Bayi Kuning: Apa Penyebabnya?


By Cindy Wijaya

Kadang Anda menjumpai bayi yang baru lahir sepekan mengalami keluhan kulit yang menguning atau biasa pula disebut penyakit kuning. Malah beberapa kasus juga muncul keluhan kuning ini pada bayi baru lahir yang usianya belum genap sehari. Apa sebenarnya yang menyebabkan bayi kuning? Dalam kesempatan ini kami akan mencoba mengulasnya untuk Anda.

Bayi kuning erat kaitannya dengan masalah senyawa bilirubin. Dalam tubuh manusia secara normal terbentuk sejenis senyawa bernama bilirubin. Bilirubin ini merupakan produk senyawa residu dari proses kadaluarsa sel-sel darah merah, sebagai bentuk sisa dari proses pemecahan hemoglobin darah ketika sel darah mati.

Bilirubin sendiri terbagi dalam dua jenis yang akan berkaitan dengan pengaruhnya terhadap tubuh. Dan dua jenis bilirubin tersebut adalah:

  • Bilirubin langsung

    Bilirubin ini merupakan hasil proses pemecahan hemoglobin yang diproses dalam hati. Bilirubin jenis ini cenderung lebih ringan, mudah larut dalam air sehingga dengan mudah dapat dibuang melalui air seni. Biasanya selama fungsi hati dan ginjal berjalan baik, tidak akan ada masalah dengan bilirubin langsung.

  • Bilirubin tidak langsung

    Kadang proses pemecahan hemoglobin terjadi di luar hati. Proses ini tetap membentuk senyawa residu bilirubin namun dengan sifat yang lebih berat, mengandung lemak dan sulit dihilangkan oleh tubuh dengan mekanisme pembuangan urin. Ini karena kerap kali bilirubin tidak langsung akan mengendap dalam simpanan lemak dalam lapisan kulit. Dan inilah kemudian yang memicu kulit bayi tampak merona kuning. Karena bilirubin mengandung pigmen warna kuning yang kuat.

    Kemunculan warna kuning pada kulit bayi biasa disebut secara medis dengan istilah Ikterus. Warna kuning ini biasa terjadi pada bayi prematur dimana fungsi hati dan ginjal belum terbentuk sempurna. Proses pembuangan bilirubin melalui urin dan feses belum bisa maksimal sehingga senyawa ini malah mengendap dalam tubuh dan tersimpan di balik lapisan kulit.

    Namun keluhan kuning juga bisa terjadi pada bayi sehat selama masa 7 hari pertama kelahiran. Ini adalah masa adaptasi tubuh terhadap asupan protein dari ASI, dan proses penyempurnaan hati yang kadang tidak berimbang dengan proses kadaluarsa dari sel darah merah.

    Kadang pada jenis keluhan ini, bayi bisa menjadi sangat kuning dan kuningnya akan hilang sendiri pada hari ketujuh atau delapan setelah persalinan. Pada kondisi semacam ini, cara terbaik untuk membantu mengatasinya adalah dengan membiarkan bayi berjemur di bawah sinar matahari pagi.

Memahami Peningkatan Bilirubin

Secara kasat mata, sebenarnya ketidaknormalan kadar bilirubin bisa dicek dengan melakukan test manual. Pada bayi dengan kulit putih, biasanya cukup dengan menekan telapak tangan atau kaki. Bila kemudian muncul semburat warna kuning pada bagian bekas ditekan tadi, maka besar kemungkinan bayi Anda mengalami masalah dengan kadar bilirubin di atas normal.

Cara lain ialah dengan melihat pada bola mata dari bayi. Perhatikan sisi putih dari mata, bila sisi putih pada mata tampak kekuningan ini juga bisa menjadi pertanda bayi mengalami keluhan Ikterus.

Jika bayi menampakkan tanda-tanda penyakit kuning, Anda tidak perlu panik. Selama ini berlangsung dari hari ketiga sampai ketujuh setelah persalinan, sebenarnya kondisi kuning ini wajar dan bisa diatasi dengan mudah dengan berjemur di bawah sinar matahari pagi.

Namun Anda perlu waspada ketika bayi tetap menampakkan warna kuning setelah lewat masa 8 hari sekalipun sudah rutin melalui proses penjemuran di bawah sinar matahari pagi. Anda juga perlu waspada ketika serangan kuning justru terjadi ketika usia bayi belum menginjak 24 jam. Seharusnya pada usia 24 jam, sel darah merah bayi belum mencapai kadaluarsanya, yang artinya pembentukan bilirubin terjadi secara tidak normal.

Pada bayi usia 24 jam, kadar bilirubin sebesar 12 mg /dl sudah merupakan tanda bahaya dan bayi sendiri sudah menampakan rona kuning yang kentara. Sedangkan pada bayi usia di atas 24 jam, ambang batas toleransi bilirubin bisa mencapai 14 mg/dl.

Biasanya jika bayi menampakkan gejala Ikterus, dokter akan memeriksa darah bayi setiap harinya. Dan bila bayi terus menunjukan peningkatan bilirubin hingga 5% per hari, ini menjadi alarm bahwa ada masalah serius dengan kondisi darah atau hati bayi.

Masalah bilirubin tinggi ini bisa disebabkan oleh banyak hal, seperti kekurangan enzim GPO, masalah resistensi golongan darah, infeksi dalam, kadar hemoglobin yang tinggi dalam darah, gangguan empedu, serta belum sempurnanya sistem pembuangan residu tubuh oleh hati dan ginjal.

Itulah gambaran penyakit bayi kuning dan penyebab utama keluhan ini muncul. Anda bisa temukan informasi lanjutan penanganan bayi kuning dengan terapi sinar biru pada artikel berikutnya.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}