Telur Bebek VS Telur Ayam, Apa Saja Perbedaannya?

DITULIS OLEH:
Cindy Wijaya 

Mei 13, 2024


Telur sejak dulu menjadi makanan pokok dalam berbagai masakan di seluruh dunia. Meski telur ayam adalah yang paling umum, telur bebek semakin populer karena berbagai alasan. Lantas, apa perbedaan telur bebek vs telur ayam?

Perbedaan antara telur bebek dan telur ayam mungkin tidak tidak banyak jika dilihat sekilas, tapi keduanya punya karakteristik berbeda yang bisa memengaruhi rasa, nilai gizi, dan kegunaan kulinernya.

Dalam artikel ini akan menjelaskan perbedaan utama antara telur bebek dan telur ayam untuk membantu Anda membuat keputusan tentang jenis telur mana yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda.

Penampilan Telur Bebek VS Telur Ayam

Perbedaan paling jelas pada penampilan keduanya adalah ukurannya. Telur bebek bisa 50-100 % lebih besar daripada ukuran telur ayam pada umumnya. Karena itu, memakan satu telur bebek utuh bisa sama seperti memakan satu setengah (atau bahkan dua) telur ayam.

Dari segi warnanya, telur bebek bisa bervariasi tergantung pada jenis bebeknya, lingkungan tempat tinggal bebeknya, dan genetik dari bebeknya.

Cangkang telur bebek bisa bervariasi warnanya mulai dari putih, abu-abu pucat, hijau, hitam, dan biru.

Kuning telur bebek juga bisa berbeda-beda ukuran dan warnanya. Kuning telur ayam biasanya kuning pucat atau terang, sedangkan kuning telur bebek biasanya berwarna oranye keemasan yang lebih gelap. Dibandingkan dengan kuning telur ayam, kuning telur bebek cenderung terlihat lebih hidup warnanya.

Kuning telur bebek juga lebih besar ukurannya. Hal ini disebabkan karena telur bebek umumnya memang berukuran lebih besar dibandingkan telur ayam.

Photo by 00one from Getty Images Signature via Canva

Rasa Telur Bebek VS Telur Ayam

Kuning telur bebek bukan hanya tampak lebih hidup warnanya, tapi banyak orang mengatakan bahwa kuning telur bebek juga lebih berasa.

Orang sering bilang rasanya lebih creamy daripada kuning telur ayam. Karena rasanya yang lebih kuat, tidak semua orang suka atau terbiasa dengan rasa telur bebek.

Tapi secara keseluruhan, telur bebek dan telur ayam memiliki rasa yang serupa. Karena itu baik telur ayam maupun bebek bisa digunakan dalam berbagai makanan yang mengandung telur, termasuk kue dan cookies.

Kandungan Gizi Telur Bebek VS Telur Ayam

Telur bebek dan telur ayam sama-sama punya kandungan gizi yang sangat baik. Tabel perbandingan di bawah ini menyoroti kandungan gizi paling penting yang dimiliki masing-masing telur.

Berikut kandungan gizi untuk 100 gram telur bebek dan telur ayam yang masih mentah. (Sumber: MedicineNet)

Nama Telur Bebek Telur Ayam
Energi 185 kcal 143 kcal
Air 70,8 g (gram) 76,2 g
Protein 12,8 g 12,6 g
Lemak total 13,8 g 9,51 g
Kolesterol 884 mg (miligram) 372 mg
Karbohidrat total 1,45 g 0,72 g
Serat 0 g 0 g
Mineral
Kalsium 64 mg 56 mg
Magnesium 17 mg 12 mg
Fosfor 220 mg 198 mg
Kalium 222 mg 138 mg
Sodium 146 mg 142 mg
Zat besi 3,85 mg 1,75 mg
Selenium 36,4 µg (mikrogram) 30,7 µg
Zinc 1,41 mg 1,29 mg
Vitamin
Tiamin 0,16 mg 0,04 mg
Riboflavin 0,40 mg 0,46 mg
Niasin 0,2 mg 0,07 mg
Asam pantotenat 1,86 mg 1,53 mg
Vitamin B6 0,25 mg 0,17 mg
Folat 80 µg 47 µg
Vitamin B12 5,4 µg 0,89 µg
Choline 263 mg 294 mg
Vitamin A 674 IU (international unit) 540 IU
Lutein + zeaxanthin 459 µg 503 µg
Vitamin E 1,34 mg 1,05 mg
Vitamin D 69 IU 82 IU
Vitamin D (phylloquinone) 0,4 µg 0,3 µg
Vitamin C 0 0

Protein Telur Bebek VS Telur Ayam

Telur bebek mengandung lebih banyak protein daripada telur ayam. Healthline menunjukkan bahwa protein dalam 100 g telur bebek yang sudah matang sebanyak 12 gram. Sedangkan pada 100 g telur ayam matang kandungan proteinnya sebanyak 10 gram. Karena itu telur bebek mungkin pilihan yang cocok bagi orang yang ingin membentuk otot, menjaga berat badan ideal, atau yang sedang masa pemulihan dari cedera. Namun perbedaannya tidaklah besar.

Kalori Telur Bebek VS Telur Ayam

Telur bebek mengandung lebih banyak kalori daripada telur ayam, bahkan meski ukurannya disamakan. Dalam 100 g telur bebek mentah mengandung 185 kcal, sedangkan 100 g telur ayam mentah mengandung 143 kcal. Pada 100 g telur bebek matang terdapat 223 kcal, dan pada 100 g telur ayam matang terdapat 149 kcal.

Kolesterol Telur Bebek VS Telur Ayam

Dalam ukuran yang sama, telur bebek mengandung jauh lebih banyak kolesterol dibandingkan telur ayam. Satu telur bebek (sekitar 70 g) mengandung 619 mg kolesterol, dua kali lipat batas atas harian asupan kolesterol (300 mg) dan hampir tiga kali lipat kolesterol (186 mg) yang ada dalam satu telur ayam (50 gram).

Meski begitu, penelitian menunjukkan bahwa selain kolesterol, telur juga mengandung lemak sehat yang membantu mengendalikan kolesterol tetap dalam batasnya. Selain itu, lemak jenuh dalam makanan lain lebih besar pengaruhnya dibandingkan kolesterol dalam menyebabkan penyakit kardiovaskular. Terlepas dari hal itu, Anda tetap dianjurkan untuk membatasi asupan telur harian demi menjaga kesehatan.

Apakah Telur Bebek Boleh Dikonsumsi Setiap Hari?

Ilustrasi apakah telur bebek boleh dikonsumsi setiap hari
Photo by jumnong from Getty Images via Canva

Karena kuning telur bebek yang lebih besar, maka terdapat lebih banyak kandungan lemak dan kolesterol dalam telur bebek dibandingkan telur ayam.

Apabila Anda punya penyakit jantung atau diabetes, ada baiknya membatasi asupan kuning telur yang Anda makan tidak lebih dari tiga buah per minggu. Daripada kuning telurnya, bagian putih telur lebih rendah kandungan kolesterol dan lemak jenuh.

Ingat juga ukuran telur bebek lebih besar daripada telur ayam.  Memakan 1 butir telur bebek bisa sama dengan memakan 1,5 butir telur ayam. Jadi pertimbangkan hal itu jika ingin mengonsumsi telur bebek setiap hari.

Jadi, apakah telur bebek boleh dikonsumsi setiap hari? Jika Anda sehat, tidak apa-apa untuk memakan telur bebek setiap hari asalkan dimasak dengan benar. Tapi batasi asupan telur tidak lebih dari 2 butir telur per hari.

Demikianlah artikel ini yang membahas tentang perbedaan telur bebek vs telur ayam. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi Anda dan keluarga. Temukan juga artikel-artikel menarik lain seputar kesehatan hanya di Deherba.com.

Tentang Penulis

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di Bogor “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan. Silakan klik di sini untuk kontak penulis via WhatsApp.

Anda mendapat manfaat dari artikel-artikel kami? Mohon berikan ulasan untuk terus menyemangati kami menulis > Google Review

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}