• Home
  • Blog
  • Luka
  • Luka Infeksi: Ciri-Ciri dan Cara Mengobatinya di Rumah

Luka Infeksi: Ciri-Ciri dan Cara Mengobatinya di Rumah


By Cindy Wijaya

Maureen
rIBUAN SuDAH KAMI BANTU
lawan penyakit dengan herbal YG TEPAT!

Luka yang tidak dirawat dengan baik bisa menjadi terinfeksi. Luka seperti ini tidak boleh dibiarkan tanpa perawatan sebab bisa mengakibatkan komplikasi lebih serius. Bagaimana ciri-ciri luka infeksi? Bagaimana cara mengatasi luka infeksi? Simak jawabannya di artikel ini.

Dalam artikel ini akan dibahas selengkapnya mengenai luka infeksi; ciri-ciri, cara mengatasi, cara mencegah, komplikasi yang dapat terjadi, serta ciri-ciri luka harus segera diperiksa ke dokter. Agar memberikan informasi yang akurat, kami mengambil sumber dari situs web yang dapat dipercaya. Silakan lihat sumber referensinya di akhir artikel.

Bagaimana Ciri-Ciri Luka Infeksi?

Kita biasanya bisa dengan mudah mengobati luka kecil di rumah. Dengan perawatan yang benar, kebanyakan luka kecil akan membaik sampai benar-benar sembuh.

Akan tetapi kalau sebuah luka mengalami infeksi, itu akan memburuk sebaliknya daripada membaik. Misalnya ciri-ciri luka infeksi ialah kemerahan, rasa sakit, dan bengkak pada luka tersebut yang bertambah. Selain itu ada juga ciri-ciri luka infeksi lain seperti:

  • Terasa hangat di kulit sekitar luka
  • Keluar carian berwarna kuning atau hijau yang berasal dari luka
  • Luka mengeluarkan bau yang tidak sedap
  • Ada guratan merah di kulit sekitar luka
  • Demam dan menggigil
  • Sakit dan nyeri
  • Mual
  • Muntah

Jika Anda mengalami ciri-ciri luka infeksi, ada baiknya untuk mulai mengobati luka tersebut dengan lebih hati-hati. Berikut akan dijelaskan cara mengobati luka infeksi di rumah sendiri.

Cara Mengatasi Luka Infeksi di Rumah

Luka infeksi yang masih ringan dan kecil bisa diobati sendiri di rumah. Akan tetapi kalau luka tersebut cukup parah atau besar, sebaiknya diobati oleh dokter. Ini khususnya penting jika disertai ciri-ciri luka infeksi yang serius, misalnya demam, tidak enak badan, atau keluar cairan dari luka dan guratan merah dari luka itu.

Tetapi jika masih ringan atau kecil, cobalah ikuti cara mengatasi luka infeksi berikut ini:

  • Sebelum mulai, pastikan semua peralatannya bersih. Misalnya jika menggunakan pinset, bersihkan terlebih dulu dengan menggosokkan alkohol.
  • Cuci tangan sampai bersih dengan sabun dan air hangat, lalu bilas dan keringkan.
  • Bersihkan luka dengan mengalirkan air hangat di atasnya selama beberapa menit.
  • Gunakan air sabun hangat untuk membersihkan kulit di sekitarnya, tapi jaga jangan sampai sabun masuk ke luka.
  • Pastikan tidak ada kotoran atau serpihan, seperti kaca atau kerikil, di luka. Untuk menghilangkan kotoran, gunakan pinset atau secara hati-hati gosok luka dengan kain lembut yang dibasahi.
  • Jika ingin, oleskan tipis-tipis salep antiseptik atau petroleum jelly pada luka.
  • Biarkan kulit mengering dengan sendirinya sebelum menutupinya dengan kain kasa atau perban. Biasanya tidak perlu menutupi luka yang kecil.

Tips-tips lain saat mengobati luka di rumah sendiri:

  • Ganti perban luka setidaknya sekali sehari. Tapi segera ganti jika perbannya lembap atau kotor.
  • Cuci luka secara perlahan setiap hari.
  • Hindari menggunakan hydrogen peroxide atau iodine pada luka, karena ini bisa menyebabkan iritasi kulit pada sebagian orang. Dan berhenti menggunakan salep antiseptik jika terjadi iritasi kulit.
  • Jangan mengorek kulit atau keropeng karena dapat menimbulkan jaringan parut, memperlambat penyembuhan, dan memicu infeksi.
  • Jika luka tidak menunjukkan tanda-tanda perbaikan dalam 1-2 hari, temuilah dokter.

Bagaimana Cara Mencegah Luka Infeksi?

Membersihkan dan melindungi luka dapat mengurangi risiko infeksi. Setelah mengalami luka kecil, seseorang harus:

  • Segera cuci luka dengan mengalirkan air bersih di atasnya selama beberapa menit. Kemudian, bersihkan kulit di sekitar luka dengan air sabun hangat. Jika tidak tersedia air bersih, obati luka dengan tisu alkohol.
  • Biarkan kulit mengering dengan sendirinya.
  • Oleskan salep antiseptik ke luka.
  • Lindungi luka dengan kain kasa atau perban lain yang sesuai.

Orang yang punya luka besar atau pendarahan yang berlebihan harus mendapat perawatan dokter. Dokter bisa merawat luka untuk mencegah infeksi dan komplikasi lainnya.

Orang yang mengalami luka gigitan binatang atau luka akibat benda kotor atau berkarat mungkin berisiko terkena tetanus dan juga harus mendapat perawatan dokter. Dokter dapat membersihkan luka dan jika perlu dapat memberinya suntikan untuk melindungi dari infeksi tetanus.

Tetanus adalah kondisi berpotensi fatal yang terjadi ketika bakteri tertentu masuk ke dalam tubuh dan mengeluarkan racun yang memengaruhi saraf-saraf. Gejala tetanus dapat berupa kejang otot yang menyakitkan, rahang terkunci, dan demam.

Jenis Luka yang Lebih Rentan Infeksi

Luka, goresan, atau cedera lain pada kulit dapat terinfeksi saat bakteri masuk ke luka dan mulai berkembang biak. Bakteri tersebut bisa berasal dari kulit sekitar, lingkungan luar, atau benda yang menyebabkan luka tersebut.

Penting untuk segera membersihkan dan melindungi luka dengan baik untuk mengurangi risiko infeksi. Pada umumnya risiko luka infeksi akan menjadi lebih besar apabila:

  • Lukanya besar, dalam, atau pinggirannya bergerigi
  • Kotoran atau partikel asing memasuki luka
  • Penyebab lukanya adalah gigitan binatang atau orang lain
  • Penyebab lukanya adalah benda yang kotor, berkarat, atau terkontaminasi

Ada juga kondisi kesehatan dan faktor lingkungan tertentu yang dapat memperbesar risiko luka infeksi. Ini antara lain:

  • Diabetes
  • Peredaran darah yang buruk
  • Kekebalan tubuh melemah, misalnya pada penderita HIV atau yang mengonsumsi obat penekan kekebalan (immunosuppressant)
  • Kurang gerak, misalnya pada orang-orang yang menghabiskan sebagian besar waktunya di tempat tidur
  • Usia lanjut
  • Kekurangan nutrisi dan vitamin

Terkadang luka sayatan saat operasi bedah juga bisa menjadi terinfeksi. Menurut lembaga Centers for Disease Control and Prevention, antara tahun 2006 dan 2008, sekitar 1,9 persen luka bedah menjadi terinfeksi pada orang yang menjalani operasi di Amerika Serikat.

Komplikasi Akibat Luka Infeksi

Apabila seseorang tidak melakukan cara mengobati luka infeksi yang tepat, itu bisa menyebar ke bagian tubuh lain. Yang kemudian bisa menyebabkan komplikasi seperti:

  • Selulitis: Infeksi pada lapisan dan jaringan kulit yang lebih dalam, dan bisa menimbulkan pembengkakan, kemerahan, dan nyeri di area yang terkena. Gejala lainnya berupa demam, pusing, serta mual dan muntah.
  • Osteomielitis: Infeksi bakteri pada tulang, dan gejalanya meliputi nyeri, kemerahan, dan bengkak di sekitar area yang terkena. Kelelahan dan demam juga bisa dialami oleh penderita osteomielitis.
  • Sepsis: Reaksi kekebalan ekstrem yang kadang dapat terjadi saat infeksi memasuki aliran darah. Sepsis dapat menyebabkan kegagalan banyak organ dan mengancam jiwa.
  • Necrotizing fasciitis: Kondisi langka yang terjadi ketika infeksi bakteri menyebar ke lapisan fascial yang ada jauh di bawah kulit. Ini adalah kondisi darurat medis yang bisa menyebabkan kerusakan kulit yang parah dan dapat menyebar ke seluruh tubuh.

Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Seseorang yang mengalami luka harus segera periksa ke dokter apabila:

  • Lukanya besar, dalam, atau pinggirannya bergerigi
  • Pingiran luka tidak menyatu
  • Mengalami ciri-ciri luka infeksi seperti demam, rasa nyeri atau kemerahan bertambah, atau keluar cairan dari luka
  • Tidak dapat membersihkan luka dengan benar atau tidak bisa menghilangkan serpihan seperti kaca atau kerikil
  • Penyebab lukanya adalah gigitan atau luka dari benda yang kotor, berkarat, atau terkontaminasi

Sebaiknya langsung cari pertolongan medis jika darah menyembur dari luka atau jika menekan luka tidak menghentikan pendarahan.

Cara Mengobati Luka Infeksi secara Medis

Dokter dapat mengobati luka yang terinfeksi bakteri dengan antibiotik. Jika diresepkan antibiotik, Anda harus menghabiskan semuanya untuk mengobati infeksi sepenuhnya dan untuk mencegah bakteri menjadi kebal terhadap obat.

Di samping membersihkan luka, beberapa luka mungkin memerlukan perawatan lebih lanjut. Misalnya kalau lukanya dalam atau besar, dokter mungkin harus melakukan jahitan untuk menutupnya. Tetapi untuk luka yang kecil, dokter biasanya bisa menutupnya dengan lem atau selotip medis.

Jika luka mengandung jaringan mati atau terkontaminasi, dokter dapat mengangkat jaringan itu dengan prosedur bernama debridemen. Debridemen akan mempercepat penyembuhan dan mencegah penyebaran infeksi.

Dokter mungkin memberikan suntikan tetanus jika lukanya disebabkan oleh gigitan atau cedera akibat benda kotor atau berkarat.

Kesimpulan tentang Luka Infeksi

Luka bisa mengalami infeksi jika bakteri masuk dan berkembangbiak di dalamnya. Untuk mencegahnya, Anda harus langsung membersihkan luka dengan benar. Namun jika lukanya besar atau dalam, mungkin perlu dibantu dokter untuk membersihkannya.

Ciri-ciri luka infeksi antara lain bertambahnya rasa sakit, bengkak, dan kemerahan di sekitar area yang terkena. Apabila lukanya kecil atau infeksinya ringan, Anda bisa mencoba melakukan sendiri cara mengobati luka infeksi seperti yang dijelaskan di atas.

Tetapi jika luka infeksinya cukup parah, sebaiknya temui dokter. Ini terutama penting kalau Anda mengalami ciri-ciri luka infeksi seperti demam, tidak enak badan, atau keluar cairan dan guratan merah dari luka.

Demikianlah artikel ini yang membahas tentang luka infeksi. Semoga informasi ini dapat berguna untuk mencegah dan mengobati luka yang terinfeksi. Nantikan juga ulasan-ulasan menarik lain seputar kesehatan hanya di Deherba.com.

Sumber

Sumber Referensi:

Medical News Today. How to recognize and treat an infected wound. URL: https://www.medicalnewstoday.com/articles/325040

Maureen
rIBUAN SuDAH KAMI BANTU
lawan penyakit dengan herbal YG TEPAT!
{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}
>