Waspadalah Terhadap Beras Plastik (Sintetik)


By Cindy Wijaya

Tak hanya rumput yang sintetik, bahkan beras panganan-pun ada produk sintetiknya. Entah apa yang dipikirkan oleh para jenius yang mencetuskan ide pembuatan beras ini. Walaupun masih dilakukan penelitian lebih lanjut seputar komposisi pasti dari beras plastik ini, namun Anda tetap perlu waspada terhadap keberadaan beras ini.

Menurut berbagai media seperti; Jakarta Post, Asia News, Detik, dan berbagai media massa lainnya, menunjukkan bahwa beras ini kemungkinan berasal dari Tiongkok. Sekalipun ini adalah berita baru di Indonesia, namun liputan seputar beras plastik ini sudah ada sejak tahun 2008 – 2011 yang cukup menghebohkan media massa di Singapura.

Di Indonesia sendiri, berita seputar beras plastik mulai beredar setelah pengamatan seorang Ibu yang berprofesi sebagai pedagang nasi uduk dan bubur di daerah sekitar Bekasi. Pengamatan ini dilakukan berdasarkan atas keluhan pelanggan yang melaporkan adanya gangguan pencernaan dan pusing setelah mengonsumsi hasil olahan beras dari pedagang tersebut. Maka ia mulai mengamati hasil olahan berasnya dan menemukan kejanggalan.

Hal aneh ini tampak pada beras yang diolah menjadi bubur dalam periode waktu lebih dari 1 jam, seharusnya tekstur bubur yang dihasilkan selama proses tersebut menghasilkan bubur yang lembut dan halus, namun butiran beras malah membesar dan terasa lengket di lidah. Sedangkan, saat diolah menjadi nasi uduk – beras yang seharusnya meresap air, malah mengeluarkan air dan tampak basah. Tentu ini menarik perhatian banyak warga.

Beredarnya beras plastik tak hanya gempar di Indonesia, selain Singapura ada juga beberapa negara yang turut menjadi korban beras plastik, seperti; Malaysia, India, dan Vietnam. Jelas sekali bahwa imitasi beras ini merugikan mereka.

terbuat dari apa sebenarnya beras plastik ini?

Tampaknya beras plastik ini merupakan perpaduan antara ubi dan kentang yang dilapisi dengan resin, sehingga tampak seperti beras sungguhan. Resin sendiri merupakan bahan kimia yang sering digunakan untuk pembuatan pernis, fiberglass, atau bahan perekat. Zat yang bersifat karsinogen ini justru dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker.

Menurut Chinese Restaurant Association, mengonsumsi 3 cangkir beras plastik bisa disamakan dengan mengonsumsi 1 bungkus kantong plastik. Jelas Anda pasti tak mau mengonsumsi kantong plastik secara utuh. Namun, jika ini dikemas dalam bentuk beras, Anda secara tidak sadar bisa saja makan sebungkus kantong plastik tersebut.

Bagaimana mungkin beras plastik yang berbahaya ini bisa masuk begitu saja? Masuknya beras plastik ini diduga melalui proses oplosan ataupun penyelundupan. Maka penelitian mengenai keberadaan beras plastik masih terus diselidiki.

Memang, kadangkala kenaikan harga seringkali menjadi pemicu ide-ide gila yang merugikan banyak orang. Jika Anda ingin tetap sehat, mari tingkatkan kewaspadaan terhadap beras plastik. Berbagai produk beras yang dikatakan memiliki rasa enak atau aroma yang sedap perlu diwaspadai, terutama jika rasanya tidaklah sama seperti beras pada umumnya.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}