Resep Herbal Kanker Serviks yang Perlu Anda Gunakan

593
jombang untuk resep herbal kanker serviks
Herba Jombang (Credit: Elena Elisseeva / Shutterstock)

Diedit:

Menurut WHO, kanker serviks adalah penyakit kanker pada wanita yang terbanyak ke-4 di seluruh dunia. Beruntung saat ini sudah tersedia beragam jenis pengobatan untuk kanker serviks. Dan perpaduan resep herbal kanker serviks yang tepat diyakini dapat membantu meringankan gejala-gejala dan memperkuat keefektifan pengobatan medis.

Dalam artikel ini Anda akan belajar caranya meracik ramuan herbal kanker serviks dari perpaduan bahan-bahan yang bermanfaat. Resep tradisional ini terdiri dari bahan-bahan yang telah dibuktikan kemampuan anti-kanker nya melalui penelitian ilmiah.

Resep Herbal Kanker Serviks

Bahan:

Herba jombang yang sudah dikeringkan, 40 gram.
Herba leunca yang masih segar, 60 gram.
Herba rumput mutiara yang masih segar, 30 gram.
Biji jali, 30 gram.
Bawang putih, 4 siung.

Cara Meramu Resep:

Masukkan semua bahan ke dalam panci bersama 5 gelas air.
Rebus dengan api kecil.
Biarkan hingga airnya tersisa kira-kira 2 gelas.

Aturan Minum:

Setelah dingin, minum ramuan herbal kanker serviks ini 2 kali sehari, masing-masing 1 gelas.

Herba = Seluruh bagian tanaman obat mulai dari akar, batang, daun, bunga, dan buahnya.

Mengapa Jombang Bermanfaat untuk Ramuan Herbal Kanker Serviks?

Jombang (Taraxacum officinale) adalah tanaman herbal yang dikenal sebagai obat anti-kanker tradisional. Penelitian telah dilakukan untuk menyelidiki efek dari daun jombang terhadap sel-sel induk kanker serviks pada manusia.

Ulasan penelitian itu dapat dibaca pada artikel ilmiah berjudul “The Efficacy of Taraxacum Officinale Leaves Extract in Regulate Apoptosis, RARß2 Gene and Sox2 Expression on Primary Culture Human Cervical Cancer Stem Cells” yang tersedia secara online. Pada penelitian itu, sel-sel kanker ditangani menggunakan ekstrak etaol daun jombang mulai dari dosis 6,25 hingga 100 μg/mL selama 24 jam.

Efek apoptosis yang signifikan dari jombang terlihat pada dosis 25, 50, dan 100 μg/mL (12,25; 16,25; dan 23,75%) dibandingkan denagn nilai kontrol 4,00% (p <0,001). Dosis efektif dari jombang untuk mengurangi ekspresi Sox2 adalah 100 mg/mL (3,75%) dibandingkan dengan nilai kontrol 12,00% (p<0,001).

Sedangkan dosis efektif untuk menginduksi ekspresi gen RARß2 adalah 12,5; 25; 50; dan 100 mg/mL (89,136; 102,738; 124,459; dan 64,109) dibandingkan dengan nilai kontrol 54,246 (p<0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa daun jombang dapat secara efektif menginduksi apoptosis pada sel induk kanker serviks melalui ekspresi Sox2 down-regulation dan peningkatan ekspresi gen RARß2.

Induksi Apoptosis = Dapat menginduksi atau merangsang proses kematian pada sel-sel kanker.

jombang untuk resep herbal kanker serviks
Herba Jombang (Credit: Elena Elisseeva / Shutterstock)

Penelitian lain juga telah menyelidiki efek anti-kanker dari bunga jombang terhadap sel-sel kanker serviks. Ekstrak hidroalkoholik bunga jombang digunakan untuk menangani sel-sel HeLa (garis sel kanker serviks). Hasilnya memperlihatkan bahwa 0,2 mg/ml ekstrak bunga jombang dapat secara signifikan mengurangi viabilitas sel.

Ini menunjukkan bahwa bunga jombang juga memiliki aktivitas anti-kanker terhadap sel kanker serviks. Oleh sebab itu, saat membuat ramuan herbal kanker serviks Anda dianjurkan menggunakan seluruh bagian dari tanaman jombang (mulai dari daun hingga bunganya) untuk memperkuat efek anti-kanker nya.

Mengapa Leunca Bermanfaat untuk Resep Herbal Kanker Serviks?

Leunca (Solanum nigrum) sudah sejak dulu digunakan secara tradisional untuk obat-obatan. Leunca juga biasa dikonsumsi sebagai lalapan atau sayuran. Belakangan ini tumbuhan leunca dilaporkan memiliki aktivitas anti-kanker.

Aktivitas anti-proliferatif dari fitokimia tanaman ini (dalam bentuk ekstrak kasar dan senyawa terisolasi) telah diteliti pada sejumlah garis sel kanker, misalnya kanker hati (HepG2), usus besar (HT29 dan HCT-116), dan serviks (HeLa). Telah dilaporkan bahwa fraksi kloroform dari ekstrak metanolik leunca dapat menginduksi kematian sel apoptosis pada tiga garis sel kanker serviks, yaitu HeLa, SiHa, dan C33A.

Baca juga:  Resep Herbal Rabun Senja untuk Mempertajam Penglihatan

Salah satu penelitian terhadap leunca diulas dalam artikel ilmiah berjudul “Induction of Apoptosis by Fatty Acid Rich Fraction of Solanum Nigrum on Cervical Cancer Cell Lines.” Pada penelitian itu, sel-sel kanker serviks ditangani menggunakan dosis IC50, dan beragam eksperimen dilakukan.

leunca untuk ramuan herbal kanker serviks
Leunca (Credit: Apromeci.org.mx)

Hasilnya terlihat ada gambaran morfologi apoptosis yang khas pada sel-sel yang ditangani. Sebagian besar sel-sel ditemukan berada pada tahap akhir apoptosis. Dalam garis sel HeLa dan C33A, sel-sel diblokir pada G1/S, pada SiHa, populasi subG0 meningkat.

Ekspresi anti-apoptosis Bcl-2 menurun dan pro-apoptosis BAX, p53, p21 meningkat. Ekspresi HPV16 dan ET1 manusia juga menurun. Kerusakan DNA yang diperantarai oleh ROS terdeteksi dan diinduksi apoptosis. Asam lemak yang berbeda, bersama dengan senyawa-senyawa lain, terdeteksi dalam fraksi kloroform, yang semuanya dilaporkan memiliki kemampuan anti-kanker.

Dari hasil penelitian itu dapat disimpulkan bahwa fraksi asam lemak kloroform dari tumbuhan leunca mampu menginduksi apoptosis pada sel-sel kanker serviks, melalui pengrusakan DNA yang diperantarai ROS.

Mengapa Rumput Mutiara Bermanfaat untuk Ramuan Herbal Kanker?

Rumput mutiara (Hedyotis corymbosa) adalah salah satu tanaman obat di Indonesia yang berpotensi sebagai anti-kanker. Di dalamnya terkandung asam oleanolat dan asam ursolat yang dianggap dapat menghambat kanker. Rumput mutiara juga mengandung banyak flavonoid glikosida yang bisa menghambat proses karsinogenesis secara in vitro maupun in vivo.

Efek penghambatan itu terjadi pada tahap inisiasi, promosi, atau progresi melalui mekanisme molekuler seperi inaktivasi senyawa karsinogen, anti-proliferatif, inhibisi angiogenesis, penangkapan siklus sel, induksi apoptosis, dan antioksidan.

Sebagian besar senyawa karsinogen seperti Polisiklik Aromatik Hidrokarbon (PAH) perlu diaktivasi oleh sitokroma P450 untuk membentuk intermediet reaktif sebelum diikat ke DNA. Ikatan kovalen antara DNA dengan senyawa karsinogen aktif akan menyebabkan kerusakan DNA.

Karsinogenesis = Proses pembentukan kanker, yang terjadi ketika sel normal berubah menjadi sel kanker.

rumput mutiara untuk ramuan herbal kanker serviks
Rumput Mutiara (Credit: Koplakers.com)

Flavonoid dalam proses itu bertindak sebagai agen penghambat. Flavonoid menghalangi aksi karsinogen melalui beberapa mekanisme, seperti melalui penghambatan aktivitas isoenzim sitorkoma P450, yaitu CYP1A1 dan CYP1A2, sehingga senyawa karsinogen menjadi non-reaktif. Mekanisme lainnya yaitu melalui detoksifikasi karsinogen.

Flavonoid juga meningkatkan eksprsi enzim Gluthation S-Transferase (GST) yang dapat mendetoksifikasi karsinogen aktif sehingga dapat menjadi lebih polar dan dihilangkan dari tubuh. Mekanisme lainnya adalah melalui ikatan karsinogen aktif dengan flavonoid sehingga bisa menghambat ikatan dengan DNA, RNA, atau target protein.

Mengapa Biji Jali Bermanfaat untuk Resep Herbal Kanker Serviks?

Biji jali (Coix lachryma-jobi) sudah lama digunakan untuk obat-obatan dalam pengobatan tradisional Tiongkok. Biasanya biji jali digunakan untuk mengatasi kutil, kulit pecah-pecah, rematik, dan penyakit radang. Selain itu biji jali juga dilaporkan bermanfaat sebagai diuretik, anti-flogistik, anodinik, anti-spasmodik, dan anti-kanker.

Dan baru-baru ini biji jali diketahui memiliki sejumlah aktivitas biologis yang dapat berguna untuk penghambatan kanker. Aktivitas tersebut antara lain antioksidan, anti-inflamasi, anti-mutagenik, dan anti-tumor.

Baca juga:  3 Resep Herbal Ini Efektif Melarutkan Kencing Batu

Untuk melihat bagaimana efek dari biji jali terhadap kanker, maka dilakukan sebuah penelitian pada peran kemopreventif dari biji jali dalam menghalangi proses karsinogenesis, mencegah pembentukan dan perkembangan kanker.

Kemopreventif = Memiliki aktivitas untuk menghambat perkembangan kanker dan dapat meningkatkan kemungkinan kesembuhan serta mengurangi rasa sakit yang dialami penderita kanker. (Sumber = CCRC Farmasi UGM)

biji jali
Biji Jali

Penelitian itu diulas dalam artikel ilmiah berjudul “Adlay (薏苡 yì yĭ; “soft-shelled job’s tears”; the seeds of Coix lachryma-jobi L. var. ma-yuen Stapf) is a Potential Cancer Chemopreventive Agent toward Multistage Carcinogenesis Processes.”

Hasilnya menunjukkan bahwa biji jali memang bersifat kemopreventif yang potensial untuk menghalangi berbagai tahap karsinogenesis dengan kemampuan anti-inisiasi, anti-promosi, dan anti-progresi yang dimilikinya.

Mengapa Bawang Putih Bermanfaat untuk Resep Herbal Kanker?

Bawang putih (Allium sativum) merupakan salah satu tumbuhan tertua yang dibudidayakan sebagai obat dan makanan. Tumbuhan ini dilengkapi dengan beragam kemampuan yang bermanfaat, seperti anti-trombotik, anti-mikroba, anti-artritik, anti-tumor, hipoglikemik, dan hipolipidemik. Beragam penelitian telah menunjukkan bahwa bawang putih memiliki aksi kemopreventif. Aksi tersebut diduga berasal dari senyawa organosulfur di dalam bawang putih.

Meski tidak sepenuhnya jelas bagaimana mekanismenya, tetapi ada sejumlah dugaan misalnya kemungkinan karena memiliki kemampuan antioksidan, penghambatan pertumbuhan tumor, dan enzim metabolisme obat. Belakangan ini telah diketahui bahwa ekstrak bawang putih yang sudah tua dapat menampilkan aktivitas scavenging dengan bantuan dua senyawa S-allylmercapto-L-cysteine dan S-allylcystine.

Selain itu, berbagai senyawa organosulfur yang diperoleh dari bawang putih, bersama dengan S- allylcystine, telah didapati mampu menghambat intensifikasi transplantasi dan tumor yang diinduksi secara kimiawi pada hewan percobaan. Dengan demikian, penggunaan bawang putih dibuktikan dapat membantu menghambat perkembangan kanker.

Sarang Semut Papua: Herbal Alternatif untuk Kanker Serviks

Sarang Semut (Myrmecodia pendans) adalah tumbuhan obat asli Papua yang telah dikenal mengandung komponen-komponen anti-kanker. Flavonoid dan tanin yang ada di dalamnya dipercayai memiliki efek sitotoksik (menjadi toksik atau racun) terhadap garis sel kanker.

Untuk membuktikan efek sitotoksik tersebut, maka dilakukan penelitian menggunakan ekstrak etanolik Sarang Semut terhadap garis sel kanker serviks (HeLa). Penelitian itu dapat dibaca dalam artikel ilmiah berjudul “Cytotoxic Effect of Ethanolic Extract of Sarang Semut (Myrmecodia Pendans) on HeLa Cervix Cancer Cell Line In Vitro Experimental Study.”

Sarang Semut Papua

Sel-sel HeLa dita dengan ekstrak etanol Sarang Semut pada berbagai dosis konsentrasi. Dosis ekstrak etanolik yang digunakan adalah 3,91 μg/ml; 7,81 μg/ml; 15,63 μg/ml; 31,25 μg/ml; 62,50 μg/ml; 125 μg/ml; 250 μg/ml; 500 μg/ml; adalah 1000 μg/ml. Efek sitotoksik dievaluasi dengan metode penghitungan langsung menggunakan pewarna biru tryphan kemudian menggunakan analisis regresi probit untuk menentukan nilai IC50-nya.

Hasilnya didapati bahwa nilai penghambatan konsentrasi 50 (IC50) ekstrak Sarang Semut adalah 33,28 μg/ml. Ekstrak Sarang Semut memiliki efek sitotoksik yang dikategorikan cukup aktif (20 ìg/ml< IC50< 100ìg/ ml).

Sebagai perbandingan, nilai penghambatan konsentrasi 50 (IC50) dari doxorubicin adalah 5,56 μg/ml—lebih tinggi daripada efek sitotoksik dari ekstrak etanolik Sarang Semut. Doxorubicin adalah jenis obat kemoterapi yang sering digunakan dalam pengobatan kanker serviks.

Artikel ilmiah tersebut kemudian menyimpulkan bahwa ekstrak etanolik Sarang Semut memang memiliki efek sitotoksik yang cukup aktif terhadap sel kanker serviks. Karena itu, Sarang Semut Papua dapat dimanfaatkan sebagai perawatan pendamping untuk memperkuat efek sitotoksik dari pengobatan medis yang sedang dijalankan.

Manfaat Sarang Semut untuk alternatif ramuan herbal kanker serviks bukan hanya dibuktikan secara teori, tetapi juga terbukti dari pengalaman penggunanya. Salah satu kisah nyata dari penderita kanker serviks yang berhasil pulih dengan bantuan herbal ini dapat dibaca di artikel berjudul “Tumpas Kanker Serviks Stadium Lanjut dengan Sarang Semut.”

Selalu Konsultasikan dengan Dokter!

Dalam membuat keputusan soal perawatan kanker yang akan dijalankan, Anda sebaiknya selalu berkonsultasi dengan dokter ahli. Sebelum mengonsumsi ramuan herbal kanker serviks apapun, tanyakanlah dulu kepada dokter yang merawat Anda. Diskusikan baik-buruknya apabila memadukan perawata medis dengan konsumsi herbal.

Demikianlah artikel ini yang membahas tentang resep herbal kanker serviks. Semoga Anda memperoleh manfaat dari informasi-informasi herbal yang disediakan di sini. Temukan juga info-info herbal tradisional khas Indonesia lainnya hanya di Deherba.com.


Dalimartha, Setiawan. (2008). 1001 Resep Herbal. Jakarta: Penebar Swadaya

Sudiarta, Ketut Edy, dkk. (2015). The Efficacy of Taraxacum Officinale Leaves Extract in Regulate Apoptosis, RARß2 Gene and Sox2 Expression on Primary Culture Human Cervical Cancer Stem Cells. Inernational Journal of PharmTech Research. 8(5): 803-812

Y, Bahrambeygi & R, Ahmadi & R, Joshagani. (2018). Anticancer Effect of Taraxacum Officinale Flower Extract on Cervical Cancer Cells. 11th Int’l Conference on Agricultural, Chemical, Biological and Medical Sciences. Istanbul, Turki

Paul, Subhabrata & Kundu, Rita. (2017). Induction of Apoptosis by Fatty Acid Rich Fraction of Solanum Nigrum on Cervical Cancer Cell Lines. International Journal of Pharmacy and Pharmaceutical Sciences. 9(11): 199 – 206. URL: https://doi.org/10.22159/ijpps.2017v9i11.21628

CCRC UGM Farmasi. Rumput Mutiara/Oldenlandia (Hedyotis Corymbosa). URL: http://ccrc.farmasi.ugm.ac.id/en/?page_id=124. Accessed: 2019-02-11. (Archived in WebCite®)

Kuo, Ching-Chuan, dkk. (2012). Adlay (薏苡 yì yĭ; “soft-shelled job’s tears”; the seeds of Coix lachryma-jobi L. var. ma-yuen Stapf) is a Potential Cancer Chemopreventive Agent toward Multistage Carcinogenesis Processes. Journal of Traditional and Complementary Medicine. 2(4): 267-275

Nouroz, Faisal, dkk. (2015). A Review on Anticancer Activities of Garlic (Allium Sativum L.). Middle East Journal of Scientific Research. 23(6): 1145 – 1151

Fatmawati, Dina, dkk. (2011). Cytotoxic Effect of Ethanolic Extract of Sarang Semut (Myrmecodia Pendans) on HeLa Cervix Cancer Cell Line In Vitro Experimental Study. Sains Medika Journal of Medicine and Health. 3(2): 112 – 120