Berat Badan Turun Karena Kanker, Apa Ciri-Cirinya?


By Cindy Wijaya

Salah satu alasan seorang calon pasien kanker pertama kali periksa ke dokter adalah karena dia mengalami penurunan pada berat badan yang drastis dan tanpa sebab yang jelas. Apakah Anda sedang mengkhawatirkan hal yang sama? Bagaimana sebenarnya ciri-ciri berat badan yang turun drastis karena kanker?

Banyak orang mengaitkan berat badan yang turun tanpa sebab dengan penyakit kanker. Walaupun itu adalah salah satu gejala umum dari penyakit kanker, namun sebetulnya ada banyak penyebab lain dari berat badan turun tanpa sebab.

Dalam artikel ini akan dibahas mengenai ciri-ciri berat badan yang turun karena kanker, untuk membantu Anda mencari tahu apakah masalah yang Anda hadapi perlu dikhawatirkan atau tidak. Supaya informasi di artikel ini tidak salah, kami mengambil sumber dari situs-situs web kesehatan yang dapat dipercaya (lihat bagian “sumber referensi” di bawah artikel).

Apa Saja Ciri-Ciri Berat Badan Turun Karena Kanker?

Penurunan berat badan merupakan gejala yang umum terjadi pada pasien kanker. Ini sering kali menjadi gejala kanker yang pertama kali terlihat. Bahkan 40% pasien kanker mengatakan bahwa mereka mengalami berat badan turun tanpa sebab sewaktu pertama didiagnosis kanker.

Dan hingga 80% pasien kanker stadium lanjut mengalami gejala cachexia. Cachexia adalah ketika seseorang mengalami penurunan berat badan sekaligus penurunan massa otot.

Apa saja ciri-ciri berat badan yang turun karena penyakit kanker? Sebenarnya selain penurunan berat badan, orang yang menderita kanker juga mungkin mengalami gejala-gejala lainnya. Jadi perhatikanlah apakah ada gejala-gejala berikut yang Anda alami:

  • Merasa kelelahan
  • Merasa lemas
  • Merasa tidak punya tenaga
  • Kesulitan untuk melakukan kegiatan sehari-hari
  • Warna kulit menguning
  • Suara serak yang tidak kunjung sembuh
  • Rasa sakit yang terus-terusan atau memburuk
  • Perubahan pola buang air besar
  • Perdarahan dari saluran pencernaan
Kelelahan, Ciri Lain Kanker Selain Berat Badan Turun
Photo by Lily Banse on Unsplash

Selain itu perhatikan juga seberapa banyak penurunan berat badan yang terjadi. Ciri berat badan yang turun karena kanker adalah yang penurunannya drastis dan yang tanpa sebab, mencapai 5% (atau lebih) dari berat badan semula dalam waktu beberapa bulan saja.

Sebagai contoh: Jika berat badan semula Anda berada di kisaran 60 kg, yang perlu diwaspadai adalah jika penurunannya 3 kg (5% dari 60 kg) atau lebih dalam waktu beberapa bulan (misalnya 6 bulan). Tentunya dengan catatan Anda tidak sedang diet atau rajin olahraga.

Apakah Anda mengalami penurunan berat badan seperti itu? Ada baiknya pergi ke dokter untuk mengetahui dengan jelas penyebab yang sesungguhnya. Walaupun mungkin penyebabnya bukan kanker, namun jauh lebih baik mengantisipasi daripada menyesal belakangan.

Mengapa Penurunan Berat Badan Terjadi pada Pasien Kanker?

Tidak setiap pasien kanker mengalami gejala penurunan berat badan. Karena ciri berat badan turun biasanya terjadi pada para penderita kanker paru-paru, kanker payudara, kanker hati, kanker usus besar, kanker esofagus, kanker lambung, kanker pankreas, dan kanker prostat.

Ciri berat badan turun karena kanker juga dapat muncul dalam waktu yang berbeda tergantung pada jenis kankernya. Misalnya banyak dari penderita kanker lambung, pankreas, esofagus, dan paru-paru sudah mengalami berat badan turun drastis pada saat pertama didiagnosis.

Sedangkan penderita kanker payudara atau kanker prostat biasanya tidak mengalami gejala ini pada saat pertama didiagnosis; mereka mungkin baru mengalami penurunan berat badan setelah menjalani pengobatan.

Penyebab penurunan berat badan pada pasien kanker juga dapat sangat bervariasi. Selain karena penyakit kanker itu sendiri, pasien yang sudah menjalani pengobatan juga mengalami efek samping yang membuat berat badan mereka turun.

Apa saja masalah yang muncul karena kanker atau karena efek samping pengobatan yang menjadi penyebab berat badan turun drastis? Berikut beberapa masalah yang umum dialami:

  • Perubahan pada sistem kekebalan atau metabolisme tubuh. Metabolisme adalah proses tubuh untuk mengolah makanan dan mengubahnya menjadi energi.
  • Mual dan muntah
  • Sembelit
  • Sariawan atau luka di mulut
  • Kesulitan untuk mengunyah
  • Kesulitan untuk menelan
  • Kehilangan kemampuan indera perasa
  • Depresi
  • Rasa sakit

Tergantung pada situasi dari masing-masing pasien kanker, dokter mungkin akan mencoba membatasi penurunan berat badan dengan menggunakan obat-obatan. Contohnya obat-obatan hormon progesteron atau steroid.

Beberapa pasien kanker yang mengalami kesulian menelan atau mengunyah mungkin akan diberi terapi nutrisi melalui infus. Misalnya pasien kanker esofagus atau kanker kepala dan leher yang sering mengalami kesulitan untuk makan atau minum.

Apa Penyebab Berat Badan Turun Selain Karena Kanker?

Selain akibat kanker, ada cukup banyak masalah kesehatan lain yang salah satu ciri-cirinya adalah berat badan turun drastis. Beberapa diantaranya yakni:

  • Penyakit celiac
  • Penyakit Crohn
  • Kolitis ulseratif
  • Ulkus peptikum
  • Konsumsi obat-obatan tertentu
  • Hipertiroidisme
  • Hipotiroidisme
  • Penyakit Addison
  • Masalah gigi dan gusi
  • Demensia
  • Depresi
  • Stres
  • Gangguan kecemasan
  • Diabetes
  • Penyalahgunaan obat
  • Infeksi parasit
  • Infeksi HIV

Sebetulnya sebagian besar gejala berat badan turun drastis bukanlah akibat kanker. Meski begitu, ada beberapa penyebab gejala ini yang juga merupakan masalah kesehatan yang serius dan butuh penanganan medis. Oleh sebab itu ada baiknya Anda periksa ke dokter apabila berat badan turun cukup drastis padahal tidak sedang diet atau meningkatkan olahraga.

Credit Photo: ronstik / iStock

Kesimpulan tentang Berat Badan Turun Karena Kanker

Penurunan berat badan yang dapat menjadi gejala kanker yaitu apabila penurunannya mencapai 5% atau lebih dari berat badan semula dalam kurun waktu beberapa bulan (misalnya 6 bulan). Dan biasanya juga disertai gejala-gejala lain seperti kelelahan, merasa tidak bertenaga, kehilangan nafsu makan, dan kesulitan untuk melakukan kegiatan sehari-hari.

Namun ingatlah bahwa penurunan berat badan yang tanpa sebab tidak selalu menjadi gejala kanker. Gejala ini hanya menjadi sinyal dari tubuh bahwa Anda mungkin perlu memastikan kondisi kesehatan tubuh ke dokter.

Jika memang penyebabnya kanker, deteksi dini selalu lebih baik, sebab itu berarti ada kesempatan lebih besar untuk mengobatinya di saat kanker masih belum berkembang jauh dan masih mudah ditangani.

Jika penyebabnya bukan kanker, pergi ke dokter membuka kesempatan bagi Anda untuk mendapat perawatan yang tepat guna mengatasi masalah ini. Ada penyakit-penyakit cukup serius lain yang membuat berat badan turun drastis dan membutuhkan perawatan dokter.

Meskipun penyebabnya tidak serius, dokter dapat memberikan perawatan atau saran untuk membantu mengembalikan berat badan ke kondisi normal.

Demikianlah artikel ini yang membahas tentang ciri berat badan turun karena kanker. Semoga informasi ini dapat membantu Anda untuk lebih peduli terhadap gejala-gejala yang terjadi pada tubuh Anda. Nantikan juga pembahasan menarik lain seputar gejala-gejala kanker hanya di Deherba.com.

Sumber

Sumber Referensi:

Verywell Health. Weight Loss as a Symptom of Cancer. Updated: 2020-01-27. URL: https://www.verywellhealth.com/weight-loss-and-cancer-514063. Accessed: 2020-02-17

Cancer Research UK. Weight loss. Reviewed: 2017-08-31. URL: https://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/coping/physically/diet-problems/types/weight-loss. Accessed: 2020-02-17

Cancer.Net. Weight Loss. URL: https://www.cancer.net/coping-with-cancer/physical-emotional-and-social-effects-cancer/managing-physical-side-effects/weight-loss. Accessed: 2020-02-17

Healthline. Cancer Weight Loss – Fast and Unintentional. Reviewed: 2019-02-04. URL: https://www.healthline.com/health/cancer-weight-loss-how-fast. Accessed: 2020-02-17

Healthline. Is Unexplained Weight Loss a Sign of Cancer?. Published: 2019-04-25. URL: https://www.healthline.com/health/unexplained-weight-loss-cancer. Accessed: 2020-02-17

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}