Deherba.com | Situs Herbal No. 1 Indonesia
hubungi kami

Kadar Gula Rendah Kadar Gula Rendah Unsugarize.com

Hati-Hati, Gula Darah Rendah Juga Berbahaya bagi Tubuh!

Kadar gula rendah atau dikenal pula dengan kondisi hipoglikemia adalah situasi ketika kadar glukosa terlarut dalam darah mencapai level dibawah kadar normal atau berada pada angka 70mg/Dl. Pada kondisi seketika, hipoglikemia memang memiliki efek samping yang tidak berbahaya. Tetapi ketika kondisi ini tak segera diatasi, akan mengakibatkan kondisi yang cukup serius bahkan mungkin mematikan.

Pada umumnya, keluhan kadar gula rendah memang hanya terjadi pada pasien pengidap diabetes. Mereka dengan diabetesbiasanya akan menjalankan diet khusus yang mengendalikan asupan kalori, karbohidrat dan gula ke dalam tubuh. Sehingga dengan ini biasanya mereka sudah mengendalikan kadar gula dalam tubuh mereka. Mengingat asupan yang Anda makan akan langsung mempengaruhi kadar gula dalam darah.

Hanya saja, di saat yang sama, pasien juga akan menjalankan terapi pengobatan kadang termasuk terapi insulindan terapi herbal. Perpaduan yang berlebihan antara diet ketat dan terapi pengobatan kadang justru memicu penurunan kadar glukosa dalam darah dengan drastis. Inilah yang menjadi penyebab pasien diabetesjustru rentan mengalami hipoglikemia. Hal ini dijelaskan dalam ulasan mengenai masalah kadar gula rendah pada healthline.com.

Bagaimana Mengenali Anda Mengalami Hipoglikemia?

Gejala ketika Anda mengalami kadar gula rendah jelas berbeda dengan ketika kadar gula dalam tubuh Anda sedang naik. Biasanya pasien dengan kondisi kadar gula rendah justru cenderung merasa lemas dan seperti kehilangan energi. Lebih tepatnya, mereka akan mengeluhkan sejumlah kondisi seperti:

  • Lemas, lunglai dan lesu, kadang terasa seperti melayang mau pingsan
  • Detak jantung yang lebih cepat
  • Kepala pening, mual dan kadang disertai efek pandangan buram
  • Tubuh gemetar dan keringat dingin
  • Sulit konsentrasi dan tidak mudah menangkap maksud pembicaraan orang
  • Tubuh merasakan linu dan geli pada otot dan persendian

Bagaimana Cara Mengatasi Hipoglikemia?

Sebagaimana sempat kami ulas dalam pembahasan kami sebelumnya mengenai hipoglikemia di sini, hipoglikemia sebenarnya relatif mudah untuk diatasi. Yang Anda perlukan adalah terapi singkat yang kerap dikenal dengan istilah 15 -15.

Anda diharuskan mengonsumsi asupan karbohidrat atau gula sebanyak 15 gram dan melakukan tes 15 menit kemudian. Bila dari test ditemukan Anda masih mengalami masalah hipoglikemia, maka Anda perlu mengonsumsi lagi karbohidrat atau gula 15 gram untuk kemudian menjalankan test kembali 15 menit kemudian. Demikian selanjutnya sampai Anda dinyatakan sudah memiliki kadar glukosa darah yang normal.

15 gram glukosa atau karbohidrat itu sendiri bisa Anda dapatkan dari asupan seperti 100 ml ai soda reguler, 1 sendok makan madu, 1 sendok makan gula pasir, 100 ml air juice kemasan, 3 buah permen, atau mengasup 1 tablet glukosa yang bisa Anda jumpai di apotek-apotek.

Bahaya dari Kadar Gula Rendah

Bila Anda kira hipoglikemia lebih baik dari pada hiperglikemia, jelas Anda perlu memperhatikan informasi ini. Bagi pengidap diabetes, titik terbaik adalah titik seimbang dan normal. Tentang bagaimana menata pola diet dan pengobatan dengan seimbang sehingga kadar glukosa dalam darah berada pada level normal. Karena ternyata menjadi terlalu rendah tak lebih baik dari terlalu tinggi.

Pada kondisi sesaat memang hipoglikemia tidak berbahaya, apalagi bila kondisi ini segera diatasi. Namun ketika hipoglikemia diabaikan dan tidak segera diatasi, berikut adalah sejumlah resiko dari hipoglikemia yang tidak diatasi menurut sumber healthline.com.

  • Pada sistem hormon

    Ketika kadar glukosa dalam darah turun, maka tubuh akan memproduksi hormon glukagon. Hormon ini bekerja untuk memerintahkan tubuh liver Anda memproses cadangan gula dalam tubuh dan mengubahnya menjadi sumber energi untuk kemudian masuk ke dalam aliran darah. Seharusnya dalam kondisi normal tubuh Anda akan mengembalikan kadar glukosa normal dalam darah.

    Hanya saja ketika kondisi ini terjadi berulang dan diabaikan, ada dua kondisi yang perlu Anda cermati. Bahwa besar kemungkinan pasien tidak memiliki cukup cadangan gula dalam tubuh untuk diubah menjadi energi.

    Dan bahwa tubuh bisa mengalami efek resisten sehingga tidak lagi proaktif menghasilkan hormon glukagon yang cukup untuk menghasilkan asupan gula baru. Sedang pada beberapa kondisi, hormon glukagon bisa menjadi tak cukup efektif mengejar kekurangan gula dalam tubuh.

    Di sisi lain, isu masalah hormonal lain juga bisa terjadi akibat efek tubuh kekurangan gula. Pada level glukosa rendah, tubuh akan merespon dengan menghasilkan hormon epinephrine. Hormon ini menyebabkan efek tubuh gelisah, mudah emosi, gemetar dan mendorong rasa lapar yang hebat. Hormon ini juga mengganggu mood dan konsentrasi.

    Terlalu sering mengalami masalah dengan penurunan kadar glukosa darah juga bisa meningkatkan resiko ketidak seimbangan hormonal. Ini berkaitan dengan menurunnya asupan energi menuju otak yang menjadi pusat kendali sistem hormonal, juga adanya kemungkinan munculnya masalah pada fungsi tiroid yang bekerja pula sebagai pusat kendali fungsi hormonal.

  • Masalah pada hati

    Mereka yang kerap mengabaikan kondisi hipoglikemia mungkin juga akan mengalami gangguan dengan hati. Ini karena hormon glukagon dan epinephrine sendiri bisa menjadi beban bagi fungsi hati. Pada banyak kasus,liver akan mengalami masalah penurunan fungsi akibat tubuh yang terlalu sering mengalami masalah hipoglikemia.

    Sementara kelebihan insulinjuga merupakan masalah bagi fungsi liver. Pada umumnya memang pasien diabetes akan mengalami resiko lebih tinggi untuk mengalami penurunan fungsi hati dalam periode jangka panjang.

    Tetapi penyebab utama kerusakan fungsi hati pada saat seseorang menjadi terlalu sering mengalami hipoglikemia adalah pengaruh kondisi hipoglikemia ini terhadap metabolisme. Dijelaskan dalam Endocrinology and Metabolism Clinics of North America tahun 1989 dengan tajuk Hypoglycemia associated with liver disease and ethanoli bahwa hati adalah salah satu pusat kendali metabolisme. Dan ketika fungsi metabolisme terganggu maka fungsi hati akan mengalami tekanan yang bisa memicu kerusakan dalam jangka panjang.

  • Gangguan pada ginjal

    Pada dasarnya mereka dengan diabetes cenderung mengalami masalah dengan ginjal setelah masa jangka panjang. Dan sebagaimana diketahui bahwa mereka dengan diabetes sama rentannya untuk mengalami hiperglikemia maupun hipoglikemia, maka sebenarnya keduanya memiliki pengaruh terhadap kesehatan ginjal.

    Pada kasus hipoglikemia, mereka dengan kondisi kegagalan ginjal sendiri bisa memicu terjadinya hipoglikemia. Ini karena tubuh pasien gagal membuang insulin dari dalam tubuh sehingga insulin terus bekerja terhadap glukosa darah dan mendorong penurunan drastis glukosa dalam darah. Hal ini dijelaskan dalam davita.com.

    Namun, mereka yang mengalami frekuensi tinggi hipoglikemia juga cenderung rentan mengalami kegagalan ginjal. Dalam asnjournals.org, dijelaskan bahwa terlalu kerap mengalami hipoglikemia akan merujuk pada kerusakan fungsi ginjal.

    Klaim yang memungkinkan hipoglikemia menjadi penyebab kerusakan fungsi ginjal adalah karena pada kebanyakan kasus, hipoglikemia berkaitan dengan terapi pengobatan yang berlebihan dan diet yang terlalu ketat. Sejumlah obat diabetesdan terapi insulin memiliki efek samping terhadap ginjal. Bahkan hormon insulin dan hormon epinephrine sendiri dipandang sebagai toksin bagi ginjal sehingga membebani kinerja ginjal dalam jangka panjang.

  • Masalah pada fungsi otak

    Ada dua masalah pada hipoglikemia yang merujuk pada gangguan fungsi otak, pertama karena hipoglikemia mempengaruhi produksi hormon tertentu yang memberi efek ketidak nyamanan dan stress. Kedua karena hipoglikemia menyebabkan komponen sel dalam otak tidak mendapatkan cukup suplai energi. Ini akan menyebabkan sejumlah fungsi jaringan dalam otak kekurangan energi dan menurunkan intensitas kinerjanya.

    Menurut healthline.com , dijelaskan bahwa hipoglikemia bisa menyebabkan sejumlah keluhan instant seperti gemetar, gelisah, kehilangan konsentrasi bahkan efek bingung. Rupanya, otak membutuhkan suplai gula dalam jumlah cukup besar untuk menjalankan fungsinya. Sejumlah komponen neurotransmitter bekerja dengan keberadaan glukosa. Dan ketika Anda kekurangan kadar glukosa dalam darah maka fungsi neurotransmitter akan terganggu.

    Dan pada jangka panjang, kekurangan suplai glukosa pada otak akan merujuk pada kematian sel. Bahkan efek rebound atau ketika glukosa mendadak naik di dalam darah juga bisa merusak sejumlah komponen sel dan neurotransmitter pada otak. Ini sebabnya, pasien disarankan menerapkan metode 15 – 15 yang dipandang lebih mampu untuk membantu kenaikan glukosa dengan bertahap.

    Sementara itu, sudah kami jelaskan sebelumnya bagaimana hipoglikemia akan menyebabkan gangguan pada fungsi hormonal, ternyata hipoglikemia yang diabaikan juga bisa merujuk pada pelepasan hormon stress. Kondisi yang bisa menyebabkan pasien lebih rentan mengalami depresi.

Bisa Anda lihat bagaimana hipoglikemia atau kondisi kadar glukosa rendah akan memicu sejumlah keluhan instant atau seketika dan beberapa kerusakan permanen di jangka panjang.

Penting untuk waspada pada setiap gejala yang mengarah pada hipoglikemia dan segera mengatasi kondisi tersebut dengan cara bertahap. Pastikan menjalankan terapi dengan seimbang untuk menghindari frekuensi tinggi hipoglikemia pada pasien.

FOLLOW US:
instagramsms

Log In or Register