Banyak orang masih menganggap penyakit ini sepele padahal penyakit ini dijuluki ‘silent killer’ atau pembunuh senyap. Hipertensi atau tekanan darah tinggi tanpa gejala yang jelas dapat memengaruhi organ tubuh lain seperti jantung dan otak—dengan cara yang buruk, bahkan sangat buruk.

Artikel ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai darah tinggi (hipertensi) dan mengapa Anda perlu menghindari atau mengatasi kondisi tekanan darah tinggi. Pertama-tama, mari kita cari tahu dulu apa itu hipertensi.

Apa Itu Darah Tinggi?

Saat jantung berdetak, darah dipompa ke seluruh tubuh untuk menyalurkan kepada mereka energi dan oksigen yang dibutuhkan. Sewaktu mengalir, darah juga mendorong ke sisi-sisi dinding pembuluh darah dan kekuatan dorongan darah inilah yang disebut sebagai tensi atau tekanan darah.

Hipertensi adalah saat ketika tekanan darah terhadap dinding-dinding pembuluh darah menjadi terlalu kuat atau terlalu tinggi. Keadaan ini memberi beban ekstra bagi pembuluh darah dan bagi organ jantung. Apabila dibiarkan seperti ini, maka kondisi tersebut bisa mengakibatkan serangan jantung atau stroke.

Tekanan darah normal yang harus dicapai adalah 120 untuk angka di atas, dan 80 untuk angka di bawah (dibaca 120 per 80). Angka tekanan darah ini perlu diupayakan demi mendapatkan kesehatan yang prima dan mengurangi sekecil mungkin risiko penyakit jantung dan stroke.

Para ahli medis menganjurkan Anda agar rutin melakukan pemeriksaan tensi setidaknya dua tahun sekali setelah umur 18 tahun. Jika Anda punya riwayat hipertensi, maka dianjurkan pemeriksaan setidaknya setiap 6 bulan sekali.

Anda mungkin hanya mengenal istilah tekanan darah tinggi atau hipertensi. Namun, tahukah Anda, hipertensi memiliki beberapa tipe? Mengetahui tipe-tipe ini akan membantu Anda memahami cara menurunkan darah tinggi yang terbaik bagi Anda.

Apa Saja Tipe-Tipe Darah Tinggi?

Anda mungkin sudah tahu 2 jenis hipertensi adalah tekanan darah tinggi primer dan sekunder. Ya, 2 tipe itulah yang paling banyak dialami kebanyakan orang.

Sedangkan empat jenis lainnya sangat jarang terjadi namun tetap perlu diwaspadai. Keempat jenis hipertensi tersebut adalah Hipertensi Maligna, Hipertensi Sistolik Terisolasi, Hipertensi White Coat, dan Hipertensi Resisten.

  • Hipertensi Primer

    Hampir 95% dari semua kasus hipertensi yang ditemukan adalah tekanan darah tinggi primer atau disebut juga hipertensi esensial. Penyebabnya adalah gabungan dari beberapa faktor yakni keturunan, gaya hidup, berat badan, dan lainnya. Biasanya, dokter menyarankan untuk melakukan perubahan pada gaya hidup dan pola makan. Jika perubahan gaya hidup tidak menurunkan tekanan darah, dokter biasanya akan memberikan obat-obatan untuk menormalkan tekanan darah.

  • Hipertensi Sekunder

    Hipertensi sekunder disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor penyebab hipertensi sekunder yang paling umum adalah kerusakan dan disfungsi ginjal. Penyebab lainnya adalah tumor, masalah pada kelenjar tiroid, kondisi selama kehamilan, dan lain-lain. Biasanya hipertensi jenis ini bisa disembuhkan jika penyebabnya lebih dulu disembuhkan.

  • Hipertensi Maligna

    Hipertensi maligna bisa disebabkan oleh tekanan darah yang dibiarkan tinggi terlalu lama, penyakit ginjal, cedera tulang belakang, tumor kelenjar adrenal, dan penggunaan obat-obatan. Jika dalam lima tahun hipertensi maligna tidak diobati, konsekuensinya adalah kematian yang disebabkan oleh kerusakan otak, jantung, dan gagal ginjal. Namun, hipertensi jenis ini dapat diobati dengan catatan pengobatan dilakukan secara intensif dan berkelanjutan. Seseorang yang menderita hipertensi jenis ini merasakan kebas di sekujur tubuh, penglihatan kabur, kecemasan, dan sangat kelelahan.

  • Hipertensi Sistolik Terisolasi

    Jenis hipertensi ini disebabkan oleh usia tua, mengonsumsi tembakau, diabetes, dan pola makan yang salah. Pada hipertensi ini, arteri menjadi kaku sehingga menyebabkan sistolik (tekanan darah saat jantung berkontraksi) sangat tinggi sedangkan diastolik (tekanan darah saat jantung istirahat) normal.

  • Hipertensi White Coat

    Hipertensi jenis ini hanya terjadi jika pasien sedang berada di pusat klinik atau rumah sakit. Jenis tekanan darah tinggi ini disebabkan oleh kegugupan saat akan diperiksa oleh pihak rumah sakit. Di luar rumah sakit, tekanan darah pasien ini sangat normal. Jika terjadi hal yang sama dalam pemeriksaan ulang maka jenis hipertensi ini tidak perlu diobati.

  • Hipertensi Resisten

    Penderita hipertensi resisten tidak merespon obat apapun lagi dan bisa disebabkan oleh penyakit ginjal, abnormalitas hormon, gangguan tidur, obesitas, dan kelebihan alkohol. Hipertensi dikatakan resisten jika 3 jenis obat tidak sanggup menurunkan tekanan darah. Maka diperlukan 4 macam jenis obat untuk menurunkan tekanan darah.

Dari enam jenis hipertensi yang ada memang hanya dua jenis yang paling sering ditemukan. Namun, tak ada salahnya untuk melakukan pemeriksaan yang akurat untuk mengetahui jenis hipertensi apa yang Anda alami sehingga pengobatan akan berjalan efektif.

Apa Saja Penyebab Darah Tinggi?

Penyebab darah tinggi masih belum dapat diketahui secara pasti oleh para ahli. Namun mereka sudah meninjau sejumlah faktor dan kondisi yang kemungkinan berperan dalam menaikkan tekanan darah, antara lain:

  • Merokok
  • Kelebihan berat badan atau obesitas
  • Kurang aktivitas fisik
  • Terlalu banyak mengonsumsi garam dalam makanan
  • Terlalu banyak mengonsumsi alkohol (lebih dari 1-2 gelas per hari)
  • Stres berlebihan
  • Usia tua
  • Keturunan
  • Riwayat darah tinggi dalam keluarga
  • Penyakit ginjal kronis
  • Kelainan kelenjar adrenal dan tiroid
  • Apnea tidur (salah satu jenis gangguan tidur)

Adakalanya kehamilan juga dapat memicu kenaikan tensi darah. Walaupun hipertensi paling sering dialami oleh orang dewasa, tetapi anak-anak juga dapat mengalaminya. Bagi beberapa anak, hipertensi mereka disebabkan oleh masalah pada ginjal atau jantung.

Tetapi pada anak-anak yang sudah beranjak besar, kemungkinan yang memicu darah tinggi mereka adalah gaya hidup mereka yang buruk, misalnya makan sembarangan, kegemukan, dan kurang olahraga.

Bagaimana Cara Mencegah Darah Tinggi?

Mengupayakan cara mencegah darah tinggi akan mengurangi risiko Anda untuk terkena serangan jantung, stroke, dan penyakit berbahaya lainnya. Jika Anda sudah pernah mengalami hipertensi, cobalah lakukan tips-tips berikut ini.

  • Jaga berat badan sehat

    Berat badan Anda perlu dijaga, sebab orang yang kegemukan dapat memicu kenaikan tekanan darah.

  • Makan makanan sehat

    Makanlah beragam jenis buah dan sayuran, khususnya yang banyak mengandung kalium, serta batasi asupan kelebihan kalori, lemak, dan gula.

  • Batasi asupan garam

    Bagi banyak orang, mereka dapat menjaga tekanan darah normal dengan mengurangi asupan garam (natrium). Coba kurangi konsumsi makanan-makanan olahan atau yang mengandung banyak natrium (cek komposisi pada label kemasan), dan jangan tambahkan garam lagi ke masakan yang sudah disajikan.

  • Rajin olahraga

    Aktiflah bergerak untuk mencegah hipertensi. Sebagai awal, coba upayakan olahraga intensitas sedang setidaknya selama 30 menit 3 hari dalam seminggu.

  • Kurangi alkohol

    Bagi wanita, batasilah konsumsi alkohol tak lebih dari 1 gelas takar sehari, dan bagi pria, tak lebih dari 2 gelas takar sehari.

  • Sering cek tensi darah

    Rajinlah cek tekanan darah ke dokter atau di rumah sendiri. Hipertensi sering terjadi meski Anda tak merasakan gejala apa pun, jadi satu-satunya cara ampuh mendeteksinya adalah melalui pemeriksaan tensi darah.

Tinjau kembali gaya hidup Anda selama ini, dan putuskan bagian mana yang perlu diubah demi mencegah hipertensi. Upayakan dulu rencana-rencana kecil, misalnya dengan mengganti camilan tidak sehat dengan buah-buahan, dan teruslah lakukan kebiasaan-kebiasaan sehat tersebut sampai itu menjadi bagian dari gaya hidup Anda.

Seperti Apa Gejala Darah Tinggi?

Gejala darah tinggi dapat sangat sulit terdeteksi, karena gejala-gejalanya sering kali tidak muncul, bahkan sekalipun tekanan darah sudah mencapai sangat tinggi. Tetapi ketika muncul tanda-tandanya, maka keluhan yang biasanya dirasakan antara lain:

  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Sering mimisan
  • Merasa cemas
  • Sesak napas

Bila Anda sudah merasakan gejala darah tinggi seperti di atas, sebaiknya secepatnya periksa ke dokter. Jika diabaikan, bukan tidak mungkin hipertensi yang dialami akan mengarah ke penyakit yang lebih serius.

Namun ingatlah bahwa satu-satunya cara pasti untuk mengetahui kondisi tekanan darah adalah dengan mengeceknya dengan alat medis. Jadi, lebih baik Anda mulai secara teratur memeriksakan tensi ke dokter sesuai kebutuhan Anda.

Lalu bagaimana jika sudah terlanjur darah tinggi? Apakah ada cara menurunkan darah tinggi yang sudah dibuktikan ampuh? Ya, tentunya ada! Banyak orang mengakui bahwa cara terbaik untuk menurunkan darah tinggi adalah dengan mengupayakan gaya hidup sehat. Silakan simak bagian berikut ini.

Bagaimana Cara Menurunkan Darah Tinggi?

Cara menurunkan darah tinggi atau hipertensi berfokus terutama pada upaya mengubah gaya hidup, karena memang inilah yang sangat berpengaruh pada tekanan darah Anda. Berikut sejumlah tips yang bisa Anda upayakan.

  • Berhenti merokok

    Jangan pernah tunda untuk berhenti dari kebiasaan buruk ini. Nikotin dalam rokok bisa meningkatkan detak jantung yang akhirnya memengaruhi tekanan darah.

  • Rajin olahraga

    Masalah berat badan berlebihan dapat memicu darah tinggi, sehingga olahraga adalah pilihan tepat untuk menurunkan berat badan. Penderita darah tinggi yang tidak kegemukan juga bisa menstabilkan tensi mereka dengan rutin olahraga.

  • Kurangi asupan garam

    Kandungan sodium di dalam garam berpotensi meningkatkan tekanan darah. Jadi sebaiknya kurangi atau batasi jumlah garam yang Anda konsumsi setiap hari.

  • Berhenti minum alkohol

    Seperti sodium, beberapa orang yang minum banyak alkohol mengalami kenaikan drastis pada tensi mereka. Tetapi jika tidak sanggup berhenti, cobalah batasi hanya minum 1 gelas takaran alkohol saja per hari untuk wanita, atau 2 gelas per hari untuk pria.

  • Jangan terlalu stres

    Stres ada kaitannya dengan angka pada tensi Anda. Jadi hindarilah stres yang tidak perlu, atau redamlah stres dengan melakukan aktivitas yang Anda senangi atau beristirahat sejenak.

  • Pola makan sehat

    Menu sehari-hari Anda haruslah kaya akan serat, magnesium, kalium, dan mineral. Anda bisa penuhi itu dengan menyertakan beragam buah dan sayur ke dalam menu makanan setiap hari.

  • Minum obat darah tinggi

    Obat anti hipertensi akan membantu menstabilkan tekanan darah Anda. Tetapi dianjurkan untuk konsultasikan dulu kepada dokter mengenai jenis obat seperti apa yang sebaiknya Anda konsumsi.

Selain gaya hidup sehat, ada juga anjuran untuk mengonsumsi herbal sebagai alternatif obat darah tinggi alami bagi Anda yang takut dengan efek samping obat-obatan kimia. Dan yang direkomendasikan adalah herbal Noni juice. Alasan mengapa Noni juice bisa dipercayai sebagai herbal hipertensi akan sedikit kami jelaskan berikut ini.

Noni Juice: Obat Hipertensi Alami

Noni juice bisa diandalkan meskipun Anda memutuskan untuk tidak mengonsumsi obat dokter. Suatu penelitian yang dipublikasikan oleh American Chemical Society mengajak 10 orang penderita darah tinggi—7 pria dan 3 wanita, berusia 28-56 tahun—untuk menguji coba mengonsumsi Noni juice setiap hari selama 1 bulan.

10 orang ini yang didiagnosis hipertensi adalah yang tidak sedang mengonsumsi obat kimia apapun. Setiap hari mereka meminum produk Noni juice yang mengandung 89%. Setelah selesai 1 bulan didapati hasil rata-rata tensi darah mereka adalah sekitar 132/76 (dalam batas normal), sedangkan sebelum uji coba rata-rata tensi darah mereka adalah 144/83 (sudah hipertensi). Jurnal penelitian ini bisa dilihat di situs ACS Publications.

Dari bukti penelitian tersebut diperlihatkan bahwa Noni juice efektif menurunkan hipertensi walaupun hanya dikonsumsi selama 1 bulan.

Obat darah tinggi kimia memang seringkali lebih cepat memberi efek menurunkan tensi darah, tetapi tidak bisa dipungkiri efek tersebut cenderung cepat datang tapi juga cepat pergi. Namun Noni juice biasanya bekerja secara perlahan (biasanya butuh waktu sekitar 1 bulan), tetapi efeknya lebih bertahan lama.

Bagi Anda yang saat ini sedang mencari pengobatan alami terbaik untuk darah tinggi, maka kami menganjurkan Anda mencari tahu selengkapnya mengenai herbal ini. Bisa jadi pilihan obat alami ini membawa Anda pada pernyataan, “Hipertensi adalah masa lalu.”

Buah Penurun Darah Tinggi

Mengonsumsi buah penurun darah tinggi setidaknya sebanyak 8 cup buah per hari akan membantu menurunkan tekanan darah. Berikut ini adalah sejumlah buah yang dianggap ampuh untuk menurunkan darah tinggi.

  • Pisang

    Pisang mengandung potasium (kalium) kadar tinggi. Sebagaimana diketahui, kalium adalah kandungan zat mineral yang bermanfaat membantu menstabilkan tekanan darah,

  • Alpukat

    Alpukat juga punya banyak kandungan kalium, tetapi sangat rendah kandungan sodium (natrium). Kandungan lemaknya juga sangat sehat dan tidak mengandung kolesterol.

  • Blewah

    Dalam buah ini terdapat kalium sebanyak 494,5 mg untuk setiap 160 gramnya, dan juga vitamin C, B6, magnesium, fosfor, dan kandungan bermanfaat lainnya.

  • Jeruk

    Jeruk juga mengandung cukup kalium untuk membantu menurunkan hipertensi. Kandungan vitamin C, likopen, dan beta karoten dalam jeruk juga membantu mencegah pembentukan plak kolesterol pada pembuluh darah.

  • Pepaya

    Selain mengandung kalium, pepaya juga mengandung vitamin C, A, B6, sejumlah mineral, beta karoten, dan papain yang membantu meluruhkan lemak serta kolesterol dalam darah.

  • Mangga

    Buah musiman ini juga kaya akan kalium. Dan kandungan beta karoten, vitamin C, dan B6, juga beberapa mineral di dalamnya turut membantu menyehatkan pembuluh darah Anda.

Cobalah variasikan konsumsi buah-buahan Anda dengan buah penurun darah tinggi seperti di atas. Kandungan pada buah yang terutama penting dalam membantu mengatasi hipertensi adalah zat mineral bernama kalium (potasium).

Makanan Penurun Darah Tinggi

Salah satu cara terbaik mengatasi hipertensi, khususnya di awal serangannya, yaitu dengan mengupayakan diet khusus hipertensi yang mencakup beragam makanan penurun darah tinggi. Diet ini bernama DASH (Dietary Approach to Stop Hypertension). Berikut adalah penjelasan singkat mengenai diet DASH.

  • Perbanyak sayur dan buah

    Hampir semua jenis buah dan sayur bermanfaat bagi penderita hipertensi, asalkan dikonsumsi sewajarnya. Tetapi ada buah dan sayuran yang khususnya dianggap ampuh menurunkan darah tinggi, misalnya timun, pisang, dan pepaya.

  • Ganti dengan serealia utuh

    Serealia utuh (contohnya nasi merah, roti gandum utuh, oatmeal) lebih bergizi daripada nasi putih atau roti putih. Selain itu mereka juga membantu menyehatkan pembuluh darah Anda.

  • Konsumsi kacang dan biji-bijian

    Kacang-kacangan dan biji-bijian adalah sumber protein dan lemak tak jenuh yang lebih sehat dan aman untuk penderita hipertensi dibandingkan daging-dagingan.

  • Konsumsi produk susu rendah lemak

    Susu membantu tubuh tetap fit, tetapi lemak dalam susu full cream perlu dihindari penderita darah tinggi. Jadi pilihlah produk susu low fat atau rendah lemak sebagai gantinya.

  • Batasi konsumsi alkohol, teh hitam, dan kopi

    Ketiga jenis minuman ini memang punya manfaat tertentu bagi kesehatan, tetapi Anda harus membatasi konsumsinya jika tak ingin tekanan darah naik.

  • Kurangi asupan garam

    Sudah jadi rahasia umum bahwa garam adalah salah satu pemicu darah tinggi, jadi cobalah upayakan untuk mengurangi jumlah garam yang digunakan dalam masakan.

  • Batasi asupan lemak dan gula

    Selain garam, penderita darah tinggi juga dianjurkan membatasi jumlah lemak dan gula yang dikonsumsi sehari-hari.

  • Batasi konsumsi daging-dagingan

    Konsumsi daging-dagingan sampai 5 ons per hari masih dianggap aman oleh para ahli nutrisi. Tetapi lebih dari itu, Anda perlu siap-siap mengalami dampaknya—salah satunya darah tinggi.

Diet DASH seperti di atas menekankan pada cara mengatasi hipertensi tanpa harus sepenuhnya bergantung pada obat medis. Dengan mengupayakan untuk mengonsumsi makanan-makanan penurun darah tinggi, Anda diharapkan lebih mampu mengendalikan tekanan darah sestabil mungkin.

Dalam artikel ini, kita melihat bagaimana penyakit hipertensi yang dijuluki ‘pembunuh senyap’ ini sebenarnya sangat bisa dicegah atau diatasi dengan upaya-upaya yang tepat. Hal utama yang perlu Anda usahakan untuk menurunkan tekanan darah tinggi adalah dengan meninjau ulang lalu mengubah gaya hidup yang selama ini Anda jalani.