Benarkah Dokter Tempat Terbaik Obati Penyakit Darah Tinggi?


By Fery Irawan

The Silent Disease, inilah julukan yang diberikan untuk penyakit darah tinggi. Gejalanya tidak tampak, tapi efek yang dihasilkan luar biasa.

Maklum saja, beberapa penyakit berat seperti jantung, stroke, ginjal, dan kerusakan organ lainnya membayangi penderita penyakit darah tinggi.

Ketika vonis hipertensi (penyakit darah tinggi) sudah dikantongi, mau tak mau penderita harus mencari cara untuk menormalkan atau menstabilkan tekanan darahnya. Dokter adalah tempat pertama yang menjadi target Anda. Tetapi, benarkah apa yang dokter lakukan bisa membantu Anda?

Dokter dan Penyakit Darah Tinggi

Ada dua hal utama yang biasa dilakukan dokter untuk membantu Anda. Pertama, membeberkan faktor resiko penyakit darah tinggi dan membantu mengubah gaya hidup Anda. Kedua, menawarkan obat-obatan anti-hipertensi dan memonitor hasilnya.

Hanya itu yang bisa dokter lakukan, intinya mengedukasi Anda apa saja yang baik dan boleh dilakukan. Selanjutnya, kesembuhan Anda banyak bergantung pada diri Anda sendiri.

Apalagi jika penyakit darah tinggi Anda susah dikontrol. Yang bertanggung jawab menyembuhkan penyakit ini adalah si penderita sendiri. Berbeda dengan perlakuan pada pasien penderita kanker, dokter bertanggung jawab dari diagnosa awal sampai proses pengangkatan (operasi) dan pasca operasi.

Pada penderita hipertensi, dokter hanya memberikan resep dan nasihat atau sugesti-sugesti yang selebihnya menjadi tanggung jawab penderita sendiri.

Ini artinya, penderita penyakit darah tinggi harus mencari kesembuhannya sendiri. Ya, tak banyak yang bisa dilakukan oleh orang-orang di sekitar Anda. Mereka hanya bisa membantu menjaga gaya gidup penderita agar tetap sehat dan terkontrol.

Apa yang Bisa Anda Lakukan untuk Sembuh dari Penyakit Darah Tinggi?

Pertama, ketahui tinggi dan berat badan untuk menghitung indeks masa tubuh Anda. Cek tekanan darah saat ini dan tingkat kolesterol Anda. Kedua, lakukan pengecekan rutin dan selidiki apakah dari garis keluarga ada kecenderungan mewarisi penyakit ini atau tidak.

Jika tak ada faktor keturunan, kemungkinan terbebas dari penyakit ini cukup besar. Kedua, mau tidak mau penderita harus mengubah gaya hidupnya. Berhenti merokok jika Anda perokok.

Turunkan berat badan secara bertahap jika sekarang ini berat Anda berlebih atau bahkan obesitas. Berolahraga secara teratur, tetapi usahakan olahraga ringan yang tak memberatkan kerja jantung Anda.

20 menit, tiga kali dalam seminggu sudah cukup untuk menyehatkan jantung dan menguatkan otot-otot pembuluh darah. Kemudian, hentikan konsumsi alkohol. Usahakan menu diet Anda bervariasi.

Perbanyak konsumsi mineral dan serat, dan jangan mengonsumsi makanan yang mengandung lemak dan asam amino secara berlebihan. Mengurangi garam dalam masakan juga penting, karena garam adalah salah satu penyebab penyempitan pembuluh darah. Terakhir, hindari stres.

Jika saat ini penyakit darah tinggi sudah menempel dalam tubuh Anda, mengonsumsi obat anti-hipertensi secara teratur memang diperlukan. Namun yang terpenting, pemeriksaan tekanan darah rutin dilakukan dengan usaha menstabilkannya.

Mengingat kunjungan ke dokter biasanya berlangsung dalam beberapa menit saja, mungkin sulit bagi Anda untuk aktif bertanya sehingga tak banyak informasi yang akan disampaikan seorang dokter.

Hanya beberapa hal umum yang akan disampaikan, dan itupun mungkin sudah Anda ketahui sendiri sebelumnya. Akan lebih baik jika penderita aktif mencari keterangan tentang penyakit darah tinggi serta alternatif penyembuhannya, karena Anda juga memerlukan second opinion untuk memutuskan yang terbaik bagi kesehatan Anda.

Tentang Penulis 

Fery Irawan

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Fery Irawan seorang editor sekaligus penulis yang antusias dan sadar untuk memberikan informasi kesehatan yang tidak berat sebelah. Aktif menulis beragam artikel kesehatan selama beberapa tahun terakhir. Ia selalu berupaya menyampaikan informasi yang aktual dan terpercaya, sesuai dengan ketentuan dan prinsip jurnalistik yang ada.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}