Share:

Terakhir Diedit:

Menggigil, nyeri otot, hidung mampet, batuk kering, demam, dan pening, merupakan segelintir gejala-gejala khas dari flu yang cukup merepotkan. Meski flu tergolong penyakit ringan, tetapi penanganan perlu segera dilakukan agar gejalanya tidak berlarut-larut. Untuk itu, ulasan kali ini akan membahas mengenai flu, mulai dari penyebab, cara mencegah, sampai langkah pengobatan sederhana dengan menggunakan resep herbal flu pilihan.

Mengapa resep herbal flu ditonjolkan sebagai pengobatan pada ulasan kali ini? Dalam banyak kasus, flu hanya membutuhkan pengobatan rumahan untuk pulih. Dan, salah satu pengobatan rumahan yang terbaik adalah dengan menggunakan herbal. Kemampuannya yang telah terbukti, ditambah efek sampingnya yang minim membuatnya menjadi pilihan utama banyak orang dalam menghadapi flu. Berikut adalah cara pembuatan resep herbal flu yang dapat Anda coba.

Resep Herbal Sambiloto

Sebagian dari Anda, terutama bagi yang tinggal di pulau Jawa, mungkin tidak asing lagi dengan herbal yang satu ini. Sambiloto merupakan tanamam obat yang tergabung dalam family Acanthaceae, yang dapat tumbuh di dataran rendah hingga di ketinggian 700 meter dari permukaan laut. Sambiloto telah lama dimanfaatkan untuk membantu pengobatan berbagai macam penyakit, salah satunya adalah flu.

Resep herbal flu

Tanaman Sambiloto (Credit: Shutterstock)

Tanaman obat yang memiliki rasa pahit ini kaya akan kandungan antioksidan yang diketahui mampu melawan flu. Antioksidan bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan tubuh, dengan begitu gejala pilek seperti nyeri tenggorokan, hidung tersumbat, dan demam, dapat diredakan. Selain membantu pengobatan dan pencegahan flu, sambiloto juga dapat membantu tubuh Anda untuk mencegah kerusakan sel akibat radikal bebas.

Sambiloto memang minim akan efek samping, namun pada beberapa kondisi tertentu dimana sambiloto sebaiknya tidak dikonsumsi, seperti ketika Anda sedang hamil dan menyusui, menderita penyakit autoimun, sedang berencana punya anak, memiliki gangguan darah, dan memiliki tekanan darah yang rendah. Jika Anda tidak memiliki salah satu kondisi tersebut dan konsumsi dengan dosis yang tepat, sambiloto aman untuk Anda.

Resep Herbal Flu


Bahan:

Bubuk kering sambiloto, 1 gram.

Cara Meramu Resep:

Seduh bubuk kering sambiloto dengan air panas sebanyak ¾ gelas.
Tunggu ramuan herbal hingga dingin.

Aturan Pakai:

Ramuan herbal ini dapat diminum 3-4 kali dalam sehari.

Resep Herbal Bawang Putih, Bawang Merah, dan Jahe

Siapa yang tidak kenal ketiga bahan alami ini? Selain menjadi penyedap untuk berbagai hidangan, bawang putih, bawang merah, dan jahe ternyata bermanfaat untuk membantu pengobatan bermacam-macam penyakit, salah satunya adalah flu. Apa saja kandungan yang ada pada ketiganya hingga dapat membantu pengobatan flu? Bagaimana cara membuat resep herbal flu dengan ketiga bahan ini? Mari simak jawabannya.

Resep herbal flu

Bawang Merah, Bawang Putih, dan Jahe (Credit: Rpp.pe)

Kandungan bawang putih diketahui dapat membantu sistem kekebalan tubuh dalam melawan kuman. Bawang putih juga mengandung alliin dan sulfur. Alliin akan berubah menjadi allisin ketika dihancurkan atau dikunyah. Tetapi, allicin tidak stabil, dan berubah menjadi senyawa belerang lainnya. Semua senyawa ini dapat meningkatkan kemampuan sel-sel darah putih dalam memerangi virus, salah satunya virus influenza.

Tidak berbeda jauh dengan bawang putih, bawang merah juga mampu meringankan gejala flu yang muncul. Hal ini dikarenakan kandunganya senyawa sulfur didalamnya, yang diketahui mampu mengatasi gangguan pada saluran pernafasan. Bahan yang terakhir ialah jahe. Jahe mengandung senyawa bernama gingerol yang diyakini berperan dalam membantu menuntaskan flu.

Resep Herbal Flu


Bahan:

Bawang putih, 3 siung.
Bawang merah, 3 siung.
Jahe, 10 gram.

Cara Meramu Resep:

Cuci bahan-bahan tersebut hingga bersih.
Haluskan bahan-bahan yang sudah bersih.
Seduh dengan 200 cc air panas, lalu tutup dan diamkan selama 10 menit.
Tambahkan madu jika untuk mengimbangi rasa.

Aturan Pakai:

Ramuan herbal ini dapat diminum selagi hangat.

Apa Sebenarnya Penyebab Flu?

Flu atau influenza merupakan infeksi menular yang menyerang sistem pernapasan Anda, dimana penyebabnya adalah suatu virus bernama virus influenza. Virus ini memiliki tiga tipe, yakni virus influenza A, influenza B, dan influenza C. Apa saja perbedaan diantara ketiga tipe virus influenza tersebut? Dan, bagaimana caranya virus ini masuk ke dalam tubuh kita? Mari simak penjelasan berikut ini.

  • Virus Influenza Tipe A

    Jika Anda sering terkena wabah flu pada musim-musim tertentu, kemungkinan besar tipe virus A inilah yang menjadi penyebabnya. Menariknya, tidak hanya manusia yang dapat terinfeksi virus flu tipe A. Virus flu tipe ini banyak ditemukan di hewan-hewan yang berbeda, mulai dari ayam, babi, bebek, kuda, anjing laut, bahkan ikan paus. Namun, yang paling sering menjadi rumah bagi virus ini adalah burung liar.

  • Virus Influenza Tipe B

    Seperti virus flu tipe sebelumnya, virus flu B menyebabkan reaksi yang sama. Virus flu tipe B juga dapat menyebabkan wabah musiman. Perbedaan antara virus tipe A dan tipe B hanya penyebarannya saja, yakni virus tipe B tidak dapat menginfeksi hewan.

  • Virus Influenza Tipe C

    Diantara ketiga tipe virus flu, tipe c adalah yang paling ringan. Gejala yang disebabkannya tidak seberat kedua tipe virus sabelumnya. Virus flu tipe c dapat ditemukan pada manusia, namun tidak epidemi.

Penyebaran Virus Flu

Penyeberan virus flu terbilang sangat mudah. Virus ini menyebar pada udara dalam bentuk tetesan air liur. Jadi, ketika penderita flu bersin atau batuk, air liur yang keluar menjadi media penyebarannya. Anda akan terinfeksi jika Anda menghirup langsung tetesan liurnya, atau menyentuh suatu objek yang sudah terkontaminasi virus lalu menyentuh hidung, mata, atau mulut Anda.

Orang yang sudah terinfeksi virus flu dapat menularkan virus tersebut satu hari atau lebih sebelum gejala pertama muncul sampai sekitar lima hari setelah gejala pertama mulai. Penderita flu yang memiliki sistem kekebalan lemah, seperti anak-anak atau orang yang menderita kondisi tertentu, dapat membuat periode penularan berjalan sedikit lebih lama.

Kapan Musim Flu?

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, flu termasuk ke dalam infeksi, yakni infeksi pernapasan. Flu akan lebih mudah menyerang Anda, apabila Anda telah menderita infeksi lainnya. Adanya infeksi lain dalam tubuh membuat sistem kekebalan melemah, hal ini akan memperluas pintu masuk bagi infeksi yang baru, salah satunya adalah flu.

Untuk itu, musim flu biasanya jatuh pada musim dingin atau musim gugur. Mengapa? Karena pada saat-saat tersebut, Anda dapat terkena berbagai penyakit, sehingga Anda akan lebih rentan untuk menderita flu. Alasan lainnya adalah karena Anda biasanya menghabiskan banyak waktu dengan banyak orang, dalam jarak yang cukup dekat, yang membuat penyebaran virus influenza lebih mudah.

Resep herbal flu

Ilustrasi Musim Flu (Credit: Health.com)

Penelitian yang dilakukan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), mendapati bahwa musim flu di Amerika Serikat terjadi pada bulan Oktober sampai maret. Pada rentang waktu tersebut, kasus flu paling banyak terjadi pada bulan Februari, dan pada urutan kedua adalah bulan Desember.

Yang perlu digarisbawahi adalah muslim flu memang ada, dimana pada periode tersebut Anda akan lebih rentan untuk terkena flu. Namun, hal ini tidak berarti bahwa di luar musim flu Anda tidak akan terkena flu sama sekali. Anda tetap berisiko terkena flu walaupun tidak berada pada musim flu.

Pengobatan Flu

Dalam banyak kasus, flu tidak membutuhkan pengobatan. Langkah-langkah sederhana cukup untuk mengusir flu dari tubuh Anda, seperti memperbanyak istirahat, memperbanyak minum air, mengonsumsi resep herbal flu, serta mengonsumsi buah dan sayur.

Pada beberapa kasus, dokter mungkin akan meresepkan obat-obatan tertentu untuk mengobati flu Anda. Obat-obatan ini diresepkan dengan tujuan untuk memperpendek periode flu dan membantu mencegah komplikasi flu.

Obat-obatan yang biasa diresepkan adalah obat antiviral, seperti oseltamivir (Tamiflu) atau zanamivir (Relenza). Oseltamivir adalah obat oral, sedangkan zanamivir adalah obat yang dihirup menggunakan alat yang mirip dengan inhaler. Penggunaan zanamivir perlu diperhatikan, karena orang yang memiliki masalah pernapasan, seperti penyakit paru-paru dan asma, tidak dianjurkan menggunakan obat ini.

Pencegahan Flu

Vaksinasi berperan penting dalam pencegahan flu. Bahkan The Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan setiap orang yang berusia lebih dari 6 bulan untuk mendapatkan vaksin flu tahunan. Di Indonesia sendiri, pemberian vaksin hanya tersedia bagi virus influenza tipe A dan tipe B.

Resep herbal flu

Ilustrasi Vaksin Flu (Credit: Today.com)

Meski begitu, vaksin flu tidak dapat diberikan kepada setiap orang. Orang yang memiliki kondisi tertentu, seperti riwayat alergi terhadap pemberian vaksin, orang yang sedang demam tinggi, atau orang yang mengalami pembengkakan lidah dan bibir, atau pingsan setelah mengonsumsi telur, tidak dapat melakukan vaksinasi.

Pengendalian Penyebaran Infeksi

Pemberian vaksin untuk mencegah flu tidak 100 persen efektif. Maka, Anda perlu mengambil langkah lainnya untuk mengendalikan dan mengurangi penyebaran infeksi virus influenza. Berikut adalah langkah-langkah yang dimaksud:

  • Tutup Mulut dan Hidung Anda Saat Bersin atau Batuk

    Langkah ini mudah sekali dilakukan dan memiliki dampak yang baik dalam mengurangi penyebaran virus influenza. Untuk mencegah penularan lewat tangan, Anda dapat menutup mulut dan hidung saat bersin atau batuk menggunakan tisu atau ke dalam lekukan lengan Anda.

  • Hindari Kerumunan Orang

    Virus influenza dapat dengan mudah menyebar pada kerumunan orang, seperti pada gedung perkantoran, sekolah, dan sebagainya. Dengan menghindari kerumunan orang pada musim flu, terutama pada puncaknya, Anda dapat mengurangi risiko untuk menderita flu. Juga, jika Anda terlanjur menderita flu, ada baiknya untuk tidak meninggalkan rumah kurang lebih 24 jam setelah demam reda untuk mengurangi penularan.

  • Cuci Tangan

    Langkah yang terakhir, namun tidak kalah efektif adalah mencuci tangan. Mencuci tangan adalah salah satu langkah terbaik dalam mencegah infeksi. Pastikan Anda mencuci tangan dengan menyeluruh dan menggunakan sabun. Apabila tidak ada sabun dan air, Anda dapat menggunakan pembersih tangan berbahan dasar alkohol.

Jika Anda masih bingung dengan langkah-langkah pencegahan di atas, atau mengenai vaksin influenza, Anda dapat berkonsultasi secara langsung dengan dokter. Ingatlah, mencegah lebih baik dari pada mengobati.

Demikianlah akhir dari ulasan kali ini mengenai flu, mulai dari penyebabnya sampai langkah penanganan yang perlu dilakukan. Seringkali, flu hanya membutuhkan pengobatan rumahan untuk pulih. Salah satu pengobatan rumahan yang efektif dan tanpa efek samping ialah menggunakan herbal. Anda dapat mencoba resep herbal flu di atas untuk mempercepat pemulihan flu, sehingga komplikasi tidak terjadi.

Dalam pencegahan flu, vaksinasi memiliki peran yang vital. Pastikan Anda atau anak Anda yang berusia lebih dari 6 bulan sudah mendapat vaksin flu. Langkah pencegahan lainnya juga tidak kalah penting untuk dilakukan, seperti menutup hidung atau mulut saat bersin dan batuk, menghindari kerumunan orang saat musim flu atau saat Anda menderita flu, dan mencuci tangan. Semoga bermanfaat!

 

Sumber Referensi:

Dalimartha, Setiawan. 2008. 1001 Resep Herbal. Jakarta: Penebar Swadaya

Wijayakusuma, M. Hembing. 2008. Ramuan Lengkap Herbal Taklukkan Penyakit. Jakarta: Pustaka Bunda.

Mayo Clinic. Influenza (flu). Published: 2018-09-20. URL:https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/flu/symptoms-causes/syc-20351719. Accessed: 2018-11-09. (Archived by WebCite® ).

Holland, Kimberly; Murell, Daniel. Everything You Need to Know About the Flu. Healthline. Reviewed: 2018-02-08. URL:https://www.healthline.com/health/cold-flu/flu#shot-facts. Accessed: 2018-11-09. (Archived by WebCite® ).

DerSarkissian, Carol. Types of Flu. WebMD. Published: 2017-08-24. URL:https://www.webmd.com/cold-and-flu/advanced-reading-types-of-flu-viruses#1. Accessed: 2018-11-09.(Archived by WebCite® ).

Mikhael Ravel

Penulis muda yang tertarik dengan bidang kesehatan khususnya dalam hal pemanfaatan obat herbal. Salah satu tujuannya menulis adalah memotivasi dirinya sendiri untuk menjalankan pola hidup sehat. Mikhael saat ini berkomitmen untuk olahraga rutin dan membatasi konsumsi junk food.


Artikel di-posting oleh Mikhael Ravel dan di-review oleh tim penulisan deherba.com.