Bunuh Diri: Bagaimana Kalau Saya Merasa Ingin Mati Saja?

683
bunuh diri
Shutterstock

Diedit:

Anda tidak sendirian; banyak dari kita pernah memiliki pikiran-pikiran untuk bunuh diri pada suatu titik dalam kehidupan kita. Perasaan ingin mengakhiri hidup sendiri bukanlah suatu cacat kepribadian, dan bukan berarti Anda sudah gila. Itu artinya Anda sedang merasa terbebani lebih daripada yang Anda sanggup.

Penderitaan itu terasa sangat berat dan tidak akan berakhir hingga kapan pun. Tetapi sebenarnya, seiring berlalunya waktu dan dengan dukungan yang tepat, Anda bisa berhasil melewati masalah-masalah itu dan perasaan ingin mengakhiri hidup akan berlalu.

Saya Ingin Bunuh Diri, Apa yang Harus Saya Ketahui?

Tidak soal seberapa besar rasa sakit yang Anda rasakan sekarang, ingat Anda tidak sendirian. Bahkan beberapa orang yang paling berbakat, paling dikagumi, paling terkenal, dan paling dibutuhkan sekali pun pernah merasakan yang Anda rasakan sekarang. Ya, banyak dari kita akan mulai berpikir untuk mati saja ketika merasa terbebani oleh depresi dan kehilangan harapan.

Tetapi rasa sakit akibat depresi sebenarnya dapat diobati dan harapan Anda bisa dipulihkan. Tidak soal bagaimana situasi Anda sekarang, ada orang-orang yang membutuhkan Anda, tempat-tempat yang bisa membuat Anda merasa lebih baik, dan pengalaman-pengalaman yang akan mengingatkan Anda tentang betapa berharganya kehidupan.

Butuh keberanian yang besar untuk memikirkan tentang kematian dan benar-benar menghadapinya. Anda bisa gunakan keberanian itu untuk menghadapi kehidupan, untuk belajar caranya mengatasi depresi, dan untuk menemukan kekuatan untuk tetap bertahan. Ingatlah:

  • Emosi Anda tidak akan terus seperti itu—itu selalu berubah-ubah. Bagaimana perasaan Anda hari ini mungkin tidak akan sama dengan bagaimana perasaan Anda kemarin atau besok atau minggu depannya.
  • Jika Anda tidak ada, itu akan menimbulkan kesedihan dan penderitaan atas kehidupan teman-teman dan orang-orang yang Anda sayangi.
  • Ada banyak hal yang masih bisa Anda wujudkan dalam kehidupan Anda.
  • Ada pemandangan-pemandangan, suara-suara, dan pengalaman-pengalaman dalam hidup yang dapat membuat Anda merasa lebih baik—dan Anda akan kehilangan semua itu jika sudah mati.
  • Anda sanggup merasakan emosi-emosi menyenangkan sama seperti Anda sanggup merasakan emosi-emosi menyedihkan.

Mengapa Saya Merasa Ingin Bunuh Diri?

Ada banyak jenis penderitaan emosi yang bisa mengarah ke pemikiran untuk mengakhiri hidup. Penyebab dari penderitaan ini berbeda-beda pada setiap orang, dan kemampuan untuk mengatasi perasaan ini juga berbeda-beda pada setiap orang. Kita semua berbeda. Namun, ada beberapa penyebab umum yang dapat memicu pemikiran dan perasaan ingin bunuh diri.

• Mengapa Bunuh Diri Seperti Satu-Satunya Jalan Keluar?

Kalau Anda tidak bisa memikirkan jalan keluar selain melalui kematian, itu bukan berarti tidak ada jalan keluar lain. Hanya saja, Anda saat ini belum bisa melihatnya. Penderitaan emosi mendalam yang sedang dirasakan saat ini dapat menyimpangkan cara berpikir Anda. Sehingga sulit bagi Anda untuk melihat solusi-solusi lain atas masalah Anda, atau untuk menemui orang-orang yang sebenarnya bisa membantu.

Seorang terapis, konselor, teman, atau orang yang Anda sayangi sebenarnya bisa membantu Anda untuk menemukan jalan keluar yang lebih baik, yang mungkin belum pernah terpikirkan. Berikan mereka kesempatan untuk membantu Anda.

• Dorongan Kuat untuk Bunuh Diri Biasanya Akan Menghilang

Walaupun kini tampaknya rasa pedih dan ketidakbahagiaan Anda tidak ada ujungnya, sadarilah bahwa saat-saat krisis itu biasanya hanya sementara. Sering kali akan ada solusi-solusi yang lebih baik, ada perubahan pada perasaan Anda, ada kejadian-kejadian positif yang tak terduga.

Baca juga:  Sayangi Jantung dengan Mengatasi Depresi

Ingat ini: Bunuh diri adalah solusi permanen untuk masalah yang hanya sementara. Itu seperti memenggal kepala demi mengobati sakit kepala. Keputusan itu tidaklah setimpal dengan masalah yang Anda hadapi. Berikan cukup waktu bagi diri sendiri untuk melihat bahwa keadaan akan berubah dan rasa pedih akan membaik.

• Ada Solusi Bahkan untuk Masalah yang Kelihatannya Tak Punya Harapan

Masalah-masalah pada kesehatan mental—misalnya depresi, skizofrenia, dan gangguan bipolar—semuanya dapat diobati dengan melakukan perubahan gaya hidup, terapi, dan pengobatan. Sebagian besar orang yang mencari bantuan bisa memperbaiki situasi mereka dan berhasil pulih.

Bahkan kalau pun Anda sudah pernah menjalani pengobatan, atau jika Anda sudah mencoba mengatasi masalah-masalah Anda, ketahuilah bahwa sering kali dibutuhkan cara yang berbeda dari sebelumnya untuk mendapatkan solusi yang tepat. Atau bisa jadi dibutuhkan gabungan dari beberapa solusi.

Misalnya, saat dokter meresepkan obat, sering kali harus ada proses penyesuaian dosis yang terus-menerus sebelum diperoleh dosis yang tepat. Jangan menyerah sebelum menemukan solusi yang sesuai untuk Anda. Hampir semua masalah bisa diobati atau diatasi.

Apa yang Harus Saya Lakukan Sekarang?

• Langkah 1: Berjanjilah untuk tidak melakukan apa pun saat ini

Meskipun Anda sedang merasa sangat menderita sekarang, berupayalah melawan dorongan kuat dari pikiran-pikiran Anda. Buatlah janji ke diri sendiri: “Aku akan tunggu 24 jam dan tidak akan melakukan sesuatu yang drastis selama jangka waktu itu.” Atau, tunggulah 1 minggu.

Pikiran dan tindakan adalah dua hal yang berbeda—pemikiran Anda untuk bunuh diri tidak harus menjadi kenyataan. Tidak ada deadline atau batas waktu, tidak ada orang yang mendorong Anda untuk bertindak secepatnya mengikuti pemikiran itu. Tunggu. Tunggu dan berupayalah melawan dorongan dari pemikiran Anda.

• Langkah 2: Hindari konsumsi obat-obatan dan alkohol

Pemikiran untuk mengakhiri hidup bisa menjadi semakin kuat kalau Anda mengonsumsi obat-obatan atau alkohol. Ingatlah untuk tidak menggunakan obat-obat tanpa resep atau alkohol ketika sedang merasa putus asa atau sedang berpikir untuk mati.

• Langkah 3: Buat rumah Anda jadi aman

Buanglah benda, alat, atau sarana apa pun yang bisa Anda gunakan untuk melukai diri sendiri, misalnya obat-obat pil, pisau, silet, atau senjata api. Kalau Anda tidak bisa menyingkirkan mereka, pergilah ke tempat yang bisa membuat Anda merasa aman. Jika Anda terdorong untuk overdosis obat, mintalah orang lain untuk menyimpan obat itu dan mengembalikannya hanya saat Anda membutuhkannya.

• Langkah 4: Jangan simpan perasaan Anda ke diri sendiri

Banyak dari kita menyadari bahwa langkah awal demi mengatasi keinginan untuk mengakhiri hidup adalah membaginya dengan orang yang bisa dipercaya. Orang itu mungkin adalah seorang keluarga, teman, terapis, rohaniwan, guru, dokter, pelatih, atau konselor berpengalaman yang bisa Anda hubungi nomornya.

Baca juga:  Depresi: Apa itu Depresi Pasca Persalinan?

Carilah seseorang yang Anda percayai dan beritahukanlah kepadanya seberapa terpuruk keadaan yang Anda hadapi saat ini. Jangan biarkan rasa takut atau rasa malu menghalangi Anda untuk mencari bantuan. Dan jika orang pertama yang Anda coba hubungi kelihatannya tidak memahami Anda, cobalah cari orang lain.

Cukup dengan bercerita tentang bagaimana Anda bisa sampai pada titik ini dalam hidup Anda sudah dapat melepaskan banyak tekanan yang sedang menumpuk. Anda juga akan dibantu untuk menemukan cara mengatasi situasi terpuruk ini.

• Langkah 5: Kembalilah berharap—Anda BISA melalui masa-masa sulit ini

Bahkan orang-orang yang merasakan sama seperti yang Anda rasakan sekarang berhasil bertahan dari perasaan-perasaan ini. Berharaplah akan hal ini. Besar kemungkinannya bahwa Anda juga dapat bertahan melalui perasaan-perasaan ini, tidak soal seberapa benci Anda pada diri sendiri, seberapa besar keputusasaan atau rasa terasing yang sedang Anda alami. Berikanlah waktu yang cukup bagi diri Anda sendiri dan jangan coba untuk menghadapinya sendirian.

Bagaimana Cara Mencari Bantuan yang Saya Butuhkan?

Bahkan meskipun Anda merasa tidak ada yang mau membantu, tetapi kenyataannya: Ada cukup banyak orang yang mau mendukung Anda selama masa-masa sulit ini. Temuilah seseorang. Lakukan itu sekarang. Jika Anda berjanji pada diri sendiri untuk menunggu 24 jam atau 1 minggu (lihat langkah 1 di atas), gunakanlah waktu itu untuk memberitahu seseorang apa yang sedang terjadi pada diri Anda.

Bicaralah dengan seseorang yang tidak akan berdebat dengan Anda, menghakimi Anda, atau cuman bilang “lupakan saja.” Carilah seseorang yang akan mendengarkan Anda dan bersedia menemani Anda melewati masa-masa terpuruk ini. Orang tersebut haruslah orang yang bisa dipercaya dan yang bisa mendengarkan dengan empati dan bersikap menerima.

• Bagaimana Caranya Bicara dengan Seseorang?

Bahkan sewaktu Anda telah memutuskan siapa orang yang bisa dipercayai itu, tetap saja sulit untuk mengungkapkan kepadanya bahwa Anda sedang berkeinginan untuk mengakhiri hidup.

  • Beritahu dia tepat seperti apa yang sedang Anda pikirkan. Jika Anda sudah merencanakan untuk bunuh diri, jelaskan itu kepadanya.
  • Ungkapan-ungkapan seperti, “Aku tidak tahan lagi” atau “Aku sudah habis” adalah ungkapan yang terlalu halus dan tidak terlalu menjelaskan seberapa serius keadaan yang sebenarnya. Beritahu dia bahwa Anda memiliki keinginan untuk mengakhiri hidup.
  • Jika terlalu sulit untuk membicarakannya, cobalah tulis dan berikan itu ke dia. Atau tuliskan email atau pesan, dan duduklah bersamanya selagi dia membacanya.

• Bagaimana Kalau Dia Tidak Memahami?

Jika orang pertama yang Anda temui kelihatannya tidak bisa memahami, beritahukanlah ke orang lain atau hubungilah nomor telepon darurat untuk pencegahan bunuh diri. Jangan biarkan tanggapan kurang baik dari orang itu menghentikan Anda dari upaya mencari seseorang yang bisa membantu.

Kalau Anda Tidak Tahu Harus Pergi ke Siapa:

Di Indonesia—Hubungi nomor 119. Nomor telepon ini berfungsi sebagai call center yang akan memberikan bantuan untuk konsultasi.

Di Bogor—Hubungi nomor (0251) 8324024, 8324025, atau 8320467. Nomor telepon ini adalah layanan telepon konseling kesehatan jiwa dan pencegahan bunuh diri dari RSJ Marzoeki Mahdi.

Di Jakarta—Hubungi nomor (021) 5682841. Nomor telepon ini adalah layanan telepon konseling kesehatan jiwa dan pencegahan bunuh diri dari RSJ Soeharto Heerdjan.

Di kota-kota lain—Kunjungi situs web intothelightid.org untuk mendapatkan informasi layanan konseling kesehatan jiwa di kota tempat Anda berada.

Di negara-negara lain—Kunjungi situs web IASP atau Suicide.org untuk mencari nomor telepon darurat di negara tempat Anda berada.

Bagaimana Cara Mengatasi Keinginan Bunuh Diri?

Ingatlah bahwa walaupun saat ini tampaknya keinginan Anda untuk menyudahi hidup akan terus ada, sebenarnya perasaan dan pikiran Anda saat ini pasti akan berlalu. Anda AKAN kembali merasa lebih baik. Sementara itu, ada beberapa cara untuk membantu mengatasi pikiran dan perasaan Anda saat ini.

Saat Ingin Bunuh Diri, Lakukanlah:

  • Bicara dengan seseorang setiap hari, sebaiknya bertatap muka.

    Walaupun Anda merasa ingin menarik diri, mintalah teman atau rekan yang Anda percaya untuk menemani Anda. Atau terus hubungi nomor telepon darurat dan ceritakan tentang perasaan-perasaan Anda.

  • Buat rencana keamanan.

    Rencanakanlah langkah-langkah yang bisa Anda ikuti saat dorongan bunuh diri sedang kuat-kuatnya (saat krisis). Di rencana itu harus disertakan nomor-nomor telepon dokter atau terapis yang menangani Anda, juga teman dan anggota keluarga yang bisa cepat membantu.

  • Buatlah rencana tertulis untuk diri sendiri.

    Buatlah itu setiap hari dan terus ikuti, apa pun yang terjadi. Sebisa mungkin pertahankanlah rutinitas rutin, bahkan saat perasaan Anda sedang tidak terkendali.

  • Keluar ruangan dan rasakan terpaan sinar matahari.

    Atau nikmatilah alam sekitar selama setidaknya 30 menit setiap hari.

  • Olahraga.

    Lakukan semampu yang Anda sanggup. Untuk mendapat manfaat yang paling baik, berencanalah olahraga 30 menit setiap hari. Mulailah secara bertahap dan perlahan. Tiga kali 10 menit aktivitas fisik yang intens sudah cukup menghasilkan efek positif pada mood Anda.

  • Luangkan waktu untuk hal-hal yang Anda senangi.

    Bahkan meski cuman ada sedikit hal yang bisa membuat Anda senang saat ini, paksakan diri Anda untuk melakukan hal-hal yang pernah Anda nikmati.

  • Ingatlah cita-cita pribadi Anda.

    Anda mungkin selalu bercita-cita untuk pergi ke suatu tempat, membaca suatu buku, memelihara binatang tertentu, pindah ke suatu tempat, mempelajari hobi baru, menjadi sukarelawan, kembali bersekolah, atau berkeluarga. Tulislah cita-cita pribadi Anda di sebuah catatan.

Tapi, Jangan Lakukan:

  • Sendirian.

    Keterasingan bisa memperparah keinginan untuk menyudahi hidup. Kunjungilah seorang teman, atau kerabat, atau ambil telepon dan hubungi nomor telepon darurat.

  • Mengonsumsi alkohol dan narkoba.

    Kedua hal tersebut dapat memperburuk depresi, menghambat kemampuan Anda untuk menyelesaikan masalah, dan dapat memicu Anda untuk bertindak impulsif (tanpa dipikirkan dulu).

  • Melakukan hal-hal yang memperparah situasi.

    Mendengarkan musik sedih atau lagu galau, melihat foto-foto tertentu, membaca surat-surat lama, atau mengunjungi makam seseorang yang Anda sayangi—hal-hal ini bisa memperparah perasaan-perasaan negatif Anda.

  • Memikirkan tentang bunuh diri dan pikiran-pikiran negatif lain.

    Cobalah untuk tidak berkutat dengan pemikiran tentang mengakhiri hidup, karena itu bisa membuatnya semakin kuat. Jangan memikirkan pikiran-pikiran negatif berulang-ulang. Carilah penyimpang perhatian. Mengistirahatkan diri Anda dari pikiran-pikiran semacam ini dapat membantu Anda, setidaknya untuk sementara waktu.

Bagaimana Cara Pulih dari Keinginan Bunuh Diri?

Bahkan meskipun keinginan untuk mengakhiri hidup telah berkurang, tetaplah cari bantuan untuk diri Anda. Pengalaman pernah menderita tekanan emosi semacam itu sendiri sudah merupakan pengalaman yang bikin trauma. Upayakanlah 5 langkah untuk pulih berikut:

  • Kenali pemicu atau situasi yang mengarah kepada perasaan-perasaan putus asa atau menimbulkan pikiran ingin mati saja; seperti tanggal kematian seseorang yang dikasihi, alkohol, atau stres dalam suatu hubungan. Temukan cara-cara untuk menghindari tempat, orang, atau situasi yang bisa memicu.
  • Perhatikan diri sendiri. Makanlah dengan benar, jangan menunda-nunda waktu makan, dan tidurlah yang banyak. Olahraga juga penting: dapat melepaskan endorfin, melegakan stres, dan memperbaiki kesehatan emosi.
  • Jaga hubungan dengan orang-orang yang mendukung Anda. Kelilingi diri Anda dengan pengaruh-pengaruh positif dari orang-orang yang membuat Anda merasa nyaman dengan diri sendiri. Semakin banyak Anda terlibat dengan orang-orang seperti itu, Anda akan semakin terbantu untuk tetap positif.
  • Kembangkan kegiatan dan ketertarikan baru. Cari hobi baru, lakukan kegiatan sukarela, atau pekerjaan yang memberikan rasa puas. Ketika Anda melakukan hal-hal yang memuaskan, Anda akan merasa lebih baik tentang diri sendiri dan semakin sedikit kemungkinannya bagi perasaan negatif untuk kambuh lagi.
  • Pelajari cara sehat untuk menghadapi stres. Pelajarilah cara-cara yang sehat untuk menjaga tingkat stres di taraf yang terkendali, misalnya dengan berdoa, olahraga, bersantai, atau curhat dengan orang yang dipercaya.

Alasan untuk Hidup

Anda punya alasan untuk hidup. Yakinlah bahwa situasi bisa berubah, ada bantuan untuk Anda, dan ada harapan yang sejati—Sang Pencipta, yang menciptakan kita, peduli dengan kita dan ingin kita bahagia.

Carilah dukungan dari orang-orang atau terapis yang dirasa berguna untuk mengurangi kemungkinan Anda kembali berkeinginan mengakhiri hidup. Anda bisa mendapatkan bantuan dan rujukan dari dokter atau dari organisasi-organisasi yang menawarkan bantuan pencegahan bunuh diri.

Demikianlah informasi tentang yang bisa Anda lakukan saat muncul dorongan untuk bunuh diri. Baca juga informasi terkait seputar depresi di artikel: “Depresi: Info Lengkap bagi Anda yang Peduli Kesehatan.” Nantikan artikel-artikel menarik lainnya mengenai informasi kesehatan, tips kesehatan, dan pengobatan alternatif di Deherba.com.

Advertisement
Alinesia