Jerawatan? Cari Tahu Apa Penyebabnya!

610

Diedit:

Jerawat—satu kata yang dibenci oleh hampir semua orang. Ya, ini adalah masalah umum bagi semua orang, khususnya remaja. Meski tidak menimbulkan masalah yang serius bagi kesehatan, jerawat dapat menyebabkan stres apalagi kalau tak kunjung hilang. Jadi, apa sebenarnya penyebab jerawat?

Kulit punya lubang-lubang kecil tempat tumbuhnya rambut yang disebut folikel. Ketika folikel kulit ini tersumbat oleh kotoran, minyak, atau bakteri, maka jerawat dapat berkembang. Jerawat bisa timbul di beberapa bagian tubuh dan adakalanya meninggalkan bekas luka permanen. Jika ini terjadi di wajah, seringkali akan memengaruhi kepercayaan diri seseorang.

Folikel kulit terhubung dengan kelenjar sebaceous yang menghasilkan minyak sebum. Minyak ini kemudian naik menuju folikel dan keluar melalui pori-pori kulit. Hal ini bertujuan agar kulit Anda tetap lembap dan lembut. Jika ada masalah dalam proses peminyakan ini, kulit Anda bisa saja mulai berjerawat.

Tiga faktor penyebab masalah pada proses peminyakan

  • Produksi minyak sebum yang berlebihan
  • Ketidakteraturan pelepasan sel kulit mati yang mengakibatkan iritasi pada folikel kulit Anda
  • Bakteri yang menumpuk di folikel kulit.

Ketika tubuh memproduksi minyak sebum sekaligus sel kulit mati yang berlebih, keduanya akan menumpuk dan menyumbat folikel kulit—membentuk lingkungan yang memungkinkan bakteri berkembang.

Bakteri tersebut dapat menginfeksi folikel kulit yang tersumbat. Kemudian, folikel akan membengkak dan menghasilkan tonjolan jerawat berwarna merah dengan titik putih di tengah. Sedangkan pori-pori kulit di sekitarnya biasanya tidak terlibat atau tidak ikut jerawatan.

Selain ketiga faktor di atas, ada beberapa faktor lain yang turut menyebabkan jerawat.

1Hormon. Saat Anda memasuki usia remaja, produksi hormon androgen akan meningkat dan mengakibatkan kelenjar sebaceous membesar. Kelenjar yang besar membuat produksi minyak sebum semakin banyak, dan akhirnya memicu jerawat muncul. Perubahan hormon berkaitan dengan masa kehamilan dan penggunaan pil KB juga berpengaruh pada produksi minyak sebum.

2Jenis pengobatan tertentu. Obat-obatan yang mengandung kortikosteroid, androgen, atau lithium diyakini dapat menjadi penyebab jerawat.

3Pilihan makanan. Berbagai studi menemukan bahwa beberapa jenis makanan, termasuk produk susu dan makanan kaya karbohidrat—seperti roti dan kentang yang meningkatkan kadar gula darah sehingga memicu jerawat.

Mitos Berkaitan dengan Penyebab Jerawat

Bertolak belakang dengan yang dipercayai banyak orang, beberapa faktor di bawah ini sangat sedikit pengaruhnya terhadap jerawat.

  • Makanan berminyak dan cokelat telah terbukti memiliki sedikit atau tidak ada pengaruhnya pada perkembangan jerawat.
  • Kulit kotor. Jerawat tidak disebabkan oleh kotoran. Bahkan, menggosok kulit terlalu keras atau membersihkan wajah dengan sabun yang berbahan kimia keras malah mengiritasi kulit. Jika ini terjadi, jerawat yang sudah ada akan memburuk.

Setelah mengetahui beberapa faktor penyebab jerawat, wajarlah jika Anda berpikir untuk menghindarinya. Meski tidak semuanya dapat dihindari, namun setidaknya Anda bisa mencegah faktor yang berasal dari luar tubuh, misalnya pilihan makanan dan obat-obatan. Untuk lebih jelasnya, kunjungi artikel mengenai cara mencegah jerawat.