Mungkinkah Membersihkan Paru-Paru Setelah Berhenti Merokok?


By Cindy Wijaya

Bicara soal berhenti merokok, semua pakar kesehatan sepakat bahwa itu adalah sebuah keputusan terbaik untuk meningkatkan kesehatan Anda. Fakta soal rokok yang berbahaya untuk tubuh Anda tidak lagi terbantahkan dengan melimpahnya bukti-bukti yang ada.

Salah satu bahaya terbesar dari rokok akan dialami oleh paru-paru Anda. Ini karena asap rokok yang Anda hisap ketika merokok akan langsung terhirup oleh paru-paru. Asap rokok ini pertama kali mengontaminasi jaringan dan sel dalam paru-paru Anda.

Apa yang Terjadi pada Paru-Paru Ketika Anda Merokok?

Menurut sumber National Geographic Indonesia, tepat ketika Anda menghisap asap rokok, asap itu mulai menyentuh sel-sel dalam paru-paru, dan di saat itulah paru-paru Anda mulai mengalami kerusakan selapis demi selapis.

Beberapa jam setelah seseorang menghisap rokok, kerusakan pertama akan muncul. Diawali dengan kelumpuhan dari silia atau bulu-bulu halus yang melapisi saluran menuju paru-paru. Ini menyebabkan terganggunya sistem normal tubuh yang secara alami bereaksi atas masuknya kotoran dan debu pada saluran pernapasan.

Silia juga seharusnya bereaksi terhadap kelebihan lendir pada area saluran pernapasan. Sehingga ketika terjadi penumpukan lendir, secara otomatis tubuh akan batuk. Batuk sebenarnya adalah bentuk refleks alami tubuh untuk mendorong keluar kotoran, debu, dan lendir dari wilayah saluran pernapasan.

Masalahnya, sejumlah unsur kimia dalam asap rokok justru mengaktifkan sel penghasil lendir. Dan dengan lumpuhnya fungsi silia pada saluran pernapasan, lendir-lendir yang semestinya bisa dikeluarkan oleh tubuh malah mengendap pada saluran pernapasan.

Masalah jauh lebih besar akan timbul kalau reaksi ini berulang, bahkan terjadi tahunan, atau mungkin puluhan tahun. Ketika silia pada saluran pernapasan terus menerus mengalami gangguan fungsi dan kelumpuhan sebagai reaksi terhadap unsur kimia dari asap rokok.

Maka, bukan mustahil kelumpuhan yang awalnya bersifat sementara, akan berubah menjadi permanen. Artinya silia pada saluran pernapasan sama sekali tak mampu berfungsi untuk mengendalikan serta menekan jumlah benda-benda asing dan kotoran pada sistem pernapasan.

Lendir dan kotoran akan dengan sangat mudah mengontaminasi saluran pernapasan sehingga akhirnya secara langsung merusak sel-sel dalam sistem pernapasan, terutama paru-paru. Akumulasi lendir akan menyumbat sistem pernapasan. Ini yang kemudian menyebabkan perokok menjadi gampang merasa lelah dan sesak, karena saluran pernapasan mereka pada dasarnya tersumbat.

Untuk Anda pahami pula bahwa dalam asap rokok itu sendiri tersimpan substansi mikro yang bersifat korotif dan merusak sel-sel paru-paru. Substansi mikro bersifat korotif ini akan dengan mudahnya menumpuk di dalam sel-sel paru-paru.

Inilah yang menyebabkan mereka yang telah merokok lebih dari 20 tahun dengan tingkat pemakaian rokok yang relatif tinggi akan memiliki risiko tinggi menderita penyakit paru-paru, termasuk kanker paru-paru dan radang paru-paru akut. Risiko lain yang mengancam adalah emfisema, sejenis Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK).

Emfisma akan menyebabkan kerusakan pada alveoli, bagian dari paru-paru dimana terjadi pertukaran oksigen dengan karbon dioksida. Tubuh menjadi kekurangan oksigen dan fungsi seluruh tubuh menurun secara drastis, sementara penderitanya mengeluhkan sesak nafas.

Pada dasarnya kerusakan paru-paru akan terjadi secara akumulatif. Semakin banyak batang rokok yang Anda hisap, semakin berat kerusakan yang mungkin terjadi. Perokok berat dan dalam jangka waktu lama, hingga puluhan tahun, memiliki risiko lebih besar.

Semakin banyak asap rokok yang mereka hisap, semakin besar kerusakan yang akan terjadi. Dan semakin berat pula bagi tubuh untuk memperbaiki diri. Itulah sebabnya, satu-satunya pilihan yang harus ditempuh para perokok adalah menghentikan kebiasaan buruk ini sesegera mungkin, jika mereka memang peduli dengan kesehatan. Tetapi pada dasarnya tidak ada kata terlambat untuk berhenti merokok, Anda tetap bisa merasakan manfaatnya meski sudah mengisap rokok selama puluhan tahun.

Apa yang Akan Terjadi Setelah Berhenti Merokok?

Sebagaimana dijelaskan, tak ada kata terlambat. Semakin cepat memang lebih baik, tetapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Setiap kali Anda memutuskan untuk berhenti merokok, di saat itulah Anda mengambil kesempatan untuk menyelamatkan sel-sel sehat yang tersisa.

Apa yang akan Anda alami setelah berhenti merokok? Beberapa penjelasan berikut bisa memberikan gambaran secara umum.

  • Gejala penarikan

    Dalam beberapa hari timbul gejala-gejala penarikan (withdrawal) yang mengusik. Ini karena tubuh Anda sudah kecanduan rokok, dan ini memengaruhi sejumlah fungsi saraf. Sehingga membuat tubuh Anda bereaksi negatif sementara, mungkin untuk 1 – 3 hari, tergantung sejauh mana ketergantungan Anda akan rokok.

    Pada tahap kecanduan yang serius, Anda mungkin merasakan penurunan berbagai fungsi yang dicirikan dengan gejala pegal-pegal, lemas, dan pusing. Bahkan kadang juga disertai perasaan tidak nyaman saat bernapas.

  • Membersihkan paru-paru

    Awal dari proses membersihkan paru-paru terlihat ketika Anda mulai lebih sering batuk. Jangan melihatnya sebagai tanda bahaya, karena justru batuk adalah tanda silia pada saluran pernapasan sudah mulai aktif. Menurut sumber LIVESTRONG.COM, silia yang mulai aktif ini mengatasi penumpukan lendir pada saluran pernapasan Anda, yang juga disertai sejumlah bakteri dan substansi korotif di dalamnya.

    Karenanya, kemudian silia mendorong Anda untuk lebih sering batuk agar dapat mengeluarkan lendir berlebih yang menumpuk tersebut. Gejala-gejala batuk ini mungkin berlangsung hingga hari ke-15 bahkan ke-20 setelah berhenti merokok.

  • Penurunan produksi lendir

    Setelah berhenti merokok 1 bulan, batuk mulai mereda secara signifikan. Ini karena pada masa ini kinerja sel-sel penghasil lendir akan berkurang cukup drastis. Hal ini diungkap dalam European Respiratory Journal maret 2004 dengan tajuk jurnal The impact of smoking cessation on respiratory symptoms, lung function, airway hyperresponsiveness and inflammation.

    Dikatakan bahwa setelah masa 1 hingga 2 bulan, efek buruk unsur kimia asap rokok yang memicu pengaktifan berlebihan terhadap sel-sel produsen lendir akan menurun. Dan ini menyebabkan produksi lendir pada saluran pernapasan juga turun.

    Sebelumnya, perokok memang sangat mudah batuk berdahak bahkan juga tersedak. Kemudian timbul gejala-gejala batuk setelah berhenti merokok yang mungkin cukup berat. Semua ini terjadi karena efek aktivasi berlebihan sel-sel produsen lendir yang terjadi sewaktu Anda merokok.

  • Perbaikan kemampuan bernapas

    Karena tubuh perlahan-lahan membersihkan paru-paru, selama masa 1 bulan Anda mengalami perbaikan kemampuan bernafas. Mereka yang merokok, terutama perokok berat, akan mengalami penurunan fungsi bernapas. Volum udara yang berhasil mereka tarik dalam satu hembusan nafas akan menurun. Secara medis ini ditandai dengan FEV1, yakni jumlah udara maksimal yang dihembuskan saat detik pertama pengambilan nafas.

    Menurut sumber LIVESTRONG.COM, secara bertahap nilai FEV1 akan bertambah mulai dari minggu pertama setelah berhenti merokok. Perubahan akan terus terjadi bahkan hingga masa 1 tahun dan mendekati kemampuan bernapas mereka yang tidak merokok.

  • Perbaikan suplai oksigen

    Pada masa 1 tahun sejumlah sel-sel rusak pada paru-paru, termasuk pada alveoli, akan berangsur pulih. Pada tahap lanjut mantan perokok akan merasakan tubuh mereka lebih segar dari sebelumnya. Efek ini kadang sudah mulai mereka rasakan 1 bulan setelah berhenti merokok.

    Alasannya karena sel darah dalam tubuh mendapatkan suplai oksigen dengan lebih baik. Sebelumnya, karena merokok jumlah oksigen yang bisa dihirup tidak dapat maksimal. Sedangkan fungsi alveoli dalam pertukaran oksigen dengan karbon dioksida juga terganggu. Sehingga kadar oksigen dalam sel darah tidak dapat optimal dan memengaruhi suplai oksigen ke seluruh tubuh.

    Proses membersihkan paru-paru dan fungsi pernapasan secara keseluruhan ini membantu mengoptimalkan kadar oksigen yang terangkut oleh sel darah, meningkatkan suplai oksigen ke seluruh tubuh. Anda akan merasa lebih segar dan bugar.

  • Penurunan risiko kanker

    Bersama dengan masuknya asap rokok, tubuh Anda terpapar setidaknya 60 macam substansi karsinogen. Bukan saja bersifat korotif, tetapi juga merusak sel secara lebih masif dan mendorong sel-sel untuk bekerja abnormal, termasuk membentuk sel kanker. Kabar buruknya pengaruh negatif dari substansi karsinogen ini bahkan masih bekerja hingga 15 tahun setelah berhenti merokok.

    Tetapi setidaknya, ketika Anda berhenti merokok, saat itulah tubuh perlahan membentuk perlawanan alami terhadap substansi karsinogen ini. Dalam proses bertahap tingkat risiko kanker seseorang akan turun. Proses ini berjalan relatif lambat, setidaknya hingga 15 – 20 tahunan. Demikian dijelaskan dalam Journal of Medical Screening september 2015 dengan tajuk Lung cancer risk by years since quitting in 30+ pack year smokers.

Pada dasarnya tubuh sudah memiliki sebuah sistem alami memperbaiki diri yang cukup baik. Sehingga secara otomatis tubuh akan menyembuhkan dirinya sendiri setelah bahan-bahan aktif yang merusak berhenti masuk ke dalam tubuh.

Hanya saja pada kasus perokok, kemampuan tubuh memperbaiki diri, termasuk membersihkan paru-paru, akan sangat bergantung pada sejauh mana tubuh telah terkontaminasi racun dari asap rokok. Semakin berat kerusakan, semakin lama waktu yang dibutuhkan tubuh untuk memperbaiki diri. Juga ada kemungkinan sejumlah kerusakan terlanjur bersifat permanen atau sangat sulit dipulihkan.

Itu sebabnya, semakin awal Anda coba berhenti merokok, semakin baik juga manfaat dan hasilnya. Karena semakin banyak sel sehat yang berhasil Anda selamatkan, semakin cepat paru-paru Anda menyembuhkan diri.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.