Perubahan Fisiologis pada Lansia

645

Diedit:

Proses menjadi tua ialah proses alami yang tak mungkin dihindari oleh siapapun. Secanggih apapun penemuan di bidang kedokteran dan kesehatan, sampai kapanpun tak akan pernah ditemukan obat atau alat kedokteran untuk mencegah seseorang menjadi tua.

Konsekuensi dari proses penuaan ialah penurunan secara perlahan fungsi tubuh dan menghilangnya kemampuan jaringan untuk memperbaiki, mengganti diri, dan mempertahankan struktur dan fungsi normalnya.

Penuaan pada manusia ditandai dengan kehilangan lean body mass yang biasanya sudah dimulai sejak usia 40 tahun disertai dengan menurunnya metabolisme basal sebesar 2% yang kemudian disertai dengan perubahan pada semua sistem dalam tubuh manusia. Adapun beberapa perubahan fisiologis pada orang yang berusia lanjut meliputi beberapa hal berikut.

Perubahan Panca Indera

Adanya perubahan panca indera ini terutama sekali terjadi pada indera perasa akibat adanya papil-papil pada permukaan lidah yang mengalami penyusutan. 

Akibatnya, penurunan sensifitas pada rasa terutama manis dan asin terjadi sehingga akan memengaruhi nafsu makan. Terjadinya pengurangan nafsu makan menyebabkan asupan gizi terganggu.

Biasanya, keadaan demikian terjadi ketika memasuki usia 70-an tahun ke atas. Tak hanya itu, perubahan pada indera lainnya seperti indera penciuman, penglihatan, dan pendengaran juga mengalami perubahan yang signifikan pada para lanjut usia.

Problem pada Tulang

Seiring dengan bertambahnya usia, kepadatan tulang juga akan semakin berkurang. Kehilangan massa tulang terjadi secara perlahan baik pada pria maupun wanita pada rentang usia 35 tahun.

Dampaknya ialah tulang akan mudah mengalami kekeroposan dan patah, sering mengalami cidera, bahkan terjadinya trauma kecil saja bisa menyebabkan patah tulang.

Problem pada Esofagus

Begitu juga dengan lapisan otot polos esofagus dan sfingter esophageal mulai melemah seiring dengan adanya pertambahan usia yang akhirnya akan menyebabkan kontraksi dan refluk gastrointestinal spontan sehingga mengalami kesulitan menelan.

Baca juga:  Ingin Tetap Aktif Sampai Tua? Ayo Jaga Kesehatan Sendi Anda!

Masalah Ginjal

Penurunan pada fungsi ginjal juga terjadi pada rentang usia ntara 35-80 tahun. Banyak fungsi yang kemudian menurun seperti fungsi ekskresi, reabsorpsi oleh ginjal dan juga laju filtrasi atau penyaringan serta adanya pelambatan reaksi asam-basa terhadap perubahan metabolisme. Pembuangan sisa-sisa metabolisme protein dan elektrolit yang harus dilakukan ginjal menjadi beban tersendiri.

Masalah Otot

Lean body massa dan metabolisme dalam sel-sel otot mengalami pengurangan seiring dengan pertambahan usia. Adanya penurunan kekuatan otot sering mengakibatkan orang merasa letih dan merasa lemah serta daya tahan tubuh menurun.

Protein juga mengalami penurunan. Adanya pengurangan protein pada tubuh akan menambah lemak. Perubahan metabolisme lemak ditandai dengan naiknya kadar kolesterol total dan trigliserida.

Masalah Paru-Paru

Para lansia juga mengalami pengurangan pada elastisitas jaringan paru-paru dan dinding dada. Kekuatan kontraksi otot pernapasan menurun sehingga konsumsi oksigen juga mengalami penurunan yang  akhirnya berujung pada penurunan fungsi paru-paru.

Demikianlah beberapa perubahan fisiologis yang terjadi pada orang yang telah mengalami usia lanjut. Perubahan-perubahan tersebut tentu tidak dapat dicegah, namun bisa dihambat, diminimalisir atau dikurangi efeknya dengan menjalankan pola hidup sehat seperti mengatur pola makan, berolahraga secara teratur, dan sebisa mungkin menghindarkan diri dari stres.

Advertisement
Alinesia