Bagikan Artikel Ini:

Terakhir Diedit:

Salah satu yang bikin ngeri dari tekanan darah tinggi yakni Anda mungkin sama sekali tidak tahu bahwa Anda memilikinya. Pada kenyataannya, hampir sepertiga dari penderita tekanan darah tinggi tidak megetahuinya sampai mereka mengeceknya. Apa saja gejala-gejala darah tinggi yang perlu diwaspadai?

Ya, satu-satunya cara mengetahui tekanan darah adalah melalui pemeriksaan rutin. Namun, gejala-gejala darah tinggi bisa saja muncul ketika tubuh dalam kondisi tertentu.

Sekali Anda pernah menderita hipertensi atau tekanan darah tinggi, itu berarti Anda perlu selalu memantau dan mengatasi kondisi ini seumur hidup Anda. Memang tekanan darah Anda bisa kembali stabil seperti sedia kala, tapi itu jarang terjadi.

Gejala Darah Tinggi secara Umum

Adakalanya, orang-orang yang telah menderita darah tinggi kronis (dialami dalam jangka waktu lama) mungkin akan mengalami tanda-tanda darah tinggi berikut:

  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Sering mimisan

Jika Anda sudah merasakan ciri-ciri darah tinggi seperti di atas, segeralah periksakan diri ke dokter untuk memeriksa tensi Anda.

Gejala Darah Tinggi yang Sudah Darurat

Apabila tanda-tanda darah tinggi sudah dirasakan penderitanya, biasanya itu artinya tekanan darah naik secara tiba-tiba dan kenaikannya cukup tajam sehingga dianggap sebagai kondis darurat medis. Kondisi ini disebut krisis hipertensi.

Krisis hipertensi adalah kondisi dimana tekanan darah mencapai taraf yang membahayakan organ-organ tubuh. Terlebih lagi, jika dibiarkan hipertensi dapat berlanjut menjadi penyakit serius lain, misalnya penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, serta gangguan mata.

Tekanan darah (biasanya akibat tekanan darah tinggi sekunder) dapat dianggap sudah mencapai kondisi krisis jika angka tensi bagian atas ialah 180 (atau lebih) atau angka bagian bawah ialah 110 (atau lebih). Kalau Anda mengecek tensi sendiri dan angkanya setinggi itu, tunggulah beberapa menit lalu periksa lagi untuk memastikan apakah angka yang tadi akurat.

Baca juga  Cara Menurunkan Darah Tinggi

Beberapa ciri-ciri darah tinggi yang telah mencapai kondisi krisis antara lain:

  • Sakit kepala hebat
  • Merasa sangat cemas
  • Sesak napas
  • Mimisan

Akan tetapi, ingatlah bahwa gejala-gejala darah tinggi tersebut mungkin hanya muncul setelah tekanan darah sudah sangat tinggi. Anda tentu tidak mau menunggu sampai tekanan darah setinggi itu yang bahkan membahayakan jiwa, bukan? Maka, mulai dari sekarang rutinlah mengecek tekanan darah setidaknya setiap 2 tahun sekali.

Pastikan Anda mengeceknya secara akurat dengan menggunakan jasa dokter atau ahli kesehatan lain, karena alat-alat pengecek tekanan darah yang dijual bebas seringkali memberikan hasil yang kurang akurat.

Cara Membaca Hasil Pemeriksaan Tekanan Darah


Hasil pemeriksaan tekanan darah diberikan dalam dua kelompok angka. Angka yang pertama (atas) menunjukkan tekanan pada arteri saat jantung berdetak—tekanan sistolik. Angka yang kedua (bawah) menunjukkan tekanan di antara detak jantung—tekanan diastolik.

Tekanan darah normal akan menunjukkan angka di bawah 120/80 mmHg dimana angka 115/75 mmHg adalah yang terbaik. Angka di 120/80 mmHg sampai 139/89 mmHg menunjukkan tahap pra-hipertensi. Sedangkan angka di atas 140/90 mmHg menunjukkan bahwa Anda memiliki tekanan darah tinggi dan sangat berisiko mengalami berbagai penyakit serius yang diakibatkan darah tinggi.

Sebagai kesimpulannya, untuk mengetahui apakah tekanan darah Anda tinggi atau tidak, Anda harus mengeceknya ke dokter. Anda tidak perlu menunggu sampai tanda-tanda darah tinggi menampakkan dirinya. Sebab apabila gejalanya sudah dirasakan, itu artinya kondisi tubuh Anda sudah mencapai tahap gawat.

Oleh sebab itu, sejak sekarang upayakanlah gaya hidup sehat sambil secara rutin mengonsumsi obat yang disarankan dokter untuk menurunkan risiko komplikasi seperti serangan jantung, stroke, dan komplikasi serius lainnya. Jangan biarkan gejala-gejala darah tinggi terus mengganggu Anda!