Berikan 5 Asupan Penting Ini ketika Anak Demam!

628

Diedit:

Meringankan demam pada anak kerap kali identik dengan pemberian obat penurun panas atau anti piretik semacam parasetamol, asetosal (aspirin) hingga ibuprofen. Sebenarnya ada beberapa hal yang penting Anda pahami ketika berhadapan dengan demam pada anak, selain soal pemberian obat penurun panas.

Penting untuk Anda memahami asupan apa yang tepat untuk Anda berikan untuk si kecil selama masa demam berlangsung. Karena asupan yang tepat juga akan membantu meringankan gejala, mencegah kondisi memburuk dan membantu meningkatkan efektifitas pengobatan. Lalu apa saja asupan penting yang akan baik diberikan ketika terjadi demam pada anak.

  • Air

    Alasan utama Anda perlu minum lebih banyak air ketika demam adalah karena air akan membantu Anda mendinginkan tubuh dan mencegah Anda mengalami dehidrasi. Ini berkaitan dengan kebiasaan tubuh untuk menurunkan suhu tubuh dengan mengeluarkan lebih banyak cairan, termasuk melalui keringat dan melalui air seni.

    Sedang sebisa mungkin pasien demam tidak mengalami dehidrasi. Dehidrasi akan memperburuk kondisi demam mereka, menurunkan aktivitas sel sehingga tidak hanya menyebabkan pasien lemas, tetapi juga akan mengeluhkan sakit kepala, pusing, mual dan meningkatkan suhu tubuh mereka dalam tingkat yang lebih berat.

    Menurut livestrong, dijelaskan bagaimana pemberian cairan akan membantu menghidrasi sel dalam tubuh untuk lebih cepat memperbaiki diri, selama masa demam. Air juga membantu mengisi perut yang kosong ketika pasien kehilangan selera makan selama demam berlangsung.

  • Karbohidrat

    Pada dasarnya, ketika pasien demam, pastikan perut mereka tidak kosong. Ketika perut kosong, demam akan memburuk dan pasien rentan mengalami keluhan pusing, sakit kepala dan penurunan metabolisme yang memperlambat proses penyembuhan.

    Karbohidrat meski dalam kadar ringan akan membantu menjaga sel tetap mendapatkan energi selama demam berlangsung. Sel akan tetap membutuhkan energi dalam proses penyembuhan. Energi juga akan mengimbangi keluarnya banyak keringat dalam tubuh yang akan menyebabkan sejumlah kalori turut keluar.

    Bila pasien menuruti selera makan mereka yang hilang dan melewatkan waktu makan sama sekali, sel akan kehilangan sumber energi mereka sehingga sel tubuh akan menurunkan intensitas aktivitasnya. Tubuh akan merasa sangat lemas, pusing dan semakin menurunkan daya lawan tubuh terhadap penyebab demam seperti virus atau bakteri.

    Anda bisa memberikan bubur beras yang lembut sebagai asupan dalam takaran kecil, sedikit demi sedikit. Kasus demam pada anak biasanya juga disertai keluhan dengan sistem pencernaan. Asupan semacam ini lebih bersahabat dengan pencernaan yang melemah dan juga akan efektif membantu mencegah pasien mengalami mual dan muntah. Sebisa mungkin pasien demam tidak mengalami muntah karena bisa meningkatkan risiko dehidrasi.

  • Asupan Herbal

    Beberapa jenis herbal yang sifatnya memberi efek hangat justru baik diberikan pada anak saat mereka mengalami demam. Jadi coba berikan minuman jahe, sup dengan rempah, sup dengan bumbu kayu manis yang segar dan jenis-jenis lainnya. Jahe, kayu manis, cengkeh, lada akan memberikan efek hangat pada tubuh yang secara otomatis akan mendorong tubuh melakukan peningkatan metabolisme.

    Kondisi ini memberi tiga keuntungan yakni metabolisme mendorong imunitas bekerja lebih baik, membantu memproduksi lebih banyak keringat yang efektif menstabilkan suhu tubuh sekaligus memberi stimulan pada sistem pengatur suhu pada otak untuk mengendalikan suhu tubuh pada kadar normal.

    Tambahkan sejumlah asupan herbal lain yang memberi manfaat lebih bagi penderita demam pada anak. Sebut saja bawang putih yang baik sebagai anti biotik alami, sejumlah sumber protein, dan sayuran sebagai tambahan vitamin dan mineral.

  • Asupan Protein

    Sebagaimana sudah kami singgung pada ulasan ke-3, pasien demam sebaiknya menambahkan asupan protein untuk membantu penyembuhan.

    Proses perlawanan sistem imunitas dalam tubuh akan membutuhkan energi dan protein bisa menjadi pilihan sumber energi yang sehat untuk mendukung proses ini. Selain itu, beberapa pasien demam cenderung merasa lebih nyaman makan sepotong ayam ketimbang makan semangkuk bubur ayam.

    Sebaiknya sajikan asupan protein dalam bentuk hidangan kukus atau rebus saja. Karena hidangan bakar dan goreng justru tidak bersifat mendinginkan. Pasien demam akan tidak nyaman memakan makanan kering . Lagipula kadang sajian goreng juga bisa memperburuk infeksi seperti batuk dan radang tenggorokan.

  • Vitamin dan Mineral

    Bila si kecil tampak tidak berselera makan, coba sajikan sup ayam lengkap dengan potongan kentang dan beberapa sayuran dan potongan ayam. Sajian ringan ini memberinya cukup asupan untuk mengisi perut kosongnya.

    Tidak berhenti di situ, perpaduan antara sayuran, daging ayam dan sejumlah bumbu akan memberikan manfaat alami antoksidan, protein, vitamin, dan mineral yang penting untuk penyembuhan. Anda bisa menyelingnya dengan memberikan jus buah segar seperti jus jeruk, jus buah jambu biji atau malah Noni juice yang kaya khasiat.

    Ini karena dalam jus buah juga ditemukan kandungan vitamin dan mineral. Pasien demam akan membutuhkan asupan vitamin C untuk kinerja daya tahan tubuh mereka, vitamin B, E dan K untuk mengatasi infeksi serta memberi cukup energi untuk mensuplai proses penyembuhan sel.

    Mineral seperti fosfor, zink, mangan, magnesium, kalium, zat besi, dan beberapa bahan lain akan berperan besar dalam menstimulasi sistem imunitas, mendorong aktivitas sel, dan membantu proses penyembuhan.

Baca juga:  Menyiasati Sakit Gigi Pada Bayi di Tahun Pertama

Selain sejumlah terapi di atas, berikan si kecil kompress hangat untuk membantu tubuh kembali menstabilkan suhunya. Pastikan anak tidak terbalut pakaian yang terlalu tebal atau tertutup. Ternyata justru memberikan pakaian yang lebih ringan dan nyaman jauh membuat anak mengatasi demam mereka dengan cepat.

Dapat disimpulkan bahwa tindakan terbaik yang bisa Anda lakukan adalah membuat anak demam merasa nyaman. Perlu diingat juga demam pada anak-anak jarang menyebabkan dampak yang serius.