Bagikan Artikel Ini:

Kanker payudara adalah salah satu penyakit kanker dengan jumlah kasus paling tinggi pada wanita Menurut Depkes RI, pada survei tahun 2012 kanker payudara adalah kasus kanker dengan persentasi kasus baru tertinggi di Indonesia. Juga memiliki persentase kematian sekitar 12, 9%. Bagaimana kondisi kanker payudara stadium 1?

Stadium kanker payudara ditinjau setelah pasien didiagnosis menderita kanker payudara, dimana dokter akan memeriksa apakah kanker tersebut sudah menyebar, dan jika sudah, seberapa jauh penyebarannya. Penentuan stadium kanker akan membantu memastikan seberapa serius kanker dan bagaimana cara terbaik untuk menanganinya.

Diagnosis Lebih Awal Lebih Baik

Cara terbaik untuk menyembuhkan penyakit ini adalah dengan menemukan ciri-ciri kanker payudara sedini mungkin. Masalahnya, tak mudah menemukan keberadaan kanker payudara stadium 1.

Pada stadium awal, ukuran kanker relatif sangat kecil dan karenanya keberadaan sel kanker dalam tubuh belum banyak menunjukan reaksi atau gejala pada tubuh pasien.

Kebanyakan kasus kanker payudara stadium 1 dapat terdiagnosis bukan karena pasien menyadari adanya keluhan atau gejala. Melainkan karena kesadaran pasien untuk secara berkala melakukan pemeriksaan.

Mamogram adalah salah satu prosedur yang bisa Anda pilih untuk memeriksa kondisi payudara Anda secara teratur. Menurut sumber cancer.org, mamogram dapat dilakukan rutin 1 – 3 tahun sekali untuk menganalisa perkembangan jaringan payudara secara teratur termasuk membaca perubahan sel di dalamnya.

Bila Anda Didiagnosis Kanker Payudara Stadium 1

Mengidap kanker payudara stadium 1 bukan berarti akhir segalanya. Anda bahkan masih memiliki kemungkinan hidup relatif tinggi, sekitar 100% menurut sumber cancer.org.

Pada stadium ini, sebenarnya kanker masih berada pada ukuran relatif kecil, sekitar 2 cm dan belum berada pada kondisi berbahaya. Kanker  belum menyebar ke area kelenjar limpa di area ketiak. Dan bilapun dokter menemukan pra kanker pada area kelenjar limpa di ketiak maka ukurannya tidak lebih dari 2 mm.

Lebih tepatnya kondisi kanker payudara pada stadium 1 dapat terbagi dalam dua kategori sebagaimana dijelaskan dalam cancerresearchuk.org.

  • Kanker Payudara Stadium 1 A

    Sel kanker pada payudara masih berukuran kurang dari 2 cm, secara medis ditandai dengan kode (T1).  Kanker sama sekali belum menyebar keluar dari organ payudara atau mendapat kode secara medis dengan kode (M0).

    Sel kanker sepenuhnya sama sekali tidak ditemukan dalam jaringan kelenjar getah bening yang berlokasi cukup dekat dengan payudara.  Kondisi ini secara medis diberi tanda secara medis dengan kode (N0).

  • Kanker Payudara Stadium 1 B

    Pada stadium ini, sel kanker juga masih berada pada ukuran relatif kecil di bawah 2 cm (T1). Juga sama sekali belum membentuk penyebaran atau metastasis (M0). Namun ditemukan sel kanker dalam skala mikro pada kelenjar getah bening (N1mi). Kadang tidak ada kanker ditemukan dalam kelenjar getah bening, hanya saja ukuran kanker pada kisaran 2 cm lebih sedikit.

    Sel kanker pada kelenjar getah bening sendiri demikian kecil hingga hanya dapat dideteksi dengan prosedur khusus immunohistochemistry  atau dengan PCR. Ukuran sel kanker yang tersebar pada jaringan limfatik hanya sekitar 2 mm atau kurang dan masih dipandang sebagai kanker in situ atau prakanker.

Yang Dialami Pasien Kanker Payudara Stadium 1

Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, kanker payudara pada stadium 1 ditandai dengan ukuran kanker yang masih sangat kecil. Demikian kecilnya sehingga kemungkinan belum menimbulkan gejala kanker payudara apa pun. Efek invasi bisa dikatakan belum terasa pada pasien.

Pasien bahkan masih bisa beraktivitas normal tanpa harus menderita rasa nyeri atau gangguan medis berarti. Dan perawatan yang diberikan untuk kanker payudara stadium 1 juga relatif ringan dan tidak banyak menyisakan masalah pada pasien.

Perawatan untuk Kanker Payudara Stadium 1

Untuk mengatasi kanker ini pada ukuran yang masih cukup kecil ini, sejumlah pilihan pengobatan kanker payudara biasa diberikan oleh dokter. (nationalbreastcancer.org)

1. Pengangkatan Jaringan Kanker

Perawatan normal yang lazim dilakukan untuk menangani kasus kanker stadium 1 adalah dengan pengangkatan sel kanker. Prosedur yang diberikan tidak selalu berupa pembedahan besar. Karena ukuran kanker yang relatif kecil memungkinkan sejumlah prosedur pengangkatan kecil dilakukan.

  • Lumpektomi

    Prosedur  pembedahan konvensional dengan mengambil jaringan kanker pada kelenjar susu dan jaringan penyangga sekitarnya. Pasien sama sekali tidak kehilangan payudara mereka.

  • Masektomi

    Prosedur pembedahan konvensional dengan mengambil jaringan otot payudara yang terserang kanker beserta jaringan sehat di sekitarnya. Prosedur ini hanya mengambil bagian kecil dari payudara.

  • Prosedur Cyroterapi

    Prosedur pengangkatan kanker modern dengan membuat lubang di dekat area kanker menuju titik keberadaan kanker. Sebuah selang khusus dimasukan untuk meniupkan gas pembeku pada sel kanker. Prosedur ini membuat pengangkatan kanker dilakukan tanpa pembedahan dan efek iritasi yang minimal.

  • Prosedur Brakhiterapi

    Prosedur pengangkatan kanker modern yang dilakukan dengan membuat saluran menuju titik kanker untuk kemudian dimasukan perangkat penembak radiasi khusus pada titik kanker. Radiasi ditembakan tepat pada kanker secara langsung dalam jarak dekat untuk meminimalkan efek kerusakan pada sel sehat.

Selain pasien mendapatkan prosedur pengangkatan jaringan kanker, pasien pada umumnya juga akan melalui proses terapi tambahan. Terapi tambahan biasanya dilakukan pasca tindakan pengangkatan.

Terapi ini dilakukan untuk memastikan sel-sel kanker dan pra kanker yang tersisa pasca pada organ sepenuhnya mati dan tidak  lagi dapat aktif melakukan invasi pada tubuh.

Dan sejumlah terapi tambahan untuk menuntaskan perawatan bagi pasien kanker payudara stadium 1 tersebut antara lain;

2. Radioterapi

Terapi radiasi adalah prosedur yang normal diberikan pada pasca operasi atau tindakan pengangkatan kanker. Terapi dapat dilakukan dengan prosedur eksternal  menggunakan mesin radiasi besar atau internal dengan memasukan cairan radioaktif pada area kanker.

Secara umum prosedur ini aman, meski memberi efek iritasi pada sel-sel sehat yang turut terpapar. Dan pada umumnya prosedur ini tidak akan dipadukan dengan prosedur brakhiterapi untuk menekan efek samping.

3. Kemoterapi

Pada prosedur ini, pasien akan mendapatkan terapi obat kanker payudara kimiawi berupa zat cytotoxic yang diberikan secara oral atau suntikan, yang bekerja melemahkan dan mematikan sel kanker.

Terapi ini bersifat cukup agresif mematikan sel kanker. Hanya saja efek sampingnya pada pasien cukup berat, seperti gangguan menstruasi, mual hebat, gangguan saraf, efek kebas, mood yang buruk, sariawan, kerontokan rambut dan lain sebagainya.

Terapi biasa diberikan bersamaan dengan terapi lain dalam periode pendek dengan interval antar terapi.  Rangkaian terapi akan berjalan dalam tempo beberapa pekan untuk dinyatakan sempurna.

4. Terapi Kimia Tertarget

Merupakan bentuk lebih mendalam dari terapi kimia. Terapi ini dilakukan dengan menembakan senyawa kimia tertentu pada area kanker secara langsung.

Akan dibuat selang khusus menuju titik kanker untuk memasukan senyawa kimia tepat pada kanker berada. Biasanya digunakan jenis trastuzumab (Herceptin) selama  kurang lebih 1 tahun.

Terapi ini diberikan bila ditemukan kanker dalam tubuh memiliki reseptor untuk protein tertentu  bernama Her2. Senyawa kimia dalam obat akan melemahkan struktur protein pada sel kanker hingga akhirnya mati.

5. Terapi Hormon

Ini adalah prosedur yang belakangan banyak diadopsi dalam prosedur terapi kanker modern. Biasanya terapi ini diambil bila ditemukan bahwa sel kanker memiliki reseptor terhadap hormon tertentu seperti estrogen atau progesteron.

Terapi diberikan selama 5 tahun dengan memberikan pasien terapi yang bekerja memblokir sel kanker menerima asupan hormon (hormone blocker) atau dengan menghambat produksi hormon (hormone inhibitor).

Pasien kadang mengalami sejumlah perubahan seperti mood, bentuk tubuh, kondisi kesuburan dan genital terkait dengan perubahan hormonal yang terjadi, terutama pada pasien yang menjalani terapi hormone inhibitor.

6. Terapi Biologi

Terapi ini diberikan dengan memberikan terapi khusus yang bekerja pada sistem imun.  Kadang terapi dilakukan tanpa prosedur pengangkatan. Menurut cancerresearch.org, prosedur dilakukan dengan melalukan sejumlah modifikasi khusus pada sel T dan sel B untuk secara khusus menyerang sel kanker pada payudara.

Biasanya modifikasi dilakukan dengan beberapa cara. Seperti dengan meningkatkan kepekaan sel T akan sinyal kanker, mendorong sel B memproduksi senyawa khusus yang menyerang sel kanker atau dengan meningkatkan jumlah sel T dan sel B dalam tubuh.

Pola Hidup Pasien Kanker Payudara Stadium 1

Sebagaimana dijelaskan bahwa pada stadium 1 kanker belum menunjukkan gejala dan efek berarti, maka kebanyakan pasien masih sangat mungkin melakukan aktivitas normal.

Hanya saja, seiring dengan dilakukannya sejumlah prosedur perawatan kanker, pasien akan mengalami penurunan kondisi. Meski demikian, sejumlah pasien kemoterapi  dan radioterapi justru merasakan menurunnya efek mual dan pusing setelah mereka aktif berolahraga ringan selama terapi dijalankan.

Pasien juga disarankan mengonsumsi lebih banyak sayuran dan buah yang kaya antioksidan. Komponen antioksidan akan bekerja menghambat proses pertumbuhan sel kanker, bahkan mungkin mematikan sel kanker.

Sedang sejumlah vitamin dalam buah dan sayuran akan membantu meningkatkan imunitas. Imunitas berperan membantu pasien lebih efektif melawan kanker, sementara di sisi lain juga membantu mempercepat pemulihan pasca terapi.

Pasien juga disarankan mengonsumsi makanan kaya protein dan asam lemak omega 3. Karena kedua nutrisi akan membantu pasien memulihkan sel-sel yang rusak akibat efek terapi. Asam lemak omega 3 juga diketahui baik untuk fungsi saraf dan membantu mengurangi efek inflamasi karena kanker dan efek samping terapi.

Demikian sejumlah gambaran mengenai bagaimana kondisi pasien kanker payudara pada stadium 1. Ini akan memudahkan pasien mendapatkan ilustrasi apa yang dihadapi pasien ketika didiagnosis kanker payudara stadium 1. Baca juga artikel selanjutnya yang membahas mengenai kanker payudara stadium 2.

Cindy Wijaya

Cindy sudah menulis beragam artikel kesehatan sejak tahun 2014. Senang meriset serta berbagi tentang berbagai topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Saat ini bekerja sebagai penulis dan editor untuk Deherba.com. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.