Depresi: Apa Sajakah Faktor Penyebab Bunuh Diri?

529
Google Image

Diedit:

Apa yang terlintas dalam pikiran Anda sewaktu mendengar kata bunuh diri? Beberapa orang bisa jadi berpikir bahwa ini adalah tindakan pelarian seorang pengecut. Adapula yang merasa bahwa bunuh diri adalah salah satu cara untuk meminta maaf kepada seseorang. Tak sedikit juga yang mengatakan bahwa ini adalah tindakan bodoh. Lalu, apa sebab utama maraknya kejadian bunuh diri?

Apa faktor penyebab bunuh diri?

Seorang profesor psikiatri dari Johns Hopkins University School of Medicine, bernama Kay Redfield Jamison mengamati bahwa keputusan untuk melakukan bunuh diri sering kali dipengaruhi oleh cara orang tersebut dalam menghadapi kejadian atau masalah yang ada di sekitar mereka. Jika memiliki pemikiran yang sehat, Anda tidak akan membenarkan setiap upaya bunuh diri. Tindakan ini juga disebabkan oleh faktor berikut:

Gangguan Mental dan Kecanduan

Penderita depresi, skizofrenia, dan gangguan bipolar cenderung melakukan tindakan bunuh diri. Hal yang sama, terjadi pada para pecandu alkohol maupun narkoba. Ini dibuktikan oleh beragam penelitian yang dilakukan di Eropa dan Amerika Serikat terhadap penyebab bunuh diri, kesimpulannya 90% korban mengalami faktor tersebut.

Bahkan seorang profesor bernama Jamison pernah mencoba upaya bunuh diri, ia mengatakan bahwa dorongan bunuh diri akan meningkat jika keputusasaan menumpuk dan tak dapat di tanggulangi lagi. Seseorang dapat menahan keinginan bunuh diri jika mereka memiliki keyakinan bahwa keadaan mereka akan membaik.

Perasaan tidak berdaya, sakit hati, dan tekanan menjadi pemicu tindakan tersebut. Maka yang terpenting ialah cara Anda mengatasi perasaan demikian.

Genetika

Walaupun ada yang mengatakan faktor genetika memiliki peranan penting dalam menentukan kecenderungan bunuh diri, ini tidak berarti bahwa seluruh anggota keluarga dalam garis keturunan itu akan melakukan tindakan tersebut. Faktor genetika memang memengaruhi cara seseorang bersikap atau berprilaku, perasaan, dan pemikirannya. Keterangan demikian akan membantu kita dalam mengambil tindakan pencegahan terhadap orang yang memiliki kecenderungan itu.

Baca juga:  Depresi atau Kesedihan Belaka? Cari Tahu Gejala-Gejala Depresi!

Kondisi Kimiawi Otak

Faktor tersembunyi lainnya adalah kinerja otak Anda dalam menghasilkan reaksi kimiawi. Peranan serotonin sangatlah penting, menurut buku Inside the Brain rendahnya kadar serotonin dapat menyebabkan seseorang tidak bahagia, berkurangnya minat akan kehidupannya sendiri, sehingga menyebabkan depresi dan memicu seseorang untuk bunuh diri. Serotonin bekerja sebagai neurotransmiter atau sarana komunikasi antar sel yang melalui sinapsis.

Jenis Kelamin dan Hubungan Sosial

Seseorang yang merasa kesepian dan tak mampu mengatasi situasi ini juga beresiko mengalami bunuh diri. Mengapa? Bayangkan, mereka sebenarnya memiliki cukup banyak waktu, namun sedikit sekali kontak sosial dengan orang lain—kehidupan sehari-hari menjadi hampa dan sepi, bahkan terasa asing.

Percobaan bunuh diri lebih sering dilakukan oleh wanita, karena mereka lebih sering mengalami depresi. Namun tingkat keberhasilan untuk bunuh diri lebih sering terjadi pada pria, mengapa? Karena pria lebih cenderung menggunakan sarana yang ekstrem untuk memastikan bahwa mereka benar-benar mati. Ya, informasi ini disampaikan guna menekan upaya bunuh diri yang sering terjadi, ingatlah bahwa kehidupan Anda berharga! Kematian bukanlah solusi dari masalah Anda!