Urgensi Antioksidan pada Lansia

520

Diedit:

Dalam setiap detik, tubuh manusia terus-menerus digempur oleh radikal bebas yang berasal dari luar tubuh/lingkungan. Radikal bebas ini memiliki kemampuan merusak sel dan sangat berperan dalam proses penuaan serta terhadap terjadinya penyakit degeneratif seperti gangguan kardiovaskular dan kanker.

Supaya radikal bebas tidak merajalela, tubuh kita merespon dengan memproduksi zat antioksidan seperti superoxide dismutase (SOD), katalase, dan senyawa gulation. Antioksidan yang diproduksi tersebut bekerja dengan cara menetralkan radikal bebas yang dibantu oleh asupan antioksidan dari luar yakni vitamin E, C, senyawa flavonoid maupun betakaroten.

Dengan peran antioksidan tersebut, terjadinya kerusakan pada sel-sel tubuh dan terjadinya proses degeneratif bisa dicegah. Usia tua tentu tidak semestinya menjadi penghalang untuk tetap menjaga kualitas dan standar hidup.

Untuk itu, pernah muncul suatu konsep healthy aging oleh salah seorang ilmuwan bernama Takemi (1997). Salah satu penunjang healthy aging ialah dengan banyak memanfaatkan buah dan sayuran yang berfungsi sebagai sumber antioksidan untuk dikonsumsi. Dan berikut merupakan beberapa makanan yang sangat kaya antioksidan dan mudah sekali ditemukan.

  • Brokoli
    Brokoli dapat berfungsi untuk menjaga tulang supaya tetap kuat karena kandungan vitamin K-nya yang sangat baik.
  • Tempe
    Tempe sangat berkhasiat untuk mempercepat berhentinya diare dan juga meningkatkan berat badan. Hal tersebut tentu sangat bermanfaat bagi para lansia yang biasanya banyak mengalami gangguan pencernaan seperti diare yang kronis. Ada banyak lansia yang mengalamis status gizi buruk akibat asupan protein yang kurang.
  • Jeruk
    Jeruk mengandung vitamin C yang cukup tinggi sehingga bisa berfungsi sebagai antioksidan dalam tubuh.
  • Apel
    Apel yang belum dikupas (masih ada kulitnya) memiliki efek terkuat karena mengandung banyak antioksidan fitokimiawi.
  • Buncis
    Kulit buncis diketahui mengandung flavonoid yang merupakan antioksidan yang sangat bermanfaat melindungi tubuh dari serangan penyakit kronik dan efek dari penuaan.
  • Wortel
    Dalam wortel terkandung vitamin A dan C yang menjadi salah satu antioksidan terbaik untuk melindungi tubuh dari ancaman radikal bebas.
  • L-Carnosine
    L-Carnosine ini merupakan antioksidan yang bisa dikatakan baru ditemukan. L-Carnosine merupakan antioksidan yang bisa memperlambat proses penuaan dengan memperbaiki perubahan yang diakibatkan oleh proses degeneratif seperti pada kulit, otak, jantung, dan berbagai jaringan tubuh lainnya.
  • Actin
    Seorang ilmuwan dari Creighton University, DR. Debasis Bagchi, menyebutkan bahwa actin lebih baik daripada vitamin C dan E sebagai pencegah radikal bebas dan fragmentasi DNA.
  • Pycogenol
    Pycogenol ini bermanfaat untuk mencegah stres, kanker kulit, arthritis, diabetes, dan aterosklerosis.
Baca juga:  Perubahan Fisiologis pada Lansia

Adapun beberapa suplemen yang dianjurkan dikonsumsi oleh para lansia untuk memenuhi kecukupan antioksidan di dalam tubuhnya ialah vitamin E, selenium, seng, betakaroten, omega 3, vitamin C, dan zat besi yang berperan untuk mencegah anemia.

Sebenarnya selama asupan makanan cukup baik dan menjauhi pola hidup tidak sehat, suplemen makanan seperti multivitamin sama sekali tidak diperlukan. Itu semuanya berpulang lagi kepada masing-masing individu.

Advertisement
Alinesia