Apa Saja Faktor Risiko Kanker Paru-Paru yang Harus Diwaspadai?


By Cindy Wijaya

Tahukah Anda bahwa gaya hidup, kebiasaan, dan lingkungan tempat tinggal dapat meningkatkan risiko terserang kanker paru-paru? Penyakit ini bukan cuman diakibatkan oleh faktor dari dalam tubuh, tapi faktor yang berasal dari luar pun sangat berperan dalam pertumbuhan sel kanker. Apa saja faktor risiko pemicu kanker paru-paru?

Faktor Risiko Kanker Paru-Paru yang Berhubungan dengan Gaya Hidup

Merokok (rokok biasa, cerutu, atau melalui pipa) menempati posisi nomor satu sebagai pemicu kanker paru-paru. Kebiasaan ini bertanggung jawab atas hampir 90% kasus kanker paru-paru! Tembakau maupun asap tembakau mengandung 4000 zat kimia (semisal nitrogen dan karbon monoksida), yang banyak di antaranya bersifat karsinogenik—zat penyebab kanker.

Menghirup atau menelan zat kimia tersebut akan memicu perubahan seketika dalam jaringan paru-paru. Mulanya tubuh mampu memperbaiki kerusakan yang terjadi, namun lama-kelamaan kemampuannya semakin menurun jika kerusakan terus berlangsung.

Mungkin Anda merasa lega karena tidak merokok, tapi coba lihat di sekitar Anda, pasti ada saja yang merokok dan mengebulkan asap bukan? Perokok pasif—orang yang tidak merokok namun sering menghirup asapnya—mengalami peningkatan risiko kanker paru-paru sampai 20-30%.

Riset baru-baru ini menyatakan bahwa anggota keluarga dari penderita kanker paru-paru memiliki risiko sedikit lebih besar terkena penyakit yang sama. Meski begitu, belum ada bukti yang cukup apakah genetik memang menyebabkan kanker paru-paru atau sekadar memperbesar risikonya.

Kanker paru-paru umumnya dialami oleh orang yang berusia lebih dari 50 tahun, dan kebanyakan dari mereka terdiagnosis kanker saat berusia 65 tahun atau lebih. Semakin lama Anda hidup, semakin banyak pula Anda terpapar zat kimia penyebab kanker.

Faktor Risiko Kanker Paru-Paru yang Berasal dari Lingkungan

Gas radon—gas tak berbau, berwarna, dan berasa—yang secara alami terbentuk dalam batuan dan tanah. Kadar gas radon yang berlebih bisa saja terdapat di lingkungan kantor atau rumah Anda, parahnya lagi gas ini sulit terdeteksi.

Asbes, biasa digunakan dalam konstruksi bangunan sebagai atap rumah. Jika asbes mulai rusak, serat-serat kecilnya dapat terbawa udara dan terhirup. Sedikit saja menghirupnya mungkin tidak apa-apa, tapi apabila terus menerus terhirup dalam waktu lama, Anda sangat berisiko mengalami kanker paru-paru.

Studi terbaru memperlihatkan bahwa polusi udara, khususnya di tempat yang kualitas udaranya rendah, dapat membuat risiko terkena kanker paru-paru sedikit lebih besar. Sekitar 5% dari kasus kematian akibat kanker paru di seluruh dunia disebabkan oleh polusi udara.

Dibandingkan dengan seluruh faktor risiko kanker paru-paru, merokok adalah yang paling bertanggung jawab. Sangat disayangkan, padahal faktor risiko ini paling bisa dicegah dan lebih disayangkan lagi, banyak perokok pasif yang turut menderita akibat asap kepulan perokok aktif.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}