Obat Jerawat di Apotik: Mana yang Tepat untuk Anda?


By Cindy Wijaya

Banyak pilihan obat jerawat di apotik, ada yang bentuknya krim, gel, dan busa (foam) cuci muka. Ada yang bisa dibeli bebas, ada juga yang harus dengan resep dokter. Tapi apa sebenarnya obat jerawat yang terbaik yang bisa kita peroleh di apotik? Artikel ini akan membantu menjelaskan fungsi masing-masing obat yang umum dijual di apotik, baik yang untuk penggunaan luar maupun yang dapat diminum.

Pada umumnya obat yang tepat bagi kita adalah yang sesuai dengan jenis jerawat kita dan seberapa parah itu. Jadi apabila suatu obat kelihatannya tidak mempan mengobati jerawat, ada kemungkinan itu bukan obat yang cocok untuk jenis jerawat tersebut. Mari perhatikan apa saja pilihan obat jerawat di apotik Kimia Farma, K24, maupun apotik-apotik lainnya.

Obat Jerawat di Apotik yang Dijual Bebas

Untuk jenis jerawat ringan, sebaiknya mulai obati dengan obat yang dijual bebas, yang tidak butuh resep dokter. Pertama-tama, pastikan Anda sudah mencuci wajah secara teratur. Penelitian menunjukkan bahwa mencuci wajah teratur efeknya sangat besar, tapi pastikan mencucinya dengan lembut dan tidak berlebihan.

Sabun pembersih wajah berjerawat biasanya mengandung acid salicylic (asam salisilat), yang membantu menghilangkan minyak dan membersihkan pori-pori kulit. Kalau Anda punya kulit sensitif, pilih lah pembersih wajah berbentuk busa (foam) atau pembersih berbahan lembut lain yang diberi label untuk kulit sensitif.

Setelah memastikan Anda sudah teratur membersihkan wajah dengan sabun pembersih yang tepat, langkah selanjutnya jika jerawat tidak membaik adalah mencari obat jerawat di apotik yang mengandung bahan-bahan berikut:

Adapalene: Obat ini termasuk retinoid, yaitu kelompok obat topikal (luar) yang berasal dari vitamin A. Adapelen memengaruhi cara sel-sel kulit tumbuh dan membantu mencegah pori-pori tersumbat. Dulunya obat ini hanya bisa dibeli dengan resep, namun kini bisa dibeli secara bebas.

Benzoyl peroxide: Dalam bahasa Indonesia diterjemahkan jadi benzoil peroksida. Biasanya obat jerawat di apotik K24, Kimia Farma, atau apotik lain ini dalam bentuk gel atau losion yang dioleskan ke permukaan kulit. Fungsinya adalah untuk membersihkan pori-pori, mengeringkan jerawat, dan membunuh bakteri. Juga dapat mencegah jerawat baru.

Metode pengobatan awal yang umum untuk jerawat adalah menggunakan benzoyl peroxide dan adapelene bersama-sama.

Namun perlu diingat bahwa obat jerawat tersebut tidak instan hasilnya. Anda disarankan untuk menggunakannya selama setidaknya 2 – 3 bulan sebelum memutuskan beralih ke obat lain, kecuali jika terjadi iritasi atau kekeringan parah pada kulit akibat dua obat itu.

Obat Jerawat di Apotik dengan Resep Dokter

Untuk jenis jerawat yang membandel, jerawat kistik, atau jerawat parah lainnya, mungkin butuh perawatan dengan obat jerawat dari resep dokter. Obat jerawat resep menawarkan tingkat perawatan jerawat yang lebih kuat daripada obat jerawat yang dijual bebas.

Tetapi karena harus dengan resep dokter, maka Anda perlu berkonsultasi dulu dengan dokter kulit untuk mendapat resep obat serta petunjuk penggunaannya yang tepat. Biasanya Anda disarankan konsultasi dengan dokter kulit jika jerawat tidak membaik setelah 3 bulan pemakaian obat bebas.

Dan dalam kasus jerawat yang lebih parah, mungkin dokter meresepkan obat jerawat di apotik yang diminum (oral). Berikut adalah beberapa jenis obat jerawat yang umum diresepkan oleh dokter kulit.

Obat Jerawat Topikal di Apotik

Obat jerawat topikal artinya obat untuk penggunaan luar. Obat jerawat topikal ada dalam macam-macam bentuk, mulai dari gel, losion, larutan seperti toner, hingga plester obat. Berikut sejumlah obat jerawat topikal yang umumnya ada di apotik K24, Kimia Farma, atau apotik lain.

Azelaic acid: Biasanya dalam bentuk krim atua gel. Fungsinya untuk meningkatkan peluruhan sel-sel kulit dan membantu mencegah hiperpigmentasi, juga dipercaya dapat mengurangi bakteri jerawat.

Benzoyl peroxide: Jenis obat ini ada juga yang harus dibeli dengan resep dokter. Seperti telah dijelaskan sebelumnya, fungsi obat ini untuk membersihkan pori-pori, mengeringkan jerawat, dan membunuh bakteri. Juga dapat mencegah kemunculan jerawat baru.

Retinoid topikal: Dibuat dari vitamin A sintesis. Terdiri dari obat tretinoin, tazarotene, dan adapelene. Obat-obatan ini fungsinya untuk mempercepat pengelupasan kulit, menjaga pori-pori tetap terbuka atau tidak tersumbat, serta mencegah komedo.

Antibiotik topikal: Fungsinya untuk memberantas bakteri di kulit yang terkait dengan jerawat. Contoh obat antibiotik topikal yang umum digunakan adalah clindamycin dan erythromycin.

Obat Jerawat di Apotik yang Diminum

Disebut juga obat jerawat oral. Jenis obat ini bekerja dari dalam tubuh untuk melawan masalah jerawat. Umumnya dokter meresepkan obat ini untuk jenis jerawat yang parah atau jerawat kistik (jerawat batu). Obat-obatan ini juga digunakan untuk jenis jerawat yang tidak terlalu parah apabila obat topikal tidak mempan.

Berikut adalah sejumlah obat jerawat di apotik yang diminum yang umumnya ada di apotik K24, Kimia Farma, atau apotik lain.

Antibiotik oral: Obat ini hanya boleh diminum tidak lebih dari 3 – 6 bulan. Karena dapat memicu bakteri mengembangkan kekebalan terhadap antibiotik, maka lembaga American Academy of Dermatology mengatakan bahwa pengobatan dengan satu jenis antibiotik (antibiotik tunggal) harus dihindari.

Isotretinoin: Obat ini dibuat dari vitamin A sintesis, seperti retinoid topikal. Dokter sering meresepkannya untuk jerawat parah. Namun karena dapat menyebabkan cacat lahir yang parah, maka seseorang tidak boleh dalam keadaan hamil atau berencana untuk hamil saat meminum obat ini.

Perawatan hormon: Pilihan obat untuk perawatan hormon antara lain pil KB dan spironolactone. Memang jenis obat ini bukan pilihan utama dokter untuk mengobati jerawat, tetapi kadang diresepkan untuk wanita yang selalu jerawatan sekitar waktu menstruasi atau yang punya gangguan hormon yang memicu jerawat.

Dokter kulit kemungkinan akan meresepkan obat jerawat di apotik yang diminum bersamaan dengan obat jerawat topikal. Kecuali jika yang digunakan adalah obat isotretinoin.

Obat Herbal Jerawat di Apotik

Di samping pilihan obat jerawat di apotik yang sudah dibahas di atas, ada juga pilihan alami untuk mengobati jerawat. Salah satu obat herbal jerawat yang direkomendasikan untuk mengatasi jerawat sampai tuntas ialah Noni juice.

Mengapa? Herbal ini dibuat dari sari buah Noni (Mengkudu) yang sudah kesohor khasiatnya untuk kecantikan. Tak sedikit produk perawatan kecantikan yang menonjolkan Noni sebagai bahan bakunya, agar orang-orang tambah yakin dengan manfaat produk tersebut.

Noni Juice sebagai Herbal untuk Obat Jerawat di Apotik yang Diminum
Credit Photo: Bigbubblebee99 – Shuterstock

Dalam hal mengatasi jerawat, Noni punya peran yang besar karena sanggup memuluskan kulit kita. Noni mengandung banyak vitamin C dan E, zink, antrakuinon, flavonoid, serta fenol, yang semuanya bermanfaat menghilangkan masalah jerawat.

Vitamin C membantu memperkuat imun tubuh dan membunuh bakteri penyebab jerawat. Vitamin E membantu memperbaiki keseimbangan hormon yang memicu jerawatan.

Zink mampu melancarkan sirkulasi darah sehingga membantu mendetoksifikasi toksin (racun) dalam darah yang dapat memicu jerawat. Antrakuinon berperan ikut memperkuat imun tubuh, memperbaiki keseimbangan hormon, serta membantu penyembuhan luka bekas jerawat.

Lalu flavonoid serta fenol berfungsi mengangkat kelebihan lemak, melancarkan sirkulasi darah, mengoptimalkan imun tubuh, mendetoksifikasi toksin di dalam tubuh, serta merangsang pembentukan kolagen kulit.

Jadi dapat terlihat bahwa Noni juice punya manfaat yang lengkap untuk mengatasi masalah jerawat. Dengan meminumnya secara teratur, kita dibantu dari dalam tubuh untuk punya kulit yang mulus dan tampak glowing.

Tips Alami Lain untuk Mengatasi Jerawat

Ada juga tips alami menggunakan cuka apel untuk membantu membunuh bakteri di kulit. Cuka apel mengandung asam organik, seperti citric acid, yang mampu membunuh jenis bakteri penyebab jerawat yang paling umum, P. acnes.

Kandungan asam organik lain, yaitu succinic acid, dapat menekan peradangan yang disebabkan P. acnes, sehingga membantu mencegah luka bekas jerawat.

Kemudian asam lainnya di cuka apel, yaitu lactic acid, dapat memperbaiki penampilan dari luka bekas jerawat.

Ilustrasi Cuka Apel untuk Obat Jerawat Alami di Apotik
Credit Photo: ThamKC – Bigstock

Berikut cara menggunakan cuka apel untuk obat jerawat:

  • Campurkan cuka apel bersama air dengan perbandingan 1 : 3 (gunakan lebih banyak air jika punya kulit sensitif).
  • Cuci muka terlebih dulu, lalu perlahan oleskan ke kulit campuran tadi dengan bola kapas.
  • Diamkan 5 – 20 detik, lalu bilas muka dengan air dan keringkan dengan tepuk-tepuk pelan dengan handuk bersih.
  • Ulangi lakukan ini 1 – 2 kali sehari.

Meski kandungan-kandungan tertentu pada cuka apel dapat membantu masalah jerawat, namun masih belum ada bukti ilmiah yang mendukung penggunaan cuka apel untuk jerawat. Karena itu Anda perlu berhati-hati jika ingin mencoba cara alami ini.

Demikianlah artikel ini yang membahas tentang pilihan obat jerawat di apotik Kimia Farma, K24, dan apotik-apotik lain. Di zaman sekarang teknologi sudah maju, sehingga Anda dapat memesan obat tersebut di apotik secara online.

Namun kami menyarankan agar Anda selalu memastikan untuk membeli obat yang sudah mengantongi izin dari DINKES atau BPOM. Dan jika ingin membeli obat resep, selalu pastikan Anda sudah konsultasi dengan dokter kulit terlebih dulu dan menggunakannya hanya sesuai petunjuk dokter.

Semoga informasi di artikel ini bermanfaat bagi Anda dan keluarga. Temukan juga ulasan-ulasan menarik lain seputar kesehatan dan pemanfaatan herbal hanya di Deherba.com.

Sumber

Sumber Referensi:

WebMD. Selecting the Right Acne Treatment for You. URL: https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/acne/features/acne-right-treatment

Verywell Health. How Acne Is Treated. URL: https://www.verywellhealth.com/acne-treatment-4014193

Healthline. 13 Powerful Home Remedies for Acne. URL: https://www.healthline.com/nutrition/13-acne-remedies

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}
>