Terapi Rumahan Untuk Meredakan Infeksi Usus Buntu

517
sohu.com

Diedit:

Penyakit infeksi usus buntu  atau lazim pula disebut apendisitis merupakan salah satu jenis penyakit yang kerap kali mengecoh penderitanya. Sering kali pasien menyadari keberadaan penyakit ini setelah kondisi infeksi sudah berkembang lebih buruk.

Sementara itu, penyakit infeksi usus buntu ini juga bisa cukup membahayakan. Bahkan penyakit ini juga bisa menyebabkan kematian ketika terlambat di tindak lanjuti.

Karena penyakit ini terjadi akibat infeksi bakteri pada usus buntu. Sebuah usus berujung buntu yang berada di sisi kanan bawah perut manusia dan merupakan bagian dari sistem usus besar.

Dikatakan berbahaya karena infeksi ini bisa menyebar ke bagian lain dari usus, menginfeksi seluruh sistem pencernaan berikut dengan organ lain dalam rongga perut.

Menurut healthline.com, pada strata ringan infeksi usus buntu ini bisa saja hilang bahkan tanpa operasi. Tetapi ketika keluhan diabaikan, infeksi bisa berkembang hingga memicu terjadinya pembengkakan pada usus buntu.

Resiko terburuknya adalah bila pembengkakan ini pecah. Seluruh komponen bakteri dalam usus buntu akan tersebar ke seluruh bagian perut dan usus. Ini memicu seluruh bagian usus turut terinfeksi yang bisa memicu kematian.

Rusaknya jaringan pada usus buntu juga memicu terbentuknya abses serius yang tidak kalah beresikonya dari efek pecahnya usus buntu. Bahkan abses juga bisa membusuk dan membentuk gangrene.

Mungkinkah Atasi Infeksi Usus Buntu Tanpa Operasi?

Pada dasarnya, operasi adalah solusi terakhir. Meski dalam kondisi yang relatif ringan, infeksi ini masih mungkin untuk diatasi dengan terapi medis seperti antibiotik dan anti inflamasi.

Tetapi mengingat kebanyakan kasus usus buntu didiagnosa pada saat kondisi infeksi sudah relatif berat, sulit untuk pasien saama sekali dapat menghindari operasi. Inilah sebabnya kebanyakan pasien infeksi usus  buntu pada akhirnya harus menjajal meja operasi.

Lalu dapatkan pasien menghindari tindakan operasi? Dalam sejumlah ulasan diungkap bahwa infeksi usus buntu juga rupanya bisa dibantu proses penyembuhannya dengan sejumlah terapi rumahan sederhana.

Ini dapat menjadi cara mudah untuk membantu Anda yang ingin menghindari tindakan pembedahan.  Tentu saja dengan garis bawah bahwa kondisi pasien relatif belum pada stadium lanjut. Pada situasi lanjut, operasi tetap dipandang sebagai solusi terbaik.

Apa saja cara dan terapi rumahan yang bisa Anda terapkan untuk membantu Anda atasi infeksi usus buntu? Berikut beberapa yang berhasil kami himpun dari sejumlah sumber

  • Kacang hijau

    Dalam sejumlah sumber dijelaskan bahwa kacang hijau adalah terapi rumahan yang paling dipercaya untuk membantu meredakan infeksi usus buntu.

    Dalam Chemistry Central Journal tahun 2014 tahun dijelaskan bahwa terdapat komponen anti inflamasi dan anti bakteri yang cukup efektif di dalam kacang hijau. Dan inilah yang memungkinkannya sebagai terapi infeksi pada kasus infeksi usus buntu ini.

    Selain aspek anti inflamasi dan anti bakteri, dalam kacang hijau juga terdapat komponen anti sepsis dan anti oksidan isoflavonoid dan asam phenolic.

    Anti sepsis akan membantu mempercepat proses matinya bakteri dan menghambat proses tumbuh dan kembang bakteri. Sedang anti oksidan akan membantu menghambat proses inflamasi berkembang. Termasuk menurunkan unsur toksin yang diproduksi oleh bakteri penyebab infeksi.

  • Sayuran dan buah kaya serat

    Sederhana dan sangat mudah untuk dipraktekan. Ketika Anda divonis menderita infeksi usus buntu pada stadium awal, yang perlu Anda lakukan adalah mengonsumsi lebih banyak makanan berserat.

    Dalam beberapa sumber pengobatan tradisional seperti pada www.organicfacts.net, terapi dengan juice mentimun, wortel dan akar bit bisa Anda coba untuk membantu menurunkan intensitas infeksi usus buntu.

    Tetapi pada dasarnya serat memiliki manfaat sangat baik untuk membantu mengatasi infeksi usus buntu ini. Anda dengan masalah konstipasi dan rendah kadar serat memiliki resiko lebih tinggi mengalami keluhan infeksi usus buntu.

    Dan pada mereka yang telah divonis menderita infeksi usus buntu, kekurangan serat akan memperburuk perkembangan infeksi.  Ini dijelaskan dalam the International Journal of Food Sciences and Nutrition tahun 2009.

  • Kunyit dan jahe

    Terapi dengan memanfaatkan kunyit dan jahe adalah cara klasik tradisional yang juga banyak diberikan untuk membantu mengatasi keluhan infeksi usus buntu.

    Ini adalah perpaduan tepat untuk menurunkan intensitas gejala yang sangat mengganggu sekaligus membantu meredakan infeksi dan mengatasinya dengan bertahap.

    Karena kunyit terbukti adalah terapi efektif untuk mengatasi inflamasi dan sebagai terapi anti sepsis. Dalam healthline.com, dijelaskan  kunyit bekerja efektif untuk mengatasi infeksi, membantu meredakan nyeri dan membantu mempercepat penyembuhan infeksi pada pencernaan karena juga bekerja meregulasi fungsi pencernaan.

    Masih bersumber dari healthline.com, jahe adalah salah satu herbal yang dikenal luas membantu meredakan keluhan pencernaan termasuk keluhan yang menyertai gejala infeksi usus buntu. Kami juga sempat mengulas mengenai kemampuan kunyit sebagai terapi inflamasi di sini.

    Kebanyakan pasien infeksi usus buntu akan mengeluhkan perut yang kerap terasa kembung, begah, mual, nyeri pada perut disertai efek kram. Dan jahe akan sangat membantu meredakan semu keluhan ini.

  • Granola dan sereal

    Semua jenis granola dan sereal termasuk di antaranya oatmeal, beras cokelat, gandum utuh, biji flax dan lain sebagainya memiliki manfaat untuk membantu meredakan infeksi usus buntu.

    Ini karena dalam semua jenis sereal dan granola ini mengandung kadar serat yang tinggi. ini memiliki manfaat meregulasi ulang sistem pencernaan sehingga membantu mengurangi tekanan pada fungsi usus buntu. Semakin lancar pencernaan kita semakin rendah resiko infeksi usus buntu berkembang memburuk.

    pain-chronic-pain.knoji.com menjelaskan bahwa selain komponen serat, karbohidrat kompleks cenderung mengurangi kadar gula dalam darah. Kadar gula darah yang normal memiliki peran penting untuk mencegah infeksi berkembang memburuk dan berubah menjadi gangrene.

    Teh mint

    Meski tidak banyak membantu meredakan infeksi secara langsung, terapi teh mint akan membantu meredakan rasa nyeri pada perut dan efek mual yang muncul.

    Diungkap dalam top10homeremedies.com, untuk mendapatkan manfaat teh mint, Anda bisa membuat teh ini dengan sederhana di rumah. Cukup dengan mencelupkan 2 lembar daun mint segar pada air panas yang telah mendidih selama 10 menit. Tambahkan madu untuk membantu meningkatkan manfaatnya mengatasi infeksi.

    Bawang putih

    Seperti halnya dengan kunyit yang sudah lama dikenal mengandung komponen anti inflamasi dan anti biotik alami, maka bawang putih juga sudah lama terbukti memiliki kedua komponen tersebut.

    Kami sempat membahas mengenai manfaat bawang putih dan bukti-bukti yang menguak kemampuan bawang putih sebagai terapi anti inflamasi dan anti bakteri yang sangat efektif dalam ulasan kami sebelumnya di sini.

    Pastikan untuk mengonsumsi bawang putih dengan cara aman. Hindari cara-cara yang sempat kami ulas di sini untuk memastikan Anda tidak mendapatkan efek samping dari bawang putih.

    Sejumlah komponen mikro nutrisi dalam bawang putih relatif agresif dan karenanya bisa memberi efek korotif pada tubuh. Inilah yang perlu Anda waspadai dalam mengonsumsi bawang putih.

  • Minyak jarak

    Dalam ulasan top10homeremedies.com, disebutkan bahwa minyak jarak atau lazim pula disebut dengan castor oil juga memiliki kemampuan untuk mengatasi infeksi usus buntu.

    Salah satu alasan dari manfaat minyak jarak untuk infeksi usus buntu adalah karena minyak jarak sangat baik untuk mengatasi sembelit. Kinerja uniknya seolah membantu melicinkan jalan feses menuju anus dan membantu menarik lebih banyak air menuju usus besar. Menurut sumber organicfacts.net, peran ini disebut kemampuan purgatif atau efek laksatif.

    Selain meringankan konstipasi yang tentu saja memberi pengaruh positif terhadap keluhan infeksi usus buntu, minyak jarak juga bekerja sebagai anti septik, meringankan efek inflamasi dan membantu mempercepat regenerasi sel termasuk regenerasi sel rusak pada usus buntu.

  • Daun kemangi

    Daun kemangi dikenal memiliki kemampuan meredakan demam yang muncul karena infeksi. Ini adalah cara tradisional yang aman untuk meredakan demam. Unsur analgesik alaminya membantu menurunkan intensitas nyeri.

    Pembuktikan mengenai manfaat daun kemangi untuk terapi infeksi, anti inflamasi dan anti septik diungkap dalam Jurnal Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia tahun 2014.

    Selain itu, dalam daun kemangi terdapat komponen yang akan bekerja mengendalikan produksi enzim dan gas dalam pencernaan.  Secara bertahap daun kemangi akan menurunkan intensitas infeksi dan mempercepat proses penyembuhan peradangan pada usus buntu.

    Anda hanya perlu merebus daun kemangi, menambahkan air rebusan dengan beberapa tetes daun jeruk dan madu. Untuk kemudian mengonsumsinya selagi hangat.

    Mengonsumsi kemangi sebagai lalap sebenarnya bukan ide buruk. Hanya saja mereka dengan kasus infeksi usus buntu cenderung lebih sensitif dengan makanan pedas. Capsaicin memberi efek panas pada permukaan dinding usus dan memudahkannya mengalami iritasi. Pada kasus infeksi usus buntu, ini bisa memperburuk perkembangan peradangan.

  • Buah Noni

    Dalam noni memang terkandung komponen flavonoid dan sejumlah kandungan quercetin. Ini akan memberi manfaat menurunkan intensitas inflamasi pada infeksi usus buntu.

    Noni juga dikenal dengan efek astringent sehingga meredakan rasa nyeri, panas dan efek tekanan pada infeksi. Juga membantu mengurangi ketegangan saraf yang akan meningkatkan resiko pecahnya usus buntu.

    Kami telah membahas bagaimana efektifnya buah noni untuk infeksi, inflamasi dan sebagai terapi anti bakteri . Anda bisa melihatnya dalam ulasan kami di sini.

Itulah sejumlah bahan tradisional yang dengan mudah Anda bisa dapatkan di sekitar Anda dan terbukti memiliki pengaruh efektif untuk meredakan keluhan infeksi usus buntu.

Atasi infeksi usus buntu dengan cara alami bukan pekerjaan kilat. Anda perlu rutin menjalankan terapi ini dalam beberapa pekan sebelum mendapatkan hasil memuaskan.