Deherba.com | Situs Herbal No. 1 Indonesia
hubungi kami

Mencegah Kanker Payudara Mencegah Kanker Payudara

8 Cara Mudah Mencegah Kanker Payudara yang Manfaatnya Seumur Hidup

Sampai hari ini, penyakit kanker masih dianggap sebagai salah satu pembunuh yang cukup mengerikan. Kasus kematian karena kanker masih masuk dalam urutan tertinggi di Indonesia maupun juga di dunia. Dan dari daftar tersebut, kanker payudara termasuk dalam urutan teratas.

Menurut ANTARANEWS.COM kanker payudara adalah jenis kanker yang paling banyak dikeluhkan di Indonesia. Menurut data tahun 2010, jumlahnya mencapai 28,7 persen dari seluruh kasus kanker yang terdiagnosa. Sedangkan menurut data Riset Kesehatan Dasar 2013, rasio dari pengidap kanker payudara di Indonesia cukup tinggi, mencapai 1,4 untuk setiap 1000 orang.

Yang disayangkan, tingkat keberhasilan pengobatan kanker payudara di Indonesia terbilang kurang berhasil. Ini bukan karena penanganan yang tidak tepat, melainkan lebih karena kebanyakan kasus kanker payudara didiagnosa saat kondisinya sudah menginjak stadium akhir, sehingga cenderung terlambat dalam penanganan.

Karena itu, selain mengenali gejala-gejala kanker payudara mulai menjangkit, setiap wanita juga perlu mengetahui dengan baik cara efektif untuk mencegah kanker payudara. Seiring dengan perubahan gaya hidup menjadi serba praktis di kalangan perkotaan dewasa ini, perkembangan kasus kanker payudara juga naik signifikan. Ditengarai ada kaitan erat antara pola hidup dengan peningkatan kasus kanker payudara.

Bila setiap wanita memahami bagaimana cara terbaik menjalankan gaya hidup sehat dan mengupayakan beberapa langkah untuk mencegah kanker payudara, maka diharapkan tingkat kenaikan kasusnya bisa ditekan hingga level minimal.

Apa saja yang bisa Anda lakukan sebagai cara mencegah kanker payudara? Berikut ini beberapa di antaranya yang kami sadur dari berbagai sumber.

1. Menyusui Bayi

Bagi wanita usia subur, sebenarnya ada cara sangat sederhana untuk membantu mengurangi risiko kanker payudara, yakni dengan cara menyusui. Ternyata selain memberi manfaat bagi bayi dengan sejumlah nutrisi dan “bonding” yang tercipta antara ibu dan anak, menyusui juga baik untuk kesehatan ibu di jangka panjang.

Menurut sumber BREASTCANCER.ORG, pengaruh menyusui akan membantu sel-sel menjaga kenormalan fungsinya dalam jangka panjang, juga membantu mengurangi produksi estrogen yang rupanya menjadi salah satu faktor pemicu kanker payudara. Ditengarai pula selama masa menyusui sejumlah sel-sel imun terbentuk secara alami dalam payudara yang membantu melindungi DNA sel payudara.

2. Maksimalkan Waktu Istirahat

Stres adalah salah satu penyebab kanker payudara. Selain karena pengaruhnya cukup buruk terhadap keseimbangan hormonal, stres juga kerap kali mengganggu fungsi imunitas yang bisa menurunkan daya tahan tubuh dalam mencegah pembentukan sel-sel abnormal.

Latih kebiasaan tidur dan relaksasi Anda. Perbaiki pola tidur Anda agar seimbang dan optimal. Beberapa orang meyakini bahwa tidur dengan lampu gelap akan membantu Anda tidur lebih nyenyak dan meningkatkan produksi hormon melatonin yang penting untuk efek relaksasi.

Anda juga bisa mendapatkan manfaat melatonin dari mendengarkan lagu-lagu favorit yang membantu Anda merasa nyaman, mandi air hangat dengan aroma terapi, dan melakukan perenungan rohani. Kadang sejumlah aktivitas olahraga relaksasi dan kegiatan ibadah juga bisa membantu produksi melatonin.

3. Jaga Berat Badan

Mereka yang kelebihan berat badan memang cenderung memiliki risiko kanker payudara lebih tinggi. Di dalam laman Cancer.ORG dijelaskan bagaimana kanker payudara memiliki kaitan dengan masalah obesitas.

Masalahnya, risiko kanker payudara akan meningkat bila tubuh terpapar lebih banyak hormon estrogen dalam jangka panjang. Hormon estrogen memiliki peran dalam membantu pertumbuhan sel kanker pada payudara. Sementara itu lemak dalam tubuh akan sangat mebantu tubuh meningkatkan produksi hormon estrogen.

Semakin usia Anda bertambah, sebaiknya upayakan untuk mempertahankan tubuh dalam berat badan ideal. Dikatakan dalam Nurses Health Study bahwa wanita yang bisa menurunkan berat badan pada titik ideal dan mempertahankan dalam 4 tahun akan membantunya menurunkan risiko kanker payudara hingga 40 persen.

4. Jangan Lupa Aktivitas Fisik dan Olahraga

Menurut sumber CANCERTUTOR.COM, mereka yang olahraga rutin setidaknya 4 jam setiap pekannya akan menunjukan hasil signifikan dalam mencegah kanker payudara. Selain tentu saja, mereka yang rutin dengan olahraga biasanya juga akan memiliki berat badan yang lebih terkendali.

Hasil serupa ditampilkan dalam sebuah hasil riset yang dirilis oleh Women's Health Initiative. Dikatakan mereka yang menjalankan olahraga setidaknya 2, 5 jam setiap pekan akan menunjukan penurunan risiko kanker payudara sekitar 18 persen.

Dalam Cancer.ORG dikatakan Anda tidak hanya dituntut untuk memiliki cukup waktu olahraga setiap pekan, tetapi juga untuk menghindar duduk terlalu lama. Wanita yang bekerja setiap hari dalam posisi duduk selama setidaknya 6 jam, akan mengalami peningkatan risiko kanker hingga 10 persen.

Di satu sisi, hindari olahraga berlebihan bahkan hingga mendorong tubuh membentuk otot berlebihan yang sebenarnya tidak alami bagi wanita. Sejumlah pakar mengkhawatirkan ketika wanita beraktivitas fisik berlebihan, maka hormon androgen akan diproduksi berlebihan yang cenderung membuat seseorang menjadi ‘tomboi’. Di sisi lain androgen berlebihan membuat tubuh memproduksi hormon penyeimbang yang memiliki karakter sama dengan estrogen bahkan bisa memberi efek lebih buruk dari estrogen alami.

5. Berjemur di Bawah Sinar Matahari Pagi

Sinar matahari membantu tubuh membentuk kadar vitamin D3 secara optimal. Ingatlah bahwa bukan sinar matahari yang menjadi sumber vitamin D, tetapi sinar matahari bekerja membantu tubuh mengolah asupan vitamin D dan mengasupnya secara optimal.

Sementara itu, vitamin D3 berperan cukup besar dalam proses regenerasi sel dan menjaga kemurnian DNA. Semakin baik kadar vitamin D3 dalam tubuh, semakin baik pula tubuh kita mencegah kanker payudara dan jenis kanker lainnya.

Kadang Anda membutuhkan lebih dari sekadar paparan sinar matahari pagi, karena pada dasarnya sinar matahari pagi tidak mendatangkan asupan vitamin D. Konsumsi makanan-makanan yang mengandung vitamin D dapat mencukupi kebutuhan Anda setiap harinya

6. Perbaiki Kekebalan Tubuh

Sejumlah pakar sepakat bahwa kekebalan tubuh (imunitas) bertanggung jawab dalam mencegah kanker payudara. Semakin optimal kondisi imunitas seseorang, semakin rendah risikonya mengalami kanker.

Sistem imunitas memiliki sejumlah sel T dan sel B yang menjadi komponen limfosit, salah satu bagian dari sel darah putih yang menjadi garda utama daya tahan tubuh. Sel T memiliki peran melawan secara fisik sel-sel dan organisme mikro lain yang keberadaannya tidak normal, termasuk sel kanker, sel bakteri, virus, maupun fungi. Sedangkan sel B bekerja melepas senyawa kimiawi yang berperan merusak sel-sel abnormal ini secara kimiawi.

Anda bisa memaksimalkan fungsi imunitas dengan menjaga kadar biota sehat dalam pencernaan. Sebagaimana dijelaskan dalam jurnal bertajuk ‘Immune system stimulation by probiotic microorganisms’ tahun 2014 dari riset Victoria University Australia, bahwa kadar bakteri sehat dalam pencernaan akan membantu kinerja imunitas.

Di sisi lain, asupan untuk fungsi kelenjar tiroid seperti yodium, vitamin C, anti oksidan, dan sejumlah jenis protein akan membantu kinerja imunitas bekerja optimal. Adakalanya Anda perlu mengonsumsi suplemen tertentu untuk membantu memenuhi kebutuhannya secara optimal.

7. Minimalkan Toksin dalam Tubuh

Toksin adalah salah satu penyebab munculnya sel kanker dalam tubuh. Toksin bisa datang dari paparan rokok, alkohol, paparan senyawa metal berat, toksin dari senyawa kimiawi dan limbah, efek penggunaan plastik sebagai wadah makanan, pestisida, efek toksin dari makanan adiktif, efek toksin dari minyak goreng jelantah, dan masih banyak lagi.

Toksin dan sejumlah jenis senyawa bersifat oksidatif memang bekerja menyebabkan kanker, baik secara langsung maupun tidak langsung. Sebagaimana dijelaskan dalam The American Journal of Pathology tahun 2002 dengan junal berjudul ‘Oxidative Damage and Cancer’.

Toksin dalam bentuk apapun akan memaksa liver bekerja ekstra untuk menetralkan efek dari toksin terhadap tubuh. Ini menurunkan intensitas liver untuk membantu memproduksi senyawa-senyawa penting dalam tubuh yang berperan melindungi DNA seperti glutathion. Toksin juga akan melemahkan fungsi sirkulasi darah, fungsi saraf, dan melemahkan fungsi imunitas, juga menyebabkan efek kerusakan pada sel yang ketika diabaikan akan memicu kerusakan berkembang menjadi kerusakan DNA—situasi yang kemudian berkembang menjadi kanker.

Di sini ada dua aspek penting yang perlu Anda pahami untuk mencegah kanker payudara dan jenis kanker lainnya. Berupayalah menjalankan hidup sehat dengan meminimalkan asupan dan kontak tubuh dengan sumber-sumber toksin.

Dan di sisi lain, upayakan konsumsi lebih banyak anti oksidan yang bisa bekerja membantu liver mengatasi kelebihan toksin dalam tubuh, sekaligus menguatkan sel-sel tubuh dari kerusakan akibat efek karsinogen dari toksin-toksin tersebut.

8. Hindari atau Batasi Terapi Penggantian Hormon

Pada sejumlah wanita pasca menopause, dokter akan menyarankan untuk mengonsumsi obat-obatan yang berfungsi sebagai terapi penggantian hormon. Terapi ini memiliki kandungan estrogen dan progestin dalam jumlah besar yang sayangnya justru bisa memicu kanker payudara.

Sejumlah kontroversi juga muncul terkait konsumsi pil KB karena efek sampingnya yang ditengarai bisa menyebabkan kanker payudara. Namun sebenarnya perlu dipahami bahwa masih diperlukan lebih banyak penelitian sebelum menuduh pil KB sebagai pemicu kanker payudara.

Menurut sumber WebMD.COM, sejumlah riset terbaru justru menunjukkan hasil bahwa pengaruh pil KB modern terhadap risiko kanker payudara relatif jauh lebih kecil dari pil KB di masa lalu, karena pengaruhnya terhadap keseimbangan hormonal yang berbeda. Kandungan progesteron yang lebih tinggi ditengarai membantu menetralisir kelebihan estrogen sekaligus androgen yang berkaitan dengan kanker.

Konsumsi makanan yang sehat, rajin olahraga, menjaga berat badan ideal, dan tetap waspada terhadap faktor-faktor risiko yang Anda miliki adalah prinsip dasar dalam mencegah kanker payudara. Anda juga mungkin perlu meminta rekomendasi dokter untuk melakukan skrining kanker bila Anda riskan mengidap kanker ini.

Menjaga gaya hidup sehat khususnya jadi lebih penting lagi setelah Anda melewati masa menopause. Sebagaimana sudah disinggung di atas, setelah menopause tubuh cenderung menghasilkan lebih banyak estrogen yang dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Jadi jika mungkin, konsultasikan dengan dokter mengenai cara terbaik mencegah kanker payudara untuk Anda.

BACA JUGA ARTIKEL REKOMENDASI HERBAL BERIKUT:

Sarang Semut Papua Tumpas Kanker dan Tumor dalam Waktu 3 Bulan atau Kurang!

sarang semut papua 3
Berkat herbal ini banyak penderita kanker, tumor dan benjolan abnormal bisa kembali menjalani hidup mereka seperti semula tanpa harus menghadapi biopsi, pembedahan, dan kemoterapi […] Baca Selengkapnya »

Penting: Form komentar di bawah ini hanya digunakan untuk berbagi informasi antar pengunjung situs web ini. Apabila Anda ingin menghubungi kami silakan kunjungi halaman hotline kami »
FOLLOW DEHERBA.COM:
instagram