Buah Anti Hipertensi: Turunkan Tekanan Darah

260
Buah untuk Penderita Penyakit Hipertensi (Alami)
Sumber Gambar: Shutterstock

Diedit:

Sudahkah Anda mengonsumsi buah elektrolit anti hipertensi? Ini merupakan buah untuk penderita penyakit hipertensi yang mengandung kalium atau potasium. Lalu, apa saja yang tergolong kedalam jenis buah tersebut? Seberapa besar efektivitasnya bagi penderita tekanan darah tinggi?

Dalam artikel ini Anda akan melihat bagaimana kinerja buah untuk penderita penyakit hipertensi ini. Serta alasan mengapa beberapa jenis buah elektrolit ini direkomendasikan sebagai anti hipertensi. Temukan juga beberapa penelitian yang memperlihatkan potensinya dalam membantu menurunkan tekanan darah.

Buah Anti Hipertensi: Rasakan Segarnya Buah

Diet hipertensi mutlak perlu dilakukan bagi penderita tekanan darah tinggi. Mengingat tingginya tekanan darah dapat menyebabkan komplikasi keberadaan penyakit lainnya. Selain menjaga konsumsi kadar garam, Anda juga perlu menjaga pola makan seimbang termasuk konsumsi buah elektrolit anti hipertensi. Memang ada banyak buah yang bermanfaat bagi tubuh Anda, namun ternyata terkadang ada jenis buah tertentu yang secara spesifik memiliki tingkat kandungan zat yang dibutuhkan pada situasi tertentu dibandingkan dengan buah lainnya.

Pemilihan buah untuk penderita penyakit hipertensi merupakan hal yang perlu dipertimbangkan. Tidak semua buah harganya mahal, jadi konsumsi buah merupakan pilihan bijak untuk dapat mengendalikan kondisi finansial Anda. Mengingat pada saat serangan penyakit datang, tentu saja biaya yang dikeluarkan tidak sedikit.

Mengapa Penting untuk Mengonsumsi Buah Anti Hipertensi?

Menurut penelitian konsumsi buah elektrolit anti hipertensi yang mengandung potasium atau kalium dan kadar garam rendah dapat menurunkan tekanan darah tinggi hingga taraf tertentu dalam jangka pendek. Konsumsi beberapa jenis buah yang dianjurkan ialah: kismis (1 oz.) / Anggur (½ cangkir), apel segar / pir (1 buah), pisang (1 buah), stroberi (½ cangkir), blueberi (½ cangkir), plum (½ cangkir), alpukat (½ buah), melon atau blewah (1/4 buah), jeruk (1 buah) dan persik / aprikot / prem (1 atau ½ cangkir kaleng).

Bagaimana kinerja dan efektivitas buah untuk penderita penyakit hipertensi? Para peneliti seringkali melakukan uji coba melalui hewan percobaan sebelum mengujinya pada manusia. Hasil pengujian seringkali memperlihatkan hasil positif berupa adanya penurunan tekanan darah tinggi saat konsumsi buah seimbang dilakukan. Namun, sayangnya belum ada reaksi permanen yang memperlihatkan bahwa konsumsi buah dapat menghilangkan keberadaan hipertensi. Penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk meneliti potensi berharga tersebut.

Anggur untuk Penderita Penyakit Hipertensi

Para peneliti mempelajari efek dari anggur hijau, merah, dan hitam yang diumpankan pada hewan percobaan sebagai buah elektrolit anti hipertensi. Setelah 18 minggu, hewan yang memakan bubuk anggur mengalami tekanan darah rendah, fungsi jantung yang lebih baik, dan mengurangi peradangan di seluruh tubuh mereka daripada hewan yang tidak menerima campuran tersebut. Sedangkan hewan yang melakukan diet garam ditambah hidralazin dan obat tekanan darah, mengalami tekanan darah rendah, namun fungsi hati mereka tidak rentan terhadap kerusakan.

Setelah melihat berbagai faktor termasuk indikator molekuler stres jantung, para peneliti masih menemukan bahwa hewan dalam kelompok diet garam dan hidralazin mengalami tekanan darah tinggi dari waktu ke waktu. Tetapi memiliki tekanan darah sistolik lebih rendah daripada hewan yang mengonsumsi bubuk anggur. Dalam sebuah studi memperlihatkan bahwa anggur dan buah-buahan lain yang mengandung fitokimia antioksidan menunjukkan harapan manfaat serupa sehubungan dengan dampaknya terhadap anggur merah bagi kesehatan jantung.

Apel untuk Penderita Penyakit Hipertensi

Apel buah elektrolit anti hipertensi telah lama dikenal sebagai sumber alami antioksidan dan senyawa kimia flavonoid, yang baik untuk kesehatan jantung. Para peneliti dari Nova Scotia di Kanada menguji kandungan alami yang terdapat pada kulit dan buah apel terhadap sampel enzim yang disebut Angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor. Guna membantu mengendurkan pembuluh darah yang diketahui menyebabkan hipertensi dan tekanan darah tinggi pada manusia.

Kulitnya secara signifikan jauh lebih efektif dalam menghambat ACE pada organisme hidup, para peneliti dari Nova Scotia Agricultural College mengatakan kepada jurnal Food Chemistry. Bahwa kulit apel memiliki enam kali lipat jumlah flavanoid dan menghasilkan tingkat antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan dengan daging buahnya. Para peneliti mengatakan: “Apel adalah salah satu buah yang paling populer dan paling sering dikonsumsi di dunia. Kulit apel adalah sumber kaya flavonoid yang memberikan banyak manfaat kesehatan terkait dengan hipertensi.”

Frambos untuk Penderita Penyakit Hipertensi

Frambos atau Raspberry (Rubus idaeus L.) adalah buah elektrolit anti hipertensi dengan sejarah yang kaya akan komposisi nutrisi dan bioaktif. Buah ini memiliki beberapa mikronutrien esensial, serat makanan, dan komponen polifenolik, terutama ellagitannin dan anthocyanin. Penelitian in-vitro dan in-vivo telah mengungkapkan berbagai mekanisme anthocyanin dan ellagitannins (melalui asam ellagic atau metabolit urolithin mereka) yang dapat mengurangi risiko atau membalikkan patofisiologi yang terkait secara metabolik.

Baca juga:  Herbal Hipertensi Terbaik: Noni Juice dan Sarang Semut

Penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk menilai potensi peningkatan kesehatan dan komponen tertentu pada buah fraambos dalam memodulasi risiko penyakit metabolik, terutama penyakit kardiovaskular, diabetes mellitus, obesitas, dan penyakit Alzheimer—yang semuanya berkaitan erat dengan metabolisme kritis, oksidatif, dan inflamasi. Percobaan pada hewan memperlihatkan bahwa buah frambos memiliki aktivitas anti-inflamasi, antioksidan, dan penstabil metabolisme.

Jeruk untuk Penderita Penyakit Hipertensi

Jeruk menghasilkan sekelompok fitokimia yang disebut sitrus bioflavonoid, salah satunya ialah hesperidin yang berfungsi sebagai antioksidan. Ketika pria sehat dan kegemukan mengonsumsi buah elektrolit anti hipertensi setiap hari selama empat minggu, maka tekanan darah diastolik mereka akan turun. Para peneliti, yang mencari peran hesperidin, menyimpulkan bahwa bioflavonoid kemungkinan terkait dengan efek menguntungkan tersebut—menurut laporan para peneliti yang diterbitkan dalam edisi Januari 2011 “American Journal of Clinical Nutrition.”

Selain manfaat antioksidannya, vitamin C dalam jeruk dapat membantu menurunkan tekanan darah. Setelah meninjau 29 studi, para peneliti menyimpulkan bahwa suplemen vitamin C mampu mengurangi tekanan darah dalam jangka pendek. Tetapi penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan efektivitas jangka panjangnya. Sebuah studi menggunakan hewan percobaan memperlihatkan bahwa konsumsi jeruk yang mengandung hesperidin secara teratur membantu mencegah hipertensi—menurut “Journal of Nutritional Science and Vitaminology” pada 2013.

Mangga untuk Penderita Penyakit Hipertensi

Karena mangga kaya akan kalium, hal ini dicurigai mampu membantu mengatur tingkat tekanan darah. Karena itu, timbul asumsi bahwa makan mangga sebagai buah elektrolit anti hipertensi secara teratur dapat membantu menurunkan tekanan darah. Maka dari itu, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan guna mengungkap potensi bermanfaat yang bisa membantu tubuh Anda untuk tetap sehat. Lalu, adakah penelitian yang memperlihatkan efektivitas mangga dalam menurunkan tekanan darah atau hipertensi?

Chuo Fang, Ph.D., dari Texas A&M University, menyelidiki efek metabolik dari konsumsi harian bubur mangga segar (400g) selama enam minggu pada subyek berbadan kurus dan obesitas. Untuk mengetahui hubungan antara metabolit mangga dengan Indeks Massa Tubuh (BMI) dan penanda bio yang beredar. Fang menyimpulkan bahwa konsumsi mangga setiap hari dapat menurunkan tekanan darah pada setiap individu dan menguntungkan orang yang kegemukan guna mempertahankan homeostasis glukosa jangka panjang.

Melon untuk Penderita Penyakit Hipertensi

Secara khusus, sudah diketahui bahwa diet rendah sodium dan asupan kalium yang cukup dapat secara positif memengaruhi pengaturan tekanan darah Anda. Karena melon adalah buah yang rendah sodium dan kaya kalium, ini dapat membantu Anda mempertahankan tingkat tekanan darah yang sehat. Jika Anda ingin meningkatkan asupan potasium, coba tambahkan melon kedalam diet Anda. Mengingat melon merupakan sumber potasium yang baik, 1 cangkir melon (177 gram) sudah memenuhi 12% potasium dari referensi asupan harian yang Anda butuhkan.

Melon dapat membantu mengurangi tekanan darah karena potasium atau kalium yang tinggi dan kadar natrium yang rendah. Melon juga mengandung banyak vitamin dan mineral penting untuk mencapai kesehatan yang optimal. Mengonsumsi buah elektrolit anti hipertensi dan bergizi ini sebagai makanan sehari-hari akan menyehatkan tubuh Anda dengan banyak cara. Selain mengandung banyak vitamin dan mineral, melon juga rendah kalori yang sempurna bagi diet.

Nanas untuk Penderita Penyakit Hipertensi

Jika Anda mengalami hipertensi, konsumsi nanas untuk menurunkan tekanan darah dapat dilakukan. Nanas terdiri dari banyak vitamin dan mineral. Selain itu, nanas juga mengandung banyak kalium yang menjadi kunci penurunan tekanan darah. Satu ukuran nanas hanya mengandung 1 mg sodium dan 195 mg potasium. Tentu saja penting untuk menjaga berat badan seimbang dan konsumsi buah elektrolit anti hipertensi yang disertai dengan diet seimbang.

Baca juga:  Hubungan Hipertensi dengan Riwayat Keluarga

Penelitian pada hewan menunjukkan bromelain yang merupakan campuran enzim dalam nanas, tampaknya memiliki sifat anti-hipertensi—menurut ulasan tahun 2016 yang diterbitkan dalam Biomedical Reports. Penulis ulasan tersebut mengatakan bromelain harus dicerna untuk waktu yang lama agar dapat bekerja sebagai agen anti-hipertensi. Namun, sebuah studi tahun 2016 yang diterbitkan dalam Chinese Journal of Integrated Medicine menemukan bahwa tekanan darah tidak berubah secara signifikan sekalipun suplemen bromelain diberikan.

Persik untuk Penderita Penyakit Hipertensi

Buah persik sangat efektif untuk mencegah hipertensi. Hanya konsumsi satu buah persik saja mampu menyediakan hampir 10 persen kalium yang dibutuhkan orang setiap harinya. Selain itu, buah persik juga memiliki kandungan magnesium yang baik. Irisan persik beku tanpa pemanis merupakan alternatif yang bagus untuk mengonsumsi buah persik segar. Akan lebih nikmat jika ditambahkan smoothie sebagai camilan buah elektrolit anti hipertensi menyegarkan di musim panas.

Efektivitas buah persik dalam menurunkan tekanan darah tidak dapat ditandingi. Buah ini tidak hanya mampu menurunkan tekanan darah dalam jangka panjang tetapi juga menunjukkan perubahan langsung pada tingkat tekanan darah tertentu. Menurut penelitian, penurunan tekanan darah diketahui hanya beberapa jam setelah mengonsumsi buah persik. Kemampuan ini menjadikan persik sebagai buah yang unik. Hanya saja penelitian lanjutan masih perlu dilakukan untuk memastikan kebenarannya.

Pisang untuk Penderita Penyakit Hipertensi

Pisang tidak hanya memberikan dorongan energi instan tetapi juga membantu menjaga tekanan darah Anda. Ini juga dapat membantu menurunkan risiko masalah kesehatan akibat hipertensi seperti penyakit jantung dan stroke. Karenanya, makanlah pisang setiap hari untuk menjaga tekanan darah Anda terkendali. Hal ini dimungkinkan karena kandungan potasium atau kalium dalam buah pisang. Efektivitas buah elektrolit anti hipertensi yang kaya kalium dalam menurunkan tekanan darah telah ditunjukkan oleh sejumlah penelitian.

Menurut FDA (Food and Drug Administration) diet yang terdiri dari konsumsi sumber kalium yang baik dan rendah natrium dapat mengurangi risiko tekanan darah tinggi dan stroke. Kalium adalah mineral penting yang memainkan peran penting dalam menjaga tekanan darah dan fungsi jantung normal. Selain itu, kalium juga membantu tubuh dalam menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit dalam sel, guna mengontrol tekanan darah. Pisang berukuran sedang menyediakan 350 mg potasium.

Stroberi untuk Penderita Penyakit Hipertensi

Stroberi kaya akan antioksidan yang dapat menurunkan tekanan darah dengan melemaskan endotelium. Endotelium merupakan lapisan dalam pembuluh darah. Saat lapisan endotelium mengalami relaksasi maka arteri akan melebar sehingga tekanan darah berkurang. Stroberi mengandung senyawa antioksidan yang disebut anthocyanin, sejenis flavonoid. Para peneliti melakukan studi besar dengan lebih dari 34.000 penderita hipertensi yang mengonsumsi buah elektrolit anti hipertensi.

Mereka menemukan bahwa konsumsi asupan anthocyanin dalam stroberi mampu menyebabkan penurunan risiko tekanan darah tinggi hingga 8 persen, dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsi stroberi. Sekitar delapan buah stroberi saja sudah mengandung 240 mg potasium (kalium) dan 1,44 mg natrium, proporsi yang sangat baik untuk menjaga tekanan darah yang sehat dan mencegah stroke.

Itulah 10 jenis buah untuk penderita penyakit hipertensi. Peningkatan asupan buah diyakini mampu menurunkan tekanan darah dalam studi intervensi jangka pendek. Namun, data tentang hubungan asupan buah dalam jangka panjang dengan risiko hipertensi masih perlu diselidiki lebih lanjut.

Demikianlah informasi mengenai buah elektrolit anti hipertensi yang perlu Anda pertimbangkan saat sedang mengalami tekanan darah tinggi. Tentu saja konsumsi buah-buahan tidak mengartikan bahwa Anda tak lagi membutuhkan obat darah tinggi. Jika Anda memutuskan untuk tidak mengonsumsi obat, hendaknya dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu guna menghindari efek samping yang membahayakan.


Lea Borgi, MD, MMSc, Isao Muraki, MD, PhD, Ambika Satija, BA, Walter C. Willett, MD, Dr. P.H, Eric B. Rimm, ScD, dan John P. Forman, MD, MSc. FRUIT AND VEGETABLE CONSUMPTION AND THE INCIDENCE OF HYPERTENSION IN THREE PROSPECTIVE COHORT STUDIES. 10 Oktober 1996. URL: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5350612/.


Advertisement
Alinesia