Pemicu Jerawat Yang Sering Menyerang Anda!

539
pemicu jerawat
sumber : pinterest

Diedit:

Memecahkan masalah jerawat memang tidak lebih mudah dari memecahkan jerawat yang meradang dan sudah memunculkan puncak kistanya. Lebih dari sekedar menjaga kebersihan dan perawatan, kita perlu tau lebih dalam apa sebenarnya pemicu jerawat yang menghiasi wajah kita.

Sulit memang untuk mengempeskan jerawat, karena pada dasarnya pemicu jerawat sendiri sangat kompleks. Terbukti dari begitu banyaknya orang yang terserang jerawat tanpa pandang bulu, baik itu ABG usia belasan tahun hingga mereka yang bahkan sudah berusia di atas 50 tahun.

Pemicu Jerawat Yang Sering Terjadi!

Kunci dalam mengempeskan jerawat dengan tuntas adalah dengan menemukan alasan yang menjadi pemicu jerawat. Dengan cara ini Anda akan menemukan solusi tepat yang akan mengempeskan jerawat langsung dari akarnya.

Tanpa melakukan hal ini, serumit apapun perawatan wajah yang Anda lakukan tak bisa membuat wajah Anda lantas bebas 100% dari jerawat. Jerawat lama yang sembuh hanya akan digantikan oleh jerawat baru di titik lain wajah Anda.

Kenali 7 Pemicu Jerawat Berikut!

Lalu apa saja sebenarnya pemicu jerawat? Menurut mayoclinic.org jerawat sendiri adalah kondisi peradangan yang ada pada permukaan kulit. Peradangan ini terbentuk ketika kulit mati atau kotoran dan minyak alami wajah terjebak pada pori-pori wajah.

Endapan kotoran dan minyak ini akan memancing bakteri menginfeksi dan akhirnya terbentuk inflamasi. Inflamasi inilah yang disebut dengan jerawat.

Tetapi beberapa jerawat dapat saja terbentuk sebelum infeksi bakteri yakni P.acne dan S epidermidis menyerang. Ini karena kulit mengalami gangguan yang menyebabkan peradangan demikian mudah terjadi. Pada kondisi ini infeksi bisa muncul menyusul dan bila infeksi terbentuk peradangan bisa sangat buruk dan menyebar dengan cepat.

Ada sejumlah faktor yang berpengaruh langsung terhadap persoalan jerawat. Faktor-faktor tersebut antara lain aspek kebersihan kulit, aspek paparan radikal bebas baik dari luar maupun dalam yang memicu peningkatan inflamasi (peradangan), juga aspek produksi minyak pada wajah dan imunitas tubuh dalam melawan serangan bakteri.

Tetapi sejumlah aspek dapat secara tidak langsung menjadi pemicu jerawat. Masalahnya justru penyebab tidak langsung inilah yang sulit dikenali dan diatasi. Padahal selama Anda tidak menuntaskan pemicu jerawat tidak langsung ini, jerawat Anda tidak akan kunjung sembuh. Apa saja yang termasuk pemicu jerawat yang perlu Anda segera tindak lanjuti?

  • Masalah Hormonal

    Perubahan hormonal kerap kali memicu seseorang memproduksi minyak berlebih pada wajah. Ketidak seimbangan hormonal juga acapkali mengganggu sistem imun sehingga membuat tubuh lebih rentan terserang infeksi dan peradangan, termasuk jerawat.

    Bisa dikatakan separuh lebih dari masalah jerawat ditemukan memiliki kaitan dengan unsur hormonal. Masalah hormonal menjadi alasan bagaimana seorang pada usia puber rentan mengalami jerawat.

    Pada masa ini sejumlah hormon reproduksi bekerja dalam fluktuasi yang tidak menentu sehingga menyebabkan gangguan pada fungsi endokrin dan menyerang kesehatan kulit.

    Masalah hormonal kembali dapat memicu jerawat pada usia dewasa bahkan di usia manula ketika terjadi perubahan atau gangguan pada hormon reproduksi mereka. Hormon reproduksi ternyata memberi imbas pada sejumlah fungsi tubuh termasuk terhadap kelenjar minyak, imunitas hingga fungsi liver.

  • Kesehatan Hati

    Liver atau hati Anda adalah filter yang bekerja menyaring toksin, residu dan kotoran dalam tubuh. Ketika fungsi hati menurun, akan besar kemungkinan sejumlah toksin dan residu tidak berhasil dikeluarkan dari tubuh dan mengkontaminasi tubuh Anda.

    Sejumlah gejala dari kondisi tubuh Anda yang sudah terkontaminasi ini kadang akan tercermin pada permukaan kulit Anda. mulai dari efek gatal, sejumlah ruam kecil pada permukaan kulit hingga jerawat.

    Hal tersebut terjadi karena toksin yang terdapat dalam tubuh akan muncul ke permukaan kulit melalui pori-pori. Ketika kadar radikal bebas tinggi pada permukaan kulit, kulit akan teroksidasi, mudah meradang dan menjadi pemicu jerawat.

    Masalah akan memburuk bilamana Anda juga terbiasa mengonsumsi makanan yang mengandung unsur toksin seperti logam berat, bahan sintetis dan bahan adiktif lain. Komponen toksin ini menjadi beban bagi liver dan membuatnya tak efektif lagi dalam mengelola asupan lemak dan gula ke dalam tubuh.

    Gula dan lemak inilah yang kemudian juga memicu jerawat. Karena ketika kadar lemak dan gula dalam tubuh tinggi, tubuh Anda juga menjadi rentan mengalami peradangan dan Anda semakin sulit mengempeskan jerawat.

  • Efek Radikal Bebas

    Selama ini kebanyakan orang mengira radikal bebas hanya berakibat buruk pada fungsi sirkulasi darah dan penyebab kanker. Padahal kulit Anda sendiri juga bisa sangat sensitif akibat paparn radikal bebas.

    Kulit Anda bisa terpapar racun dari make up, perawatan yang mengandung komponen toksin, udara yang terpolusi, air yang terkontaminasi serta lain sebagainya. Juga bisa mengalami akumulasi endapan radikal bebas yang berasal dari asupan yang Anda konsumsi.

    Kondisi ini yang kemudian bisa memicu kulit Anda lebih sensitif, memproduksi minyak berlebihan, mudah mengalami inflamasi dan kehilangan daya tahannya terhadap serangan bakteri. Situasi yang kemudian menjadi pemicu jerawat.

  • Kadar Gula Darah Tinggi

    Jerawat rupanya juga muncul sebagai akibat dari masalah hiperglikemia. Efek dari hiperglikemia sendiri dapat mengganggu kesehatan sirkulasi darah, sirkulasi nutrisi dan mendorong produksi insulin berlebihan. Hal tersebut dijelaskan dalam jurnal Nutrient tahun 2010.

    Insulin adalah hormon yang bekerja mengirim sinyal untuk sel menarik glukosa dalam darah untuk kemudian diubah menjadi energi. Ketika darah mengandung banyak gula, dengan sendirinya tubuh akan memerintahkan produksi insulin untuk ditingkatkan.

    Yang menjadi masalah kelebihan insulin dapat menyebabkan peningkatan beban bagi liver dan memberi efek radikal bebas pada tubuh. Dan menurut sumber livestrong.com dari sinilah kemudian insulin juga akan menstimulasi kelenjar minyak lebih produktif menghasilkan minyak.

    Hiperglikemia sendiri dapat menyebabkan penurunan fungsi imunitas pula. Sehingga tubuh tidak cukup efektif melawan serangan bakteri, termasuk serangan bakteri Acne dan S. Epidermidis.

  • Masalah Pencernaan

    Pencernaan adalah pusat dari fungsi tubuh. Tahukah Anda bahwa masalah pada pencernaan dapat memberi efek samping ke seluruh fungsi tubuh, bahkan termasuk pada kesehatan kulit?

    Pada mereka dengan masalah pencernaan, sejumlah masalah memang rentan terjadi. Ini karena pencernaan bekerja menyerap nutrisi yang masuk ke dalam tubuh. Juga bekerja membuang sisa metabolisme tubuh yang sudah tidak terpakai lagi.

    Ketika masalah pencernaan terjadi, tubuh mungkin akan mengalami hambatan dalam menyerap seluruh nutrisi. Tubuh Anda bisa jadi akan kekurangan nutrisi. Sementara kulit Anda membutuhkan cukup nutrisi untuk tetap sehat dan mempertahankan imunitasnya.

    Pasien juga mungkin akan mengalami efek sembelit yang menyebabkan sejumlah residu tubuh tak berhasil keluar dan justru meracuni tubuh. Terjadi kelebihan toksin dalam tubuh akan menurunkan kesehatan kulit dan bisa jadi memicu jerawat.

  • Masalah Alergi

    Beberapa kasus jerawat rupanya juga bisa berkaitan dengan reaksi alergi. beberapa dikarenakan oleh alergi terhadap sejumlah komponen kimia dari perawatan wajah atau make up. Bisa juga akibat efek alergi terhadap komponen protein tertentu.

    Sejumlah pakar sendiri masih memperdebatkan apakah reaksi jerawat secara langsung berkaitan oleh alergi atau sekedar reaksi intoleransi. Intoleransi merupakan reaksi tubuh yang tidak melibatkan unsur imunitas dan senyawa histamin.

    Sedang pada kasus jerawat akibat alergi adalah efek dari terbentuknya senyawa histamin yang dipandang oleh tubuh sebagai toksin. Toksin ini keluar melalui pori-pori tubuh menuju kulit dan mengoksidasi kulit. Disaat itulah kulit menjadi demikian mudah mengalami inflamasi.

    Beberapa jenis makanan yang dapat memicu terjadinya reaksi jerawat antara lain susu, telur, tepung, kedelai, kacang dan tiram. Beberapa komponen senyawa kimia yang lazim terdapat pada make up dan perawatan juga dapat menyebabkan jerawat.

    Biasanya yang masuk dalam golongan ini adalah jenis bahan kimia yang masuk golongan silikon, alkohol, ethanol, parabens dan masih banyak lagi.

  • Kurang Istirahat dan Stress

    Salah satu tips jitu dalam merawat kulit yang sehat adalah dengan cukup istirahat. Bila Anda tidur di malam hari dengan mencukupi, Anda akan bangun dengan rasa lebih segar dan wajah yang lebih berseri.

    Tetapi rupanya tidur yang cukup juga akan membantu Anda membersihkan jerawat dari wajah. Karena kurang tidur akan menurunkan kinerja liver dan meningkatkan kadar toksin dalam darah. Mendorong sel lebih mudah mengalami kerusakan dan oksidasi, termasuk memudahkan terjadinya inflamasi.

    Hal tersebut dijabarkan dalam Journal of the European Academy of Dermatology and Venereology tahun 2001. Dalam ulasan dijelaskan bagaimana tubuh akan memproduksi sejumlah hormon yang berkolerasi dengan stres ketika Anda kurang tidur.

    Hormon ini oleh tubuh akan dianggap sebagai oksidan dan memicu kerusakan sel. Pada jangka panjang, efek hormon stress ini akan memicu inflamasi, termasuk menjadi pemicu jerawat.

    Mereka yang sedang stress juga dapat menghasilkan sejumlah komponen hormon stress ini. dan pada akhirnya mekanisme yang sama akan terjadi dan pasien kembali mengalami serangan jerawat.

Baca juga:  Kulit Mulus Bebas Jerawat dengan Mengikuti Pola Diet Ini!

Itulah beberapa alasan yang paling banyak menjadi pemicu jerawat. Mengempeskan jerawat bisa Anda mulai dengan lebih optimal dalam menjaga kebersihan wajah dan perawatan wajah anti jerawat.

Tetapi tuntaskan upaya Anda dalam mengempeskan jerawat dengan memahami betul apa yang menjadi pemicu jerawat pada wajah Anda.Temukan solusinya hingga ke akar akan membantu Anda

Advertisement
Alinesia