Faktor Hipertensi: Mitos atau Fakta

509
Faktor Seputar Mitos atau Fakta Hipertensi
Sumber Gambar: Istockphoto

Diedit:

Bingung bagaimana seharusnya Anda menghadapi hipertensi? Apa sebenarnya faktor hipertensi yang membantu Anda untuk membedakan antara mitos dan fakta? Jika Anda mengetahui persoalan hipertensi ini, tentu bukan hal yang sulit untuk dapat mengendalikan tekanan darah yang Anda alami.

Dalam artikel ini Anda akan melihat 10 mitos dan fakta menarik seputar hipertensi. Serta beberapa faktor hipertensi yang tak boleh diabaikan oleh penderita hipertensi. Yakinlah bahwa Anda mampu mengendalikan tekanan darah dengan menjalani pola hidup sehat, termasuk diet hipertensi.

Pahami Faktor Seputar Mitos atau Fakta Hipertensi

Sebenarnya manusia senang sekali berbagi, misalnya ada banyak informasi yang beredar sehubungan dengan persoalan hipertensi. Memang tak ada niat buruk saat berbagi informasi tersebut. Namun alangkah baiknya untuk memeriksa kebenaran faktanya sebelum menyampaikan informasi yang keliru. Informasi yang setengah-setengah menimbulkan banyak opini dan kesalahpahaman yang berkembang di masyarakat. Terlebih informasi yang menyangkut masalah penyakit dan kesehatan.

Maka, disinilah peranan dokter yang mengadakan konsultasi medis saat Anda berkunjung ke rumah sakit, klinik, ataupun puskesmas. Tentu, selain dokter ada banyak sarana informasi yang bisa Anda peroleh di era modern ini, salah satunya ialah penggunaan internet. Hanya saja, cobalah untuk mencari informasi yang akurat dan tepercaya sehubungan dengan faktor hipertensi.

Ketahuilah bahwa mencegah hipertensi agar tidak berkembang menjadi penyakit berat yang menyerang organ lain adalah hal yang bisa Anda lakukan. Berikut, beberapa kesalahpahaman ataupun mitos-mitos yang keliru tentang penyakit hipertensi agar Anda tak terjebak lagi dalam informasi yang keliru. Khususnya ketika seseorang yang Anda sayangi atau Anda mengalami hipertensi.

Kenali Faktor Hipertensi Sebelum Terlambat — Mitos atau Fakta?

Berkaitan dengan penyakit yang banyak diderita masyarakat urban yakni hipertensi, ternyata banyak juga kesalapahaman yang diadopsi sebagai kebenaran. Oleh karena itu, sekalipun Anda memperoleh banyak informasi terkait hipertensi. Cobalah untuk menampungnya terlebih dahulu, sebelum melaksanakannya dan konsultasikan dengan dokter.

Baca juga:  Sayur Anti Hipertensi: Ringankan Tekanan Darah

Kurangnya pengetahuan mempermudah tersebarnya kesalahpahaman dan mitos yang menyulitkan Anda dalam mengatasi hipertensi. Ada yang bahkan mencampur informasi yang sifatnya fakta dengan mitos terkait faktor hipertensi. Hasilnya, banyak yang merasa sulit untuk mempercayai mana informasi yang benar. Berikut adalah beberapa informasi kurang tepat yang sering beredar dikalangan masyarakat:

“Saya masih muda, tak mungkin mengalami hipertensi”

Hipertensi merupakan penyakit yang bisa menimpa siapapun tak pandang usia ataupun jenis kelamin. Seseorang dapat mengalami hipertensi sewaktu masih kanak-kanak, remaja, ataupun ketika beranjak dewasa. Jika hipertensi terjadi saat Anda masih muda dan tidak memperoleh perawatan yang baik, maka terjadinya komplikasi hipertensi yang merusak organ lain bukan hal yang mustahil. Maka dari itu, penting untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah secara teratur.

“Salah satu tekanan darah saya normal, walau yang lainnya meningkat”

Tekanan darah normal berkisar antara 120/80, jika pengukuran tekanan darah berada pada batas lebih dari itu, tentu tergolong hipertensi (bergantung usia). Misalnya; 130/80 atau 120/90, keduanya bukan pertanda baik meskipun salah satunya normal. Tekanan darah terdiri dari dua bagian yang sering disebut sistolik dan diastolik. Sistolik merupakan tekanan darah ketika jantung berkontraksi. Sedangkan diastolik merupakan tekanan darah ketika jantung beristirahat. Kedua jenis tekanan darah ini menentukan faktor hipertensi atau tidak.

“Saya minum alkohol fermentasi anggur, katanya untuk atasi hipertensi”

Jangan “salah kaprah”, minuman anggur yang mengandung alkohol justru sangat berbahaya bagi penderita hipertensi. Karena konsumsi minuman anggur yang beralkohol dapat “meningkatkan tekanan darah” secara drastis “bukan menurunkan tekanan darah”. Memang konsumsi anggur dianjurkan sebagai salah satu dari buah anti hipertensi. Namun yang dimaksud ialah buah anggur segar bukan hasil olahan ataupun fermentasi yang mengandung alkohol. Anggur segar justru mampu menguatkan sel pembuluh darah dan memperbaiki kestabilan tekanan darah.

“Saya tidak makan banyak garam, berarti tekanan darah saya normal”

Mengendalikan konsumsi garam sangat dianjurkan untuk menghindari terjadinya hipertensi. Namun, hal ini harus disertai dengan asupan makanan yang memang tidak mengandung sodium atau natrium. Ini yang sering diabaikan oleh penderita hipertensi penggemar bumbu siap pakai ataupun saos kemasan. Rupanya sekitar 75% kandungan garam yang kita konsumsi setiap hari terdapat pada bahan pendamping makanan tersebut, jadi mungkinkah tekanan darah tetap normal dalam situasi tersebut?

“Saya merasa baik-baik saja, walau tekanan darah saya meningkat”

Memang rata-rata penderita hipertensi seringkali merasa sakit kepala yang terasa “seperti ada kunang-kunang” dan “berkeringat dingin”. Bagaimana jika Anda tak merasakan hal ini, justru sangat berbahaya. Kondisi tersebut menandakan bahwa Anda telah terbiasa dengan kondisi tersebut selama jangka waktu yang sangat lama. Jika ini berlangsung secara terus-menerus tanpa Anda sadari maka ada risiko terjadinya kerusakan jantung, ginjal, dan organ lainnya. Sayangnya hipertensi terkadang datang tanpa disadari penderitanya.

“Saya pasti mengidap hipertensi, karena orangtua saya mengalaminya”

Meskipun hipertensi merupakan penyakit yang bisa diwariskan, tak sedikit orang yang berhasil menghindari serangan hipertensi dengan menjaga pola hidup sehat. Memang saat orangtua Anda mengalami hipertensi, Anda memiliki potensi serangan yang sama. Namun, pilihan gaya hidup menjadi faktor hipertensi yang sangat berperan penting. Mulailah untuk menjaga berat badan, olahraga yang teratur, konsumsi makanan sehat, dan mengurangi konsumsi rokok.

“Saya sudah minum obat hipertensi, jadi itu saja sudah cukup”

Tahukah Anda bahwa kebanyakan kasus hipertensi sering dikaitkan dengan gaya hidup tidak sehat? Misalnya; konsumsi makanan tidak sehat, kebiasaan merokok, peningkatan berat badan, dan kurangnya aktivitas sehari-hari. Sekalipun konsumsi obat ataupun herbal anti hipertensi dapat menstabilkan tekanan darah, gaya hidup yang buruk harus sepenuhnya diperbaiki. Jika tidak, mustahil bagi Anda untuk dapat bebas dari serangan hipertensi.

“Saya sudah minum obat hipertensi, jadi tak perlu berobat lagi”

Perlu Anda sadari bahwa pengobatan hipertensi lanjutan masih harus dilakukan jika dokter menganjurkannya. Hal ini bergantung pada kondisi pasien. Sekalipun Anda sudah melakukan penyesuaian pola hidup dan konsumsi obat yang dianjurkan dokter. Pemeriksaan medis masih perlu dilakukan guna mengetahui perkembangan tekanan darah dalam tubuh Anda. Jika tekanan darah masih belum ada perbaikan, maka ada beberapa penyesuaian yang perlu Anda lakukan. Pemeriksaan dokter juga dilakukan untuk melihat kondisi organ lainnya terkait dengan hipertensi.

“Sesekali tidak minum obat hipertensi, tidak masalah”

Saat Anda mengalami hipertensi dan dokter telah memberikan obat hipertensi, maka penting bagi Anda untuk mengonsumsinya sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Mengidap hipertensi akan mengubah seluruh kehidupan Anda. Pada kondisi tertentu, Anda tak boleh “lupa” atau berhenti mengonsumsi obat yang direkomendasikan dokter. Sayangnya, banyak yang menyepelekan konsumsi obat yang seharusnya mereka lakukan dan membuat pengecualian, ingatlah hipertensi dapat menyebabkan penyakit berat lainnya.

“Saya sudah lakukan pemeriksaan medis, tapi belum ada perubahan”

Anda mungkin sudah melakukan tindakan pengobatan dan pemeriksaan medis, namun belum ada perubahan yang signifikan. Hal ini bisa saja terjadi, mengingat hipertensi bukanlah penyakit yang hilang dalam sekejap. Maka penting untuk memperhatikan baik-baik apa yang dokter sampaikan saat konsultasi berlangsung. Jangan segera puas hanya dengan memperoleh obat yang diresepkan. Kebanyakan pasien “tak mau bertanya” lebih banyak tentang pantangan makan, komplikasi lanjutan, atau pengobatan lainnya, padahal penting bagi Anda untuk mengenalinya.

Itulah 10 mitos dan fakta hipertensi yang perlu Anda pahami, ingatlah bahwa ada banyak faktor hipertensi yang perlu diperhatikan agar Anda dapat mengendalikan tekanan darah dalam tubuh Anda. Perbanyak konsumsi sayur anti hipertensi dan lakukan pemeriksaan medis, sehingga Anda dapat memantau perkembangan tekanan darah dalam tubuh Anda.

Baca juga:  Obat Hipertensi: Harus Berdasarkan Resep Dokter

Ya, informasi yang berdasarkan “kata orang” seringkali membuat bingung banyak penderita hipertensi dan penyakit berat lainnya. Bisa jadi mereka yang memperoleh informasi tersebut memiliki pengalaman saat mengalami kondisi itu, namun sayangnya tidak semua orang memiliki kondisi kesehatan yang persis sama.


Suzanne R. Steinbaum, MD. 5 High Blood Pressure Myths: Get the Facts. 22 Januari 2017. URL: https://www.webmd.com/hypertension-high-blood-pressure/5-misconceptions-about-hypertension#1.


Advertisement
Alinesia