Inilah Bahaya Rokok Elektrik bagi Kesehatan!

564

Diedit:

Meskipun bahaya rokok elektrik sudah sering diperingatkan beberapa waktu belakangan ini, tetap saja semakin banyak orang yang tertarik pada produk semacam itu. Kebiasaan merokok memang sudah menjadi hal yang sangat bercokol di masyarakat.

Baik pria maupun wanita yang punya hobi merokok pun telah menyadari risiko yang berpengaruh pada kesehatan mereka akibat kebiasaan tersebut. Namun berbagai bentuk kampanye berhenti merokok seolah-olah cuma menjadi bualan semata yang kerap bertolak belakang dengan sikap para perokok yang tetap tidak peduli bahaya merokok bagi dirinya maupun orang-orang di sekitarnya.

Mitos Rokok Elektrik

Rokok elektrik diperkenalkan sebagai sebuah solusi ideal bagi mereka yang gemar merokok namun tidak ingin menyebabkan risiko kesehatan bagi diri mereka sendiri dan orang di sekitarnya. Sekilas, rokok elektrik memang tidak berbahaya dan sangat menarik, terutama bagi mereka yang selama ini mengeluhkan asap rokok dan sisa abunya.

Apakah rokok elektrik tidak mengeluarkan asap? Sebetulnya jenis ini masih mengeluarkan asap, namun tidak menimbulkan abu sisa pembakaran. Jadi, kesannya akan lebih praktis karena tidak perlu berbekal berbungkus-bungkus rokok atau mencari asbak untuk menampung sisa abu dan puntungnya. Tidak mengherankan bahwa kebanyakan orang yang menggunakan rokok elektrik melihat dari sisi ekonomisnya karena dianggap bisa lebih berhemat. Apalagi, sensasi rasa yang dinikmati pun bisa berbeda-beda tergantung selera, misalnya dengan mengganti rasa dari rokok elektrik tersebut.

Ukuran dan desainnya pun berbeda-beda, mulai dari yang menyerupai rokok kebanyakan, hingga bentuknya yang seperti pipa atau cerutu panjang. Sangat mencuri perhatian mereka yang ingin bergaya elegan dan ekslusif dengan sebatang rokok di ujung jari.

Risiko Kesehatan Rokok Elektrik

Namun apakah produk ini benar-benar terbukti lebih aman dari rokok biasa? Sejumlah penelitian telah mengungkapkan berbagai data tentang risiko dan bahaya dari rokok elektrik. Bahkan, sebuah penelitian di Jepang menyatakan bahwa rokok elektrik menyimpan risiko sepuluh kali lipat dibandingkan dengan rokok biasa. Apa saja yang sebenarnya menjadi penyebab timbulnya bahaya rokok elektrik tersebut? Berikut akan dijabarkan penyebabnya.

  • Propylene Glycol

    Bahan ini diaktifkan melalui sistem pemanas yang dipicu oleh sensor di bagian ujung rokok. Sensor tersebut bekerja secara otomatis melalui aliran udara yang dihisap ke mulut, sehingga baterai menyalakan sistem pemanas, menguapkan nikotir cain, dan sekaligus menguapkan propylene glycol. Jadi, sebenarnya hampir tidak ada bedanya dengan rokok biasa yang dinyalakan dengan api dan menimbulkan asap setelah dihisap ke mulut. Asap yang dihasilkan oleh rokok elektrik juga sama bahayanya dengan rokok biasa karena mengandung aerosol dan berpotensi merusak paru-paru.

  • Carbonyl

    Banyak yang berpendapat kalau rokok elektrik lebih aman karena ada pengaturan kadar nikotin di dalamnya. Caranya dengan mengatur suhu yang dipanaskan oleh rokok ini. Tapi tetap saja bahwa kandungan di dalamnya merupakan nikotin, dan parahnya lagi ialah berbentuk sintetis yang sangat rentan dalam paru-paru. Terlalu sering menghirup nikotin sintetis akan menyebabkan iritasi dalam paru-paru, karena nikotin yang dipanaskan berubah menjadi carbonyl. Suhu yang semakin tinggi juga akan mempercepat produksi sekaligus meningkatkan kadar carbonyl. Efeknya hampir sama persis dengan rokok biasa dengan kadar nikotin yang normal.

  • Nikotin Sintesis

    Bahaya nikotin sintesis dalam rokok elektrik sudah disebutkan di atas dengan risiko iritasi paru-paru. Apapun yang dihisap dalam rokok elektrik sebetulnya adalah nikotin sintesis meskipun telah dicampur dengan pengawet buatan atau campuran rasa tertentu. Campuran rasa yang bisa kita jumpai pada produk-produk olahan makanan memang terbilang aman. Tapi akan berbeda kasusnya ketika sudah dicampurkan dengan nikotin sintesis dan dikonsumsi dalam bentuk rokok. Terlalu sering menghisap rokok elektrik dengan kadar nikotin sintesis dan bahan-bahan campuran tersebut bisa menyebabkan pneumonia.

  • Formalin dan Asetaldehida

    Rokok elektrik mengandung bahan-bahan formalin dan asetaldehida yang lebih berbahaya daripada rokok biasa. Hal ini sudah diungkapkan oleh penelitian dari Kementerian Kesehatan Jepang. Selain itu, ditemukan juga beberapa bahan kandungan formaldehyde dan karsinogen di dalam jenis rokok tersebut. Perlu Anda ketahui bahwa formaldehyde merupakan bahan yang sering digunakan sebagai campuran untuk cairan balsem atau bahan-bahan bangunan. Kandungan karsinogen dalam rokok ini juga lebih banyak sepuluh kali lipat dibandingkan dengan rokok tembakau biasa.

  • Karbon Monoksida, Diethylene Glycol, dan Tobacco Specific Nitrosamines

    Bahan-bahan tersebut telah terbukti sangat berbahaya bagi kesehatan dan sering ditemukan dalam rokok elektrik. Efeknya sangat riskan pada paru-paru dan cenderung menghambat sistem pernapasan. Kadar karbon monoksida akan meningkat secara drastis dalam tubuh, ketika nikotin sintesis yang telah diatur suhunya diuapkan selama sekitar lima menit.

Baca juga:  Dampak Rokok Elektrik, Amankah bagi Tubuh?

Saat pertama kali diperkenalkan pada publik, rokok elektrik memang terkesan tidak punya efek samping apapun. Bahkan rokok jenis ini kerap digunakan sebagai bagian dari terapi menghentikan kebiasaan merokok tembakau, atau dengan sengaja menggantinya untuk mengurangi risiko kesehatan akibat nikotin dan tar dalam tembakau. 

Di Indonesia sendiri, peringatan tentang bahaya rokok elektrik sudah disampaikan langsung oleh BPOM. Apalagi, banyak produk rokok elektrik tersebut yang sebenarnya ilegal dan belum melalui proses pengujian oleh Dinas Kesehatan. Sebagian produk rokok elektrik juga didesain supaya tidak menimbulkan bau atau asap. Namun efeknya pada kesehatan sebetulnya sama berbahayanya. Oleh sebab itu, sangat penting untuk mewaspadai penggunaan rokok elektrik apalagi jika tujuannya untuk bergaya hidup lebih sehat. Yang lebih penting ialah memahami kandungan zat-zat yang terkandung dalam sebuah produk dan dampaknya bagi kesehatan tubuh.

Advertisement
Alinesia