Cara Mengobati Demam Berdarah Tanpa Opname Hingga Sembuh


By Cindy Wijaya

Saat seseorang terkena demam berdarah, biasanya perawatan yang dianjurkan dokter adalah rawat inap (opname) di rumah sakit, dimana pasien akan menerima infus. Tapi kadang ada pasien DBD yang memilih untuk menjalani rawat jalan di rumah hingga sembuh.

Apakah perawatan DBD memang bisa dilakukan di rumah sendiri? Dan jika bisa, bagaimana cara mengobati demam berdarah tanpa opname? Simaklah penjelasannya dalam artikel ini.

Poin Penting:

  • Apakah demam berdarah bisa diobati di rumah?
  • Apakah DBD bisa sembuh tanpa infus?
  • Bagaimana cara mengobati demam berdarah tanpa opname?

Apakah Demam Berdarah Bisa Diobati di Rumah?

Setiap kondisi dari pasien demam berdarah bisa berbeda-beda. Ada yang hanya mengalami DBD ringan, dengan gejala-gejala ringan yang mirip flu biasa. Namun ada juga yang mengalami DBD serius yang bisa menyebabkan perdarahan serius hingga kematian.

Menurut WHO, pasien DBD serius sering kali perlu menjalani rawat inap atau opname di rumah sakit. Karena dalam kondisi tersebut, pasien akan melewati sejumlah fase DBD yang termasuk fase kritis yang berlangsung 24 sampai 48 jam. Perawatan di rumah sakit bertujuan untuk memantau kondisi pasien sehingga bisa segera mendapat penanganan saat mengalami fase kritis.

Apakah demam berdarah bisa diobati di rumah jika gejalanya ringan? Ya, pasien DBD ringan diizinkan untuk menjalani rawat jalan di rumah jika gejala-gejalanya ringan. Meski begitu, dokter mungkin akan tetap menganjurkan pasien untuk diopname, terutama jika tidak ada orang lain yang bisa membantu merawat Anda di rumah.

Gejala-Gejala DBD Serius yang Sebaiknya Dirawat di Rumah Sakit

Ilustrasi apakah DBD bisa sembuh tanpa infus
Photo by doucefleur from doucefleur’s Images via Canva

Mayo Clinic menjelaskan bahwa DBD yang parah bisa berkembang dengan cepat. Tanda-tanda bahaya biasanya mulai muncul di hari pertama atau kedua setelah demamnya turun, dan terdiri dari:

  • Sakit perut yang parah
  • Muntah-muntah (setidaknya 3 kali dalam 24 jam)
  • Pendarahan dari hidung atau gusi
  • Darah di urin, feses, atau muntah
  • Perdarahan di bawah kulit, yang mungkin tampak seperti memar
  • Kesulitan bernapas atau napas jadi cepat
  • Rasa lelah
  • Mudah kesal atau gelisah

Orang yang terinfeksi virus DBD untuk kedua kalinya lebih riskan mengalami DBD yang parah. DBD yang parah tergolong keadaan darurat medis yang mengancam nyawa, jadi segera dapatkan bantuan medis jika Anda atau anggota keluarga mengalami tanda-tanda bahaya seperti di atas.

Apakah DBD Bisa Sembuh Tanpa Infus?

Sebagaimana sudah dijelaskan, pasien DBD ringan diperbolehkan untuk dirawat di rumah karena gejala-gejalanya masih ringan. Perawatan dengan infus akan didapatkan jika pasien diopname. Jadi apakah DBD bisa sembuh tanpa infus? Ya bisa, karena tidak semua kasus DBD harus dirawat dengan cara diopname atau diinfus.

Sebenarnya, infus adalah cara pemberian obat atau cairan yang diberikan langsung lewat pembuluh darah. Metode infus ini khususnya dibutuhkan oleh pasien yang kondisinya cukup parah atau darurat, termasuk pasien kasus DBD serius.

WebMD juga menjelaskan bahwa saat ini belum ada obat yang secara khusus dapat menyembuhkan infeksi penyebab DBD. Karena itulah pemberian obat melalui infus juga tidak bertujuan menyembuhkan, melainkan hanya menjaga kondisi pasien saja.

Bagaimana Cara Mengobati Demam Berdarah Tanpa Opname?

Saat Anda atau anggota keluarga Anda mengalami DBD, ada hal-hal khusus yang perlu dilakukan untuk perawatan DBD di rumah. Penting untuk memperhatikan dengan cermat karena demam berdarah bisa dengan cepat menjadi parah antara hari ke-3 hingga ke-7 setelah demamnya hilang.

Dokter mungkin meminta untuk menjalani tes tertentu, guna menentukan apakah ia benar-benar terkena DBD. Anda juga sebaiknya menyimpan nomor telepon dokter Anda, dan hubungi jika Anda punya pertanyaan.

Saat pasien masih mengalami demam, ikutilah langkah-langkah cara mengobati demam berdarah tanpa opname saran dari lembaga kesehatan CDC berikut:

  • Istirahat total: Biarkan diri Anda atau anggota keluaga Anda beristirahat sebanyak mungkin.
  • Kendalikan demam: Jangan berikan ibuprofen, aspirin, atau aspirin. Sebaliknya berikan parasetamol atau asetaminofen setiap 6 jam jika perlu untuk demam tinggi (maksimal 4 dosis per hari).
  • Bantu turunkan demam dengan kompres dingin jika demamnya masih terus tinggi.
  • Cegah dehidrasi: Berikan banyak air, karena dehidrasi bisa terjadi akibat demam, muntah-muntah, atau kurang minum air.
  • Segera ke klinik atau IGD jika Anda melihat tanda-tanda dehidrasi seperti urin berkurang, mulut kering, mata cekung, detak jantung cepat, jari-jari dingin.
  • Cegah penyebaran virus DBD di dalam rumah: Pasang kelambu atau pakai obat nyamuk di kamar tidur pasien DBD; basmi semua nyamuk di rumah dan kosongkan wadah-wadah yang bisa membuat air menggenang; pasang tirai di jendela dan pintu untuk mencegah masuk masuk rumah.
Ilustrasi cara mengobati demam berdarah tanpa opname
Photo by 802290022 from Getty Images via Canva

Biasanya fase demam berlangsung selama 2 sampai 7 hari, kemudian demamnya akan turun. Jangan lengah meski demamnya sudah menghilang. Berikut langkah-langkah cara mengobati demam berdarah tanpa opname yang perlu diikuti:

  • Perhatikan tanda-tanda bahaya: Meski demamnya hilang, fase ini bisa berbahaya bagi beberapa pasien—yang disebut fase kritis.
  • Segera ke klinik atau IGD jika Anda mengalami tanda-tanda bahaya ini: sakit perut hebat; muntah terus-menerus; bintik-bintik atau ruam merah di kulit; perdarahan dari hidung atau gusi; muntah darah atau BAB berdarah; kulit pucat, dingin, atau lembap; sulit bernapas; rasa kantuk atau mudah kesal.

Sebagai pengingat, jika pasien DBD merasa gejala-gejalanya menjadi lebih buruk dalam waktu 24 jam pertama setelah demamnya turun, sebaiknya segera ke rumah sakit untuk memeriksa apakah terjadi komplikasi.

Kesimpulan

Apakah demam berdarah bisa diobati di rumah? Ya, bisa. Pasien DBD dengan gejala yang ringan biasanya diizinkan untuk menjalani rawat jalan di rumah. Namun pasien DBD yang parah biasanya perlu dirawat di rumah sakit (opname) dan mendapat infus.

Apakah DBD bisa sembuh tanpa infus? Ya, bisa. Tidak semua kasus DBD harus dirawat dengan cara diopname atau diinfus. Dan tidak ada obat yang bisa menyembuhkan DBD, jadi pemberian obat melalui infus pun hanya untuk menjaga kondisi pasien saja.

Bagaimana cara mengobati demam berdarah tanpa opname? Antara lain dengan istirahat total, minum obat pereda demam (parasetamol), minum banyak air/cairan untuk cegah dehidrasi, dan tidur dengan kelambu untuk cegah penyebaran virus DBD melalui gigitan nyamuk.

Demikianlah artikel ini yang membahas tentang cara mengobati demam berdarah tanpa opname dan tanpa infus. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi Anda dan keluarga. Temukan juga artikel-artikel menarik lain seputar kesehatan hanya di Deherba.com.

Tentang Penulis

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di Bogor “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan. Silakan klik di sini untuk kontak penulis via WhatsApp.

Anda mendapat manfaat dari artikel-artikel kami? Mohon berikan ulasan untuk terus menyemangati kami menulis > Google Review

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}