Macam-Macam Masalah Rahim dan Ciri-Cirinya


By Cindy Wijaya

Ada beberapa masalah yang dapat memengaruhi rahim dan menyebabkan rasa sakit, misalnya polip, endometriosis, fibroid, dan kanker. Rasa sakit dan ketidaknyamanan di rahim biasanya terasa di bagian panggul dan perut bagian bawah, dan seringnya menyebar hingga ke perut bagian tengah atau punggung bawah. Apa saja macam-macam masalah rahim dan bagaimana ciri-ciri masalah rahim tersebut?

Ciri-ciri yang muncul dari macam-macam penyakit rahim tersebut mungkin memiliki kemiripan dan bisa termasuk pendarahan menstruasi yang tidak teratur dan sulit untuk hamil. Jadi penting untuk memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui secara pasti apa yang sedang Anda alami. Beberapa masalah rahim tersebut bisa jadi serius, sedangkan yang lainnya tidak.

Apa Itu Rahim?

Rahim adalah organ berbentuk mirip buah pear yang berada di dalam panggul, tepatnya di belakang kandung kemuh dan di depan rektum. Rahim akan membesar selama kehamilan dan biasanya akan menyusut kembali hampir ke ukuran aslinya dalam beberapa minggu setelah melahirkan.

Di setiap sisi rahim terdapat saluran tuba dan ovarium. Rahim bersama-sama dengan vagina, ovarium, dan saluran tuba membentuk sistem reproduksi wanita.

Mengingat jarak yang dekat dari semua organ ini, nyeri di daerah panggul dapat disebabkan oleh masalah pada rahim atau masalah lain yang sama sekali tidak berhubungan dengan rahim.

Macam-Macam Masalah Rahim dan Ciri-Cirinya

Penyakit atau masalah pada rahim dapat berasal dari rahim itu sendiri atau dapat disebabkan oleh faktor-faktor di luar rahim, misalnya karena hormon. Sebagian besar masalah ini bisa ditangani dengan konsumsi obat, tetapi beberapa mungkin perlu dilakukan histerektomi, yaitu operasi pengangkatan rahim. Berikut adalah macam-macam masalah rahim dan ciri-cirinya yang umum.

Dismenorea


Dismenorea adalah nyeri menstruasi yang berat yang dapat terjadi sebelum dan/atau selama periode menstruasi. Biasanya ini bukanlah gejala dari penyakit rahim atau masalah kesehatan lainnya, dan biasanya akan membaik dengan konsumsi obat atau terapi hormon.

Ciri-Ciri Masalah Rahim Dismenorea:

  • Nyeri atau kram di perut bagian bawah yang bisa menjadi hebat.
  • Nyeri dimulai 1 – 3 hari sebelum menstruasi, memuncak 24 jam setelah awal menstruasi dan mereda dalam 2 – 3 hari.
  • Nyeri yang tumpul dan terus-menerus.
  • Nyeri yang menjalar ke punggung bawah dan paha.

Menoragia


Menoragia adalah pendarahan mensturasi yang terlalu lama atau sangat banyak. Masalah ini bisa terjadi tanpa penyebab yang jelas, tetapi juga bisa diakibatkan oleh ketidakseimbangan hormon, fibroid rahim, polip, penggunaan KB tertentu, atau kanker.

Sering kali menoragia mengakibatkan anemia (kadar sel darah merah menjadi rendah), jadi Anda mungkin membutuhkan perawatan untuk mengendalikan pendarahan menstruasi sekaligus untuk mengatasi anemia.

Ciri-Ciri Masalah Rahim Menoragia:

  • Harus ganti pembalut setiap jam selama beberapa jam berturut-turut.
  • Harus menggunakan pembalut ganda untuk menampung pendarahan menstruasi.
  • Harus bangun untuk mengganti pembalut saat tidur di malam hari.
  • Pendarahan menstruasi berlangsung lebih dari 1 minggu.
  • Banyak mengeluarkan gumpalan-gumpalan darah.
  • Harus membatasi kegiatan harian karena pendarahan yang berat.
  • Mengalami gejala anemia, seperti kelelahan, lemas, atau sesak napas.

Prolaps Uterus


Masalah rahim ini terjadi ketika otot dan ligamen yang menahan rahim di tempatnya menjadi melemah, sehingga rahim turun ke dekat kandung kemih. Banyak wanita mengalami prolaps uterus yang sedang hingga berat seiring bertambahnya usia.

Ciri-Ciri Prolaps Uterus:

  • Merasa ada beban atau tarikan di panggul.
  • Ada sesuatu yang menonjol dari vagina.
  • Masalah buang air kecil, misalnya beser atau urin yang tertahan.
  • Kesulitan buang air besar.
  • Merasa seolah sedang duduk di atas bola kecil atau seperti ada sesuatu keluar dari vagina.
  • Masalah seksual, misalnya perasaan kendur pada jaringa vagina.

Rahim Terbalik


Masalah rahim ini terjadi jika rahim miring ke arah belakang tulang belakang, sehingga rahim seolah-olah terbalik. Sering kali masalah ini tidak menimbulkan gejala, dan jarang menyebabkan komplikasi selama kehamilan. Masalah rahim terbalik kemungkinan akan terdeteksi oleh dokter saat melakukan pemeriksaan panggul rutin.

Ciri-Ciri Masalah Rahim Terbalik:

  • Rasa sakit di vagina atau punggung bagian bawah selama hubungan seks.
  • Nyeri saat menstruasi.
  • Lebih sering buang air kecil atau ada perasaan tertekan di kandung kemih.
  • Infeksi saluran kemih.
  • Tonjolan di perut bagian bawah.

Malformasi Rahim Bawaan


Terkadang rahim itu sendiri sudah berbentuk tidak normal sejak lahir. Hal ini dapat mengganggu kehamilan dan bisa memperbesar risiko keguguran. Dokter Anda akan mendeteksi malformasi rahim pada saat melakukan USG kehamilan jika Anda sedang hamil, dan itu dapat terlihat saat pemindaian tomografi perut (CT) atau USG bahkan saat Anda tidak sedang hamil.

Ada macam-macam masalah rahim ini dan terdapat 9 yang paling umum, yaitu:

  • Rahim terpisah: Rahim terdiri dari dua sisi yang terpisah dengan jaringan rahim yang sepenuhnya atau hampir sepenuhnya membagi sisi satu sama lain.
  • Rahim bicornate: Rahim berbentuk seperti jantung, menghasilkan tampilan dua bagian yang berukuran hampir sama yang tidak terpisah secara jelas.
  • Rahim didelphys: Rahim terbagi, terutama di dekat bukaan bawah, dengan dua bagian yang masing-masing memiliki bukaan serviks terpisah.
  • Rahim unicornate: Rahim tampak lebih kecil, karena suatu bagian mungkin tertekan atau tidak berkembang, sehingga hanya menghasilkan satu rongga “nyata”, yang sangat kecil ukurannya.

Penyakit Radang Panggul


Ketika bakteri atau organisme memasuki serviks dan menyebar ke atas, infeksi dapat menyerang satu atau beberapa organ di panggul, termasuk rahim, serviks, dan saluran tuba. Infeksi ini disebut sebagai penyakit radang panggul.

Ciri-Ciri Masalah Rahim Penyakit Radang Panggul:

  • Nyeri ringan sampai berat di perut bagian bawah dan panggul.
  • Keputihan yang tidak normal atau berat yang mungkin berbau tidak sedap.
  • Pendarahan dari rahim yang tidak normal, terutama selama atau setelah hubungan seks, atau di luar periode menstruasi.
  • Nyeri saat berhubungan seks.
  • Demam, terkadang disertai menggigil.
  • Rasa sakit atau kesulitan saat buang air kecil, atau menjadi beser.

Polip Rahim


Polip rahim, juga disebut polip endometrium, biasanya merupakan pertumbuhan jaringan endometrium yang kecil dan berbentuk bulat yang menempel pada rahim dan memiliki tangkai. Polip teksturnya lembut dan lunak, berbeda dengan fibroid, yang bisa tumbul lebih besar dan terbuat dari jaringan otot yang keras.

Ciri-Ciri Masalah Rahim Polip:

  • Pendarahan menstruasi yang hebat.
  • Bercak darah di luar periode menstruasi.
  • Pendarahan setelah berhubungan seks.
  • Pendarahan mirip menstruasi meski sudah menopause.

Fibroid Rahim


Fibroid adalah pertumbuhan di dinding rahim. Terkadang, fibroid menempel di bagian luar rahim dan memiliki tangkai. Mereka bisa berukuran kecil sekecil biji atau kacang polong atau besar sebesar jeruk atau melon kecil.

Ciri-Ciri Masalah Rahim Fibroid:

  • Pendarahan menstruasi yang berat.
  • Periode menstruasi berlangsung lebih dari satu minggu.
  • Terasa ada tekanan atau nyeri di panggul.
  • Sering buang air kecil.
  • Kesulitan untuk mengosongkan kandung kemih.
  • Sembelit atau konstipasi.
  • Sakit punggung atau kaki.

Hiperplasia Endometrium


Hiperplasia endometrium adalah suatu kondisi dimana sel-sel endometrium (dinding dalam rahim) berkembang biak secara berlebihan, sehingga membuatnya menjadi terlalu tebal dan mengakibatkan pendarahan yang tidak normal.

Ini bukan kanker, tetapi dalam beberapa kasus, dapat menyebabkan kanker rhaim, terutama jika terjadi bersamaan dengan adenomiosis (pertumbuhan jaringan endometrium di dinding otot rahim).

Ciri-Ciri Masalah Rahim Hiperplasia Endometrium:

  • Pendarahan menstruasi yang tidak normal, misalnya periode menstruasi yang lebih pendek, menstruasi yang sangat lama, atau menstruasi yang terlewat.
  • Pendarahan menstruasi yang hebat.
  • Pendarahan mirip menstruasi meski sudah menopause.

Endometriosis


Jika mengalami endometriosis, jenis jaringan yang sama yang melapisi rahim akan tumbuh di bagian tubuh lain, biasanya di perut atau ovarium. Ini dapat menimbulkan jaringan parut menumpuk di sekitar organ yang terkena. Sering kali penderita endometriosis juga mengalami hiperplasia endometrium, tetapi tidak selalu.

Ciri-Ciri Masalah Rahim Endometriosis:

  • Nyeri menstruasi atau pendarahan menstruasi yang hebat.
  • Pendarahan menstruasi yang tidak teratur.
  • Rasa nyeri selama atau setelah berhubungan seks.
  • Nyeri di perut atau usus.
  • Nyeri saat buang air kecil atau buang air besar.

Nyeri Panggul Kronis


Jika tidak ada penyebab nyeri panggul yang dapat dikenali, Anda mungkin akan didiagnosis oleh dokter menderita nyeri panggul kronis. Anda mungkin harus mendapat perawatan saat rasa nyerinya semakin parah, dan mungkin menjadi lebih sensitif terhadap kondisi yang menyebabkan rasa sakit, seperti infeksi saluran cerna atau infeksi kandung kemih.

Ciri-Ciri Masalah Rahim Nyeri Panggul Kronis:

  • Nyeri panggul yang hebat dan menetap.
  • Nyeri yang kambuh-kambuhan.
  • Nyeri yang tumpul.
  • Nyeri atau kram yang tajam.
  • Terasa ada tekanan atau beban jauh di dalam panggul.

Kesimpulan tentang Macam-Macam Masalah Rahim

Terdapat macam-macam masalah rahim dan ciri-ciri masalah rahim tersebut mirip satu sama lain. Jadi ada baiknya Anda memeriksakan diri ke dokter apabila merasakan ada yang aneh dengan rahim Anda. Dengan begitu Anda bisa segera mendapat perawatan yang sesuai dengan penyebab masalah tersebut.

Perawatan yang disarankan dokter bisa berbeda-beda tergantung pada penyebab masalahnya. Itu bisa jadi konsumsi obat, terapi hormon, opreasi, atau prosedur perawatan lain yang diperlukan. Kadang pengobatan bisa berupa kombinasi dari lebih dari satu perawatan. Itu bergantung pada seberapa parah masalah yang ditangani.

Namun yang pasti dengan pengobatan yang tepat, sering kali masalah rahim bisa diatasi, beberapa bahkan bisa sembuh sama sekali. Jadi jangan biarkan lama-lama jika Anda merasakan gejala-gejala yang telah disebutkan di artikel ini.

Sumber

Sumber Referensi:

Verywell Health. Common Conditions That Can Affect the Uterus. URL: https://www.verywellhealth.com/common-uterine-conditions-3521135

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.