Last Updated on

Penebalan dinding rahim, bahasa kedokterannya hiperplasia endometrium, sering kali dicirikan dengan pendarahan menstruasi yang tidak normal. Bisa saja masalah ini dapat sembuh sendiri tanpa perlu diobati. Tapi kadang dibutuhkan pengobatan tertentu agar masalahnya tidak semakin parah.

Dalam artikel ini Anda akan menemukan penjelasan tentang bagaimana kondisi hiperplasia endometrium bisa terjadi, penyebab penebalan dinding rahim ini, ciri-ciri penebalan dinding rahim, cara mengatasi penebalan dinding rahim, juga pantangan makanan untuk penderita penebalan dinding rahim.

Apa Itu Hiperplasia Endometrium?

Seperti namanya, hiperplasia endometrium adalah penebalan yang terjadi pada dinding rahim sebelah dalam. Jika diterjemahkan kata per kata, hiperplasia artinya pertumbuhan yang berlebihan sedangkan endometrium adalah nama untuk dinding rahim sebelah dalam.

Sebenarnya pada wanita yang masih usia subur (belum menopause), dinding rahim bagian dalam mereka akan meluruh (rontok) sendiri setiap bulan selama menstruasi. Tetapi pada kasus hiperplasia endometrium, sel-sel yang ada di endometrium berkembang biak terlalu banyak sehingga terjadilah penebalan dinding rahim. Ada dua jenis hiperplasia endometrium, yaitu:

Hiperplasia Endometrium Tanpa Atipia:

Pada jenis ini, dinding rahim menebal karena ada lebih banyak sel yang dihasilkan. Namun semua sel itu normal atau sehat, dan sangat kecil kemungkinannya untuk berubah jadi sel kanker. Seiring waktu, perkembangbiakan sel yang berlebihan itu mungkin akan berhenti dan penebalan dinding rahim bisa sembuh sendiri. Tapi kadang juga perlu diobati supaya berhenti.

Hiperplasia Endometrium Atipikal:

Pada jenis ini, sel-sel yang berkembang biak secara berlebihan bukanlah sel normal. Mereka adalah sel atipikal (tidak normal) dan lebih besar kemungkinannya untuk berubah menjadi sel kanker apabila terus dibiarkan tanpa diobati.

Hiperplasia endometrium biasanya terjadi setelah seorang wanita melewati menopause, yaitu ketika ia semestinya tidak lagi mengalami menstruasi. Kadang penebalan dinding rahim juga bisa dialami saat masa transisi menopause (perimenopause), ketika seorang wanita mulai jarang menstruasi. Meski begitu, wanita-wanita muda yang belum menopause juga bisa mengalaminya.

Apa Penyebab Penebalan Dinding Rahim?

Penyebab penebalan dinding rahim sering kali karena tubuh menghasilkan estrogen berlebihan tanpa diimbangi progesteron yang cukup. Pada waktu tubuh sudah tak lagi membuat sel telur dan tidak melakukan ovulasi, tubuh juga tidak membuat progesteron. Saat itu dinding rahim tidak akan diluruhkan lagi.

Baca juga  Apa Gejala Tumor Rahim?

Namun jika di dalam tubuh ada terlalu banyak estrogen, dinding endometrium bisa terus bertumbuh dan menebal. Jadi, ketidakseimbangan antara estrogen dengan progesteron itulah yang menjadi penyebab penebalan dinding rahim.

Estrogen adalah hormon yang penting untuk fungsi seksual dan reproduksi wanita. Sedangkan progesteron adalah hormon yang dihasilkan oleh indung telur (ovarium) untuk menyiapkan rahim agar siap menjadi tempat berkembangnya sel telur yang sudah dibuahi.

Apa Faktor Pemicu Penebalan Dinding Rahim?

Meski penyebab penebalan dinding rahim pada dasarnya adalah ketidakseimbangan jumlah hormon estrogen dan progesteron, tapi ada beberapa faktor yang memicu masalah ketidakseimbangan itu. Berikut adalah sejumlah hal yang dapat menyebabkan kenaikan jumlah estrogen dan kurang memadainya progesteron di dalam tubuh:

  • Mengonsumsi obat-obat yang bekerja seperti estrogen
  • Menjalani terapi estrogen dosis tinggi setelah menopause
  • Menstruasi tidak teratur, terutama yang berkaitan dengan penyakit PCOS (polycystic ovary syndrome) atau kemandulan
  • Kegemukan atau obesitas
  • Berumur di atas 35 tahun
  • Tidak pernah hamil
  • Baru menopause di usia yang sudah tua
  • Mulai menstruasi di usia yang sangat muda
  • Pernah mengidap penyakit tertentu, misalnya diabetes, PCOS, penyakit empedu, atau penyakit tiroid
  • Merokok
  • Punya keluarga yang mengidap kanker indung telur, usus, atau rahim

Dari faktor-faktor di atas dapat terlihat bahwa ada beberapa faktor yang dapat dihindari dan ada juga yang tidak. Faktor penyebab penebalan dinding rahim yang dapat dihindari misalnya kegemukan, merokok, dan konsumsi obat tertentu.

penebalan dinding rahim - hiperplasia endometrium - penyebab penebalan dinding rahim

Seperti Apa Ciri-Ciri Penebalan Dinding Rahim?

Gejala penebalan dinding rahim yang paling utama yaitu pendarahan dari vagina atau menstruasi yang tidak seperti biasanya. Perhatikanlah beberapa ciri-ciri hiperplasia endometrium berikut ini:

  • Pendarahan selama menstruasi yang lebih banyak atau lebih lama dari biasanya
  • Haid datang lebih cepat, kurang dari 21 hari setelah haid terakhir
  • Pendarahan seperti datang bulan, padahal sudah melewati menopause

Tetaplah waspada dengan gejala-gejala di atas walapun Anda tidak merasa memiliki faktor penyebab penebalan dinding rahim. Jika Anda mengalami pendarahan yang tidak normal dan sudah berusia 35 tahun atau lebih, disarankan untuk meminta dokter melakukan tes untuk mengecek apakah terjadi hiperlasia endometrium pada rahim Anda.

Cara Dokter Mendiagnosis Hiperplasia Endometrium


Dokter akan melakukan pemeriksaan dan tes yang diperlukan untuk mendiagnosis masalah kesehatan Anda. Tes-tes yang diperlukan biasanya ada tiga, yakni ultrasonografi medis, biopsi endometrium, dan histereskopi.

Ultrasonografi medis, disingkat USG, digunakan untuk memeriksa penyebab dari gejala pendarahan dari vagina. Tes ini juga dapat mengecek ketebalan dari dinding rahim.

Biopsi endometrium berguna untuk mengambil sampel dari jaringan di dinding rahim. Sampel itu kemudian diperiksa di laboratorium menggunakan mikroskop.

Histeroskopi digunakan dokter untuk melihat keadaan di dalam rahim. Tes ini menggunakan alat berupa tabung kecil yang dipasangkan kamera. Alat itu dimasukkan dengan hati-hati ke dalam rahim melalui vagina. Alat itu akan mengirimkan gambar keadaan dalam rahim ke layar komputer.

Bagaimana Cara Mengatasi Penebalan Dinding Rahim?

Penebalan dinding rahim dipengaruhi oleh hormon estrogen dan progesteron, jadi cara mengobatinya pun perlu melibatkan pengendalian hormon tersebut. Dan cara mengobati penebalan dinding rahim juga disesuaikan dengan jenis hiperplasia apa yang Anda alami.

Baca juga  Apa Ciri-Ciri Tumor Rahim?

Cara Mengatasi Hiperplasia Endometrium Tanpa Atipia

Jenis hiperplasia ini sangat kecil kemungkinannya untuk berubah jadi kanker, bahkan penebalan dinding rahim bisa sembuh sendiri. Jadi adakalanya tidak dibutuhkan pengobatan khusus untuk mengatasinya. Dokter mungkin meminta pasien untuk menunggu dan melihat perkembangannya, apakah sudah kembali normal atau tidak.

Namun kadang dokter juga menyarankan pasien menjalani suatu perawatan untuk membantu menormalkan kondisi dinding rahim. Salah satu cara mengatasi penebalan dinding rahim ini yaitu dengan memasang alat kontrasepsi IUS (Intra Uterine System) ke dalam rahim.

IUS akan melepaskan hormon progesteron yang diharapkan bisa menipiskan dinding rahim. IUS akan dipasang paling tidak selama 6 bulan dan paling lama 4 – 5 tahun. Metode pengobatan ini cukup berhasil dalam mengatasi hiperplasia endometrium.

Jika tidak ingin menggunakan IUS, metode alternatif yaitu dengan mengonsumsi tablet progesteron setiap hari selama 6 bulan. Namun cara ini mungkin menimbulkan lebih banyak efek samping dan keberhasilannya tidak sebaik IUS.

Cara Mengatasi Hiperplasia Endometrium Atipikal

Jenis hiperplasia ini lebih mungkin untuk berubah menjadi kanker, karena yang menjadi penyebab penebalan dinding rahim adalah sel-sel tidak normal (atipikal). Dokter mungkin akan menganjurkan pasien untuk menjalani operasi histerektomi.

Histerektomi adalah operasi untuk mengangkat dan menghilangkan rahim. Tujuannya agar sel-sel penyebab penebalan dinding rahim tidak berkembang menjadi sel-sel kanker. Jika Anda sudah menopause, dokter mungkin menawarkan untuk sekaligus mengangkat indung telur dan saluran telur (tabung Fallopi) Anda.

Bila Anda masih di usia subur dan masih ingin hamil, cobalah diskusikan apakah ada pilihan alternatif selain histerektomi. Dokter mungkin akan memberikan perawatan terapi hormon selama 6 bulan ke depan dan melakukan tes biopsi untuk melihat apakah hasilnya baik.

Baca juga  Apa Pengobatan Tumor Rahim?

Jika terapi hormon hasilnya cukup baik, Anda mungkin bisa menunda operasi histerektomi sampai Anda memutuskan untuk tidak punya anak lagi. Setelahnya dokter akan tetap menganjurkan Anda untuk menjalani histerektomi. Karena ada risiko bahwa hiperplasia endometrium bisa muncul kembali lalu berubah menjadi kanker.

Pantangan Makanan untuk Penderita Penebalan Dinding Rahim

Ingatlah bahwa penyebab penebalan dinding rahim ialah ketidakseimbangan hormon estrogen dengan progesteron. Jadi ada baiknya Anda menghindari makanan-makanan yang dapat memicu ketidakseimbangan hormon. Berikut adalah beberapa pantangan makanan untuk penderita penebalan dinding rahim:

Gula:

Entah gula putih, gula merah, gula jagung, atau apapun itu, yang pasti gula telah terbukti memperparah masalah hormon pada wanita. Karena itu Anda perlu membatasi asupan gula maupun makanan/minuman yang mengandung banyak gula.

Alkohol:

Penelitian mendapati bahwa konsumsi alkohol dapat meningkatkan kadar estrogen pada wanita yang telah menopause yang sedang menjalani terapi estrogen. Karena itu dikhawatirkan bahwa wanita yang mengonsumsi minuman beralkohol memiliki risiko lebih besar untuk mengalami masalah di endometriumnya.

Daging Merah:

Kalau sering mengonsumsi daging merah, Anda lebih rentan memiliki kadar estrogen yang berlebihan di dalam tubuh. Ingatlah bahwa kelebihan estrogen merupakan sebagian dari penyebab penebalan dinding rahim. Jadi batasilah konsumsi daging merah seperti daging sapi, kambing, domba, dan bebek.

Makanan Berlemak:

Makanan yang mengandung lemak tak sehat berpengaruh buruk pada keseimbangan hormon Anda. Contoh-contoh makanan mengandung lemak yang harus dihindari yaitu mentega, margarin, kulit daging ayam, susu tinggi lemak (full-fat, whole milk), makanan yang digoreng, kue, dan biskuit.

penebalan dinding rahim - hiperplasia endometrium - penyebab penebalan dinding rahim

Itulah beberapa contoh pantangan makanan untuk penderita penebalan dinding rahim. Hindarilah makanan dan minuman seperti di atas, dan perbanyaklah asupan makanan dan minuman sehat misalnya sayuran, buah, kacang-kacangan, biji-bijian, herbal, rempah, ikan, dan daging tanpa lemak.

Herbal untuk Obat Penebalan Dinding Rahim


Herbal yang bisa dimanfaatkan sebagai obat hiperplasia endometrium alami haruslah yang sanggup membantu menekan pertumbuhan dan perkembangbiakan sel-sel berlebih di dinding rahim. Kemampuan inilah yang dimiliki oleh herbal Sarang Semut Papua (Myrmecodia pendans).

Sarang Semut dapat secara signifikan menekan pertumbuhan dan invasi dari sel-sel yang tumbuh tidak normal. Bahkan herbal ini juga mampu memicu proses apoptosis (kematian) dari sel-sel yang tidak normal.

Itu berarti bila dikonsumsi secara rutin, Sarang Semut dapat membantu mengendalikan perkembangbiakan dari sel-sel di endometrium sehingga tidak terus terjadi penebalan. Bersamaan dengan itu, herbal ini juga dapat memicu kematian pada sel-sel tidak normal yang menumpuk di endometrium.

Sebagai kesimpulan dari artikel ini, ada beberapa hal penting yang perlu Anda ingat. Pertama, penebalan dinding rahim dipengaruhi oleh hormon estrogen dan progesteron jadi penting untuk menjaga keseimbangan hormon Anda. Kedua, beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab penebalan dinding rahim yaitu konsumsi obat tertentu, kegemukan, haid tidak teratur, dan merokok.

Ketiga, cara mengatasi hiperplasia endometrium setidaknya ada tiga, menggunakan alat kontrasepsi IUS, terapi hormon, serta operasi histerektomi. Keempat dan yang terakhir, bila memiliki masalah pada dinding endometrium, Anda disarankan untuk menghindari makanan-makanan seperti gula, alkohol, daging merah, dan makanan berlemak.

Demikianlah ulasan tentang penebalan dinding rahim. Semoga informasi ini membuat Anda lebih peduli terhadap kesehatan diri sendiri maupun keluarga. Jangan lewatkan juga ulasan-ulasan menarik lain seputar info kesehatan, tips kesehatan, dan pengobatan herbal hanya di Deherba.com.