Ciptakanlah Ruang Kerja yang Sehat


By Cindy Wijaya

Banyak orang menghabiskan tujuh sampai delapan jam sehari di tempat kerja, namun tidak cukup banyak yang menyadari dampaknya bagi kesehatan. Padahal tempat kerja terkenal sebagai sarang berbagai penyakit fisik maupun mental, seperti flu, nyeri punggung, pusing, stres, bahkan depresi. Artikel ini akan membahas caranya menciptakan ruang kerja yang sehat.

Duduklah di Kursi yang Nyaman

Bagi Anda yang bekerja di dalam ruangan, kemungkinan besar hampir seluruh jam kerja dihabiskan untuk duduk. Jika demikian, masuk akal bukan untuk memperhatikan posisi duduk yang benar? Namun posisi duduk sangat bergantung pada jenis kursi yang diduduki. Pilihlah kursi dengan sandaran di seluruh bagian punggung dan bisa diatur ketinggiannya.

Kadang duduk dengan kaki menyilang terasa nyaman, namun jangan lakukan itu dalam waktu lama. Ketika Anda melakukannya, tulang punggung tidak lurus dan sulit untuk meluruskan bahu dengan pinggul sehingga Anda rentan mengalami nyeri punggung. Posisi demikian juga menghambat peredaran darah yang meningkatkan resiko varises.

Gunakan Headset saat Menelepon

Kebiasaan menjepit telepon di antara pundak dan telinga mungkin tampaknya praktis—tapi hal ini justru memicu nyeri di leher dan punggung. Tekanlah tombol pengeras suara pada telepon atau gunakan headset jika Anda harus menelepon dalam waktu lama. Hanya saja, berhati-hatilah saat memanfaatkan pengeras suara apabila pembicaraannya bersifat rahasia.

Kurangi Pemicu Sakit Kepala

Ada begitu banyak penyebab sakit kepala yang bersemayam di ruang kerja. Anda perlu mengenalinya supaya bisa menangkal pemicu beserta efek samping sakit kepala yang ditimbulkannya.

Kurangi Pemakaian Wewangian

Bukan cuma parfum, bau yang berasal dari krim pelembap tubuh maupun pengharum ruangan merupakan penyebab sakit kepala bagi yang sensitif terhadap bau menyengat. Dengan sopan mintalah rekan satu ruangan Anda agar tidak memakai parfum yang menyengat. Dengan begitu, suasana di menjadi lebih segar dan Anda menciptakan ruang kerja yang sehat.

Jangan Sampai Kelaparan

Bagi sebagian pekerja, melewatkan waktu makan siang adalah cara terbaik untuk menyelesaikan pekerjaan yang menumpuk. Tapi melakukannya malah memicu sakit kepala akibat kadar gula darah yang rendah. Usahakan untuk tetap makan meski sedikit, misalnya cemilan. Roti gandum dengan selai kacang adalah pilihan terbaik karena mengandung protein dan karbohidrat yang mampu membuat perut kenyang lebih lama.

Perbaiki Postur yang Buruk

Ya, postur tubuh bukan sekadar menimbulkan sakit di punggung—tapi juga di kepala. Menyandarkan badan atau tiduran di meja membuat leher tegang sehingga dapat menimbulkan sakit kepala. Pelajarilah postur duduk yang baik agar masalah sakit kepala ini tidak perlu dikhawatirkan kembali.

Tambahkan Warna-Warni Cerah

Anda tidak mungkin mengecat tembok kantor, jadi tambahkanlah hiasan atau aksesori untuk memperbaiki mood Anda.

Merah dan ungu merangsang pelepasan hormon adrenalin yang membuat Anda lebih berenergi. Para ahli bahkan mempercayai bahwa warna merah bisa membangkitkan semangat seseorang.

Hijau dan kuning memunculkan perasaan bahagia dan membuat Anda tambah ceria.

Biru adalah warna yang menenangkan. Jika Anda sedang mengerjakan tugas yang rumit, kelilingilah diri dengan warna biru supaya bisa menyelesaikannya dengan kepala dingin—menurut riset oleh Missouri University of Science and Technology.

Sebenarnya tips menciptakan ruang kerja yang sehat di atas tidak akan berpengaruh banyak apabila Anda bekerja di bidang yang tidak disukai. Oleh karena itu, pastikan terlebih dulu untuk memilih jenis pekerjaan yang benar-benar disukai dan sesuai dengan keahlian Anda.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}