Tapak Dara: Ciri-Ciri, Manfaat, dan Cara Mengolahnya

289
bunga tapak dara
Bunga Tapak Dara (Credit: Itman__47 / Shutterstock)

Diedit:

Di beberapa bagian dunia, masyarakat sudah menggunakan cara mengolah tanaman tapak dara yang tradisional untuk berbagai manfaat pengobatan. Misalnya untuk mengobati batuk, sakit tenggorokan, infeksi mata, darah tinggi, diabetes, hingga kanker. Para ilmuwan dan peneliti di seputar dunia juga berupaya membuktikan manfaatnya secara ilmiah. Bahkan tanaman obat ini menjadi salah satu yang paling banyak diteliti.

Dalam artikel ini kita akan mempelajari apa sebenarnya tumbuhan tapak dara itu dan apa saja khasiat yang dimilikinya bagi kesehatan kita. Di bagian akhir artikel juga akan diberikan panduan cara mengolah tapak dara untuk dikonsumsi sebagai obat.

Apa Itu Tanaman Tapak Dara?

Tapak dara (Catharanthus roseus) adalah tumbuhan semak pendek yang termasuk jenis evergreen (tumbuhan hijau abadi). Tanaman ini berasal dari Madagaskar, tetapi telah menyebar ke berbagai wilayah tropis di seputar dunia. Di Indonesia sendiri tumbuhan ini biasa dijadikan penghias pekarangan rumah dan disebut dengan beberapa nama daerah: kembag tembaga (Sunda), kembang tapak dara (Jawa), dan sindapor (Sulawesi).

Karena riwayat panjang penggunaannya secara tradisional untuk mengobati berbagai penyakit, Catharanthus roseus menjadi salah satu tanaman obat yang paling banyak dipelajari dan diteliti. Untuk dapat mengenali tumbuhan ini, perhatikanlah ciri-cirinya di bawah ini.

Ciri-Ciri Tapak Dara


  • Jenis tumbuhan semak pendek yang bisa tumbuh hingga 90 cm.
  • Pangkal batangnya tegak; punya cabang-cabang yang panjang dan lentur, berwarna ungu atau hijau muda.
  • Daun-daunnya tumbuh berseberangan, bertangkai pendek, panjangnya 2.5 – 9 cm, biasanya berbentuk bulat telur dan punya ujung yang menyempit.
  • Warna daunnya hijau dengan urat-urat yang pucat.
  • Bagian ujung daun meruncing dengan titik kecil memanjang dari pelepahnya.
  • Bagian batang dan daun biasanya memiliki rambut-rambut halus, tapi kadang juga tidak berambut.
  • Bunga-bunga tumbuh pada sudut-sudut teratas dari daun, secara tunggal maupun berpasangan pada tangkai yang sangat pendek.
  • Kelopak bunganya ada 5; berwarna merah muda, putih, atau ungu merah muda; masing-masing panjangnya 1 – 2.8 cm, bentuknya bulat panjang dengan ujung meruncing.
  • Buahnya merupakan buah kering yang hanya terbuka di sepanjang satu sisi pada saat matang, panjangnya 2 – 4.7 cm, dan punya banyak biji hitam kecil.
tanaman tapak dara
Tanaman Tapak Dara (Credit: MR.VICHIT LAMOOL / Shutterstock)

Apa Saja Manfaat Tumbuhan Tapak Dara?

Sebagai salah satu tanaman obat yang paling banyak dipelajari, tentunya sudah ditemukan beragam jenis senyawa bioaktif yang bermanfaat di dalamnya. Ada lebih dari 130 alkaloid yang telah diidentifikasi dari ekstrak berbagai bagian tanaman bernama latin Catharanthus roseus ini.

Alkaloid merupakan sekelompok besar senyawa bioaktif yang terbentuk secara alami dan pada dasarnya dihasilkan oleh tumbuhan, bakteri, jamur, dan hewan. Alkaloid memiliki beragam jenis aktivitas farkamologis, misalnya anti-diabetes, antioksidan, anti-hipertensi, anti-mikroba, dan sitotoksik.

Karena efek farmakologisnya yang kuat, alkaloid dijadikan bahan dasar dari banyak obat medis. Jadi tak mengherankan apabila tumbuhan tapak dara memiliki manfaat-manfaat bagi kesehatan, sebab di bagian-bagian tanamannya terkandung lebih dari 130 alkaloid. Apa sajakah manfaat tapak dara tersebut? Berikut adalah beberapa diantaranya.

Khasiat Tapak Dara untuk Kanker

Tanaman ini diketahui memiliki dua jenis alkaloid yang dianggap sangat penting untuk pengobatan kanker, yakni vinblastine dan vincristine. Berikut penjelasan dari masing-masing alkaloid penting ini:

Vinblastine:

Vinblastine adalah alkaloid sangat penting yang diekstrak dari daun Catharanthus roseus. Vinblastine dapat menghambat siklus sel dari sel-sel kanker. Senyawa ini mengikatkan diri dengan tubulin, dan menghambat pembentukan mikrotubulus. Karena terhambatnya pembentukan mikrotubulus, siklus sel terhenti dalam fase M karena tidak ada pemisahan kromosom selama anafase mitosis.

Dalam dunia medis, vinblastine terutama digunakan untuk pengobatan penyakit kanker limfoma Hodgkin, limfoma limfositik, limfoma histiositik, kanker testis stadium lanjut, kanker payudara stadium lanjut, kanker sarkoma Kaposi, kanker kandung kemih, dan sejumlah jenis tumor otak.

Vincristine:

Vincristine secara resmi dikenal dengan nama leurocristine, kadang disingkat “VCR”, dan merupakan alkaloid yang diekstrak dari tanaman tapak dara. Senyawa ini biasa digunakan dalam pengobatan kemoterapi untuk kanker. Struktur kimiawi dari vincristine sangat mirip dengan vinblastine, tetapi efek yang dihasilkan tidak sama.

Vinblastine digunakan untuk pengobatan jenis-jenis kanker yang berbeda dengan vincristine. Vincristine digunakan untuk pengobatan leukemia limfoblastik akut (acute lymphoblastic leukemia, disingkat ALL).

Pada waktu vincristine mulai ditambahkan ke dalam metode pengobatan untuk anak-anak penderita ALL, tingkat kelangsungan hidup mereka bisa mencapai 80%. Selain itu vincristine juga digunakan dalam pengobatan neuroblastoma, sarkoma Ewing, tumor Wilms, multiple mieloma, leukemia kronis, kanker tiroid, dan tumor otak.

Khasiat Tapak Dara untuk Diabetes

Secara tradisional teh periwinkle, yang dibuat dari rebusan daun Catharanthus roseus, digunakan untuk mengobati diabetes. Penelitian telah menemukan bahwa beragam jenis alkaloid dalam tanaman ini, seperti lochnerine, tetrahydroalstonine, dan vindolidine memiliki kemampuan untuk menurunkan kadar gula darah.

Khasiat Tapak Dara untuk Darah Tinggi

Ekstrak dari daun Catharanthus roseus dipelajari kemampuan hipotensif dan hipolidemik yang dimilikinya. Didapati bahwa ada efek signifikan pada setiap parameter kardiovaskular terkait dengan kemampuan hipotensif dan hipolidemiknya. Hipotensif artinya mampu menyebabkan penurunan tekanan darah, sedangkan hipolidemik artinya mampu menyebabkan pengurangan kadar kolesterol dalam darah.

Khasiat Tapak Dara untuk Kolesterol Tinggi

Disinggung di atas bahwa ekstrak daun tanaman ini mampu menyebabkan pengurangan kadar kolesterol (hipolidemik). Secara spesifik, penelitian menemukan bahwa ekstrak daun ini sanggup menyebab berkurangnya kadar kolesterol total sekaligus kadar trigliserida dalam darah dalam jumlah cukup signifikan.

Khasiat Tapak Dara untuk Anti-Mikroba

Esktrak dari bunga Catharanthus roseus diketahui dapat merangsang penyembuhan luka. Ekstrak kasar dari bagian-bagian tanaman yaitu daun, batang, akar, dan bunga, telah diuji aktivitas anti-mikrobanya dalam berbagai penelitian. Ekstrak daun menunjukkan aktivitas anti-mikroba yang paling menonjol. Anti-mikroba maksudnya adalah kemampuan untuk mengganggu, atau bahkan mematikan, pertumbuhan mikroba seperti bakteri, virus, dan jamur.

Khasiat Tapak Dara untuk Anthelmintik

Anthelmintik merupakan kemampuan untuk mematikan atau melumpuhkan cacing dalam usus sehingga dapat dibuang bersama dengan kotoran (feses). Sebagai uji coba, penelitian dilakukan terhadap kemampuan ekstrak daun Catharanthus roseus untuk membunuh cacing tanah dewasa (Pheretima posthuma). Didapati bahwa ekstrak etanol 250 mg/ml mampu membunuh cacing tanah dalam waktu 46.33 menit.

Khasiat Tapak Dara untuk Fungsi Saraf

Neuroprotektif artinya kemampuan untuk menyelamatkan, memulihkan, atau meregenerasi sistem saraf; sel-sel, struktur, dan fungsinya. Penelitian telah dilakukan untuk mempelajari potensi efek neuroprotektif dari ekstrak daun Catharanthus roseus terhadap hiperglikemia pada otak. Diperlihatkan bahwa ekstra daun bisa menjadi agen neuroprotektif yang efektif untuk melawan kerusakan oksidatif diabetik, dimana terjadi penurunan produksi MDA, XO, dan Sorbitol DH serta peningkatan kadar glutathione secara signifikan.

tapak dara
Tapak Dara (Credit: DEA / M. CERRI/De Agostini via Getty Images)

Cara Mengolah Tapak Dara untuk Kesehatan

Resep Teh Herbal dari Daun


Bahan-Bahan:
Daun tapak dara yang masih segar, 5 –  7 helai.
Madu murni, secukupnya (boleh pakai, boleh tidak).

Cara Mengolah Tapak Dara:
Cuci bersih daun dengan air mengalir.
Rebus bersama 3 gelas air sampai airnya tinggal setengahnya.
Saring, dinginkan, dan tambahkan madu secukupnya.

Aturan Konsumsi:
Minum teh herbal ini 1 – 3 kali sehari (pagi, siang, malam) masing-masing ½ gelas.

Resep Teh Herbal dari Bunga


Bahan-Bahan:
Bunga tapak dara, 4 – 5 buah.
Madu murni, secukupnya (boleh pakai, boleh tidak).

Cara Mengolah Tapak Dara:
Masukkan bunga ke dalam teko penyeduh teh.
Tuangkan air yang baru saja dididihkan ke dalam teko.
Seduh bunga selama sekitar 8 menit, lalu buang semua bunganya.
Tuangkan ke dalam cangkir, dinginkan, lalu tambahkan madu secukupnya.

Aturan Konsumsi:
Minum teh herbal ini di pagi hari, 30 menit sebelum sarapan.
Minum teh herbal ini maksimal tiga kali dalam seminggu.

Kesimpulan tentang Tumbuhan Tapak Dara

Tumbuhan tapak dara (Catharanthus roseus) telah digunakan untuk berbagai jenis penyakit seperti kanker, diabetes, dan darah tinggi, di seputar dunia selama beberapa puluh tahun belakangan ini. Setiap bagian tanamannya, misalnya daun, akar, batang, kulit kayu, dan bunga, merupakan sumber dari sejumlah jenis senyawa bioaktif yang bermanfaat.

Berbagai penelitian telah dilakukan untuk mempelajari kandungan alkaloid dan kemampuan farmakologis yang dimilikinya. Namun masih dibutuhkan penelitian dan upaya lebih besar untuk meningkatkan produksi serta pemanfaatan alkaloid tersebut dalam skala besar agar semakin banyak orang mendapat manfaatnya.

Demikianlah artikel ini yang mengulas tentang tumbuhan tapak dara. Semoga informasi ini menambah wawasan Anda akan tumbuh-tumbuhan obat yang ada di Indonesia. Nantikan juga ulasan menarik lain seputar tanaman obat, herbal, dan pemanfaatan herbal hanya di Deherba.com.


Referensi Catharanthus Roseus:

Kaushik, Shuchi, dkk. (2017). An Overview of Catharanthus Roseus and Medicinal Properties of Their Metabolites Against Important Diseases. European Academic Research. 5(2): 1237-1247

Koul, Meenakshi, dkk. (2013). Catharanthus Roseus and Prospects of Its Endophytes: A New Avenue for Production of Bioactive Metabolites. International Journal of Pharmaceutical Sciences and Research. 4(7): 2705-2716. DOI: 10.13040/IJPSR.0975-8232.4(7).2705-16


Advertisement
Alinesia