Resep Herbal Andalan Untuk Lawan Kanker Esofagus


By Cindy Wijaya

Kanker esofagus adalah satu jenis kanker, dimana sel kanker tumbuh di esofagus, yakni bagian tubuh yang menghubungkan tenggorokan dan lambung. Pada kesempatan kali ini, deherba.com akan senang membantu Anda untuk mengenal lebih dalam penyakit kanker esofagus, mulai dari penyebab, sampai pilihan pengobatannya. Tidak ketinggalan, ulasan kali juga akan memuat resep herbal kanker esofagus yang dapat membantu memaksimalkan pemulihan penyakit ini.

Dari seluruh kematian akibat penyakit kanker di dunia, kanker esofagus ada di urutan ke enam. Artinya, keganasan penyakit ini tidak main-main. Penting untuk mendapat informasi mengenai penyakit ini, dengan begitu Anda tahu gejala dan langkah apa yang harus dilakukan jika Anda atau orang yang Anda sayangi didiagnosis penyakit kanker esofagus. Untuk mengawalinya, mari lihat bagaimana resep herbal kanker esofagus dibuat dan khasiatnya dalam membantu pengobatan penyakit ini.

Resep Herbal Waru Landak

Waru landak, atau yang juga dikenal dengan nama si buyung, merupakan tanaman asli Indonesia yang memiliki banyak kegunaan. Mulai dari tanaman hias, penghasil serat, sampai tanaman obat multi khasiat. Waru landak memiliki daun yang berukuran cukup besar, bercangap, dan menjari dengan ujung yang runcing. Bunga tanaman ini pun terbilang besar, diameternya dapat mencapai 7-10 cm.

Resep herbal kanker esofagus
Bunga Herbal Waru Landak (Credit: Flickr.com/karolm)

Jika dilihat dari kegunaannya sebagai tanaman obat untuk kanker, mungkin herbal waru landak kalah populer dibanding herbal-herbal lainnya. Namun, hal ini tidak berarti bahwa herbal waru landak tidak efektif dalam membantu pengobatan kanker. Herbal waru landak memiliki kandungan yang cukup ampuh untuk memerangi kanker. Apa saja kandungan tersebut?

Herbal waru landak memiliki kandungan flavonoid dan senyawa fenolik. Menurut penelitian, kedua senyawa yang memiliki potensi sebagai antikanker. Keduanya dapat ditemukan pada bagian bunga dan daun dari herbal ini. Mari lihat bagaimana cara meramu bunga dan daun waru landak untuk resep herbal kanker esofagus.

Resep Herbal Kanker Esofagus

Bahan:

Bunga dan daun waru landak kering, secukupnya.

Cara Meramu Resep:

Pertama-tama, cuci sampai bersih bahan-bahan tersebut
Rebus bahan-bahan dalam 3 gelas air di atas api kecil
Biarkan hingga air hanya tersisa 1 gelas
Angkat dan saring

Aturan Pakai:

Minum air rebusan sekaligus. Lakukan 1 kali dalam sehari.

Resep Herbal Leunca

Leunca, atau yang dikenal juga dengan nama ranti, merupakan tanaman yang termasuk ke dalam anggota terung-terungan. Tanaman yang memiliki cita rasa yang khas ini seringkali menjadi pilihan sayuran bagi beberapa orang, baik untuk ditumis atau disantap mentah-mentah sebagai lalapan. Dibalik kepopulerannya sebagai penggugah selera makan, lenca ternyata menyimpan sejumlah manfaat yang tidak terduga bagi kesehatan, salah satunya adalah membantu pengobatan kanker.

Resep herbal kanker esofagus
Herbal Leunca (Credit: Wikipedia.org)

Bagaimana mekanismenya? Leunca memiliki beberapa kandungan senyawa penting yang dapat mencegah kerusakan sistem regenerasi sel yang dapat berakibat pada kanker. Solasonine, solamargine, solasodine, dan solanine yang merupakan senyawa aktif dalam leunca juga terbukti mampu untuk membantu mencegah oksidasi sel, pembentukan sel kanker, dan penyebaran sel kanker dalam tubuh.

UNY pernah melakukan riset yang menguatkan bukti mengenai manfaat leunca terhadap kanker. Hasil riset tersebut menguak bahwa tanaman leunca mengandung antosianin, kandungan yang berkontribusi cukup besar dalam membantu pengobatan kanker. Antosianin diketahui dapat bertindak sebagai anti-kanker, anti-diabetes, antioksidan, sekaligus sebagai hepaprotektif.

Resep Herbal Kanker Esofagus

Bahan:

Herbal leunca segar 3—120 gram

Cara Meramu Resep:

Cuci bahan hingga bersih
Potong-potong seperlunya
Rebus bahan dengan 5 gelas air dan api kecil higga tersisa 2 gelas
Angkat lalu saring ramuan herbal ini

Aturan Pakai:

Setelah dingin, minum ramuan herbal sedikit-sedikit dan habiskan dalam sehari.

Resep Herbal Kanker Esofagus Alternatif

Sejumlah tanaman memang dipercaya dapat bermanfaat bagi kesehatan. Namun, hanya sedikit yang benar-benar terbukti demikian. Selain kedua herbal yang dibahas sebelumnya, alam menyediakan satu lagi produknya yang tidak bisa dianggap remeh, dimana khasiatnya dalam membantu pengobatan kanker telah terbukti secara empiris dan didukung oleh hasil penelitian ilmiah. Herbal apa yang dimaksud?

Herbal yang dimaksud ialah Sarang Semut. Herbal yang berasal dari pedalaman Papua ini cukup terkenal di kalangan masyarakat Indonesia, terlebih lagi bagi yang bertempat tinggal di Papua. Sarang Semut telah digunakan secara turun temurun oleh penduduk asli di sana sebagai obat berbagai macam penyakit. Kepopulerannya ini didapat, tentu saja karena Sarang Semut memang betul-betul berkhasiat. Apa saja buktinya?

Resep herbal kanker esofagus
Herbal Sarang Semut (Credit: idntimes.com)

Pusat bioteknologi LIPI pernah mengungkap kandungan senyawa yang ada pada Sarang Semut, yakni beberapa senyawa aktif yang sudah dikenal sebagai obat berbagai jenis kanker dalam dunia medis. Ahli peneliti utama LIPI, Dr. M. Ahkam Subroto, bahkan membeberkan senyawa-senyawa tersebut yang adalah flavonoid, polifenol, dan tanin. Ketiganya memiliki fungsi penting sebagai antioksidan yang berperan dalam menangkal radikal bebas penyebab kanker.

Bukti lainnya adalah hasil uji in vitro yang dilakukan oleh Qui Kim Tran dari University National of Hochiminch City. Hasil uji tersebut menunjukkan bahwa hasil ekstraksi dari Sarang Semut memiliki aktivitas antiproliferasi terhadap sel kanker, yang artinya Sarang Semut dapat membantu menghambat proses penyebaran sel-sel kanker yang cepat dan tidak terkendali.

Bukti-bukti tersebut semakin menguatkan posisi Sarang Semut dalam deretan teratas herbal terbaik untuk membantu pengobatan kanker, termasuk penyakit kanker esofagus. Khasiat Sarang Semut tidaklah dilebih-lebihkan, bukti ilmiah yang sudah ada menunjukkan bahwa kandungannya menjadikan Sarang Semut resep herbal kanker esofagus yang efektif. Tidak menutup kemungkinan di masa mendatang akan lebih banyak bukti khasiat Sarang Semut terhadap kanker yang ditemukan.

Aturan Pakai Sarang Semut

Kedua resep herbal sebelumnya membutuhkan beberapa langkah untuk mengolahnya hingga siap untuk dikonsumsi. Hal ini berbeda dengan Sarang Semut yang telah tersedia dalam bentuk ekstraksi. Aturan minum Sarang Semut: Dosis 3 kali sehari @ 2 kapsul. Diminum ½ – 1 jam sebelum/sesudah makan. Beri selang waktu 2 jam jika ada obat lain.

Apa Sebenarnya Penyebab Kanker Esofagus?

Sama seperti jenis kanker lainnya, penyebab dari kanker esofagus belum diketahui secara pasti. Penyebab dari kanker esofagus sendiri diyakini berhubungan dengan perubahan (mutasi) yang terjadi pada DNA di dalam sel-sel yang terkait dengan esofagus atau kerongkongan. Perubahan tersebut menyebabkan sel-sel berkembang biak secara abnormal, yakni lebih cepat dibanding sel-sel yang masih normal.

Resep herbal kanker esofagus
Ilustrasi Kanker Esofagus (Credit: Cancerss.us)

Perubahan (mutasi) yang terjadi juga mengakibatkan proses kematian sel menjadi tidak teratur. Sel-sel yang seharusnya mati, justru malah bertahan. Sel-sel abnormal yang terkumpul akan membentuk sebuah tumor di area esofagus atau kerongkongan, yang nantinya dapat tumbuh dan menyerang struktur di sekitarnya atau menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Faktor Risiko

Para ahli memperkirakan bahwa iritasi kronis pada sel-sel esofagus berkontribusi dalam perkembangan kanker. Berikut ini adalah beberapa kebiasaan dan kondisi yang dapat menyebabkan iritasi pada sel-sel esofagus, serta meningkatkan risiko penyakit kanker esofagus, yang meliputi:

  • Obesitas
  • Kebiasaan merokok
  • Menderita refluks empedu
  • Tidak mengonsumsi cukup buah dan sayuran
  • Menderita penyakit gastroesophageal reflux (GERD)
  • Memiliki kebiasaan minum cairan yang sangat panas
  • Sedang menjalani perawatan radiasi di area dada atau perut bagian atas
  • Menderita Barret’s esophagus, sebuah kondisi yang ditandai dengan kerusakan lapisan esofagus, yang dapat menyebabkan penyakit kanker esofagus. Kondisi ini kemungkinan disebabkan oleh GERD.

Selain itu, ada beberapa faktor risiko lainnya yang tidak bisa dihindari, yang membuat risiko penyakit kanker esofagus meningkat, seperti jenis kelamin, dimana pria lebih mungkin untuk menderita jenis kanker ini dari pada wanita. Faktor risiko kedua yakni etnis, dimana etnis Afrika-Amerika lebih mungkin untuk terkena jenis kanker ini dibanding etnis lainnya. Yang terakhir ialah umur, apabila Anda berumur lebih dari 45, risiko Anda untuk menderita jenis kanker ini lebih tinggi.

Pilihan Pengobatan Kanker Esofagus

Seperti jenis kanker lainnya, pengobatan kanker esofagus memiliki tingkat efektivitas yang tinggi jika dilakukan saat kanker masih stadium awal. Tingkat efektivitas akan menurun seiringnya berkembangnya kanker, terlebih lagi jika stadium sudah memasuki stadium lanjut. Berikut ini adalah beberapa pilihan pengobatan yang biasanya direkomendasikan oleh dokter, yakni:

  • Operasi. Melalui operasi, sebagian atau keseluruhan esofagus mungkin akan diangkat.
  • Imunoterapi. Prosedur pengobatan yang bertujuan untuk membantu sistem kekebalan tubuh dalam memerangi kanker.
  • Krioterapi. Prosedur pengobatan yang bertujuan untuk membekukan sel kanker, yang nantinya dapat berpengaruh untuk mengecilkan tumor.
  • Terapi photodynamic. Prosedur pengobatan yang menggunakan sinar laser khusus untuk menargetkan sel kanker yang ada dalam tubuh.
  • Elektrokoagulasi. Prosedur pengobatan yang bertujuan untuk menghancurkan dan membunuh sel-sel kanker menggunakan arus listrik.
  • Terapi yang ditargetkan. Terapi yang ditargetkan atau targeted therapy merupakan sebuah prosedur pengobatan yang menargetkan aspek-aspek spesifik kanker dengan tujuan untuk membatasi pertumbuhan dan proses penyebaran kanker.
  • Kemoterapi. Salah satu prosedur pengobatan yang cukup sering digunakan untuk mengobati kanker. Tujuan dari kemoterapi adalah menghentikan atau menghambat pertumbuhan sel kanker menggunakan bahan kimia yang sangat kuat.

Dokter mungkin akan merekomendasikan operasi pengangkatan apabila kanker belum menyebar ke bagian tubuh lain. Tidak menutup kemungkinan juga dokter akan merekomendasikan kemoterapi atau terapi radiasi sebelum dilakukan operasi pengangkatan. Kemoterapi dan terapi radiasi dapat mengecilkan tumor, sehingga operasi pengangkatan nantinya akan lebih mudah dilakukan.

Pengobatan akan disesuaikan dengan hasil diagnosis dan stadium kanker yang Anda derita. Kesehatan tubuh Anda secara keseluruhan juga ikut berpengaruh terhadap pemilihan prosedur pengobatan yang akan Anda jalani. Pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter mengenai hal ini agar nantinya pengobatan dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Tips Jitu Untuk Mendukung Pengobatan

Meski tidak ada cara khusus untuk menghentikan penyakit kanker esofagus, namun tips berikut ini dapat mendukung dan menyokong pengobatan yang sedang Anda jalani. Tips sederhana ini dapat dilakukan saat Anda sedang mengonsumsi resep herbal kanker esofagus atau menjalani prosedur pengobatan medis, yang diantaranya adalah:

  • Batasi atau hindari konsumsi alkohol
  • Pertahankan berat badan yang sehat
  • Hentikan kebiasaan merokok atau mengunyah tembakau
  • Pastikan pola makan yang Anda miliki dipenuhi dengan buah dan sayur

Meski kanker esofagus penyakit yang sulit diobati, namun harapan untuk pulih selalu ada. Konsultasikan dengan dokter mengenai pilihan pengobatan yang tersedia dan pastikan bahwa pengobatan yang hendak Anda pilih dapat berjalan sesuai dengan yang Anda harapkan. Efektivitas pengobatan juga dipengaruhi oleh kapan diagnosis diketahui. Untuk itu, begitu Anda khawatir akan beberapa gejala yang Anda rasakan, jangan ragu untuk memeriksakannya ke dokter.

Anda juga dapat memanfaatkan resep herbal kanker esofagus yang telah dibahas sebelumnya untuk memaksimalkan pengobatan yang sedang Anda jalani. Tidak ada salahnya mencoba resep herbal, karena selain efektif, resep herbal tidak menimbulkan efek samping yang serius. Namun, saat hendak konsumsi resep herbal tertentu, pastikan selalu Anda sudah mendiskusikannya dengan dokter yang menangani Anda. Semoga bermanfaat!

Sumber

Dalimartha, Setiawan. 2008. 1001 Resep Herbal. Jakarta: Penebar Swadaya

Louise, Chang. Esophageal Cancer. WebMD. Reviewed: 2018-01-15. URL: https://www.webmd.com/cancer/esophageal-cancer#1. Accessed: 2018-12-11. (Archived by Webcite®).

Ranchod, Yamini. Esophageal Cancer. Healthline. Reviewed: 2018-04-12. URL: https://www.healthline.com/health/esophageal-cancer. Accessed: 2018-12-12. (Archived by WebCite®).

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}