Deherba.com | Situs Herbal No. 1 Indonesia
hubungi kami

Mohon maaf kami tidak bisa melayani Anda dari tgl 17-19 Nov. Pembelian produk tetap bisa dilakukan melalui Lazada.co.id. atau Tokopedia.com. Terima kasih untuk pengertiannya.
Hipertensi Hipertensi

Hipertensi—Hati-Hati dengan Pembunuh Senyap yang Mengintai Anda Ini

Banyak orang masih menganggap penyakit ini sepele padahal penyakit ini dijuluki 'silent killer' atau pembunuh senyap. Hipertensi atau tekanan darah tinggi tanpa gejala yang jelas dapat memengaruhi organ tubuh lain seperti jantung dan otak—dengan cara yang buruk, bahkan sangat buruk.

Artikel ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai hipertensi dan mengapa Anda perlu menghindari atau mengatasi kondisi tekanan darah tinggi. Pertama-tama, mari kita cari tahu dulu apa itu hipertensi.

Apa Itu Hipertensi?

Saat jantung berdetak, darah dipompa ke seluruh tubuh untuk menyalurkan kepada mereka energi dan oksigen yang dibutuhkan. Sewaktu mengalir, darah juga mendorong ke sisi-sisi dinding pembuluh darah dan kekuatan dorongan darah inilah yang disebut sebagai tensi atau tekanan darah.

Hipertensi adalah saat ketika tekanan darah terhadap dinding-dinding pembuluh darah menjadi terlalu kuat atau terlalu tinggi. Keadaan ini memberi beban ekstra bagi pembuluh darah dan bagi organ jantung. Apabila dibiarkan seperti ini, maka kondisi tersebut bisa mengakibatkan serangan jantung atau stroke.

Mungkin yang Anda pikirkan sekarang adalah, “Bagaimana cara mengenali tanda-tanda saat tensi darah sudah tinggi?”. Sayang sekali, tubuh tidak akan selalu memberikan gejala darah tinggi yang jelas, malahan biasanya tidak ada gejalanya. Satu-satunya cara untuk mengetahui tensi darah dengan jelas adalah dengan mengukurnya menggunakan alat ukur tensi.

Para ahli medis menganjurkan Anda agar rutin melakukan pemeriksaan tensi setidaknya dua tahun sekali setelah umur 18 tahun. Jika Anda punya riwayat hipertensi, maka dianjurkan pemeriksaan setidaknya setiap 6 bulan sekali.

Anda mungkin hanya mengenal istilah tekanan darah tinggi atau hipertensi. Namun, tahukah Anda, hipertensi memiliki beberapa tipe? Mengetahui tipe-tipe ini akan membantu Anda memahami cara menurunkan darah tinggi yang terbaik bagi Anda.

Apa Saja Tipe-Tipe Hipertensi?

Anda mungkin sudah tahu 2 jenis hipertensi adalah tekanan darah tinggi primer dan sekunder. Ya, 2 tipe itulah yang paling banyak dialami kebanyakan orang.

Sedangkan empat jenis lainnya sangat jarang terjadi namun tetap perlu diwaspadai. Keempat jenis hipertensi tersebut adalah Hipertensi Maligna, Hipertensi Sistolik Terisolasi, Hipertensi White Coat, dan Hipertensi Resisten.

  • Hipertensi Primer

    Hampir 95% dari semua kasus hipertensi yang ditemukan adalah tekanan darah tinggi primer atau disebut juga hipertensi esensial. Penyebabnya adalah gabungan dari beberapa faktor yakni keturunan, gaya hidup, berat badan, dan lainnya. Biasanya, dokter menyarankan untuk melakukan perubahan pada gaya hidup dan pola makan. Jika perubahan gaya hidup tidak menurunkan tekanan darah, dokter biasanya akan memberikan obat-obatan untuk menormalkan tekanan darah.

  • Hipertensi Sekunder

    Hipertensi sekunder disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor penyebab hipertensi sekunder yang paling umum adalah kerusakan dan disfungsi ginjal. Penyebab lainnya adalah tumor, masalah pada kelenjar tiroid, kondisi selama kehamilan, dan lain-lain. Biasanya hipertensi jenis ini bisa disembuhkan jika penyebabnya lebih dulu disembuhkan.

  • Hipertensi Maligna

    Hipertensi maligna bisa disebabkan oleh tekanan darah yang dibiarkan tinggi terlalu lama, penyakit ginjal, cedera tulang belakang, tumor kelenjar adrenal, dan penggunaan obat-obatan. Jika dalam lima tahun hipertensi maligna tidak diobati, konsekuensinya adalah kematian yang disebabkan oleh kerusakan otak, jantung, dan gagal ginjal. Namun, hipertensi jenis ini dapat diobati dengan catatan pengobatan dilakukan secara intensif dan berkelanjutan. Seseorang yang menderita hipertensi jenis ini merasakan kebas di sekujur tubuh, penglihatan kabur, kecemasan, dan sangat kelelahan.

  • Hipertensi Sistolik Terisolasi

    Jenis hipertensi ini disebabkan oleh usia tua, mengonsumsi tembakau, diabetes, dan diet yang salah. Pada hipertensi ini, arteri menjadi kaku sehingga menyebabkan sistolik (tekanan darah saat jantung berkontraksi) sangat tinggi sedangkan diastolik (tekanan darah saat jantung istirahat) normal.

  • Hipertensi White Coat

    Hipertensi jenis ini hanya terjadi jika pasien sedang berada di pusat klinik atau rumah sakit. Jenis tekanan darah tinggi ini disebabkan oleh kegugupan saat akan diperiksa oleh pihak rumah sakit. Di luar rumah sakit, tekanan darah pasien ini sangat normal. Jika terjadi hal yang sama dalam pemeriksaan ulang maka jenis hipertensi ini tidak perlu diobati.

  • Hipertensi Resisten

    Penderita hipertensi resisten tidak merespon obat apapun lagi dan bisa disebabkan oleh penyakit ginjal, abnormalitas hormon, gangguan tidur, obesitas, dan kelebihan alkohol. Hipertensi dikatakan resisten jika 3 jenis obat tidak sanggup menurunkan tekanan darah. Maka diperlukan 4 macam jenis obat untuk menurunkan tekanan darah.

Dari enam jenis hipertensi yang ada memang hanya dua jenis yang paling sering ditemukan. Namun, tak ada salahnya untuk melakukan pemeriksaan yang akurat untuk mengetahui jenis hipertensi apa yang Anda alami sehingga pengobatan akan berjalan efektif.

Lalu pertanyaannya sekarang setelah memahami hipertensi, “Apakah ada cara menurunkan darah tinggi yang sudah dibuktikan ampuh?” Ya, tentunya ada! Banyak orang mengakui bahwa cara terbaik untuk menurunkan darah tinggi adalah dengan mengupayakan gaya hidup sehat. Untuk mengetahuinya, silakan baca artikel berikut: Cara Menurunkan Darah Tinggi yang Terbaik.

Dalam artikel tersebut salah satunya dianjurkan mengonsumsi obat herbal sebagai alternatif obat darah tinggi alami bagi Anda yang takut dengan efek samping obat-obatan kimia. Dan yang direkomendasikan adalah herbal Noni juice. Alasan mengapa Noni juice bisa dipercayai sebagai herbal hipertensi akan sedikit kami jelaskan berikut ini.

Noni Juice: Obat Hipertensi Alami

Noni juice bisa diandalkan meskipun Anda memutuskan untuk tidak mengonsumsi obat dokter. Suatu penelitian yang dipublikasikan oleh American Chemical Society mengajak 10 orang penderita darah tinggi—7 pria dan 3 wanita, berusia 28-56 tahun—untuk menguji coba mengonsumsi Noni juice setiap hari selama 1 bulan.

10 orang ini yang didiagnosis hipertensi adalah yang tidak sedang mengonsumsi obat kimia apapun. Setiap hari mereka meminum produk Noni juice yang mengandung 89%. Setelah selesai 1 bulan didapati hasil rata-rata tensi darah mereka adalah sekitar 132/76 (dalam batas normal), sedangkan sebelum uji coba rata-rata tensi darah mereka adalah 144/83 (sudah hipertensi). Jurnal penelitian ini bisa dilihat di situs ACS Publications.

Dari bukti penelitian tersebut diperlihatkan bahwa Noni juice efektif menurunkan hipertensi walaupun hanya dikonsumsi selama 1 bulan.

Obat darah tinggi kimia memang seringkali lebih cepat memberi efek menurunkan tensi darah, tetapi tidak bisa dipungkiri efek tersebut cenderung cepat datang tapi juga cepat pergi. Namun Noni juice biasanya bekerja secara perlahan (biasanya butuh waktu sekitar 1 bulan), tetapi efeknya lebih bertahan lama.

Bagi Anda yang saat ini sedang mencari pengobatan alami terbaik untuk darah tinggi, maka kami menganjurkan Anda membaca artikel: Noni Juice—Obat Darah Tinggi Alami Taklukan Hipertensi Tanpa Ampun! Bisa jadi pilihan obat alami ini membawa Anda pada pernyataan, “Hipertensi adalah masa lalu.”

BACA JUGA ARTIKEL REKOMENDASI HERBAL BERIKUT:

Noni Juice Teruji Untuk Darah Tinggi, Diabetes, Asam Urat, Gangguan Jantung

noni fruit 10
Noni juice telah membantu banyak orang untuk bebas dari darah tinggi, diabetes tipe 1 & 2, asam urat, gangguan jantung. Noni juga efektif untuk penderita kolesterol, stroke, sulit tidur, stress […] Baca Selengkapnya »

Penting: Form komentar di bawah ini hanya digunakan untuk berbagi informasi antar pengunjung situs web ini. Apabila Anda ingin menghubungi kami silakan kunjungi halaman hotline kami »
FOLLOW DEHERBA.COM:
instagram