Resep Herbal Keputihan yang Harus Diketahui Setiap Wanita

447
pegagan untuk resep herbal keputihan
Pegagan (Sumber: Dokumen Pribadi)

Diedit:

Keputihan? Jangan takut, keputihan yang tidak berbau dan tidak berwarna itu normal terjadi. Memang kadang-kadang ada keputihan yang tidak normal yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau jamur. Anda bisa membantu mengatasinya dengan resep herbal keputihan.

Dalam artikel ini Anda akan belajar caranya membuat ramuan herbal keputihan dari tumbuhan pegagan, kulit buah delima, dan tumbuhan sambiloto. Juga akan dijelaskan bagaimana ciri-ciri keputihan yang normal dan tidak normal.

Resep Herbal Keputihan – Pegagan

Bahan:

Tanaman pegagan yang masih segar, 15 – 30 gram.

Cara Meramu Resep:

Cuci bersih lalu rebus bersama 3 gelas air.
Rebus hingga airnya tersisa kira-kira 1 gelas.
Setelah dingin, saring air rebusannya.

Aturan Minum:

Minum ramuan herbal keputihan ini 2 kali sehari, masing-masing ½ gelas.

Mengapa Pegagan Bermanfaat?

Tumbuhan pegagan (Centella asiatica) di Indonesia telah sejak dulu dimanfaatkan untuk pengobatan tradisional dan dikenal memiliki kemampuan sebagai anti-mikroba alami. Pegagan juga telah dibuktikan mampu bertindak sebagai anti-fungi.

pegagan untuk resep herbal keputihan
Tumbuhan Pegagan (Sumber: Dokumen Pribadi)

Dengan efek anti-mikroba, pegagan cocok dijadikan resep herbal keputihan yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Dan dengan efek anti-fungi, pegagan cocok untuk membantu mengatasi keputihan akibat infeksi jamur.

Resep Herbal Keputihan – Kulit Delima & Sambiloto

Bahan:

Kulit delima yang sudah dikeringkan, 30 gram.
Tumbuhan sambiloto yang sudah dikeringkan, 15 gram.

Cara Meramu Resep:

Cuci bersih dan rebus bersama 1 liter air bersih (kira-kira 4 gelas).
Rebus sampai airnya tersisa separuh.
Setelah dingin, saring air rebusan dan bagi menjadi 3 bagian.

Aturan Pakai:

Gunakan ramuan herbal keputihan ini untuk membasuh vagina.
Khusus bagi wanita yang sudah menikah, gunakan sprayer untuk menyemprotkan ramuan ke liang vagina.
Air rebusan ini juga dapat diminum 3 kali sehari di pagi, siang, dan malam hari.

Mengapa Kulit Delima & Sambiloto Bermanfaat?

Kulit buah delima (Punica granatum) mempunyai aktivitas anti-fungi terhadap Candida albicans yang merupakan penyebab infeksi kandidiasis. Diketahui bahwa keputihan yang tidak normal paling banyak disebabkan oleh infeksi kandidiasis. Tumbuhan sambiloto (Andrographis paniculata) juga mampu menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans.

delima & sambiloto untuk ramuan herbal keputihan
Delima & Sambiloto (Credit: Pjohnson1 / Getty Images & Joloei / Shutterstock)

Buah delima memiliki kandungan asam sitrat, asam malat, glukosa, fruktosa, maltose, vitamin A & C, mineral, dan tanin. Sedangkan tumbuhan sambiloto mengandung senyawa berupa diterpen lakton, flavonoid, tanin, dan andrografolida. Kedua herbal ini sama-sama memiliki aktivitas anti-fungi sehingga dapat saling membantu untuk mengatasi problem keputihan.

Baca juga:  Bahan Ramuan Tradisional: Apa Saja Jenis-Jenisnya?

Apakah Keputihan Anda Normal?

Keluarnya cairan dari vagina, atau biasa disebut keputihan, biasanya tidak perlu dikhawatirkan. Cairan atau lendir di vagina itu berfungsi untuk membersihkan dan melembapkan vagina, serta melindunginya dari infeksi. Keputihan yang normal memiliki tanda-tanda berikut:

  • Tidak memiliki bau yang menyengat atau tidak enak
  • Berwarna bening atau putih
  • Kental dan lengket
  • Licin dan basah

Semua perempuan di usia berapa pun bisa mengalami keputihan. Jumlah cairan yang keluar berbeda-beda. Seorang perempuan mungkin akan lebih banyak keputihan saat sedang hamil, jika aktif secara seksual, atau sedang menggunakan alat kontrasepsi. Saat tidak menstruasi, biasanya akan keluar keputihan yang licin dan basah.

Bagaimana Ciri-Ciri Keputihan yang Tidak Normal?

Jika cairan keputihan yang keluar memiliki tanda-tanda yang tidak normal—misalnya berbau, berwarna, atau berbentuk aneh—sebaiknya Anda waspada. Bisa jadi itu merupakan tanda adanya infeksi. Perhatikanlah ciri-ciri keputihan yang tidak normal berikut:

  • Berbau amis – Kemungkinan penyebabnya infeksi vaginosis bakterialis
  • Kental, putih, dan menggumpal, seperti keju cottage – Kemungkinan penyebabnya infeksi jamur kandidiasis
  • Hijau, kuning, atau berbusa – Kemungkinan penyebabnya penyakit menular seksual trikomoniasis
  • Disertai nyeri panggul atau pendarahan – Kemungkinan penyebabnya penyakit menular seksual klamidia atau gonore
  • Disertai bentol berair atau lecet – Kemungkinan penyebabnya penyakit menular seksual herpes genital

Segeralah periksa ke dokter spesialis kulit dan kelamin. Bila perlu, dokter akan melakukan pemeriksaan secara mikroskopik terhadap cairan keputihan untuk mengetahui secara pasti penyebabnya.

Beliau juga akan meresepkan atau memberikan saran pengobatan yang sesuai dengan kondisi Anda. Jika Anda ingin mengombinasikan pengobatan dengan resep herbal keputihan, sebaiknya tanyakan dulu kepada dokter mengenai hal ini.

Bagaimana Cara Mencegah Keputihan yang Tidak Normal?

Keputihan yang normal tidak perlu, dan memang tidak bisa, dicegah. Akan tetapi keputihan yang tidak normal dapat dicegah dengan mengikuti tips-tips berikut ini.

  • Sehabis menggunakan toilet, selalu bersihkan vagina dengan tisu dari arah depan ke belakang. Ini untuk mencegah bakteri dari daerah dubur masuk ke dalam vagina.
  • Pakai celana dalam berbahan katun untuk siang hari. Bahan katun memungkinkan area vagina untuk “bernapas”. Jangan pakai celana dalam ketat di malam hari.
  • Jangan pakai celana atau pakaian renang yang ketat dalam waktu lama.
  • Ganti detergen atau pelembut pakaian jika produk itu menimbulkan iritasi di area kemaluan Anda.
  • Bahan lateks pada kondom dan alat KB diafragma dan gel kontrasepsi spermisida bisa menimbulkan iritasi pada sebagian wanita. Jika Anda mengalami iritasi, bertanyalah pada dokter untuk menggantinya dengan jenis kontrasepsi lain.
  • Jangan mandi di pemandian air panas umum.
  • Mandi setiap hari dan keringkan area kemaluan Anda.
  • Jangan lakukan douche untuk mencuci vagina.
  • Jangan gunakan spray pembersih vagina, tisu toilet yang wangi atau berwarna, pembalut dengan deodoran, dan bubble bath.

Selain mengupayakan praktik kebersihan vagina di atas, Anda juga perlu mencegah penularan penyakit menular seksual. Jika Anda sudah menikah, setialah pada suami Anda. Jika belum menikah, jangan melakukan hubungan seksual sebelum menikah.

Baca juga:  Pulihkan Bengkak karena Keseleo dengan Resep Herbal Ini

Bagaimana Cara Dokter Mengobati Keputihan yang Tidak Normal?

Mengingat ada beberapa penyebab keputihan yang berbeda-beda, maka metode pengobatannya pun tidak akan sama. Berikut adalah sejumlah metode yang biasanya dilakukan oleh dokter untuk mengatasi keputihan berdasarkan penyebabnya.

  • Infeksi Jamur

    Keputihan akibat infeksi jamur biasanya ditangani dengan obat yang dimasukkan ke dalam vagina. Infeksi ini juga dapat diobati dengan pemberian obat oral (diminum). Jika infeksi jamur sering terjadi, dokter mungkin akan memberi tahu nama obat yang bisa dibeli tanpa perlu resep.

  • Vaginosis Bakterial & Trikomoniasis

    Keputihan akibat vaginosis bakterial diatasi menggunakan obat antibiotik, biasanya dalam bentuk pil. Trikomoniasis juga biasanya diobati dengan obat antibiotik oral.

Keputihan dapat benar-benar disembuhkan, dengan obat dokter atau dikombinasikan dengan ramuan herbal keputihan. Akan tetapi masalah ini mungkin akan kambuh lagi, kadang berulang kali. Sebaiknya ceritakan kepada dokter jika Anda mengalami masalah keputihan yang kambuh-kambuhan. Mungkin Anda memerlukan pengobatan dalam jangka waktu yang lebih lama.

Demikianlah artikel ini yang membahas tentang resep herbal keputihan. Semoga Anda memperoleh manfaatnya dengan menerapkan informasi di sini. Temukan juga info-info herbal khas Indonesia lainnya hanya di Deherba.com.


Dalimartha, Setiawan. (2008). 1001 Resep Herbal. Jakarta: Penebar Swadaya

Sultan, Rafi & Mahmood, Saan & Azhar, Iqbal & Ahmed, Syed & Mahmood, Zafar. (2013). Biological Activities Assessment of Centella Asiatica (Linn.). Journal of Herbs, Spices & Medicinal Plants. 20(3): 319-327

Santosa, Djoko & Purwantini, Indah. (2003). Aktivitas Antifungi (Candida Albicans) Beberapa Tanaman yang Secara Empirik Digunakan sebagai Obat Keputihan. Jurnal Bahan Alam Indonesia. 2(3): 109-111

Jannah, Devita. (2013). Uji Efektifitas Jamu Keputihan terhadap Pertumbuhan Jamur Candida Albicans. [skripsi] Malang (ID): Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

NHS. Vaginal Discharge. Reviewed: 2018-01-17. URL: https://www.nhs.uk/conditions/vaginal-discharge/. Accessed: 2019-01-14. (Archived in WebCite®)

Familydoctor.org. Vaginal Discharge. Updated: 2018-10-12. URL: https://familydoctor.org/condition/vaginal-discharge/. Accessed: 2019-01-14. (Archived in WebCite®)


Advertisement
Alinesia