Jangan Abaikan 5 Gejala Penyakit Berat Ini!

504

Diedit:

Anda mulai merasakan gejala-gejala baru yang meresahkan—betis tiba-tiba membengkak atau terlihat adanya darah dalam urin. Mungkinkah ini pertanda penyakit serius yang dapat mengancam kehidupan? Tubuh memberi sinyal peringatan akan potensi bahaya jadi Anda perlu mewaspadai berbagai gejala yang muncul. Artikel ini akan membahas 6 gejala penyakit berat yang patut diperhatikan.

Beruntung, ada banyak gejala ternyata bukan sinyal dari penyakit serius. Sebagai contoh, kebanyakan sakit kepala disebabkan oleh stres, mata lelah, kurang tidur, dan berbagai penyebab umum lain. Tapi sakit kepala mendadak yang menyiksa, bagai petir di siang bolong, bisa jadi merupakan pertanda adanya perdarahan di otak.

Dengan mampu mengenali gejala penyakit berat, Anda bisa melakukan tindakan pertolongan pertama yang mungkin akan menyelamatkan nyawa. Berikut adalah 6 gejala penyakit berat yang tidak boleh diabaikan.

Kelumpuhan pada lengan atau kaki, kesemutan, mati rasa, kebingungan, pusing, penglihatan ganda, bicara cadel, sulit menemukan kata-kata, atau lemas terutama hanya di satu sisi wajah atau tubuh.

Di atas adalah gejala stroke, atau “serangan otak”, di mana pembuluh darah yang menyuplai oksigen ke otak menjadi tersumbat atau pecah, sehingga ada jaringan otak yang mati.

Gejalanya bergantung pada bagian otak yang terlibat. Apabila ada pembuluh darah besar tersumbat, suatu bagian luas dari tubuh mungkin terpengaruh. Seseorang bisa saja lumpuh di satu sisi tubuhnya dan kehilangan fungsi normal, seperti berbicara dan memahami keadaan. Jika pembuluh darah kecil yang tersumbat, kelumpuhan dapat terjadi hanya di tangan, kaki, atau wajah.

Nyeri atau ketidaknyamanan di dada; nyeri di lengan, rahang, atau leher; keringat dingin, kelemasan ekstrim, mual-muntah, ingin pingsan, atau kesulitan bernapas.

Ini merupakan gejala dari serangan jantung. Tidak setiap orang merasakan nyeri atau tekanan di dada, atau perasaan ketidaknyamanan apapun. Beberapa orang, terutama wanita, lansia, dan penderita diabetes, mengalami serangan jantung “tanpa rasa sakit”. Jadi Anda perlu memperhatikan gejala lain yang menyertainya, misalnya lemas dan pusing mendadak, jantung berdebar, sesak napas, dan keluar banyak berkeringat.

Baca juga:  Berbagai Cara Penyakit Masuk ke Tubuh Manusia

Nyeri di belakang kaki bagian bawah, nyeri dada, sesak napas, atau batuk berdarah.

Anda harus mewaspadai potensi penggumpalan darah di kaki, khususnya apabila gejalanya muncul setelah duduk untuk waktu lama. Tanda-tanda serupa bisa juga timbul jika Anda lama berbaring sesudah menjalani operasi. Ketika gumpalan darah telah pecah, ini bisa mengalir bersama peredaran darah menuju paru-paru sehingga menyebabkan sesak napas dan nyeri dada—kondisi inilah yang bisa mengancam keselamatan Anda.

Kencing darah tanpa disertai rasa sakit.

Kapan pun Anda melihat darah di urin, segera kunjungi dokter, meskipun Anda tidak merasakan sakit sama sekali. Batu ginjal, infeksi kandung kemih atau prostat adalah penyebab umum dari gejala ini, tapi biasanya disertai rasa sakit.

Namun jangan remehkan kencing darah yang tanpa rasa sakit. Ini bisa jadi adalah gejala kanker di ginjal, saluran kencing, kandung kemih, atau prostat yang masih kecil sehingga belum menimbulkan rasa sakit.

Gejala asma yang tidak bertambah buruk maupun baik

Serangan asma ditandai oleh suara bengek atau sesak napas. Meskipun kelihatannya gejala asma tetap stabil, namun apabila dibiarkan, hal ini dapat mengarah pada kelelahan otot dada yang parah dan bahkan kematian. Beberapa orang boleh jadi ragu untuk pergi ke dokter karena sudah bosan melakukannya berulang kali, atau karena tidak ada yang bisa mengantarnya ke dokter.

Jika sanggup mengenali gejala-gejala penyakit berat, Anda bisa dengan cepat memanggil atau mengunjungi dokter. Dengan mendapat perawatan sedini mungkin, berbagai penyakit serius bisa disembuhkan dan Anda pun terhindar dari kemungkinan terburuk.

Advertisement
Alinesia