7 Manfaat Cabai Jawa dan Cara Penggunaannya


By Cindy Wijaya

Tanaman cabai jawa (Piper retrofractum) secara tradisional digunakan untuk mengobati berbagai penyakit. Itu karena kandungan-kandungan di dalamnya memiliki khasiat obat. Kini sudah dilakukan banyak penelitian ilmiah untuk menyelidiki apa saja manfaat cabai jawa untuk kesehatan.

Dalam artikel ini akan dibahas mengenai manfaat cabai jawa dan cara penggunaannya untuk pengobatan. Sehingga Anda bisa memanfaatkannya bukan hanya sebagai tanaman hias, tetapi juga untuk membantu mengatasi gangguan kesehatan yang bisa sewaktu-waktu terjadi.

Apa Saja Manfaat Cabai Jawa untuk Kesehatan?

Secara tradisional cabai jawa digunakan untuk mengobati masalah kesehatan seperti gangguan pencernaan, asma, hipertensi, flu, dan perut kembung. Dan hasil-hasil penelitian modern telah menunjukkan bahwa ada cukup banyak manfaat cabai jawa untuk kesehatan, seperti berikut ini.

Sebagai Antimikroba

Daun cabai jawa memiliki aktivitas anti-bakteri terhadap sejumlah bakteri, seperti Bacillus subtilis, Micrococcus luteus, dan Staphlycoccus aureus. Buah cabai jawa juga terbukti menunjukkan aktivitas anti-mikroba terhadap E. coli, B. subtilis, Enterococcus faecalis, Klebsiella pneumoniae, Pseudomonas aeruginosa, Salmonella typhi, S. aureus, Vibrio parahhaemolyticus, dan Candida albicans. (Sumber: Jurnal Info Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2020))

Penelitian yang dimuat Walailak Journal of Science and Technology Vol. 14 No. 9 mengungkapkan bahwa buah cabai jawa punya efek anti-tuberkuloisis. Pengujian in vitro pada bakteri Mycobacterium tuberculosis menunjukkan bahwa piperlongumunine dan piperine dalam ekstrak buah cabai jawa memiliki aktivitas anti-bakteri terhadapnya.

Menurunkan Kolesterol & Trigliserida Tinggi

Penelitian yang dimuat Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 4 No. 7 mendapati bahwa ekstrak buah cabai jawa berpotensi memiliki aktivitas anti-hiperlipidemia. Pengujian pada hewan percobaan memperlihatkan bahwa ekstrak ini menghasilkan penurunan yang signifikan pada kadar kolesterol total, LDL, dan trigliserida, serta peningkatkan kolesterol “baik” HDL.

Menurunkan Asam Urat Tinggi

Penelitian yang dimuat Jurnal Tumbuhan Obat Indonesia Vol. 11 No. 2 menguji aktivitas anti-hiperurisemia kombinasi buah cabai jawa, daun sendok, dan seledri. Pemberian kombinasi tanaman obat ini selama 7 hari terbukti menurunkan kadar asam urat. Senyawa yang dianggap berperan dalam aktivitas ini adalah flavonoid.

Selain itu, penelitian yang dimuat Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia Vol. 5 No. 2 melaporkan bahwa pemberian kombinasi tanaman obat ini tidak berpengaruh pada fungsi ginjal dan fungsi hati yang diuji pada tikus putih selama 14 hari.

Menghambat Kanker

Buah cabai jawa memiliki aktivitas anti-proliferasi, yaitu kemampuan untuk menekan pertumbuhan sel-sel ganas (seperti sel kanker) ke jaringan sekitarnya. Penelitian yang dimuat Der Pharmacia Lettre Vol. 8 No. 18 mendapati bahwa ekstrak dari buah cabai jawa menunjukkan penghambatan sel kanker payudara yang signifikan. Bahkan didapati hampir sebanding dengan kemampuan obat doxorubicin 0,5 μg/ml. Doxorubicin adalah obat kemoterapi yang biasa digunakan untuk berbagai jenis kanker.

Bermanfaat Anti-Penuaan

Penelitian yang diterbitkan Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine Vol. 2018 memperlihatkan aktivitas anti-penuaan oleh ekstrak cabai jawa. Cara kerjanya adalah melalui aktivitas agonis PPARδ dan AMPK untuk menghambat kerusakan yang ditimbulkan sinar UVB. Sebagai informasi, sinar UVB (bersama dewngan sinar UVA) menjadi penyebab utama dari penuaan kulit akibat radiasi UV matahari (yang disebut photoaging).

Mengatasi Obesitas

Penelitian yang diterbitkan Biochemical and Biophysical Research Communications Vol. 411 No. 1 menyelidiki aktivitas anti-obesitas dari cabai jawa pada tikus yang obesitas. Hasilnya memperlihatkan bahwa pemberian ekstrak cabai jawa secara oral selama 8 minggu secara signifikan mengurangi kenaikan berat badan akibat diet tinggi lemak tanpa mengubah jumlah asupan makanan pada tikus tersebut.

Selain itu, peningkatan kadar kolesterol total, LDL, lipid total, leptin, dan lipase juga ditekan oleh pemberian ekstrak cabai jawa. Ekstrak ini juga melindungi dari perkembangan perlemakan hati non-alkohol dengan mengurangi penumpukan trigliserida di hati.

Sebagai Afrodisiak

Caia jawa telah lama dikenal sebagai tanaman obat afrodisiak, yaitu untuk meningkatkan fungsi seksual. Berdasarkan penelitian secara ilmiah, cabai jawa memiliki kandungan alkaloid piperin, etanol, dan minyak atsiri yang berguna sebagai afrodisiak. Mereka berkhasiat memberikan efek androgenik, anabolik, dan memperlancar peredaran darah sehingga berpotensi untuk mengatasi gangguan seksual seperti disfungsi ereksi. (Sumber: Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 3 No. 7)

Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Menurut temuan yang dilaporkan dalam Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia Vol. 17 No. 2 diketahui bahwa ekstrak buah cabai jawa mempunyai aktivitas imunomodulator sebagai imunostimulan. Imunostimulan artinya kemampuan menstimulasi sistem imun dengan meningkatkan aktivitas sistem imun dalam melawan infeksi dan penyakit.

Bagaimana Cara Mengolah Cabai Jawa Menjadi Obat?

Berdasarkan hasil-hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa memang ada banyak manfaat cabai jawa untuk kesehatan. Anda mungkin tertarik untuk mendapat manfaat tersebut dan ingin tahu cara mengolah cabai jawa menjadi obat.

Salah satu cara konsumsinya adalah dengan diminum seperti teh. Berikut cara mengolah cabai jawa menjadi obat dalam bentuk teh:

  • Siapkan 6 buah cabai jawa, cuci bersih dengan air mengalir.
  • Jemur di bawah terik matahari sampai kering, lalu tumbuk sampai halus.
  • Seduh 1 sendok teh serbuk kering ini dengan 1 gelas air panas mendidih (seperti menyeduh teh).
  • Minumlah sebanyak 2 kali sehari.

Agar bisa bertahan lama, serbuk cabai jawa kering sebaiknya disimpan dalam wadah yang bisa ditutup rapat, lalu taruh pada suhu ruang dan jauh dari cahaya matahari.

Kesimpulan tentang Manfaat Cabai Jawa dan Cara Penggunaannya

Apa saja manfaat cabai jawa untuk kesehatan? Sejumlah penelitian mendapati bahwa cabai jawa bermanfaat untuk anti-mikroba, menurunkan kolesterol & trigliserida, menurunkan asam urat, menghambat kanker, anti-penuaan, mengatasi obesitas, sebagai afrodisiak, dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Meski begitu banyak dari hasil-hasil penelitian itu masih terbatas dilakukan pada hewan percobaan, sehingga masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan manfaatnya pada manusia.

Bagaimana cara mengolah cabai jawa menjadi obat? Anda bisa membuat serbuk teh cabai jawa dengan mengeringkan buahnya lalu menumbuknya sampai halus. Serbuk ini bisa diseduh dan diminum seperti teh.

Demikianlah artikel ini yang membahas tentang manfaat cabai jawa dan cara penggunaannya. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi Anda dan keluarga. Temukan juga artikel-artikel menarik lain seputar tanaman obat hanya di Deherba.com.

Tentang Penulis

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di Bogor “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan. Silakan klik di sini untuk kontak penulis via WhatsApp.

Anda mendapat manfaat dari artikel-artikel kami? Mohon berikan ulasan untuk terus menyemangati kami menulis > Google Review

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}