Apa Penyebab Radang Usus Buntu & Bagaimana Cara Mencegahnya?


By Cindy Wijaya

Radang usus buntu (apendisitis) adalah penyakit peradangan pada usus buntu yang menyebabkan sakit perut parah. Seringnya penyakit ini disebut usus buntu saja, meski sebenarnya istilah itu merujuk pada nama organnya. Letak usus buntu ada di ujung usus besar, yang jika mengalami penyumbatan di dalamnya dapat menyebabkan apendisitis.

Ada dua jenis radang usus buntu: akut dan kronis. Usus buntu akut terjadi secara tiba-tiba, dengan gejala-gejalanya berkembang dalam waktu 24-48 jam. Sedangkan usus buntu kronis terjadi dalam jangka panjang, dengan gejala-gejalanya biasanya lebih ringan dan hilang-timbul, selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun.

Dalam artikel ini akan dibahas mengenai apa penyebab radang usus buntu sehingga bisa membantu Anda untuk mencegah penyebab-penyebabnya yang bisa dihindari. Selain itu juga akan menjawab pertanyaan banyak orang tentang apakah usus buntu terjadi karena pilihan makanan.

Poin Penting:

  • Apa penyebab radang usus buntu?
  • Apakah makanan penyebab usus buntu?
  • Bagaimana cara mencegah penyakit usus buntu?

Apa Penyebab Radang Usus Buntu?

Radang usus buntu berkembang jika pembukaan usus buntu (disebut lumen) tersumbat. Penyumbatan mengurangi aliran darah ke organ itu, meningkatkan tekanan, dan menjebak bakteri di dalamnya, yang kemudian menyebabkan radang usus buntu. Ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan penyumbatan usus buntu, berikut adalah beberapa diantaranya menurut Health.

BAB Keras dan Sembelit

Kotoran feses yang mengeras dapat menghalangi pembukaan usus buntu. Sembelit menyebabkan feses bergerak lambat melalui saluran pencernaan, sehingga dapat mengeras dan terperangkap sehingga membentuk massa yang mengeras (fecalith). Begitu fecalith terbentuk, itu bisa menghalangi pembukaan usus buntu. Hal ini mencegah keluarnya feses dan cairan lain dari usus buntu, yang menyebabkan peradangan dan infeksi usus buntu.

Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

Kelenjar getah bening adalah kelenjar kecil yang menyaring bakteri, virus, dan zat asing lain dari tubuh. Infeksi pada saluran pencernaan atau bagian tubuh lainnya dapat menyebabkan pembengkakan pada kelenjar getah bening saat melawan infeksi. Kelenjar yang membesar dapat menekan usus buntu dan menghalangi pembukaannya sehingga menyebabkan peradangan.

Infeksi Bakteri, Virus, atau Parasit

Kadang infeksi bakteri, virus, atau parasit di saluran pencernaan atau organ dalam perut lain bisa menyebar ke usus buntu. Jika ini terjadi, infeksi di usus buntu akan menyebabkan peradangan dan pembengkakan. Infeksi parasit bisa menghalangi pembukaan usus buntu, menghambat aliran cairan dan meningkatkan risiko pecahnya usus buntu.

Pertumbuhan Abnormal atau Tumor

Pertumbuhan abnormal yang jinak, seperti polip, dan tumor yang ganas (kanker) di usus buntu, usus besar, dan di ileocecum (tempat pertemuan usus kecil dan usus besar) dapat menyebabkan iritasi atau penyumbatan pada usus buntu, sehingga mengakibatkan radang usus buntu.

Cedera atau Luka

Cedera atau luka di perut bisa menjadi apa penyebab usus buntu yang langka. Bisa jadi itu karena kecelakaan mobil, cedera olahraga, atau cedera fisik lain yang merusak usus buntu. Kadang, luka pada jaringan di sekitarnya bisa membuat feses mengeras pada usus buntu atau menyebabkan peradangan yang menghalangi pembukaan usus buntu.

Benda Asing

Benda asing, seperti biji buah atau benda bukan makanan yang tertelan, kadang bisa menyumbat pembukaan usus buntu. Meskipun kebanyakan benda asing yang tertelan bisa melewati saluran pencernaan tanpa masalah, tapi dalam kasus yang jarang terjadi, benda asing bisa masuk ke dalam usus buntu dan tersangkut sehingga menimbulkan peradangan dan penyumbangan yang berujung pada radang usus buntu.

Apa Penyebab Radang Usus Buntu Kronis?

Apa penyebab radang usus buntu kronis masih belum sepenuhnya dimengerti. Teori yang populer menjelaskan bahwa radang usus buntu kronis berkembang akibat penyumbatan sebagian usus buntu. Sebagian bakteri dan feses masih bisa keluar jika usus buntu tersumbat sebagian. Ini bisa menyebabkan peradangan yang berkelanjutan dan sesekali kambuh, serta gejala-gejala yang ringan.

Dalam beberapa kasus, orang yang pernah mengalami radang usus buntu akut yang ringan yang diobati dengan antibiotik (bukan operasi) dapat mengalami radang usus buntu kronis atau yang kambuh-kambuhan.

Apakah Makanan Penyebab Usus Buntu?

Ilustrasi makanan penyebab usus buntu
Photo by Mykola Lunov via Canva

Sebagaimana dijelaskan, apa penyebab radang usus buntu adalah penyumbatan di pembukaan usus buntu. Penyumbatan itu seringnya dipicu oleh pengerasan feses dan sembelit, pembengkakan kelenjar getah bening, infeksi bakteri, virus, atau parasit, pertumbuhan abnormal atau tumor, cedera atua luka, serta benda asing.

Apakah makanan penyebab usus buntu? Makanan-makanan tertentu biasanya tidak secara langsung menyebabkan usus buntu. Sebaliknya, makanan tersebut mungkin bisa memicu penyumbatan usus buntu, sehingga meningkatkan risiko terjadinya radang usus buntu.

Tidak ada jenis makanan tertentu yang dapat secara khusus menyebabkan radang usus, buntu. Namun ada jenis makanan yang dapat membantu mengurangi risiko penyakit ini, yaitu makanan tinggi serat dan yang mengandung banyak cairan. Karena makanan tersebut mengurangi risiko gangguan pencernaan yang bisa secara langsung berdampak pada usus buntu.

Bagaimana Cara Mencegah Penyakit Usus Buntu?

Bagaimana cara mencegah penyakit usus buntu harus berfokus pada menghindari faktor-faktor yang dapat menyumbat pembukaan usus buntu. Berikut adalah beberapa tips yang dibagikan oleh Dr. Nitismara Anugrah Azdy, Sp.B, seorang dokter spesialis bedah RS UGM.

  • Menjaga pola makan sehat dengan banyak mengonsumsi makanan berserat. Diharapkan ini bisa mencegah sembelit yang memicu penyumbatan usus buntu.
  • Hindari atau kurangi konsumsi makanan tinggi gula dan lemak, karena makanan tersebut bisa menyebabkan sembelit dan meningkatkan risiko infeksi—keduanya adalah pemicu radang usus buntu.
  • Batasi konsumsi makanan pedas karena dapat mengiritasi usus dan meningkatkan risiko peradangan.
  • Minum air yang cukup dan teratur, misalnya delapan gelas diminum sepanjang hari. Dengan banyak minum air putih dapat memaksimalkan kerja usus.
  • Upayakan untuk buang air besar secara teratur setiap hari. Sebaiknya jangan menahan BAB terlalu lama, sebab jika sering melakukannya bisa memicu pengerasan feses dan penyumbatan pada usus buntu.

Sebenarnya bagaimana cara mencegah penyakit usus buntu lebih kepada mengupayakan gaya hidup sehat. Dengan menerapkan penyesuaian gaya hidup menjadi lebih sehat, Anda bukan hanya bisa mencegah usus buntu, tetapi juga banyak masalah kesehatan lainnya bahkan yang lebih berat.

Ilustrasi bagaimana cara mencegah penyakit usus buntu
Photo by amphotora from Getty Images Signature via Canva

Kesimpulan tentang Apa Penyebab Radang Usus Buntu

Apa penyebab radang usus buntu? Radang usus buntu terjadi jika ada penyumbatan pada usus buntu. Faktor-faktor yang bisa memicu penyumbatan itu antara lain pengerasan feses dan sembelit, pembengkakan kelenjar getah bening, infeksi bakteri, virus, atau parasit, pertumbuhan abnormal atau tumor, cedera atua luka, serta benda asing.

Apakah makanan penyebab usus buntu? Tidak, makanan tidak secara langsung menyebabkan usus buntu. Namun makanan-makanan tertentu bisa memicu faktor-faktor yang memperbesar risiko penyakit ini. Misalnya masalah pencernaan atau sembelit yang bisa memicu penyumbatan usus buntu.

Bagaimana cara mencegah penyakit usus buntu? Beberapa tipsnya yaitu: menjaga pola makan sehat dengan banyak konsumsi makanan berserat, hindari atau kurangi konsumsi makanan tinggi gula dan lemak, batasi konsumsi makanan pedas, minum air yang cukup dan teratur, dan upayakan untuk BAB secara teratur setiap hari.

Demikianlah artikel ini yang membahas tentang apa penyebab radang usus buntu. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi Anda dan keluarga. Temukan juga artikel-artikel menarik lain seputar kesehatan hanya di Deherba.com.

Tentang Penulis

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di Bogor “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan. Silakan klik di sini untuk kontak penulis via WhatsApp.

Anda mendapat manfaat dari artikel-artikel kami? Mohon berikan ulasan untuk terus menyemangati kami menulis > Google Review

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}