terserang kanker, sampai ditemukan kulit sehat yang dipastikan aman dari bibit kanker. Pemulihan lapisan kulit yang hilang karena kanker melalui proses ini membutuhkan perawatan ekstra, namun tidak akan memakan jaringan kulit sehat disekitar kanker.

  • Terapi kuret

    Di sini, pasien akan mengalami pengikisan lapisan kulit tepat pada bagian terbentuknya benjolan kanker dalam ukuran kecil. Langkah sederhana ini akan disertai dengan beberapa terapi seperti; radioterapi untuk mematikan bibit kanker yang tersisa.

  • Radioterapi

    Terapi dengan menembakan gelombang radio yang sifatnya merusak sel ke arah sel kanker. Tujuannya untuk mematikan sel kanker yang bersangkutan tanpa merusak sel sehat yang ada. Biasanya ada efek terbakar pada area kulit yang ditembakan.

  • Kemoterapi

    Langkah ini diambil bila sel kanker mulai berinvasi atau mulai melakukan metastasis, sehingga muncul kanker kulit lain yang menyebar di beberapa titik lain pada permukaan kulit. Terapi yang dilakukan ialah dengan memasukkan obat kimia khusus melalui infus, namun memberikan efek samping yang cukup berat seperti kerusakan sel, penurunan fungsi indera sampai kerontokan dan kekeringan kulit.

  • Terapi Photodinamik

    Terapi dengan memanfaatkan tembakan sinar laser ke arah benjolan kanker pada permukaan kulit. Sebelumnya sel kanker sudah mendapat suntikan khusus yang membuat sel kanker menjadi lebih rentan terhadap cahaya laser.

Kanker kulit apapun jenisnya sebenarnya bisa dijinakkan selama terdeteksi secara dini dan mendapat tindakan pengobatan yang memadai. Bahkan keberhasilan dari langkah medis ini dapat mencapai angka diatas 80%. Hanya saja, beberapa kasus pengobatan kanker kulit dapat menyisakan efek samping seperti; kerusakan permukaan kulit dan kerusakan sel, contohnya pada prosedur medis kemoterapi.

Di sisi lain, menurut fakta lain ditemukan setidaknya 1 dari 9 pasien kanker kulit, tetap akan mengalami kanker kulit secara berulang. Ya, persentase yang relatif tinggi dan sejauh ini belum banyak langkah medis yang bisa diterapkan untuk mencegah masalah tersebut. Terlepas dari fakta-fakta mengenai pengobatan medis di atas, ternyata pengobatan kanker kulit juga bisa dijalankan dengan terapi memanfaatkan khasiat dari obat herbal kanker kulit. 

Pengobatan Kanker Kulit Secara Herbal

Telah ditemukan beberapa jenis herbal yang memiliki khasiat untuk mengatasi kanker kulit dengan resiko lebih minimal. Dan tentu saja metode alternatif ini bisa menjadi solusi bagi Anda yang ingin menghindari tindakan di meja operasi. Adapun obat herbal kanker kulit yang bisa dimanfaatkan di sini adalah:

  • Sarang Semut

    Herbal satu ini berupa umbi kering dari tanaman epifit yang biasa tumbuh di pedalaman Papua. Bentuk umbi tersebut berongga dengan labirin pada sisi dalamnya. Sarang semut ini sendiri sifatnya spesifik, karena tidak semua jenis sarang semut benar-benar berkhasiat untuk mengatasi kanker, hanya khusus jenis Myrmecodia pendans saja.

    Keampuhan sarang semut sebagai obat herbal kanker kulit sudah dibuktikan dalam sebuah penelitian yang dikembangkan dalam riset yang dikembangkan di University National of Ho Chi Minh City oleh 4 pakar herbal Asia Qui Kim Tran, Yasuhiro Tezuka, Yuko Harimaya, dan Arjun Hari Banskota.

    Penelitian ini membuktikan tingginya kadar flavonoid dalam sarang semut dengan formula terlengkap dari jenis herbal anti kanker lain. Flavonoid ini berkhasiat untuk detoksifikasi dan anti karsinogen, sehingga menciptakan kondisi kulit yang tidak kondusif (mendukung) pertumbuhan kanker. Juga bersifat anti proliferasi (penyuburan) atau menghambat proses regenerasi (pembaharuan) dan pertumbuhan sel kanker. Dan ditemukan sifat angiogenesis (jaringan yang berperan dalam pertumbuhan) dengan menghambat suplai darah menuju sel kanker, sehingga lama-kelamaan sel tersebut akan mati.

    Selain itu dalam penelitian yang dikembangkan oleh Dr. Ahkam Subroto dari LIPI juga dipastikan bahwa adanya kandungan polifenol, tokoferol dan tannin yang berpadu bersama flavonoid akan efektif bekerja melakukan detoksifikasi (penetralan) total, serta menekan kecenderungan genetik tubuh untuk membentuk sel kanker.

    Diyakini dalam sarang semut juga terdapat senyawa-senyawa yang setara dengan fitonutrien yang sifatnya merangsang pertumbuhan senyawa khusus guna melawan secara alami kehadiran sel kanker seperti; interleukin dan interferon.

    Informasi lebih lengkap mengenai keampuhan Sarang Semut dalam pengobatan kanker kulit bisa dibaca di halaman artikel "Obat Kanker Kulit".

  • Noni Juice

    Noni juice merupakan sari buah noni. Buah ini berasal dari jenis tanaman herbal yang banyak Anda jumpai di daerah tropis dan sudah lama dikenal sebagai tanaman obat oleh berbagai negara di dunia termasuk Indonesia.

    Tanaman yang dikenal khalayak karena aroma khasnya yang menusuk dan kurang sedap ini, justru menjadi salah satu herbal anti kanker yang juga ampuh untuk mengatasi kanker kulit. Dan rupanya jurus rahasia utamanya terletak pada aroma khasnya tersebut.

    Di balik aroma khasnya tersimpan sejumlah senyawa unik yang berkhasiat menghadapi kanker, yaitu flavonoid. Disempurnakan dengan kandungan xeronine, sejenis protein unik yang berfungsi mengendalikan pertumbuhan sel untuk tetap normal.

    Kandungan scolopetin dalam noni akan efektif mengatasi endapan darah dan detoksifikasi sehingga melancarkan aliran darah menuju sel sehat. Ditambah dengan terpenoid yang membantu proses regenerasi sel agar berjalan dengan baik, sehingga mencegah pertumbuhan sel yang menyimpang atau abnormal.

    Terdapat pula sejumlah fitonutrien yang sangat penting dalam pembentukkan senyawa antikanker alami dalam tubuh yang sifatnya serupa dengan imunitas, namun kebal terhadap sel kanker. Beberapa senyawa tersebut antara lain interferon dan interleukin, nitrit oksida dan lipopolisakarida.

Yang menarik dari kedua jenis obat herbal kanker kulit diatas adalah kemampuannya mengatasi sel kanker dalam waktu singkat. Bahkan beberapa testimoni terhadap terapi sarang semut membuktikan proses penyembuhan mulai terlihat setelah mengonsumsinya dalam periode 2 bulan saja.

Dan kabar baiknya lagi, kedua bahan herbal tersebut tergolong aman untuk dikonsumsi dalam jangka panjang atau dengan dipadukan bersama pengobatan medis. Juga efektif untuk membantu mencegah terjadinya kanker kulit berulang juga penyebaran sisa bibit kanker pasca operasi.

Sebenarnya jika kanker kulit diabaikan, penyakit ini bisa menyebabkan kondisi yang cukup fatal, terutama terhadap kondisi kulit secara keseluruhan. Pada stadium yang lebih berat, sel kanker akan berperilaku invasif (bertindak menyerang kedalam jaringan sel) serta dapat berperilaku metastasis (berubah wujud dan berpindah) dengan cara menyebar pada jaringan organ yang berada tepat di bawah lokasi pertumbuhan sel kanker pada kulit.

Namun jika kanker kulit ini terdeteksi lebih awal, kemungkinan sembuhnya akan sangat besar bahkan mencapai angka 90%. Angka ini tetap berlaku pada serangan kanker kulit kategori paling ganas dan mematikan. Bahkan tingkat kematian dari penyakit kanker kulit ini tergolong rendah dari jenis kanker lainnya.

Itulah tadi informasi lengkap seputar kanker kulit, termasuk penyebab kanker kulit, gejala kanker kulit dan pengobatan kanker kulit baik secara medis maupun dengan beberapa solusi alternatif obat herbal kanker kulit terpercaya.

Penting: Form komentar di bawah ini hanya digunakan untuk berbagi informasi antar pengunjung situs web ini. Apabila Anda ingin menghubungi kami silakan kunjungi halaman hotline kami »
FOLLOW DEHERBA.COM:
instagram