Penanganan Tepat pada Luka Melepuh

715
flickr.com

Diedit:

Lepuh adalah kantong cairan yang terbentuk di bawah kulit, biasanya disebabkan oleh gesekan yang berlebihan, terbakar, atau akibat paparan bahan kimia. Luka melepuh dapat terasa nyeri jika ditekan. Luka ini harus ditangani dengan benar dan tepat agar tidak menimbulkan infeksi. Bagaimana cara penanganan yang tepat pada luka melepuh?

Jika luka yang melepuh tidak terlalu nyeri, pertahankan kantong cairannya agar tetap utuh. Kantong ini dapat memberi perlindungan alami terhadap bakteri. Dengan begitu, resiko terjadinya infeksi akan berkurang.

Untuk luka lepuh kecil, tutupi dengan plester luka. Tapi jika lukanya besar, bantalan kasa berlapis plastik yang berpori bisa digunakan. Bantalan kasa ini membantu menyerap cairan yang keluar dari luka, sekaligus memungkinkan aliran udara masuk melalui pori-porinya.

Jangan tergoda untuk memecahkan luka melepuh, kecuali jika luka ini terasa sangat nyeri atau membuat Anda kesulitan bergerak.

Ada tiga cara penanganan yang tepat untuk mengobati luka melepuh. Langkah pertama, hindari sumber gesekan. Sebisa mungkin, jangan tekan lukanya! Kedua, lindungi luka sampai sembuh. Butuh waktu bagi kulit untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Ketiga, kurangi nyeri akibat lepuh serta serap cairan dalam kantong luka—caranya seperti di bawah ini.

Langkah Menghilangkan Cairan dalam Kantong Luka
  • Cuci tangan dan bagian kulit yang melepuh dengan sabun lalu bilas dengan air hangat.
  • Oles luka melepuh dengan iodin atau usapkan dengan alkohol.
  • Sediakan jarum tajam yang sudah disterilkan dengan alkohol.
  • Gunakan jarum tadi untuk menusuk kantong cairan pada luka melepuh. Tusuk pada beberapa titik di bagian tepi kantong tersebut. Biarkan cairan keluar dengan sendirinya, dan jangan mencabut bagian kulit di atasnya.
  • Gunakan salep antibiotik untuk mengolesi luka, namun minta petunjuk dokter sebelum menggunakannya. Setelah itu, tutupi luka dengan perban atau bantalan kasa.
  • Setelah beberapa hari, potong semua kulit mati dengan menggunakan pinset dan gunting. Pastikan pinset dan gunting sudah terlebih dulu disterilkan dengan alkohol.
  • Oleskan luka dengan salep sekali lagi serta tutup dengan perban.

Jika Anda mengidap diabetes atau memiliki peredaran darah yang buruk, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter sebelum menerapkan cara-cara tadi. Infeksi juga bisa terjadi di sekitar luka melepuh.

Baca juga:  Cara Mengobati Luka agar Cepat Sembuh dan Tidak Infeksi

Infeksi terjadi jika muncul tanda seperti nanah, kemerahan, nyeri yang semakin terasa, atau kulit yang hangat. Kalau Anda melihat tanda-tanda ini, segera periksakan ke rumah sakit sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Luka lepuh bisa saja disebabkan oleh sesuatu yang sering Anda gunakan. Misalnya sepatu yang kurang nyaman, oleh karena itu Anda sebaiknya lebih teliti dalam membeli sepatu.

Tips-tips Membeli Sepatu yang Nyaman

  • Beli sepatu di siang atau sore hari. Siang hari adalah waktu yang paling cocok untuk memilih sepatu, karena pada waktu ini kaki cenderung membengkak. Jadi, Anda tidak akan membeli sepatu yang kekecilan.
  • Kenakan kaus kaki yang nyaman, karena ini akan melindungi kaki Anda dari gesekan. Gunakan kaus kaki atlit jika perlu, karena kaus kaki ini memberikan bantalan ekstra pada bagian kaki yang sering terkena gesekan.
  • Sering-seringlah ukur kaki Anda, karena ukuran sepatu bisa berubah selama masa dewasa.

Sepatu yang kurang pas memang bukan satu-satunya penyebab luka melepuh. Namun, hal inilah yang paling umum mebuat kulit kaki melepuh. Anda tentu tidak mau kulit jadi rusak hanya gara-gara memaksakan sepatu. Jadi, ikutilah langkah penanganan yang tepat pada luka melepuh di atas agar kulit lebih enak dipandang.

Advertisement
Alinesia