Bahaya Perokok Pasif—Jangan Sepelekan Risiko Penyakit Akibat Asap Rokok!


By Cindy Wijaya

Kita tahu merokok itu berbahaya. Tapi bukan cuman orang yang merokok; orang yang tinggal serumah dengannya, teman-teman, rekan kerja, tetangga, bahkan hewan peliharaannya juga ikut terkena dampak asap rokok. Mereka disebut perokok pasif.

Karena itulah di beberapa tempat ada larangan untuk merokok di tempat umum. Tapi sayangnya tidak semua orang mengerti akan bahaya perokok pasif, dan menganggap sepele bahaya asap rokok bagi orang sekitar.

Garis Besar Pembahasan:

  • Siapa saja yang termasuk perokok pasif?
  • Apa bahaya perokok pasif?
  • Apakah perokok pasif lebih berbahaya dari perokok aktif?

Siapa Saja yang Termasuk Perokok Pasif?

Sewaktu seseorang menyalakan rokok, kebanyakan asapnya tidak akan dihirup dan masuk ke dalam paru-paru orang tersebut. Asap itu terbang ke udara, seolah dibagi-bagi ke orang lain yang ada di sekitarnya.

Lembaga kesehatan NHS menjelaskan bahwa asap yang dihembuskan oleh perokok dan ditambah asap “sampingan” yang dihasilkan dari ujung rokok yang menyala disebut dengan istilah secondhand smoke.

Siapa pun di dekatnya yang menghirup secondhand smoke disebut sebagai perokok pasif. Walaupun tidak secara langsung merokok, tapi mereka juga terkena dampak kesehatan dari asap rokok.

Orang yang terus-menerus menjadi perokok pasif lebih mungkin untuk menderita penyakit yang sama dengan yang sering diderita perokok.

Ibu hamil dan anak kecil lebih riskan mengalami masalah serius jika mereka menjadi perokok aktif.

Apa Bahaya Perokok Pasif?

Ilustrasi penyakit akibat asap rokok
Photo by Geri Tech from Pexels via Canva

Secondhand smoke adalah campuran mematikan dari lebih dari 4 ribu zat pengiritasi, racun, dan penyebab kanker.

Kebanyakan asap itu tidak terlihat dan tidak berbau, jadi tidak soal seberapa berhati-hati Anda, Anda bisa tetap menghirup racun berbahaya ini jika berada di sekitar perokok.

Anda juga tidak terlindung meski membuka jendela dan pintu atau pergi ke ruangan lain di rumah untuk menghindari perokok. Asap dapat bertahan di udara selama 2 – 3 jam setelah seseorang selesai merokok, meskipun jendela terbuka.

Selain itu, meski sudah membatasi aktivitas merokok hanya di satu ruangan, asapnya akan menyebar ke seluruh ruangan di mana orang lain akan menghirupnya.

Penyakit Akibat Asap Rokok

Apa saja bahaya perokok pasif? Berikut adalah sejumlah penyakit akibat asap rokok berdasarkan informasi dari lembaga kesehatan CDC.

Kanker Paru-Paru

Orang dewasa yang tidak merokok tapi menjadi perokok pasif risiko kanker paru-parunya meningkat jadi 20-30 %. Perokok pasif menghirup banyak zat dan racun penyebab kanker yang juga dihirup oleh perokok aktif.

Bahkan sebentar menghirup secondhand smoke saja bisa merusak sel-sel tubuh yang memicu proses pertumbuhan kanker. Namun sama halnya dengan perokok aktif, semakin lama dan semakin banyak menghirup secondhand smoke, maka semakin besar juga risiko kanker paru-paru.

Penyakit Jantung & Stroke

Bahaya asap rokok bagi orang sekitar bukan hanya pada paru-paru, tapi juga pada jantung. Menghirup asap rokok orang lain berdampak langsung pada jantung pembuluh darah, serta bisa menyebabkan penyakit jantung koroner dan stroke.

Bahaya perokok pasif untuk menderita penyakit jantung koroner ini cukup besar, karena risiko mereka meningkat sebesar 25-30%. Sedangkan untuk penyakit stroke, risikonya meningkat sebesar 20-30%.

Bahkan menghirup asap rokok orang lain dalam waktu singkat saja bisa merusak lapisan pembuluh darah dan menyebabkan trombosit darah jadi lebih lengket. Perubahan ini bisa meningkatkan risiko serangan jantung.

Gangguan pada Ibu Hamil

Ibu hamil yang menjadi perokok pasif lebih rentan melahirkan secara prematur dan bayinya lebih riskan lahir dengan berat badan rendah, yang meningkatkan risiko masalah kesehatan lainnya.

Sindrom Kematian Bayi Mendadak

Bayi baru lahir yang menjadi perokok pasif lebih mungkin untuk meninggal akibat sindrom kematian bayi mendadak. Sindrom ini adalah kematian yang mendadak dan tidak jelas penyebabnya dalam satu tahun pertama kehidupan bayi.

Zat-zat kimia dari asap rokok tampaknya dapat memengaruhi otak bayi sehingga mengganggu pengaturan pernapasan pada bayi.

Asma & Penyakit Pernapasan Lain

Bahaya perokok pasif juga ada pada anak kecil. Anak-anak perokok pasif berisiko mengalami infeksi pernapasan akut seperti pneumonia dan bronkitis, penyakit telinga bagian tengah, asma yang lebih sering dan lebih serius, gejala-gejala pernapasan, dan pertumbuhan paru-paru yang lambat.

Ilustrasi bahaya asap rokok bagi orang sekitar
Photo by maroke from Getty Images via Canva

Anak-anak perokok pasif lebih sering mengalami gejala seperti mengi, batuk-batuk, dan sesak napas.

Asap rokok bisa memicu serangan asma pada anak kecil. Anak kecil penderita asma yang menghirup asap rokok bisa mengalami ssrangan asma yang lebih serius dan lebih sering.

Anak-anak perokok pasif lebih rentan mengalami infeksi telinga. Mereka juga lebih sering punya cairan di telinganya, dan lebih sering membutuhkan prosedur medis untuk mengeluarkan cairan itu dari telinganya.

Apakah Perokok Pasif Lebih Berbahaya dari Perokok Aktif?

Cleveland Clinic menjelaskan bahwa asap dari rokok yang menyala tidaklah difilter (disaring). Karena itu dapat memiliki lebih banyak racun berbahaya daripada asap yang dihembuskan seorang perokok.

Tapi apakah itu berarti perokok pasif lebih berbahaya dari perokok aktif? Tidak. Merokok aktif (secara langsung) tetaplah lebih berbahaya bagi kesehatan daripada merokok pasif. Perokok aktif juga menghirup asap dari rokoknya, yang dikatakan lebih banyak mengandung racun berbahaya.

CDC menyebutkan bahwa merokok dapat merusak hampir setiap organ dalam tubuh, menyebabkan banyak penyakit, dan mengurangi kesehatan seorang perokok secara keseluruhan. Bahkan merokok termasuk penyebab kematian utama yang sebenarnya bisa dicegah.

Statistik menunjukkan bahwa perokok aktif lebih mungkin daripada non-perokok untuk mengembangkan penyakit jantung, stroke, dan kanker paru-paru. Risiko untuk penyakit jantung koroner naik 2-4 kali lipat, untuk stroke naik 2-4 kali, untuk kanker paru-paru naik 25 kali pada pria dan naik 25,7 kali pada wanita.

Ilustrasi apakah perokok pasif lebih berbahaya dari perokok aktif
Photo by Sintrax from Getty Images via Canva

Kesimpulan

Siapa yang termasuk perokok pasif? Siapa pun yang menghirup secondhand smoke (asap rokok orang lain dan asap yang dihembuskan oleh perokok) disebut sebagai perokok pasif. Ini bisa termasuk anggota keluarga serumah, teman-teman, rekan kerja, tetangga, atau bahkan hewan peliharaan.

Apa bahaya perokok pasif? Ada berbagai risiko penyakit akibat asap rokok yang dihirup, terutama secara terus-menerus, antara lain: kanker paru-paru, penyakit jantung, stroke, sindrom kematian bayi mendadak, asma dan gangguan pernapasan lainnya.

Apakah perokok pasif lebih berbahaya dari perokok aktif? Tidak. Merokok aktif (secara langsung) tetap lebih berbahaya daripada merokok pasif. Statistik menunjukkan bahwa perokok aktif lebih mungkin untuk menderita penyakit jantung, stroke, dan kanker paru-paru daripada non-perokok.

Demikianlah artikel ini yang membahas tentang bahaya perokok pasif. Semoga informasi ini memperkuat tekad Anda untuk semakin menghindari asap rokok dan berhenti merokok agar tidak melukai kesehatan orang di sekitar Anda. Temukan juga artikel-artikel menarik lain seputar kesehatan hanya di Deherba.com.

Tentang Penulis

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di Bogor “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan. Silakan klik di sini untuk kontak penulis via WhatsApp.

Anda mendapat manfaat dari artikel-artikel kami? Mohon berikan ulasan untuk terus menyemangati kami menulis > Google Review

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}