Ragam Obat yang Menyebabkan Tekanan Darah Tinggi


By Fery Irawan

Mulai kini, Anda harus waspada terhadap obat-obatan yang Anda konsumsi untuk mengatasi berbagai penyakit. Beberapa obat kimia yang dijual umum ternyata dapat meningkatkan tekanan darah.

Dalam banyak kasus, tekanan darah tinggi adalah hasil akumulasi dari banyak faktor penyebab selama bertahun-tahun, dan salah satu faktornya adalah konsumsi obat yang menaikkan tekanan darah.

Tentu saja, obat-obatan ini menyebabkan tekanan darah tinggi seketika begitu Anda mengonsumsinya. Jika Anda penderita darah tinggi dan terserang penyakit seperti flu dan batuk ataupun yang lainnya waspadai beberapa obat di bawah ini atau selalu biarkan dokter tahu bahwa Anda memiliki darah tinggi sehingga ia bisa memberikan resep obat lainnya atau menurunkan dosisnya.

  • Acethominophen atau Paracetamol
    Acethominophen dikenal sebagai penghilang rasa sakit dan penurun panas. Penelitian telah mengungkapkan bahwa wanita yang mengonsumsi acethominophen dengan dosis 500 gr atau lebih per hari memiliki tekanan darah yang melonjak tajam. Beberapa acethominophen mengandung Tylenol untuk menurunkan demam. Jika Anda bukan pengidap darah tinggi, Anda harus tetap waspada dan memeriksa tekanan darah 30 menit setelah mengonsumsi acethominophen. Jika naik drastis, Anda dapat meminta dokter untuk menurunkan dosisnya atau mengganti dengan obat penghilang rasa sakit lainnya.
  • Antidepresant (obat penenang)
    Hanya untuk beberapa pasien, antidepresant dapat menaikkan tekanan darah. Obat penenang ini meredakan depresi dengan cara merubah respon otak terhadap senyawa yang berhubungan dengan mood. Masih belum diketahui mengapa beberapa jenis obat penenang menaikkan tekanan darah.
  • Pil KB
    Beberapa wanita yang mengonsumsi Pil KB ditemukan naik tekanan darahnya. Ini disebabkan oleh hormon yang terkandung dalam pil menyebabkan menyempitnya pembuluh darah. Hampir semua pil KB menaikkan tekanan darah, silahkan konsultasikan pada dokter jika ingin menggunakan pil KB.
  • Decongestant
    Decogestant
    adalah obat flu yang meredakan hidung tersumbat dan batuk. Obat ini bekerja dengan menyempitkan dan memperkecil pembuluh darah pada hidung untuk mengurangi penyumbatan. Untuk itu, Mayo Clinic menyarankan jika penderita darah tinggi terserang flu, jangan membeli sembarang obat decongestant yang tersedia di apotik tanpa resep atau obat-obat lain yang mengandung decongestant seperti pseudophedrine, ephedrine, phenylephrine, naphozoline dan oxymetazoline. Sebagai alternatif, penderita hipertensi bisa mengonsumsi obat rumahan seperti air jeruk nipis dan madu atau berkumur dengan air garam atau minum air hangat secara rutin.
  • Immunosuppressant
    Immunosuppressant adalah obat yang diberikan pada mereka yang kekebalan tubuhnya kurang seperti pada penyakit lupus atau bagi mereka yang baru saja melakukan transplantasi organ. Obat ini menaikkan tekanan darah diduga akibat adanya efek terhadap ginjal.
Baca Juga:  Benarkah Dokter Tempat Terbaik Obati Penyakit Darah Tinggi?

Meski Anda kurang paham mengenai istilah-istilah obat-obatan namun Anda tak bisa menutup mata bahwa obat-obatan ini bisa memperburuk tekanan darah tinggi yang berpotensi menyebabkan penyakit jantung. Selalu periksa obat-obatan Anda agar tekanan darah bisa terjaga.

Tentang Penulis 

Fery Irawan

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Fery Irawan seorang editor sekaligus penulis yang antusias dan sadar untuk memberikan informasi kesehatan yang tidak berat sebelah. Aktif menulis beragam artikel kesehatan selama beberapa tahun terakhir. Ia selalu berupaya menyampaikan informasi yang aktual dan terpercaya, sesuai dengan ketentuan dan prinsip jurnalistik yang ada.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}