Hindari 12 Hal yang Menyebabkan Perut Buncit: Bagian 2

488

Diedit:

Sebagaimana sudah kami janjikan dalam artikel sebelumnya “Hindari 12 Hal yang Menyebabkan Perut Buncit—Bagian 1”, kali ini kami kembali akan membagikan informasi mengenai apa saja yang bisa menjadi penyebab perut buncit.

Penyebab perut buncit secara umum sebenarnya bisa dihindari. Tetapi sejumlah faktor penyebab perut buncit adalah faktor alami yang sulit untuk dihindari. Padahal WHO sendiri memberi peringatan kuat bagaimana bahaya dari perut yang buncit dan membesar, seperti memicu terjadinya diabetes tipe 2, kerusakan fungsi hati, penurunan fungsi ginjal, penurunan fungsi pencernaan, dan gangguan pada sistem aliran kencing dan fungsi genital.

Lalu apa saja 6 hal penyebab perut buncit tersebut?

1. Kurang beraktivitas

Kalori dalam tubuh baru akan terbakar bila tubuh bergerak. Tubuh yang bergerak akan mengaktifkan metabolisme dan mendorong pembakaran kalori, termasuk pula pembakaran lemak dalam tubuh.

Bila seseorang cenderung jarang beraktivitas fisik, termasuk Anda yang terbiasa bekerja dengan duduk di belakang meja, maka sebenarnya kebutuhan energi dalam tubuh mereka tidak terlalu besar. Bila hal ini dibarengi dengan pola konsumsi yang kaya kalori, maka tubuh akan membentuk kelebihan kalori yang tidak terpakai ini sebagai cadangan lemak. Terutama pada area sekitar perut dan hati.

Sedang sebuah riset mengenai aerobik yang dijalankan rutin setidaknya selama 1 tahun terbukti membantu mengurangi lemak perut sebanyak 25% ampai 38%. Ini bisa Anda lihat dalam jurnal Exercise training prevents regain of visceral fat for 1 year following weight loss dalam jurnal National Institutes of Health tahun 2010.

2. Diet rendah serat

Serat adalah salah satu komponen penting dalam setiap program diet. Anda membutuhkan serat, baik itu serat larut air maupun serat tidak larut air untuk menjaga diet Anda berhasil. Diet larut air terutama karena sifatnya yang efektif memberi efek rasa kenyang lebih lama karena formulanya yang menyerupai gel ketika berada dalam perut. Sedang diet tidak larut air akan bekerja menyerap toksin dan lemak terendap dalam usus dan membuangnya.

Dalam The Journal of HHS Public Access tahun 2013 diungkap bagaimana mereka yang terbiasa makan tanpa kadar serat memadai akan mengalami kenaikan berat badan dan pembentukan perut buncit setelah beberapa bulan. Sedang rutin mengkonsumsi serat sebanyak 10 gram selama 3 bulan akan mengecilkan perut setidaknya di atas 25%.

Baca juga:  10 Makanan Terbaik untuk Mengecilkan Perut Buncit

3. Diet rendah protein

Sebagaimana telah kami ungkap dalam bahasan mengenai cara terbaik melangsingkan perut, protein memiliki peran besar dalam membantu menurunkan lingkar pinggang. Tanpa protein, tubuh Anda akan membentuk lebih banyak neuropeptide Y. Sejenis senyawa dalam fungsi hati yang bekerja mendorong Anda merasa lebih mudah lapar, hingga akhirnya akan makan lebih banyak.

Hal tersebut dapat Anda temukan dalam jurnal National Institutes of Health tahun 2007 dengan ulasan Neuropeptide Y acts directly in the periphery on fat tissue and mediates stress-induced obesity and metabolic syndrome.

Selain itu, ditemukan pula fakta yang diungkap dalam healthline bagaimana tubuh yang kekurangan protein justru akan mengalami kenaikan jumlah lapisan lemak dalam tubuh dan kekurangan massa otot, serta mengalami penurunan metabolisme.

4. Pola tidur yang tidak teratur

Siapa yang menyangka hanya karena Anda kurang tidur atau tidak menjalani pola istirahat yang cukup dan berimbang Anda justru mengalami keluhan perut buncit. Seharusnya, seorang dewasa cukup tidur dalam kurun waktu sekitar 6 – 8 jam tiap harinya. Dan masalah tidur bisa menjadi penyebab perut buncit bila Anda hanya tidur kurang dari 6 jam secara rutin atau malah terlalu sering tidur berlebihan diatas 8 jam.

Dalam riset yang dijurnalkan tahun 2008 pada National Institutes of Health, Sleep duration, general and abdominal obesity, and weight change among the older adult population of Spain diungkap bahwa mereka yang kurang tidur atau lebih tidur sama-sama akan mengalami penurunan metabolisme yang menjadi penyebab perut buncit.

Sedang menurut jurnal National Institutes of Health tahun 2006, Association between reduced sleep and weight gain in women, mereka yang tidur kurang dari 5 jam perharinya akan berisiko mengalami kenaikan berat badan signifikan hingga 15 kg dibandingkan mereka yang tidur rata-rata 7 jam perhari.

5. Ketidakseimbangan hormonal

Kasus kenaikan berat badan dan pembentukan perut buncit ketika seorang wanita memasukai periode menopause. Pada kondisi tubuh wanita muda, secara normal wanita didominasi oleh hormon estrogen yang mendorong tubuh membentuk lapisan lemak di area panggul. Lemak ini diperuntukan sebagai cadangan bagi sistem genital wanita di masa produktif.

Baca juga:  Hindari 12 Hal yang Menyebabkan Perut Buncit: Bagian 1

Ketika wanita mengalami masa menjelang menopause, secara bertahap jumlah estrogen yang diproduksi tubuh akan menurun. Seiring dengan kondisi inilah kemudian wanita akan mengalami perubahan bentuk tubuh dimana lemak justru akan terhimpun di dalam perut bukan lagi pada area panggul. Demikian yang dijelaskan dalam jurnal bertajuk Increased visceral fat and decreased energy expenditure during the menopausal transition pada National Institutes of Health tahun 2008.

Kadang kasus fluktuasi hormon kewanitaan ini terjadi sebelum masa menopause terjadi, dimana terjadi penurunan produksi hormon estrogen dan peningkatan hormon androgen. Kondisi ini juga secara signifikan akan menjadi penyebab perut buncit. Bila kondisi perut buncit ketika menopause cenderung sulit dihindari, maka sebenarnya ketidak seimbangan hormonal bisa diatasi dengan pola makan yang lebih berimbang.

6. Faktor genetik

Yang satu ini juga merupakan salah satu penyebab perut buncit yang sulit untuk diatasi. Sejulmlah riset di dunia membuktikan adanya peran genetik pada bentuk tubuh seseorang. Mereka dengan orang tua berperut besar, cenderung akan lebih mudah pula mengalami kondisi yang sama. Demikian menurut jurnal Maturitas tahun 2011 bertajuk Genetics and Epigenetics of Obesity.

Menurut riset lain pada International Journal of Obesity tahun 2003, Increased visceral fat and decreased energy expenditure during the menopausal transition dijelaskan adanya kaitan erat antara kemampuan tubuh secara genetik dalam merespon hormon kortisol atau hormon stress dan bawaan genetik terhadap reseptor leptin yang mempengaruhi kinerja hati dalam melakukan metabolisme terhadap lemak dan kalori.

Selain fakta mengenai bagaimana bahayanya membiarkan perut membuncit dan membesar tanpa kendali, ternyata sejumlah aspek juga tanpa terduga bisa menjadi penyebab perut buncit. Inilah sebabnya kadang Anda terus merasa gagal dengan program Anda melangsingkan perut.

Karenanya sebelum kembali menjajal program Anda, pahami terlebih dulu sejumlah hal yang bisa menjadi penyebab perut buncit, Anda bisa hindari pula sejumlah hal yang sekiranya dapat Anda hindari selagi Anda menjalankan program diet.

Tambahkan asupan herbal Noni juice yang memiliki kemampuan efektif meningkatkan kinerja hati dalam metabolisme lemak dan mendorong pembuangan lemak dengan lebih optimal. Cara ini akan memberi Anda hasil lebih cepat dan efektif untuk diet Anda.

Advertisement
Alinesia