Apa 7 Gejala DBD yang Paling Mudah Dikenali?

445
Getty Images

Diedit:

Demam berdarah dengue adalah penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk pembawa virus dengue. Diperkirakan sekitar 390 juta infeksi dengue yang terjadi setiap tahun di seluruh dunia, dimana sekitar 96 juta di antaranya menyebabkan demam berdarah dengue (DBD).

Sebagian besar kasus DBD terjadi di wilayah-wilayah tropis, dengan risiko yang paling besar ada di wilayah benua India, Asia Tenggara (termasuk Indonesia), Cina Selatan, Taiwan, Kepulauan Pasifik, Karibia (kecuali Kuba dan Kepulauan Cayman), Meksiko, Afrika, juga Amerika Tengah dan Selatan (kecuali Cile, Paraguay, dan Argentina).

Demam berdarah ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes yang telah terinfeksi virus dengue. Nyamuk bisa menjadi terinfeksi jika mereka terlebih dulu menggigit orang yang memiliki virus dengue di aliran darahnya. Karena itu penularan demam berdarah harus melalui perantara nyamuk, tidak bisa langsung dari orang ke orang.

Seperti Apa Gejala-Gejala DBD?

Infeksi virus dengue menimbulkan gejala DBD yang menyerupai flu dan berlangsung selama 2 sampai 7 hari. Demam berdarah biasanya terjadi setelah periode inkubasi (periode dari masuknya penyebab penyakit sampai ke saat timbulnya penyakit itu) antara 4 hingga 10 hari sesudah digigit nyamuk yang telah terinfeksi.

Berikut ini adalah 7 gejala demam berdarah yang paling sering muncul:

  • Demam tinggi (40 derajat C / 104 derajat F)
  • Sakit kepala
  • Rasa nyeri di belakang mata
  • Mual dan muntah
  • Pembengkakan kelenjar
  • Nyeri sendi, tulang, atau otot
  • Ruam (bintik-bintik merah pada kulit)

Kadang-kadang gejala DBD yang muncul tergolong ringan sehingga keliru dikira sebagai gejala flu atau penyakit biasa lain. Biasanya anak-anak dan orang yang belum pernah terkena infeksi virus sebelumnya akan mengalami keluhan yang lebih ringan.

Waspadai Gejala DBD Parah!

Demam berdarah bisa berkembang menjadi parah sekitar 3 sampai 7 hari setelah munculnya gejala-gejala DBD awal. Masa ini disebut sebagai fase kritis. Pada saat ini suhu tubuh akan menurun, tapi ingat bahwa ini bukan berarti pasien sudah pulih. Sebaliknya, pasien membutuhkan perhatian khusus jika timbul gejala-gejala demam berdarah parah berikut ini:

  • Sakit perut parah
  • Terus-menerus muntah
  • Gusi berdarah
  • Muntah berdarah
  • Bernapas cepat
  • Kelelahan/gelisah
Baca juga:  Demam Dengue: Info Lengkap Seputar Gangguan Kapiler

Jika timbul gejala-gejala DBD parah seperti di atas, maka pasien harus segera dibawa ke Unit Gawat Darurat atau ke pusat kesehatan terdekat karena jika dibiarkan bisa mengakibatkan:

  • Kebocoran plasma yang dapat menyebabkan shock dan/atau penumpukan cairan dengan/tanpa gangguan pernapasan;
  • Pendarahan parah;
  • Kerusakan organ parah.

Jika Anda mengalami gejala-gejala DBD seperti di atas, terutama bila di lingkungan Anda juga ada yang terinfeksi DBD atau Anda sebelumnya bepergian ke daerah yang terdapat kasus DBD, segera periksa ke dokter agar secepatnya diketahui penyebabnya serta ditangani dengan baik sebelum parah.

Bagaimana Cara Mengatasi DBD?

Hingga saat ini belum ditemukan vaksin atau pengobatan yang khusus untuk mengobati demam berdarah. Penderita demam berdarah harus segera mencari bantuan dokter, juga istirahat dan minum banyak air.

Biasanya dokter akan meresepkan obat parasetamol untuk membantu menurunkan demam serta mengurangi rasa nyeri di persendian. Tapi pasien tidak boleh minum obat aspirin atau ibuprofen karena obat-obat tersebut malah bisa memperbesar risiko pendarahan.

Pasien yang telah terinfeksi virus dengue bisa saja menularkan virus tersebut melalui perantara nyamuk Aedes setelah gejala-gejala DBD awal muncul (jangka waktu 4 – 5 hari; maksimum 12 hari). Sebagai antisipasi, pasien dianjurkan melakukan langkah-langkah pencegahan dengan cara tidur di tempat tidur yang sudah dipasang kelambu, terutama di masa-masa demam.

Jika muncul gejala-gejala demam berdarah parah (seperti disebutkan di bagian atas), maka sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter dan mencari perawatan inap untuk memantau perkembangan dari penyakit ini.

Dengan deteksi dini gejala-gejala DBD serta perawatan medis yang tepat, Anda dapat menekan tingkat fatalitas (kematian) hingga di bawah 1 persen. Meskipun begitu, tahap-tahap penyakit demam berdarah yang dialami hingga pemulihannya tetap saja akan terasa tidak nyaman, bahkan cukup menyakitkan.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Saya Mengalami Gejala-Gejala DBD?

Jika Anda menduga diri Anda terkena infeksi virus dengue, sebaiknya segera datang ke dokter atau rumah sakit. Untuk mendiagnosis demam berdarah, dokter mungkin akan:

  • Meninjau tanda dan gejala yang Anda rasakan;
  • Mengetes darah Anda untuk memeriksa apakah terdapat virus dengue
  • Meninjau riwayat medis dan perjalanan Anda sebelumnya.

Orang-orang yang pernah berpegian ke wilayah yang sedang terdapat kasus demam berdarah selama 2 minggu terakhir harus memberitahu dokter tentang ini.

Bagaimana Cara Mencegah DBD?

Karena sampai saat ini masih belum tersedia vaksin yang ampuh mencegah demam berdarah, maka kita perlu mengupayakan beberapa langkah untuk mencegah gigitan nyamuk:

  • Tinggal di rumah ber-AC atau yang sudah dipasangi kawat nyamuk. Nyamuk yang membawa virus dengue paling aktif mulai saat pagi fajar hingga sore senja, tapi kadang-kadang mereka juga menggigit di malam hari.
  • Kenakan pakaian yang melindungi. Jika Anda pergi ke daerah yang ada banyak nyamuk, pakailah baju berlengan panjang, celana panjang, kaus kaki, dan sepatu.
  • Gunakan obat nyamuk. Anda bisa menyemprotkan obat nyamuk ke ruangan yang banyak nyamuk-nya, tapi pastikan Anda tidak menghirup obat nyamuk tersebut. Untuk melindungi kulit, gunakan losion pengusir nyamuk yang mengandung sedikitnya 10 persen konsentrat DEET.
  • Kurangi habitat nyamuk. Nyamuk pembawa virus dengue biasanya hidup di dalam dan sekitar rumah, berkembang biak di air tenang yang menggenang di benda-benda bekas seperti ban mobil bekas. Kurangi habitat perkembangbiakan seperti itu untuk menurunkan populasi nyamuk.
Baca juga:  Pengobatan Demam Dengue Yang Tersedia Saat Ini

Bagi Anda yang tinggal di wilayah dimana terdapat kasus DBD, cara terbaik untuk mencegahnya adalah dengan menekan perkembangbiakan nyamuk di sekitar rumah serta sebisa mungkin menghindari gigitan nyamuk.

Bila seseorang di anggota rumah Anda terkena demam berdarah, Anda dan keluarga harus ekstra hati-hati untuk melindungi diri agar tidak ikut terkena DBD. Jika Anda ikut merasakan gejala DBD seperti yang dialami anggota keluarga itu, maka sebaiknya periksa juga ke dokter untuk penanganan segera.

Advertisement
Alinesia