Isolated Systolic Hypertension, Saat Hanya Tensi Atas yang Tinggi


By Cindy Wijaya

Sewaktu periksa tensi darah, perhatikan dua angka ini: angka di atas adalah sistolik dan angka di bawah adalah diastolik. Tensi yang dianggap paling sehat adalah  120 per 80. Tetapi jika sistolik lebih dari 140 meski diastolik tak lebih dari 80, Anda tetap dianggap punya tekanan darah tinggi. Kondisi ini dinamakan isolated systolic hypertension, diterjemahkan hipertensi sistolik terisolasi.

Kondisi ini paling sering dialami oleh orang yang berusia cukup tua, namun kadang orang muda juga dapat mengalaminya. Anda kemungkinan tidak menyadari memiliki hipertensi sistolik terisolasi kecuali jika periksa ke dokter dan ia memberitahukannya pada Anda.

Sebab biasanya tidak ada gejala apapun yang dirasakan sampai akhirnya menimbulkan masalah kesehatan serius. Itulsah sebabnya hipertensi dijuluki “pembunuh senyap”.

Masalah yang Bisa Disebabkan oleh Isolated Systolic Hypertension

Semua jenis hipertensi, termasuk hipertensi sistolik terisolasi, bisa pelan-pelan merusak bagian dalam pembuluh arteri Anda dan menyebabkan robekan kecil di dindingnya.

Bahan kimia yang disebut kolesterol LDL dapat menumpuk di pembuluh darah yang rusak itu dan membentuk lapisan yang disebut plak. Plak tersebut membuat pembuluh arteri menyempit sehingga semakin meningkatkan tekanan darah Anda.

Jika itu terjadi, arteri yang membawa oksigen ke jantung Anda bisa tersumbat, dan itu bisa mengakibatkan serangan jantung atau stroke (jika aliran darah terbatas atau terputus ke bagian otak Anda). Atau bisa membuat pembuluh darah di otak Anda pecah, dan juga bisa menyebabkan stroke.

Di bagian tubuh Anda yang lainnya, masalah isolated systolic hypertension dapat membuat pembuluh darah di mata menjadi tegang dan memicu kehilangan penglihatan. Atau dapat merusak arteri di sekitar ginjal sehingga tidak sanggup menyaring darah sebagaimana mestinya.

Mereka yang Berisiko Mengalami Isolated Systolic Hypertension


Orang yang berusia tua lebih mungkin untuk memiliki kondisi ini, sebab tekanan darah sistolik biasanya naik seiring dengan bertambahnya usia. Namun orang yang masih muda juga bisa mengalaminya.

  • Lebih dari 30% wanita di atas 65 tahun dan lebih dari 20% pria di atas 65 tahun memiliki kondisi ini.
  • Seseorang lebih berisiko apabila orang tuanya juga pernah mengidap hipertensi.

Masalah Kesehatan di Balik Isolated Systolic Hypertension


Hipertensi sistolik terisolasi dapat disebabkan oleh masalah kesehatan lain yang dimiliki oleh penderitanya, misalnya:

  • Pembuluh arteri yang kaku
  • Tiroid yang terlalu aktif (hipertiroidisme)
  • Diabetes
  • Anemia
  • Gangguan katup jantung
  • Terlalu gemuk atau obesitas

Cara Mengatasi Isolated Systolic Hypertension

Memiliki hipertensi sistolik terisolasi untuk waktu lama bisa meningkatkan risiko Anda untuk mengalami stroke, penyakit jantung, dan penyakit ginjal kronis.

Jadi berupayalah untuk menurunkan dan mengendalikannya. Targetkan untuk mencapai angka tensi sistolik kurang dari 130 mm Hg jika Anda masih berusia di bawah 65 tahun. Sedangkan bagi orang yang berusia 65 tahun ke atas, target tensi sistolik yang dianjurkan juga sama, yaitu kurang dari 130 mm Hg.

Anda mungkin membutuhkan konsumsi obat untuk mengendalikan kondisi ini agar tidak terjadi masalah kesehatan yang serius. Tetapi penting untuk diketahui bahwa pengobatan yang dijalani jangan sampai menyebabkan tekanan darah diastolik (angka tensi bawah) turun terlalu rendah. Jika itu terjadi, Anda juga bisa mengalami masalah kesehatan lain.

Dokter mungkin akan meresepkan obat tertentu untuk masalah Anda. Misalnya obat dari golongan calcium channel blocker dapat membantu melenturkan dinding pembuluh darah. Atau obat golongan diuretik untuk mengurangi volume darah.

Baca juga artikel terkait mengenai obat hipertensi di sini: Obat Darah Tinggi di Apotik: Ketahui Masing-Masing Fungsinya.

Tips Praktis untuk Mengendalikan Tekanan Sistolik


Di samping mengonsumsi obat, dokter juga akan menyarankan Anda membuat penyesuaian gaya hidup. Berikut tips-tips yang mungkin disampaikan olehnya:

  • Turunkan berat badan: Untuk setiap 1 kg berat badan yang Anda turunkan, Anda bisa menurunkan tekanan darah sebesar kira-kira 1 mmg Hg.
  • Makan makanan sehat: Kurangi asupan garam, dan perbanyak makanan sehat seperti sayur-sayuran, buah-buahan, serealia utuh (contohnya beras merah dan gandum utuh), dan produk susu rendah lemak.
  • Olahraga teratur: Bukan hanya bermanfaat untuk mengatasi hipertensi sistolik terisolasi, tetapi juga membantu mengontrol berat badan dan tingkat stres. Upayakanlah olahraga aerobik (contohnya jalan cepat, jogging, berenang, bersepeda) setidaknya 30 menit untuk sebagian besar hari dalam seminggu.
  • Kurangi minum alkohol: Batas konsumsi alkohol yang sehat biasanya adalah 1 gelas per hari untuk wanita dan 2 gelas per hari untuk pria, tergantung pada jenis alkoholnya.
  • Berhenti merokok: Merokok bisa meningkatkan tekanan darah dan juga berbagai masalah kesehatan lainnya.
  • Kendalikan stres: Stres bisa menaikkan tensi darah, jadi cobalah kurangi stres dengan melakukan hobi atau aktivitas lain untuk menenangkan diri.

Cara Mencegah Isolated Systolic Hypertension

Anda bisa mencegah kenaikan tekanan darah sistolik dengan selalu mengupayakan gaya hidup sehat yang disebutkan di atas.

Selain gaya hidup sehat, mungkin ada baiknya Anda melakukan pemeriksaan medis untuk mengetahui apakah Anda punya masalah kesehatan yang berisiko menaikkan tensi darah. Dengan begitu Anda dan dokter bisa bekerja sama untuk menangainya sebelum terjadi masalah lain.

Anda juga dapat memantau tekanan darah di rumah sendiri dengan alat tensimeter, atau yang lebih tepat disebut sfigmomanometer. Alat ukur tensi darah ini dapat dibeli di apotik atau toko alat kesehatan, secara offline maupun online.

Ilustrasi Alat Tensimeter
Credit Photo: Seasontime – Shutterstock

Kapan Harus Periksa ke Dokter?


Ingatlah julukan hipertensi, “pembunuh senyap”, jadi tidak heran kalau selama ini Anda merasa baik-baik saja. Banyak orang tidak tahu bahwa tekanan darah mereka tinggi sampai mereka periksa ke dokter. Itulah sebabnya Anda disarankan untuk punya alat sfigmomanometer sendiri di rumah.

Memiliki alat ukur tensi sendiri khususnya penting bagi orang dengan riwayat hipertensi, orang yang kegemukan, perokok, dan ibu hamil.

Anda harus selalu mengingat atau mencatat hasil ukur tensi Anda. Penting untuk diketahui bahwa memiliki alat sendiri di rumah bukan berarti tidak perlu ke dokter. Jika Anda mendapati bahwa hasil ukurnya terus-menerus tinggi, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter.

Kesimpulan tentang Isolated Systolic Hypertension

Hipertensi sistolik terisolasi adalah kondisi tekanan darah sistolik (atas) lebih dari 140 mm Hg, sedangkan tekanan darah diastolik normal (80 mm Hg atau kurang). Kondisi ini bisa terjadi karena faktor usia tua atau karena disebabkan oleh masalah kesehatan lain seperti diabetes atau anemia.

Tekanan darah sistolik yang terus-menerus tinggi harus ditangani, meskipun tekanan darah diastoliknya selalu normal. Ini karena jika terus dibiarkan, lama-kelamaan Anda bisa terkena masalah kesehatan serius seperti penyakit jantung atau stroke.

Jadi pastikan Anda rutin periksa kesehatan ke dokter untuk mengetahui kondisi tekanan darah Anda. Dan bila ada kondisi yang tidak normal, Anda dan dokter bisa bekerja sama untuk menanganinya.

Demikianlah artikel ini yang mengupas tentang isolated systolic hypertension. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi Anda dan keluarga. Temukan juga ulasan-ulasan menarik lain seputar masalah kesehatan hanya di Deherba.com.

Sumber

Sumber Referensi:

WebMD. What Is Isolated Systolic Hypertension?. URL: https://www.webmd.com/hypertension-high-blood-pressure/isolated-systolic-hypertension

Mayo Clinic. Isolated systolic hypertension: A health concern?. URL: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-pressure/expert-answers/hypertension/faq-20058527

Healthline. High Systolic Blood Pressure: What to Know. URL: https://www.healthline.com/health/heart-disease/high-systolic-blood-pressure

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}
>