Dampak Rokok Elektrik, Amankah bagi Tubuh?

405

Diedit:

Apakah dampak rokok elektrik bagi tubuh itu sungguh-sungguh ada? Belakangan rokok elektronik ini cukup ngetren, khususnya di kalangan anak muda. Banyak orang mulai mencoba rokok elektrik, jika sebelumnya mereka menggunakan rokok tembakau biasa yang dibakar. Meski rokok elektrik diklaim lebih aman daripada rokok biasa, namun sebenarnya dampak buruknya bagi kesehatan tetap ada.

Kebiasaan merokok memang tidak pernah baik, entah itu yang menggunakan rokok tradisional yang dibakar, maupun rokok elektrik terbaru ini. Walau beberapa pihak mengklaim jika rokok elektrik itu tak berbahaya digunakan, tetapi itu tidak sepenuhnya benar. Masih ada dampak rokok elektrik yang bersifat negatif untuk tubuh seseorang.

Dampak rokok elektrik dan daya tariknya

Sebelum membahas lebih jauh mengenai dampak rokok elektrik pada kesehatan, Anda juga perlu mengetahui mengapa banyak orang tertarik menggunakan jenis rokok yang satu ini. Memang rokok elektronik memiliki kelebihan tersendiri jika Anda bandingkan dengan rokok tembakau yang tradisional. Di mana rokok elektrik ini memiliki pilihan rasa yang lebih beragam, dan karena itulah banyak anak muda yang tertarik mencobanya. Pilihan rasa dari rokok elektronik misalnya karamel, kopi, buah-buahan, mint atau menthol, dan yang cukup aneh yaitu rasa coklat. Banyak anak muda mengesampingkan dampak rokok elektrik yang negatif dan hanya berfokus pada gengsi saja.

Klaim Produsen Rokok Elektrik

Tentunya dalam hal ini, ada pro dan kontra, jika dari sisi kontra membahas dampak rokok elektrik pada tubuh, tetapi dari sisi perusahaan tentu memiliki pembahasan lain. Ada klaim dari salah satu produsen rokok elektrik yang mengatakan bahwa rokok elektrik ini lebih aman. Pihak perusahaan juga menyebutkan bahwa kelebihan e-cigarette atau rokok elektronik yaitu jenis rokok ini merupakan rokok yang bebas polusi, karena tak mengeluarkan asap, melainkan hanya mengeluarkan uap saja. Tetapi memang terkait dampak rokok elektrik bagi kesehatan masih harus dikaji lebih jauh lagi.

Baca juga:  Mungkinkah Membersihkan Paru-Paru Setelah Berhenti Merokok?

Norman Edelman selaku kepala medis American Lung Association menyebutkan bahwa klaim produsen rokok elektronik tersebut belum bisa diterima sepenuhnya dan pengujian klinis untuk penggunaan jangka panjang dari rokok elektrik masih harus tetap dilakukan. Jadi pengujian tidak bisa jika hanya sementara saja, melainkan harus mengetahui dampak rokok elektrik jangka panjang. Sama saja dengan rokok tembakau yang dibakar, Anda baru bisa merasakan efek negatifnya setelah penggunaan jangka panjang, bukan? Begitu pula dengan dampak rokok elektrik ini, tidak bisa diketahui hanya dalam waktu singkat saja.

Dampak Rokok Elektrik pada Organ Pernapasan

Yang pertama, mengenai dampak rokok elektrik, itu adalah pada organ pernapasan atau organ paru-paru Anda. Berdasarkan FDA (Food and Drug Administration), disebutkan bahwa nikotin cair sintetis menimbulkan dampak rokok elektrik berupa iritasi ke organ pernapasan manusia. Tak berhenti di situ saja, kandungan Carbonyl dalam rokok elektrik juga dapat mengakibatkan orang yang menghisapnya terserang oleh penyakit kanker berbahaya. Juga, zat Aerosol dan Formaldehida dalam rokok elektronik juga memiliki sifat yang benar-benar berbahaya untuk kesehatan organ paru-paru Anda.

Rokok elektronik juga akan membuat Anda lebih mudah terserang penyakit pneumonia. Bakteri yang bertanggung jawab sebagai penyebab penyakit pneumonia akan semakin kebal, khususnya jika Anda cukup sering menghisap rokok elektronik. Ini dikarenakan kandungan dari rokok elektronik, yakni nikotin cair sintesis, pewarna, dan perasa makanan yang berbahaya bagi kesehatan.

Masih di dampak rokok elektrik. Rokok elektronik memang sudah mempunyai fitur suhu, karena itu dapat mengatur kadar dari nikotin. Walaupun begitu, apabila pengaturan suhu diatur tinggi oleh Anda, carbonyl yang terproduksi pun akan ikut semakin tinggi. Juga, dampak rokok elektrik yang negatif terjadi karena jumlah produksi formaldehida dari rokok elektronik sama dengan rokok tembakau biasa atau tradisional.

Baca juga:  Tujuh Hal yang Perlu Anda Ketahui Tentang Bahaya Rokok

Jika Anda belum mengetahui bahwa formaldehida ini dapat membahayakan organ pernapasan atau paru-paru Anda, dan asap dari rokok elektronik dapat menciptakan aerosol, di mana zat ini juga menciptakan dampak rokok elektrik yang negatif untuk kesehatan.

Dampak rokok elektrik hingga kini masih terus diteliti. Namun sekarang saja, Anda sudah mengetahui berbagai bahaya jika menghisapnya. Karena itu, apakah Anda masih tertarik menggunakan rokok elektrik? Baik rokok elektrik maupun rokok tembakau sama-sama merugikan kesehatan tubuh.

Jika Anda peduli dengan keluarga Anda, dan tidak ingin membuang-buang Anda untuk membayar biaya isi ulang cairan rokok elektronik, ataupun membeli rokok tembakau biasa, Anda sebaiknya mulai mencoba berhenti menghisap kedua jenis ataupun salah satu jenis rokok tersebut. Dengan begitu, dampak negatif rokok elektrik pun akan bisa dihindari. Lagipula, Anda tak ingin keluarga Anda menjadi perokok pasif, bukan?

Advertisement
Alinesia