Resep Herbal Kanker Nasofaring yang Perlu Anda Gunakan

653
bawang putih untuk resep herbal kanker nasofaring
Bawang Putih (Credit: Image by Skitterphoto on Pixabay)

Diedit:

Sewaktu menghadapi kanker nasofaring, mungkin Anda mencari perawatan pendamping menggunakan herbal. Sebagaimana sudah banyak diketahui orang, pilihan herbal yang tepat dapat membantu meringankan dampak kanker dan bahkan menambah keefektifan pengobatan medis yang sedang diupayakan. Tetapi apa resep herbal kanker nasofaring yang dapat membantu?

Dalam artikel ini Anda akan belajar caranya meracik 3 ramuan herbal kanker nasofaring yang dibuat dari bahan-bahan yang bermanfaat. Kemampuan anti-kanker dari bahan-bahan tersebut telah diteliti oleh riset-riset ilmiah.

Resep Herbal Kanker Nasofaring: Cakar Ayam

Bahan Baku:

Herba* cakar ayam yang sudah dikeringkan, 50 – 100 gram.

Cara Meramu Resep:

Rebus herba cakar ayam bersama 5 gelas air di atas api kecil.
Rebus selama 3 – 4 jam.
Setelah dingin, saring air rebusannya.

Aturan Minum:

Minum ramuan herbal kanker nasofaring ini beberapa kali sampai habis dalam 1 hari.

*) Herba = Seluruh bagian tanaman obat mulai dari akar, batang, daun, bunga, dan buahnya.

Mengapa Cakar Ayam Bermanfaat untuk Ramuan Herbal Kanker Nasofaring?

Tumbuhan cakar ayam (Selaginella doederleinii) berkhasiat untuk melancarkan peredaran darah, menghentikan pendarahan, mengurangi pembengkakan, juga untuk mengobati batuk, radang paru-paru, infeksi saluran napas, dan diare. Bagaimana dengan manfaat herba cakar ayam untuk resep herbal kanker nasofaring?

Artikel ilmiah berjudul “Effect of Ethanol Extract of Selaginella Doederleinii Hieron on the Proliferation of Nasopharyngeal Carcinoma CNE-1 and C666-1 Cells” menjelaskan penelitian yang menyelidiki kemampuan ekstrak cakar ayam untuk menghambat garis-garis sel kanker nasofaring, CNE-1 dan C666-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak cakar ayam mampu menunjukkan aktivitas penghambatan pada sel-sel CNE-1 maupun C666-1 mencapai 30 – 50%.

cakar ayam untuk ramuan herbal kanker nasofaring
Cakar Ayam (Copyright: 天問 小窩 / License: CC BY-SA 2.0)

Manfaat anti-kanker cakar ayam juga diperlihatkan dalam artikel lainnya yang berjudul “Effects of Selaginella Doederleinii on Human Nasopharyngeal Carcinoma TW03 Cells in Vitro and Its Mechanisme.” Artikel ini membahas kemampuan penghambatan cakar ayam pada pertumbuhan sel-sel karsinoma nasofaring (TW03) secara in vitro.

Baca juga:  Resep Herbal untuk Mematangkan Bisul dengan Cepat

Hasilnya menunjukkan bahwa cakar ayam mampu menghambat pertumbuhan sel-sel TW03 pada manusia dengan cara mengarahkan siklus sel yang ditangkap pada fase S, menurunkan ekspresi protein Bcl-2, dan mengatur ekspresi protein Bax.

Resep Herbal Kanker Nasofaring: Bawang Putih

Bahan Baku:

Bawang putih yang masih segar, 2 – 3 gram.

Cara Meramu Resep:

Kupas bawang putih, lalu potong kecil-kecil.
Ramuan herbal kanker nasofaring siap dikonsumsi.

Aturan Konsumsi:

Makan potongan bawang putih bersama nasi.
Lakukan 2 – 3 kali sehari bersamaan waktu makan.

Catatan:

Untuk menghilangkan baunya, minum teh kental setelah mengonsumsinya.

Mengapa Bawang Putih Bermanfaat untuk Ramuan Herbal Kanker Nasofaring?

Bawang putih (Allium sativum) merupakan salah satu bumbu dapur yang punya khasiat untuk pengobatan. Bawang putih telah sejak dulu dimanfaatkan sebagai pengobatan tradisional selama ribuan tahun. Khasiatnya antara lain sebagai anti-mikroba, anti-trombotik, hipolipidemik, anti-artritis, hipoglikemik, dan anti-tumor.

Suatu penelitian ulasan (review) dilakukan untuk menyelidiki kemampuan bawang putih dalam pencegahan maupun pengobatan kanker. Review tersebut dibahas dalam artikel ilmiah berjudul “Garlic [Allium sativum]: A Review of its Potential Use as an Anti-Cancer Agent.”

bawang putih untuk resep herbal kanker nasofaring
Bawang Putih (Credit: Skitterphoto / Pixabay)

Dijelaskan bahwa berbagai penelitian telah menunjukkan keberadaan aktivitas kemopreventif* dari bawang putih dalam beragam bentuk olahannya, diantaranya dalam bentuk mentah, bentuk minyak, atau dari senyawa organosulfur yang ada di dalamnya.

*) Kemopreventif = Memiliki aktivitas untuk menghambat perkembangan kanker dan dapat meningkatkan kemungkinan kesembuhan serta mengurangi rasa sakit yang dialami penderita kanker.

Efek kemopreventif tersebut dihubungkan dengan kandungan senyawa organosulfur bawang putih. Diduga bahwa senyawa tersebut memberikan sifat antioksidan dan efek penghambatan pertumbuhan kanker. Ekstrak bawang putih yang sudah tua juga mempunyai aktivitas pembersihan radikal bebas, dan aktivitas yang tertinggi berasal dari senyawa utama S-allylcysteine dan S-allylmercapto-L-cysteine.

Resep Herbal Kanker Nasofaring: Rumput Mutiara

Bahan Baku:

Herba rumput mutiara yang masih segar, 30 – 60 gram.

Cara Meramu Resep:

Cuci herba rumput mutiara, lalu potong-potong seperlunya.
Rebus bersama 3 gelas air sampai airnya tersisa kira-kira 1 gelas.
Angkat, dinginkan, dan saring airnya.

Aturan Minum:

Minum ramuan herbal kanker nasofaring ini sekaligus habis.
Lakukan pengobatan ini 1 kali sehari.

Catatan:

Setelah minum ramuan herbal ini selama 10 hari, kemungkinan mulut akan terasa kering.

Mengapa Rumput Mutiara Bermanfaat untuk Ramuan Herbal Kanker Nasofaring?

Rumput mutiara (Hedyotis corymbosa) adalah tumbuhan herbal yang berkemampuan anti-inflamasi, anti-kanker, dan hepatoprotektif. Berkat kemampuan itu, rumput mutiara telah banyak dimanfaatkan untuk pengobatan alternatif berbagai jenis kanker.

Baca juga:  Resep Herbal untuk Pudarkan Bercak Hitam di Muka

Herbal ini mengandung senyawa asam oleanolat dan asam ursolat yang dapat menghambat proses pembelahan sel-sel kanker ke fase yang lebih ganas. Menurut Peneliti Badan Litbang Pertanian, Nurliani Bermawie, rumput mutiara digunakan untuk pengobatan kanker nasofaring, lambung, serviks, payudara, dan beberapa jenis kanker lainnya.

rumput mutiara
Rumput Mutiara (Copyright: Dinesh Valke / License: CC BY-SA 2.0)

Selain dua kandungan senyawa di atas, kandungan glikosida flavonoid di dalamnya juga diduga sanggup menghambat proses karsinogenesis* secara in vitro maupun in vivo. Kemampuan penghambatan itu terjadi pada fase inisiasi, promosi, dan progresi, melalui mekanisme molekuler seperti anti-proliferatif, inaktivasi senyawa karsinogen, penangkapan siklus sel, penghambatan angiogenesis, serta induksi apoptosis.

*) Karsinogenesis = Proses pembentukan kanker, yang terjadi ketika sel normal berubah menjadi sel kanker.

Alternatif Ramuan Herbal Kanker Nasofaring: Sarang Semut

Sarang Semut (Myrmecodia pendans) adalah tumbuhan herbal untuk kanker yang berasal dari pedalaman hutan Papua. Herbal anti-kanker ini mengandung berbagai senyawa aktif yang penting untuk melawan kanker, seperti flavonoid, tanin, dan tokoferol.

Senyawa flavonoid memiliki beberapa mekanisme khusus untuk melawan kanker, antara lain anti-proliferatif, inaktivasi karsinogen, penangkapan siklus sel, inhibisi angiogenesis, induksi apoptosis, dan pembalikan resistensi multi-obat.

Senyawa tanin mempunyai aktivitas antioksidan dan mampu mengoptimalkan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Selain dapat bermanfaat untuk pengobatan kanker, senyawa ini juga diteliti manfaatnya untuk berbagai penyakit berat lainnya, seperti penyakit jantung.

Senyawa tokoferol merupakan bentuk utama dari vitamin E dan mempunyai aktivitas anti-kanker. Di dalam Sarang Semut terdapat kandungan tokoferol jumlah besar sekitar 313 ppm. Hasil pengujian memperlihatkan bahwa ekstrak kasar Sarang Semut mengandung alfa-tokoferol yang mampu meredam radikal bebas hingga mendekati 100%.

Selain ketiga senyawa anti-kanker di atas, Sarang Semut juga memiliki kandungan mineral-mineral penting yang dibutuhkan tubuh agar tetap berfungsi dengan baik. Ini tentu akan membantu menjaga kondisi fisik tetap dalam keadaan relatif baik selama menghadapi kanker. Mineral tersebut diantaranya fosfor, kalsium, kalium, natrium, dan magnesium.

Selalu Konsultasikan dengan Dokter!

Ramuan herbal kanker nasofaring di atas memang dapat membantu meredam perkembangan sel-sel kanker serta meringankan dampaknya. Akan tetapi, setiap pasien harus mempertimbangkan dengan matang sebelum memutuskan mengonsumsi herbal apapun.

Konsultasikanlah terlebih dulu dengan dokter ahli apakah mengonsumsi herbal-herbal seperti di atas aman bagi Anda. Tanyakan juga apakah ada efeknya terhadap pengobatan medis yang sedang dijalani. Dan pertimbangkan untung-rugi nya jika mengombinasikan pengobatan medis dengan terapi herbal.

Demikianlah artikel ini yang mengulas tentang resep herbal kanker nasofaring. Semoga Anda memperoleh manfaatnya dengan segera menerapkan informasi yang disediakan di sini. Nantikan juga info-info herbal khas Indonesia lainnya hanya di Deherba.com.


Resep Herbal Kanker Nasofaring:

Dalimartha, Setiawan. 2008. 1001 Resep Herbal. Jakarta: Penebar Swadaya

Cakar Ayam:

Lian, Rong & Li, Jing & Ma, Hui-Min & Zhang, Guo-Zheng. (2013). Effect of Ethanol Extract of Selaginella Doederleinii Hieron on the Proliferation of Nasopharyngeal Carcinoma CNE-1 and C666-1 Cells. African Journal of Traditional, Complementary and Alternatives Medicines. 10(6): 490-493

Jing, Yan & Tang, An-zhou & Liu, Jin & Kang, Min. (2009). Effects of Selaginella Doederleinii on Human Nasopharyngeal Carcinoma TW03 Cells in Vitro and Its Mechanisme. Zhong Yao Cai (Journal of Chinese Medicinal Materials). 32(12): 1864-1867

Bawang Putih:

M, Thomson & M, Ali. (2003). Garlic [Allium sativum]: A Review of its Potential Use as an Anti-Cancer Agent. Current Cancer Drug Targets. 3(1): 67-81.

Rumput Mutiara:

BPTP Balitbangtan Maluku Utara. Published: 2016-09-05. Khasiat Rumput Mutiara Penyembuh Kanker. URL: http://malut.litbang.pertanian.go.id/index.php/berita/info-aktual/436-khasiat-rumput-mutiara-dapat-menyembuhkan-kanker. Accessed: 2019-03-05

CCRC UGM Farmasi. Rumput Mutiara/Oldenlandia (Hedyotis Corymbosa). URL: http://ccrc.farmasi.ugm.ac.id/en/?page_id=124. Accessed: 2019-02-11. (Archived in WebCite®)