Kandung Kemih Turun: Penyebab, Ciri-Ciri, dan Cara Mengatasinya


By Cindy Wijaya

Kandung kemih seorang wanita bisa turun dari posisi normalnya sewaktu otot-otot yang menyangganya melemah atau mengalami kerusakan. Kandung kemih yang turun akan menekan dinding vagina, dan bisa menimbulkan gejala tidak nyaman atau masalah buang air kecil jika kondisinya sudah cukup parah. Bisa juga terlihat ada yang menonjol pada vagina.

Untuk memahami lebih jelas kondisi kandung kemih turun (dalam istilah kedokteran disebut sistokel), simalkan artikel ini yang membahas tentang pengertian, penyebab, ciri-ciri, dan cara mengatasi kandung kemih turun.

Apa Itu Sistokel?

Sistokel adalah suatu kondisi dimana jaringan pendukung di sekitar kandung kemih dan dinding vagina melemah dan meregang, memungkinkan kandung kemih dan dinding vagina turun ke dalam saluran vagina. Karena itulah sistokel sering disebut kandung kemih turun.

Biasanya, otot dan jaringan ikat yang menopang dinding vagina menahan kandung kemih pada tempatnya. Namun pada sistokel, otot dan jaringan pendukung vagina melemah dan meregang, memungkinkan kandung kemih keluar dari tempatnya.

Sistokel adalah jenis prolaps organ panggul yang paling sering diderita. Prolaps organ panggul terjadi ketika dinding vagina, rahim, atau keduanya kehilangan dukungan normal sehingga mengalami prolaps (menonjol) ke dalam saluran vagina atau melalui lubang vagina. Organ panggul terdekat lainnya, seperti kandung kemih atau usus, mungkin terlibat dan juga turun dari posisi normalnya.

Gambar Sistokel atau Kandung Kemih Turun
Gambar Sistokel atau Kandung Kemih Turun (Credit Gambar: rumruay/Shutterstock)

Dokter biasanya mengukur tingkat keparahan dari kondisi sistokel menggunakan sistem penilaian. Tingkat 1 adalah bentuk paling ringan dari kondisi ini, dan tingkat 3 dan 4 adalah yang paling serius. Pada sistokel tingkat yang lebih serius, kandung kemih dan dinding vagina mungkin turun cukup jauh sehingga mencapai atau menonjol ke dalam saluran vagina dan berpotensi keluar melalui lubang vagina.

Bagaimana Ciri-Ciri Kandung Kemih Turun?

Pada kasus sistokel yang masih ringan, seseorang mungkin tidak merasakan tanda atau gejala apapun. Namun seraya kondisinya menjadi lebih buruk, mungkin ia akan mengalami ciri-ciri kandung kemih turun seperti berikut:

  • Merasa atau melihat sesuatu yang menonjol melalui lubang vagina.
  • Kesulitan untuk mulai mengeluarkan urine saat buang air kecil.
  • Merasa kandung kemih tidak benar-benar kosong setelah buang air kecil.
  • Harus sering buru-buru ke kamar mandi untuk buang air kecil, atau hanya perasaan seperti harus sering buang air kecil.
  • Sering mengalami infeksi saluran kemih.
  • Perasaan penuh, berat, atau nyeri di daerah panggul atau punggung bawah. Mungkin bertambah buruk saat berdiri, mengangkat sesuatu, batuk, atau seiring berjalannya hari.
  • Kandung kemih menonjol ke dalam atau keluar dari vagina.
  • Merasa sakit saat berhubungan seks.

Ciri-ciri kandung kemih turun terlihat terutama setelah berdiri untuk waktu yang lama dan mungkin bisa menghilang saat sedang berbaring.

Sistokel bisa membuat tidak nyaman, tapi jarang menyakitkan. Kondisi ini bisa mempersulit untuk mengosongkan kandung kemih dari urine, yang dapat menyebabkan infeksi kandung kemih. Jadi sebaiknya temui dokter jika Anda mengalami tanda atau gejala yang mengganggu kegiatan sehari-hari.

Apa Penyebab Kandung Kemih Turun?

Dasar panggul Anda terdiri dari otot, ligamen, dan jaringan ikat yang menopang kandung kemih dan organ panggul lainnya. Ketika otot dan jaringan penopang tersebut melemah atau mengalami kerusakan, kandung kemih Anda bisa turun lebih rendah dari biasanya dan menonjol ke dalam vagina.

Berikut adalah beberapa faktor yang dapat melemahkan otot dan jaringan penopang sehingga menjadi penyebab kandung kemih turun:

  • Melahirkan secara normal (melalui vagina), yang mungkin menimbulkan ketegangan otot-otot dasar panggul.
  • Riwayat keluarga penderita sistokel.
  • Kelebihan berat badan.
  • Aktivitas fisik yang intens, misalnya mengangkat benda berat.
  • Operasi histerektomi (pengangkatan rahim).
  • Sembelit dan/atau ketegangan otot berulang saat buang air besar.
  • Sering batuk-batuk.
  • Penuaan dan penurunan hormon estrogen. Estrogen membantu menjaga otot-otot di sekitar vagina tetap kuat, tetapi kadar estrogen berkurang setelah memasuki menopause.

Karena faktor-faktor penyebab kandung kemih turun di atas, maka ada orang-orang tertentu yang lebih berisiko mengalami sistokel. Mereka antara lain wanita yang pernah melahirkan melalui vagina, sudah memasuki masa menopause, pernah menjalani operasi histerektomi, dan yang kegemukan.

Bagaimana Cara Mengatasi Kandung Kemih Turun?

Biasanya tidak dibutuhkan penanganan sistokel apabila penderitanya tidak memiliki gejala apapun. Tetapi jika sistokel disertai gejala-gejala, dokter dapat merekomendasikan penanganan sistokel tanpa operasi atau dengan operasi, tergantung tingkat keparahannya, usia, masalah kesehatan lain, aktivitas seksual, keinginan untuk memiliki anak, dan pilihan pribadi pasien.

Penanganan Sistokel Tanpa Operasi

Latihan dasar panggul: Juga disebut senam Kegel, yaitu latihan senam untuk membantu memperkuat otot-otot dasar panggul. Otot-otot dasar panggul yang kuat akan membantu menahan kandung kemih pada tempatnya dan menjaga urine agar tidak bocor keluar. Cara melakukan senam Kegel akan dibahas di bagian bawah.

Pessarium vagina: Pessarium adalah alat silikon kecil yang dimasukkan ke dalam vagina untuk menopang dinding vagina dan menahan kandung kemih pada tempatnya. Dokter akan memilih bentuk dan ukuran pessarium yang paling cocok untuk pasiennya.

Beberapa wanita menggunakan pessarium sambil menunggu operasi sistokel, atau jika mereka memilih untuk tidak menjalani operasi sistokel. Pessarium harus dilepas dan dibersihkan secara teratur untuk mencegah iritasi vagina. Dokter akan mengajarkan cara membersihkan dan memasang kembali pessarium sendiri.

Penanganan Sistokel dengan Operasi

Dokter dapat mempertimbangkan operasi sistokel apabila penanganan non-operasi tidak berhasil atau jika kondisi sistokel sudah cukup parah.

Operasi bedah yang paling umum untuk penanganan sistokel adalah operasi perbaikan vagina anterior, juga disebut kolporafi anterior. Selama operasi, dokter bedah mengembalikan kandung kemih turun ke posisi normalnya dan mengencangkan otot dan jaringan yang menahan kandung kemih pada tempatnya menggunakan jahitan.

Dokter juga dapat melakukan operasi untuk mengatasi atau mencegah inkontinensia urin bersamaan dengan operasi sistokel.

Pilhian operasi lain untuk penanganan sistokel adalah operasi obliteratif, yaitu prosedur yang mempersempit atau menutup semua atau sebagian vagina untuk memberikan lebih banyak dukungan bagi kandung kemih. Setelah menjalani operasi ini, seorang wanita tidak bisa lagi melakukan hubungan seks melalui vagina.

Apabila Anda sedang hamil atau berencana untuk hamil, dokter mungkin menyarankan Anda untuk menunda operasi sistokel sampai Anda selesai memiliki anak. Latihan dasar panggul atau pessarium vagina dapat sementara membantu meringankan gejala-gejala. Manfaat operasi dapat bertahan hingga bertahun-tahun, tetapi ada beberapa risiko kekambuhan, yang mungkin berarti perlu operasi lain lagi di beberapa titik.

Tips Gaya Hidup untuk Penderita Kandung Kemih Turun

Ada cara mengatasi kandung kemih turun yang bisa Anda upayakan di rumah. Anda bisa melakukan senam Kegel untuk memperkuat otot-otot dasar panggul, sehingga lebih kuat menopang organ-organ panggul serta mengurangi gejala-gejala yang dirasakan.

Melakukan senam Kegel sederhana saja, Anda bisa ikuti langkah-langkah ini:

  • Kencangkan (kontraksikan) otot dasar panggul Anda—otot yang Anda gunakan untuk berhenti buang air kecil.
  • Terus kencangkan selama 5 detik, lalu lepaskan selama 5 detik juga. (Kalau ini terlalu sulit, mulailah dengan kencangkan selama 2 detik dan lepaskan selama 3 detik.)
  • Terus upayakan sampai Anda sanggup mengencangkan otot selama 10 detik setiap kali.
  • Lakukan tiga set dari 10 pengulangan senam Kegel setiap hari.

Mintalah petunjuk dokter Anda tentang cara melakukan senam Kegel dengan benar, dan tanyakan apakah Anda menggunakan otot yang tepat. Setelah mempelajari metode yang tepat, Anda bisa melakukan senam Kegel dimana saja dan kapan saja, entah saat sedang duduk di kursi atau bersantai di sofa.

Selain senam Kegel, Anda juga bisa menjaga kondisi sistokel agar tidak semakin parah dengan mengupayakan tips gaya hidup in:

  • Mengatasi dan mencegah sembelit. Tingkatkan konsumsi makanan berserat tinggi.
  • Hindari angkat berat, dan angkat dengan benar. Saat mengangkat, gunakan kekuatan kaki Anda, bukan pinggang atau punggung Anda.
  • Segera obati batuk dan jangan merokok.
  • Kendalikan berat badan Anda.

Ingatlah bahwa tips-tips di atas tidak menggantikan penanganan sistokel secara medis oleh dokter. Anda selalu disarankan untuk menjalani pemeriksaan ke dokter supaya memperoleh penanganan yang tepat dan paling cocok sesuai kondisi Anda, serta agar kondisinya tidak bertambah parah.

Demikianlah artikel ini yang membahas tentang penyebab, ciri-ciri, dan cara mengatasi kandung kemih turun. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi Anda dan keluarga. Temukan juga artikel-artikel informatif lain seputar kesehatan hanya di Deherba.com.

Sumber

Cleveland Clinic. Cystocele (Fallen Bladder). https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15468-cystocele-fallen-bladder

Mayo Clinic. Anterior prolapse (cystocele). https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cystocele/diagnosis-treatment/drc-20369457

NIDDK. Cystocele. https://www.niddk.nih.gov/health-information/urologic-diseases/cystocele

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}
>