Amankah Mengonsumsi Rokok Elektrik?

487

Diedit:

Rokok elektrik atau sering juga disebut rokok elektronik saat ini sering menjadi perbincangan diantara banyak orang di Indonesia. Anda pasti juga penasaran apa itu rokok elektronik dan apa kelebihannya dibandingkan rokok yang umum beredar di masyarakat luas.

Meskipun demikian, perlu diingat bahwa apapun medianya, merokok bukanlah hal yang baik untuk dilakukan. Semua orang tahu bahwa ada banyak penyakit berat yang bisa ditimbulkan dari kebiasaan merokok seperti sakit paru-paru, kanker tenggorokan, kanker mulut, impotensi, dan lain-lain.

Saat ini pasti sudah sering Anda jumpai bungkusan rokok yang dihiasi gambar-gambar menyeramkan tentang penyakit-penyakit yang bisa ditimbulkan dari kebiasaan merokok. Anda pasti berpikir, “ah itu hanya untuk menakut-nakuti saja.” Tapi, itu semua benar karena memang banyak sekali penyakit berat yang bisa ditimbulkan dari kebiasaan merokok.

Mungkin karena hal itulah sekarang banyak orang mencari “alternatif” rokok yang dianggap lebih “sehat” dan “alami”. Salah satunya rokok elektronik ini. Rokok elektronik diklaim lebih “sehat” dan “alami” dibandingkan rokok biasa karena tidak menimbulkan asap dan isi rokoknya terbuat dari bahan-bahan “herbal”. Benarkah demikian? Apakah rokok elektronik memang bisa dijadikan pengganti rokok biasa yang asapnya sungguh menggangu itu? Berikut adalah informasi lebih lanjut tentang rokok elektrik atau yang lebih sering juga disebut rokok elektronik.

Apa itu Rokok Elektronik?

Rokok elektronik adalah inovasi yang diciptakan untuk mendapatkan bentuk rokok yang tampak lebih sehat. Pada umumnya, bentuknya sama seperti rokok dan dapat mengeluarkan sejenis asap juga. Tapi, bukan asap yang dikeluarkan oleh rokok elektronik, melainkan uap air. Karena tidak menghasilkan asap berbahaya, rokok elektronik lantas diklaim lebih sehat di badan karena tentunya paru-paru Anda tidak akan kemasukan asap rokok.

Baca juga:  Bahaya Merokok: Ketahui Sebelum Maut Menjemput

Apakah Rokok Elektronik Aman?

Jika dibandingkan rokok yang biasa, bisa dikatakan rokok elektronik sedikit lebih aman. Kenapa? Itu karena, seperti yang dijelaskan diatas, rokok elektronik tidak menghasilkan asap yang berbahaya, melainkan hanya uap air. Jadi, kalau terhisap dan masuk paru-paru, tidak akan sebahaya asap rokok yang biasanya.

Rokok elektronik jadi lebih sedikit aman bagi para perokok pasif. Meskipun demikian, merokok sebisa mungkin harus dihindari baik dengan rokok elektronik maupun rokok biasa. Merokok bukanlah kebiasaan yang baik untuk dilakukan ditilik dari segi kesehatan maupun ekonomi.

Rokok Eletronik Menurut WHO

WHO (World Health Organization) sebagai asosiasi tertinggi kesehatan dunia, juga pernah mengeluarkan pernyataan mengenai rokok elektronik. Menurut WHO, rokok elektronik tidak boleh digunakan di dalam ruangan. Mengapa demikian? Itu karena rokok elektronik juga dapat mengeluarkan racun persis seperti rokok-rokok yang biasa beredar di masyarakat luas.

Meskipun rokok elektronik tidak menghasilkan asap yang berbahaya, melainkan hanya uap air, tapi uap air dari rokok elektronik tersebut mengandung zat kimia yang berbahaya. Uap air tersebut juga dapat menimbulkan polusi udara. Maka dari itu, WHO menyarankan agar hanya orang di atas 18 tahun yang bisa membeli rokok elektronik.

Rokok Elektronik Menurut Badan POM

Di negara kita, Badan POM (Pengawas Obat dan Makanan) menjadi penentu tertinggi atas aman atau tidaknya suatu benda untuk kita pakai atau kita konsumsi. Badan POM pernah suatu waktu juga memperingatkan masyarakat di seluruh Indonesia bahwa rokok elektronik yang saat ini beredar luas di pasaran adalah produk yang belum dapat dibuktikan keamanannya.

Badan POM berpendapat bahwa rokok elektronik mengandung jumlah nikotin cair yang berbahaya. Ada juga kandungan bahan pelarut seperti gliserin, dieter glikol, dan propilen glikol di dalam rokok elektronik. Bahan-bahan tersebut dapat menghasilkan senyawa nitrosamine jika dipanaskan. Senyawa tersebut dipercaya dapat menimbulkan kanker.

Apakah Rokok Elektronik Mengandung Nikotin?

Dalam rokok yang biasa, nikotin adalah bahan yang sangat umum di dalamnya. Nikotin merupakan zat yang didapatkan dari daun tembakau. Fungsinya yakni sebagai obat perangsang dan sebagai zat yang dapat memberikan efek candu. Nikotinlah yang menyebabkan banyak perokok kesulitan berhenti merokok.

Baca juga:  Kanker Paru-Paru Akibat Merokok, Cek Faktanya!

Apakah rokok elektronik ada nikotinnya? Di bagian atas rokok elektronik ada lubang yang dapat diisi ulang oleh cairan-cairan dan salah satunya adalah nikotin cair. Nikotin cair akan memberikan “sensasi merokok” untuk pengguna rokok elektronik. Jadi sebenarnya sama saja antara rokok biasa dan elektronik karena dua-duanya mengandung nikotin yang membuat ketagihan.

Adakah Penyakit yang Dapat Ditimbulkan oleh Rokok Elektronik?

Seperti halnya rokok biasa, merokok rokok elektronik dapat memicu banyak gangguan dan peradangan di dalam tubuh kita. Rokok elektronik juga dapat menimbulkan infeksi paru-paru, stroke, asma, dan serangan jantung. Oleh karena itu, apapun medianya, merokok bukanlah hal yang baik untuk dilakukan. Hindarilah merokok maka Anda akan terbebas dari risiko penyakit-penyakit berbahaya seperti diatas.

Merokok sepertinya sudah seperti kebiasaan bagi banyak orang di Indonesia. Baik pria maupun wanita dari berbagai kalangan dan golongan umum banyak yang merokok bahkan di tempat umum. Banyak dari mereka yang tidak sadar bahwa banyak sekali penyakit berat yang bisa ditimbulkan dari kebiasaan merokok. Apapun media merokoknya, baik rokok biasa maupun rokok elektronik, merokok tetap tidak baik untuk kesehatan.

Meskipun rokok Anda rokok elektronik, ingat, bahkan Badan POM pun pernah memperingatkan masyarakat di seluruh Indonesia bahwa rokok elektronik yang saat ini beredar luas di pasaran adalah produk yang belum dapat dibuktikan keamanannya. Jadi, berhati-hatilah saat menggunakan rokok elektrik karena mungkin itu malah akan membahayakan diri Anda sendiri maupun orang lain.

Advertisement
Alinesia