Share:

Kanker kulit sejauh ini adalah jenis kanker yang paling umum diderita orang-orang. Kanker ini—pertumbuhan abnormal di sel-sel kulit—sering kali berkembang di kulit yang terkena sinar matahari. Tetapi bisa saja kanker muncul di area-area kulit yang biasanya tidak terkena cahaya matahari.

Jika Anda menderita kanker kulit, pahamilah jenis apa yang Anda derita karena hal itu memengaruhi pilihan pengobatan yang tersedia serta tingkat harapan hidup Anda. Artikel ini akan membantu Anda lebih mengerti mengenai penyebab kanker kulit, ciri-ciri yang harus diwaspadai, juga pilhan pengobatan kanker kulit yang umumnya tersedia.

Jenis-Jenis Kanker Kulit

Semua kanker kulit bersifat serius dan harus ditangani dengan baik. Tetapi jenis kanker kulit, pilihan pengobatan, serta tingkat harapan hidupnya bervariasi cukup luas bergantung pada jenis-jenis sel kulit yang terpengaruh.

Jenis utama kanker kulit termasuk karsinoma sel basal, karsinoma sel skuamosa, karsinoma sel merkel, dan melanoma. Ada juga beberapa jenis lain yang sangat jarang terjadi, antara lain:

Kaposi Sarkoma (KS):

Disebabkan oleh herpesvirus, sehingga juga dikenal sebagai kaposi sarkoma terkait herpesvirus. Kanker ini biasanya muncul sebagai luka atau tumor pada kulit. Tumoa juga bisa terbentuk di mulut, paru-paru, atau saluran pencernaan.

Sebagian besar kasus KS di beberapa negara melibatkan pasien yang terinfeksi HIV (penyebab AIDS). Tapi KS juga bisa dialami oleh seseorang yang sistem kekebalan tubuhnya sangat terganggu.

Keratosis Aktinik:

Adalah pertumbuhan pra kanker yang dapat berkembang menajdi karsinoma sel skuamosa bila dibiarkan tak ditangani. Pertumbuhan ini mungkin ditemukan di sekelompok kulit yang rusak akibat paparan sinar ultraviolet (UV).

Limfoma di Kulit:

Adalah sejenis limfoma non-Hodgkin. Sebagian besar kasus limfoma ada di kelenjar getah bening, yaitu kelenjar kecil yang tersebar di seluruh tubuh yang menghasilkan sel T untuk melawan penyakit dan sel B, juga disebut sebagai limfosit.

Tetapi limfoma juga bisa berkembang di jaringan limfoid lain, termasuk di limpa, sumsum tulang, dan kulit. Kanker langka ini mungkin tampak seperti ruam atau benjolan pada kulit.

Keratoacanthoma:

Adalah tumor yang biasanya bersifat jinak (non-kanker) yang tumbuh perlahan dan sering hilang dengan sendirinya. Tumor ini jika terus tumbuh sering kali akan ditangani dokter dengan cara yang serupa saat menangani karsinoma sel skuamosa.

Penyebab Kanker Kulit

Kanker kulit berkembang ketika terjadi berbagai eror (mutasi) di DNA dari sel-sel kulit. Mutasi tersebut menyebabkan sel-sel dapat bertumbuh di luar kendali dan membentuk sekumpulan massa sel-sel kanker. Berikut adalah penjelasannya berdasarkan keterangan dari situs Mayo Clinic.

Sel-sel yang terlibat dalam kanker kulit

Kanker kulit bermula di lapisan terluar kulit Anda—yaitu epidermis. Epidermis adalah lapisan tipis yang memberikan pelapis pelindung bagi sel-sel kulit yang secara teratus mengelupas. Epidermis mengandung tiga jenis sel utama:

  • Sel skuamosa terletak tepat di bawah permukaan terluar dan berfungsi sebagai lapisan dalam kulit.
  • Sel basal, menghasilkan sel-sel kulit baru, berada di bawah sel skuamosa.
  • Melanosit—menghasilkan melanin, yaitu pigmen yang memberikan warna normal kulit—terletak di bagian bawah dari epidermis Anda. Melanosit menghasilkan lebih banyak melanin ketika terkena sinar matahari sebagai upaya untuk melindungi lapisan-lapisan bagian dalam kulit Anda.

Lokasi dimana kanker kulit bermula akan menentukan jenis kanker yang diderita serta pilihan pengobatan yang tersedia bagi Anda.

Sinar ultraviolet dan penyebab kanker kulit lain

Banyak dari kerusakan terhadap DNA di sel-sel kulit disebabkan oleh radiasi ultraviolet (UV) yang terdapat di sinar matahari dan di sinar yang digunakan pada tanning bed. Tetapi paparan sinar matahari bukanlah penyebab kanker kulit pada bagian kulit yang biasanya tidak terkena matahari.

Hal ini menunjukkan bahwa terdapat faktor-faktor lain yang mungkin turut menjadi penyebab kanker kulit, misalnya paparan terhadap zat-zat beracun atau mengidap masalah kesehatan tertentu yang melemahkan sistem kekebalan tubuh Anda.

Faktor Risiko Penyebab Kanker Kulit

Faktor-faktor yang turut memperbesar kemungkinan Anda untuk menderita kanker kulit antara lain:

Kulit berwarna cerah:

Siapa pun, dari warna kulit apa pun, bisa menderita kanker kulit. Tetapi, memiliki lebih sedikit pigmen (melanin) di kulit berarti Anda punya lebih sedikit perlindungan dari kerusakan radiasi UV.
Orang yang berambut pirang atau merah dan memiliki warna mata yang cerah, dan gampang muncul bintik-bintik atau luka di kulit jika terkena matahari, biasanya lebih riskan terkena kanker kulit.

Pernah luka tersengat matahari:

Pernah memiliki satu luka lepuh tersengat matahari atau lebih saat masih kecil atau remaja akan meningkatkan risiko Anda untuk mengembangkan kanker kulit saat dewasa. Luka sengatan matahari saat dewasa juga meningkatkan risiko.

Terlalu sering kena matahari:

Siapa pun yang banyak menghabiskan waktu di luar ruangan berisiko menderita kanker ini, terutama jika kulit tidak dilindungi oleh baju atau tabir surya.

Baca juga  Obat Kanker Kulit Tradisional Terbaik Khas Indonesia

Beriklim cerah atau tempat tinggi:

Orang yang tinggal di tempat yang beriklim cerah dan hangat lebih sering terkena sinar matahari. Tinggal di tempat tinggi, dimana paparan matahari lebih kuat, juga meningkatkan paparan radiasi UV ke kulit.

Tahi lalat:

Orang yang punya banyak tahi lalat atau tahi lalat abnormal bernama dysplastic nevi berada pada risiko menderita kanker kulit. Tahi lalat abnormal ini—terlihat tidak merata dan biasanya lebih besar dari tahi lalat biasa—lebih mungkin berubah menjadi kanker.

Riwayat keluarga penderita kanker kulit:

Kalau ada orang tua atau saudara kandung Anda yang pernah menderita kanker kulit, berarti Anda menjadi lebih berisiko menderitanya juga.

Ingatlah bahwa meskipun Anda mempunyai satu atau beberapa faktor risiko penyebab kanker hati di atas, bukan berarti Anda pasti akan menderita penyakit ini. Ada orang yang punya sejumlah faktor risiko di atas tetapi tidak pernah mengidap kanker sepanjang hidupnya. Namun untuk lebih aman, sebaiknya Anda menghindari faktor yang bisa dicegah sambil mewaspadai yang tidak bisa dihindari.

Pencegahan Kanker Kulit

Sebagian besar kanker kulit bisa dicegah. Untuk melindungi diri Anda dari penyakit ini, upayakanlah beberapa cara mencegah kanker kulit di bawah ini.

Hindari sinar matahari di tengah hari:

Di beberapa tempat, sinar matahari yang paling terik adalah antara jam 10 pagi hingga 4 sore. Jadwalkanlah aktivitas luar ruangan di luar waktu-waktu tersebut, bahkan meskipun hari sedang berawan, mendung, atau udaranya dingin.

Anda menyerap radiasi UV sepanjang tahun, dan awan hanya sedikit memberikan perlindungan dari sinar radiasi yang merusak tersebut. Hindarilah cahaya matahari di waktu sedang terik-teriknya untuk membantu mencegah luka sengatan matahari dan untuk pencegahan kanker kulit.

Rajin mengoleskan tabir surya:

Tabir surya (sunscreen) tidak menyaring seluruh radiasi UV berbahaya, terutama radiasi yang dapat memicu kanker melanoma. Tetapi tabir surya bisa memberikan perlindungan yang cukup. Gunakanlah tabir surya berspektrum luas dengan SPF setidaknya 15.

Oleskan tabir surya secara menyeluruh, dan ulangi setiap 2 jam sekali—atau lebih sering jika sedang berenang atau banyak berkeringat. Gunakan tabir surya ke seluruh bagian kulit yang terkena sinar matahari, termasuk bibir, ujung telinga, dan bagian belakang lengan, juga leher.

Rajin periksa kulit sendiri:

Periksalah kulit lebih sering jika ada pertumbuhan atau perubahan yang tidak biasa pada tahi lalat, bintik-bintik kulit, benjolan, dan tanda lahir. Gunakan cermin untuk memeriksa seluruh bagian wajah, leher, telinga, dan kulit kepala.

Periksa juga bagian atas badan, dan bagian atas dan bawah lengan serta tangan. Periksa bagian depan dan belakang kaki, termasuk telapak kaki dan ruang di antara jari-jari kaki. Juga periksa area genital Anda dan di antara bokong.

Ciri-Ciri Kanker Kulit

Ciri-ciri kanker kulit terutama muncul di area kulit yang terkena matahari, termasuk kulit kepala, wajah, bibir, telinga, leher, dada, tangan, dan kaki. Periksalah kulit Anda secara rutin untuk melihat apakah ada perubahan atau pertumbuhan yang tidak biasa.

Ciri-Ciri Kanker Kulit Melanoma

Tanda-tanda melanoma biasanya adalah bintik-bintik baru pada kulit, atau perubahan ukuran, bentuk, atau warna dari tahi lalat yang sudah ada. Metode ABCDE dapat membantu Anda untuk menentukan apakah pertumbuhan kulit yang tak wajar tersebut kemungkinan adalah melanoma:

  • Asymmetry (Asimetri): Tahi lalat bentuknya tidak beraturan.
  • Border (Perbatasan): Bagian tepi tahi lalat tidak mulus, tetapi tidak beraturan atau berlekuk.
  • Color (Warna): Tahi lalat memiliki warna yang tidak merata atau ada bintik-bintik gelapnya.
  • Diameter: Bintiknya lebih besar daripada ukuran penghapus pensil.
  • Evolving atau Elevation (Berkembang atau Menonjol): Bintiknya berubah dari segi ukuran, bentuk, atau tekstur.

Satu-satunya cara untuk memastikan apakah gejala-gejala tersebut benar-benar merupakan melanoma adalah dengan memeriksakannya ke dokter.Karena gejala-gejala kanker mungkin berbeda-beda, dan tidak semua melanoma berkembang dari tahi lalat, maka penting untuk memeriksakan setiap pertumbuhan di kulit yang tak wajar ke dokter ahli.

Ciri-Ciri Kanker Kulit Non-Melanoma

Pertumbuhan tidak biasa atau luka di kulit yang tidak kunjung sembuh mungkin adalah tanda awal dari kanker kulit non-melanoma. Kanker kulit awalnya bisa terlihat seperti bintilan, ruam, atau bercak tak beraturan di permukaan kulit.

Bintik-bintik ini bisa menonjol dan mudah keluar cairan atau berdarah. Seiring kanker bertumbuh, ukuran atau bentuk dari pertumbuhan di kulit yang terlihat bisa berubah dan kanker dapat tumbuh ke lapisan kulit yang lebih dalam. Mungkin sulit untuk membedakan satu bentuk kanker kulit dari yang lain, jadi periksakanlah ke dokter kulit jika Anda melihat tanda yang mencurigakan pada kulit.

Karsinoma sel basal:

Di kepala atau leher awalnya bisa tampak seperti bercak pucat atau benjolan transparan di kulit. Anda mungkin melihat pembuluh darah atau lekukan di tengah benjolan.

Jika karsinoma berkembang di dada, itu mungkin tampak seperti bekas luka kecokelatan atau luka berwarna daging. Seiring kanker berkembang, dia mungkin berdarah jika terluka atau berair dan menjadi berkerak di beberapa bagiannya.

Baca juga  Penyebab Kanker Kulit

Karsinoma sel skuamosa:

Dapat berkembang sebagai benjolan di kulit. Benjolan keras ini biasanya punya permukaan kasar, tidak seperti tampilan yang halus dan bening dari karsinoma sel basal. Jika tidak terbentuk bintilan, kanker mungkin berkembang lebih mirip seperti bercak kemerahan dan bersisik.

Tidak seperti ruam kulit yang hilang sendiri, bercak kasar seperti luka ini terus berkembang secara perlahan. Jenis kanker ini biasanya ditemukan di kepala, leher, tangan atau lengan, tapi mungkin juga berkembang di area lain, seperti area genital atau bekas luka atau luka kulit.

Karsinoma sel merkel:

Dapat tampak seperti tahi lalat berwarna kemerahan atau seperti daging yang menonjol dan bertumbuh cepat. Tumor kecil ini biasanya muncul pada area-area kulit yang terkena matahari, misalnya di wajah, leher, atau kulit kepala.

Pemeriksaan kulit yang rutin untuk melihat apakah ada pertumbuhan atau perubahan yang tidak biasa adalah kunci untuk menemukan dan mengatasi ciri-ciri kanker kulit sejak awal. Jika Anda menemukan sesuatu yang mencurigakan, sebaiknya langsung periksakan ke dokter atau dermatolog.

Jika dalam pemeriksaan dokter Anda mencurigai adanya perubahan atau kelainan yang mirip gejala kanker, Anda mungkin akan diminta untuk menjalankan lebih banyak pemeriksaan sebelum dokter memberikan diagnosis kanker kulit.

Stadium Kanker Kulit


Penentuan stadium kanker kulit akan dilakukan oleh dokter setelah beliau memberikan diagnosis kanker. Dokter membutuhkan informasi mengenai stadium demi mengevaluasi pilihan pengobatan yang sesuai dengan kondisi penyakit pasien.

Stadium kanker kulit akan memberikan gambaran mengenai seberapa besar ukuran dari kanker, apakah kanker sudah menyebar ke kelenjar getah bening, serta apakah kanker telah menyebar (metastasis) ke bagian tubuh lain.

Untuk memahami seperti apa yang keadaan kanker pada pasien yang divonis kanker kulit pada stadium tertentu, Anda dianjurkan untuk membaca artikel: Stadium Kanker Kulit.

Pengobatan Kanker Kulit

Pengobatan kanker kulit biasanya didasarkan atas beragam faktor yang antara lain meliputi: jenis kanker kulit yang dideria, seberapa jauh pertumbuhan atau penyebarannya, lokasi munculnya kanker, juga stadium kanker. Pilihan pengobatan medis yang umumnya tersedia adalah:

Operasi

Pengobatan kanker kulit yang utama adalah operasi. Bagi kebanyakan pasien, operasi bertujuan untuk mengangkat kanker dan merupakan satu-satunya pengobatan yang mereka butuhkan.

Operasi ini biasanya kecil. Anda mungkin akan diberikan suntikan anestesi (bius) lokal di area tersebut dan kemudian dokter mengangkat kanker serta sejumlah kecil jaringan di sekitarnya. Anda mungkin mendapatkan cangkok kulit, tergantung pada lokasi kanker bertumbuh, atau apabila kanker mencakup area yang lebih luas.

Ada beberapa jenis metode operasi, dan apa yang Anda butuhkan bergantung pada lokasi kanker dan seberapa besar ukurannya.

Radioterapi

Radioterapi adalah pengobatan untuk kanker kulit jenis karsinoma sel basal dan karsinoma sel skuamosa. Anda mungkin disarankan pengobatan ini jika: kanker mencakup area yang luas; lokasinya sulit untuk dioperasi; operasi tidak cocok bagi Anda; untuk mengurangi risiko kekambuhan kanker setelah operasi; atau kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening.

Imunoterapi

Photodynamic therapy (PDT) menggunakan obat untuk membuat kulit sensitif terhadap cahaya. Begitu diberikan obat, dokter akan mengarahkan jenis cahaya spesial ke area lokasi kanker. Ini untuk menghancurkan sel-sel kanker di sana.

PDT adalah pengobatan untuk kanker kulit jenis karsinoma sel basal, penyakit Bowen, juga keratosis aktinik (keratosis solar).

Kemoterapi

Obat krim kemoterapi digunakan untuk pengobatan: keratosis aktinik (keratosis solar); kanker kulit yang hanya ada di lapisan atas kulit; juga penyakit Bowen.

Anda biasanya mendapatkan krim kemoterapi yang mengandung Fluorouracil (5FU). Keratosis aktinik dapat berkembang menjadi kanker kulit sel skuamosa seraya waktu berlalu. Jadi Anda akan diberikan pengobatan ini untuk mencoba mencegahnya terjadi.

Anda mungkin diberikan obat kemoterapi tablet atau suntikan jika kanker telah menyebar. Mendapatkan kemoterapi dengan cara tersebut bisa membantu meringankan gejala-gejala kanker yang tak dapat disembuhkan.

Bila Anda didiagnosis menderita kanker kulit, pelajarilah sebisa mungkin mengenai pilihan pengobatan yang tersedia serta kemungkinan efek samping yang dimunculkannya. Bicarakanlah dengan dokter dan anggota keluarga sebelum menentukan akan menjalani jenis pengobatan kanker kulit tertentu.

Pengobatan Kanker Kulit secara Alami

Anda bisa jadi mendengar tentang pilihan alternatif pengobatan kanker hati yang tidak dilakukan secara medis. Pilihan alternatif tersebut kemungkinan melibatkan penggunaan herbal, vitamin, diet khusus, atau metode-metode lain yang umumnya dianggap alami.

Salah satu alternatif yang paling sering dilirik orang-orang untuk pengobatan kanker adalah menggunakan herbal Sarang Semut Papua. Penelitian menunjukkan bahwa herbal ini mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, polifenol, tokoferol, dan beragam mineral penting yang bermanfaat sebagai antioksidan juga anti-kanker.

Bukti dari Manfaat Sarang Semut


Bukti penelitian selaras dengan tanggapan positif dari para pengguna Sarang Semut. Contohnya Hendro Saputro, seorang herbalis, yang memperkenalkan Sarang Semut sebagai tanaman obat menyatakan bahwa mereka yang mengonsumsi herbal ini banyak yang memperoleh pemulihan yang benar-benar baik.

Dalam Majalah Natural, Hendro menyatakan bahwa rata-rata yang meminum rebusan Sarang Semut akan memperoleh hasil setelah seminggu, bahkan ada yang 3 hari sudah merasakan hasilnya. Hal serupa juga dirasakan oleh para penderita kanker yang menggunakan produk ekstrak Sarang Semut, mereka rata-rata mengakui sudah mulai merasakan khasiatnya dalam waktu 1 – 3 bulan saja.

Banyak juga pengguna yang tetap meneruskan pengobatan medis dengan obat-obatan kimia, lalu memadukannya dengan konsumsi kapsul ekstrak Sarang Semut, dan mereka merasa lebih cepat membaik daripada sebelumnya.

Mungkin Anda tertarik untuk mencoba memanfaatkan obat kanker kulit yang alami. Tetapi sebelum melakukannya, sebaiknya konsultasikanlah dulu dengan dokter yang menangani Anda. Diharapkan mereka akan membantu Anda untuk mempertimbangkan untung-ruginya sehingga Anda jadi lebih bisa membuat keputusan yang bijak.

Kanker kulit sering kali tidak mendapat perhatian khusus dan akhirnya terdeteksi relatif terlambat karena sering mengabaikan gejala awal yang muncul. Karena itu, ada baiknya kita semakin sadar akan kesehatan kulit sendiri dan rajin mengecek untuk memantau perubahan atau pertumbuhan apa pun yang tidak wajar pada kulit.

Cindy Wijaya

Penulis beragam artikel kesehatan berpengalaman. Senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Saat ini bekerja sebagai penulis dan editor untuk Deherba.com. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.


Artikel di-posting oleh Cindy Wijaya dan di-review oleh tim penulisan deherba.com.