Resep Herbal Leukemia: Tapak Dara, Sambiloto, dan Rumput Mutiara

651
Resep herbal leukemia
Herbal Tapak Dara (Credit: Gettyimages.com)

Diedit:

Leukemia atau yang biasa disebut dengan kanker darah, merupakan jenis kanker yang menyerang sel-sel darah manusia, lebih tepatnya sel-sel darah putih. Apa yang menyebabkan hal ini bisa terjadi? Bagaimana cara mencegah dan mengobatinya? Ulasan berikut ini akan menjawab pertanyataan-pertanyaan tersebut. Tidak ketinggalan, ulasan kali ini juga akan memuat resep herbal leukemia yang dapat membantu mengurangi risiko leukemia dan memaksimalkan pengobatannya.

Informasi mengenai leukemia cukup penting bagi Anda yang ingin melakukan upaya untuk mengurangi risikonya, ataupun bagi Anda yang telah didiagnosis penyakit ini. Dengan pengendalian dan pengobatan yang tepat, akibat fatal yang disebabkan oleh leukemia dapat ditekan. Untuk mengawali ulasan ini, mari lihat kumpulan resep herbal leukemia yang terbuat dari bahan-bahan yang mudah Anda temui.

Resep Herbal Tapak Dara, Sambiloto, dan Rumput Mutiara

Tapak dara adalah tanaman yang berasal dari madagaskar, namun penyebarannya telah mencapai berbagai daerah tropika lainnya. Bernama latin Catharanthus roseus, tanaman ini memiliki daun berbentuk seperti telur, berwarna hijau dan tersusun menyirip secara berselingan. Batang tapak dara terbilang cukup pendek. Sedangkan bunganya, bunga tapak dara tumbuh dari ketiak daun, dan memiliki mahkota yang mirip dengan terompet.

Resep herbal leukemia
Herbal Tapak Dara (Credit: Shutterstock)

Penelitian menemukan bahwa tapak dara menghasilkan senyawa yang dapat melawan kanker, bernama vinblastine dan vincristine. Kedua senyawa ini telah digunakan sebagai obat kemoterapi sejak 1960an. Vincristine diketahui dapat membantu memerangi leukemia, termasuk leukemia jenis limfoblastik dan Hodgkin. Untuk vinblastine, meski lebih sering digunakan dalam pengobatan kanker kandung kemih, senyawa ini juga dapat digunakan dalam pengobatan leukemia.

Mengenai sambiloto, herbal yang juga dikenal dengan nama sambilata atau bidara ini memiliki manfaat yang juga tidak kalah menarik dalam membantu pengobatan kanker. Sambiloto memiliki aktivitas farmokologis yang salah satunya mencakup anti-kanker. Ya, herbal ini mempunyai kemampuan untuk menghambat proses sintesis DNA pada sel kanker.

Gabungan kedua bahan tersebut ditambah dengan rumput mutiara menghasilkan resep herbal yang cukup efektif dalam membantu pengobatan leukemia. Bagi Anda yang sedang menjalani pengobatan medis, namun ingin mengonsumsi resep herbal leukemia ini, ada baiknya konsultasikan dahulu dengan dokter agar hasil pengobatan dapat maksimal nantinya.

Resep Herbal Leukemia

Bahan:

Herbal Tapak Dara, 15 gram.
Herbal Sambiloto kering, 10-20 gram.
Herbal Rumput Mutiara segar, 15-60 gram.

Cara Meramu Resep:

Masukkan bahan ke dalam wadah berisi 5 gelas air, lalu rebus dengan api kecil.
Tunggu hingga air tersisa kurang lebih 1-2 gelas.
Angkat dan saring air rebusan. Tunggu hingga dingin.

Aturan Pakai:

Minum air rebusan beberapa kali hingga habis dalam satu hari.

Resep Herbal Alternatif Dengan Sarang Semut

Alam sebenarnya memiliki banyak persediaan yang dapat dimanfaatkan untuk mengusir penyakit dan meningkatkan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Selain resep herbal tapak dara, sambiloto, dan rumput mutiara, ada satu tanaman obat lagi yang menyimpan kemampuan untuk memerangi penyakit kanker, dalam hal ini adalah kanker darah atau leukemia. Herbal ini merupakan “produk” asli kekayaan alam Indonesia, yakni dari pedalaman Papua, namanya adalah Sarang Semut.

Baca juga:  Resep Herbal Cacingan untuk Bantu Membasmi Cacing di Usus
Resep herbal leukemia
Ilustrasi Sarang Semut Papua (Credit: Idntimes.com)

Kemampuan Sarang Semut tidak hanya terbukti secara empiris (pengalaman pengguna), tetapi juga didukung oleh sejumlah penelitian ilmiah. Sarang Semut memiliki kandungan senyawa aktif berupa flavonoid, yang bertugas sebagai antioksidan dan anti-kanker di dalam tubuh. Berikut adalah beberapa mekanisme flavonoid untuk melawan kanker, yang meliputi:

  • Induksi apoptosis dan diferensiasi
    Memicu proses bunuh diri sel-sel kanker.
  • Anti-proliferasi
    Menghambat proses perbanyakan sel-sel abnormal yang menjadi penyebab kanker.
  • Penghambatan siklus sel
    Saat kanker, sel membelah secara tidak terkendali. Flavanoid dapat menghambat prosesnya.
  • Inaktivasi karsinogen
    Inaktivasi karsinogen artinya menonaktifkan karsinogen, yakni zat berbahaya penyebab kanker.
  • Membalikkan resistensi multi-obat
    Membantu tubuh untuk terhindar dari kebal/resistensi terhadap obat-obat kanker yang sedang dikonsumsi.
  • Inhibisi Angiogenesis
    Menghambat terbentuknya pembuluh darah baru dalam sel kanker. Dengan terhambatnya pembentukan tersebut, sel kanker tidak akan mendapat “bahan bakar” yang cukup nantinya, sehingga sel kanker akan mati.

Apa lagi kelebihan Sarang Semut dalam membantu menumpas kanker darah? Tidak hanya flavonoid, Sarang Semut juga ternyata memiliki kandungan tokoferol, polifenol dan tokoferol, dimana keduanya berfungsi sebagai antioksidan di dalam tubuh. Belum lagi kandungan besi, fosfor, kalsium, magnesium, natrium, dan tanin yang baik untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Aturan Minum Sarang Semut

Berbeda dengan resep herbal sebelumnya, dimana butuh beberapa langkah untuk mengolahnya hingga siap untuk dikonsumsi. Sarang Semut sudah tersedia dalam bentuk ekstraksi yang dikapsulkan. Aturan minum Sarang Semut: Dosis 3 kali sehari @ 2 kapsul. Diminum ½ – 1 jam sebelum/sesudah makan. Beri selang waktu 2 jam jika ada obat lain.

Apa Sebenarnya Penyebab Leukemia?

Sebelum mengetahui penyebab dari leukemia atau kanker darah, ada baiknya mengenali terlebih dahulu 3 jenis sel darah. Jenis pertama adalah sel darah putih, yang memiliki tugas melawan infeksi. Yang kedua, sel darah merah, tugasnya adalah membawa oksigen. Dan, yang terakhir adalah trombosit, yang memiliki tugas untuk membantu penggumpalan darah.

Leukemia adalah suatu kondisi dimana tubuh memproduksi sel darah putih terlalu banyak, melebihi kebutuhan. Meningkatnya sel darah putih bukanlah hal yang baik, karena sel-sel yang tidak normal tersebut akan menggantikan sel darah yang masih normal. Ada dua jenis sel darah putih dalam tubuh, yaitu sel limfoid dan sel myeloid. Leukemia dapat terjadi pada kedua jenis tersebut.

Baca juga:  Ingin Rambut Hitam Berkilau? Coba Resep Herbal Penghitam Rambut
Resep herbal leukemia
Ilustrasi Leukemia (Credit: Shutterstock)

Ketidaknormalan ini juga akan mempengaruhi organ-organ vital yang ada dalam tubuh Anda. Pada akhirnya, leukemia menyebabkan kekurangan sel darah merah untuk memasok oksigen, kekurangan trombosit untuk menggumpalkan darah, atau kekurangan sel darah putih normal untuk melawan infeksi yang ada.

Sama seperti jenis kanker lainnya, penyebab leukemia atau kanker darah belum dapat dipastikan. Untuk itu pula tidak ada cara pencegahan khusus untuk leukemia. Namun, Anda dapat menghindari faktor risiko yang dapat meningkatkan risiko leukemia. Contohnya adalah kebiasaan merokok, apabila Anda seorang perokok, Anda akan lebih rentan terhadap beberapa jenis leukemia dibanding yang bukan perokok.

Beberapa jenis terapi radiasi dan kemoterapi yang digunakan dalam pengobatan kanker sebenarnya juga bisa menyebabkan leukemia. Hal ini bergantung dari jenis obat kemoterapi yang digunakan. Faktor risiko lainnya adalah riwayat keluarga, dimana risiko leukemia dapat meningkat apabila Anda memiliki riwayat keluarga yang menderita penyakit yang sama.

Jenis Leukemia

Ada dua jenis leukemia. Pengelompokannya didasarkan atas dua hal, yang pertama adalah seberapa cepat leukemia berkembang dan bertambah parah, yakni leukemia kronis dan leukemia akut. Perbedaan antara kedus jenis leukemia ini, meliputi:

  • Leukemia kronis. Leukemia ini terjadi saat ada beberapa sel yang belum matang, namun sel lainnya masih dalam kondisi normal dan dapat melakukan fungsinya. Leukemia kronis dapat bertambah parah, tetapi prosesnya lambat. Karenanya gejala cenderung tidak segera dirasakan, kecuali setelah bertahun-tahun terdiagnosis.
  • Leukemia akut. Leukemia ini terjadi saat sebagian besar sel darah tetap belum matang dan tidak mampu melakukan fungsi normalnya. Leukemia akut dapat bertambah parah dengan proses yang sangat cepat. Penanganan perlu dilakukan segera jika Anda atau orang yang Anda sayangi menderita leukemia kronis.

Dan pengelompokkan yang kedua didasarkan atas jenis sel darah putih yang terlibat. Leukemia atau kanker darah yang terjadi pada sel-sel limfa dikenal dengan sebutan leukemia limfotik, dan yang terjadi pada sel-sel myeloid disebut dengan leukmia mielogen.

Pilihan Pengobatan Leukemia

Pengobatan leukemia akan disesuaikan dengan jenisnya, seberapa jauh penyeberannya (stadium), dan kondisi kesehatan Anda. Biasanya, dokter akan merekomendasikan pilihan berikut untuk mengobati leukemia atau kanker darah yang Anda derita, yang meliputi:

  • Kemoterapi
  • Terapi biologis
  • Operasi
  • Radiasi
  • Transplantasi sel induk
  • Terapi yang ditargetkan

Menentukan pilihan pengobatan leukemia tidak mudah. Setiap pilihan pengobatan di atas memiliki kekurangannya masing-masing. Untuk itu, carilah informasi selengkap-lengkapnya mengenai setiap pilihan pengobatan, agar nantinya pengobatan dapat berjalan sesuai dengan yang Anda harapkan.

Meski leukemia tidak dapat dicegah, namun Anda bisa mengendalikan faktor risikonya agar kemungkinan Anda untuk menderita leukemia dapat berkurang. Selagi menghindari faktor risiko leukemia, Anda dapat mengonsumsi resep herbal leukemia untuk membantu memaksimalkannya.

Resep herbal leukemia juga dapat digunakan untuk membantu pengobatan leukemia. Keuntungan terbesar dari mengonsumsi herbal adalah Anda tidak memerlukan biaya banyak, dan efektivitasnya tidak kalah dengan pengobatan medis. Apabila Anda berencana untuk mencoba resep herbal tersebut, ada baiknya konsultasikan dahulu dengan dokter agar pengobatan medis yang Anda jalani dan manfaat herbal dapat saling melengkapi. Semoga membantu!


Dalimartha, Setiawan. 2008. 1001 Resep Herbal. Jakarta: Penebar Swadaya.

Ratini, Melinda. Leukemia: Symptoms, Causes, Treatment. Reviewed: 2017-09-26. URL: https://www.webmd.com/cancer/lymphoma/understanding-leukemia-basics#1. Accessed: 2018-11-22

Nordqvist, Christian. Leukemia: What You Need to Know. Reviewed: 2017-11-27. URL: https://www.medicalnewstoday.com/articles/142595.php. Accessed: 2018-11-22.