Ringankan Gejala Beri-Beri dengan 3 Resep Herbal Ini

730
nanas untuk resep herbal beri-beri
Nanas (© Shutterstock/Viktar Malyshchyts)

Diedit:

Karena beri-beri merupakan penyakit kekurangan vitamin B1, maka cara utama menanganinya adalah melalui asupan vitamin B1 yang sesuai. Kondisi ini sebaiknya ditangani oleh dokter karena bisa berbahaya jika salah penanganan. Tetapi Anda juga bisa berupaya meringankan gejala-gejalanya dengan resep herbal beri-beri.

Dalam artikel ini akan dijelaskan 3 resep herbal beri-beri dengan bahan-bahan alami yang telah sering digunakan untuk penyakit ini. Temukan juga informasi mengenai penyebab, gejala-gejala, dan makanan-makanan kaya vitamin B1 untuk membantu mengatasi beri-beri.

Resep Herbal Beri-Beri – Sangitan

Bahan:

Batang, daun, dan bunga (jika ada) sangitan sekaligus akarnya, 30 – 60 gram.

Cara Meramu Resep:

Cuci bersih tanaman sangitan dan akarnya.
Potong-potong dengan ukuran besar atau seperlunya.
Rebus bersama 3 gelas air, tunggu sampai airnya tersisa 1 gelas.
Setelah dingin, saring air rebusannya.

Aturan Pakai:

Minumlah ramuan herbal beri-beri ini sekaligus habis di pagi hari.

Sangitan (Sambucus javanica) adalah tanaman herbal yang bagian akar, daun, batang, dan bunganya dapat dimanfaatkan dalam pengobatan penyakit. Bagian akar, batang, dan daun sangitan kaya akan kandungan kimia seperti asam ursolik, beta sitosterol, minyak esensial, tannin, dan alfa amyrin palmitat. Berkat kandungan-kandungan bermanfaatnya, tanaman herbal ini bisa digunakan untuk mengurangi gejala bengkak akibat timbunan cairan yang biasa terjadi pada beri-beri.

sangitan untuk ramuan herbal beri-beri
Tumbuhan Sangitan (© Flickr/Ahmad Fuad Morad)

Resep Herbal Beri-Beri – Daun Pulai

Bahan:

Daun pulai yang masih muda, 16 lembar.

Cara Meramu Resep:

Masukkan daun pulai muda ke dalam bambu, lalu rebus dengan air bersih.
Angkat dan dinginkan.

Aturan Pakai:

Minumlah ramuan herbal beri-beri ini di pagi hari.
Lakukan pengobatan ini setiap hari sampai pulih.

daun pulai untuk resep herbal beri-beri
Daun Pulai (© Flickr/Cerlin Ng)

Pohon pulai (Alstonia scholaris) sering dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional. Bagian daun dari pohon ini dianggap sebagai salah satu bahan pokok untuk pembuatan resep herbal beri-beri maupun penyakit-penyakit lainnya. Penelitian menunjukkan bahwa daun pulai mengandung senyawa bermanfaat seperti lipid, saponin, tannin, alkaloid, fenol, steroid, dan flavonoid.

Resep Herbal Beri-Beri – Nanas

Bahan:

Nanas yang sudah masak, 2 buah.

Cara Meramu Resep:

Kupas nanas, dan cuci sampai bersih.
Blender nanas menjadi jus atau parut buah nanas.
Peras dan kumpulkan sari buahnya.

Aturan Pakai:

Minum ramuan herbal beri-beri ini sekaligus habis.
Sebaiknya ramuan diminum di pagi atau siang hari setelah makan.

Catatan:

Penderita diabetes sebaiknya membatasi konsumsi buah nanas karena kandungan gula pada buah ini cenderung tinggi jika sudah dimasak.

Baca juga:  Resep Herbal untuk Bantu Perawatan Radang Otak
nanas untuk resep herbal beri-beri
Nanas (© Shutterstock/Viktar Malyshchyts)

Buah nanas mengandung vitamin B1 (tiamin) dalam jumlah yang cukup. Dengan demikian, buah ini dapat dikonsumsi sebagai salah satu makanan sumber B1 untuk membantu mengatasi beri-beri. Selain itu, terdapat juga kandungan folat, vitamin B6, zat besi, magnesium, dan vitamin C yang membuat buah ini bermanfaat untuk menjaga kesehatan Anda.

Apa Sebenarnya Penyebab Beri-Beri?

Beri-beri adalah penyakit yang disebabkan oleh kekurangan vitamin B1 (tiamin), sehingga juga disebut penyakit kekurangan vitamin B1. Ada dua jenis penyakit ini, yaitu: beri-beri basah dan beri-beri kering.

Beri-beri basah memengaruhi jantung dan sistem aliran darah. Pada kasus penyakit yang ekstrim, beri-beri basah dapat menyebabkan gagal jantung. Sedangkan beri-beri kering merusak saraf-saraf dan memicu penurunan kekuatan otot dan pada akhirnya, paralisis (kelumpuhan) otot. Penyakit beri-beri bisa mengakibatkan kematian jika tidak ditangani dengan baik.

Jika Anda rutin mengonsumsi makanan-makanan yang banyak mengandung vitamin B1, kemungkinannya kecil untuk mengidap penyakit ini. Dewasa ini, beri-beri terutama terjadi pada orang-orang yang kecanduan alkohol. Kadang penyakit ini juga terjadi pada wanita yang mengalami mual dan muntah ekstrim selama kehamilan, pada penderita AIDS, dan orang yang baru menjalani operasi bariatrik.

Penyebab utama beri-beri ialah kurangnya asupan vitamin B1 (tiamin). Penyakit ini sangat jarang terjadi pada daerah-daerah yang tersedia banyak makanan bergizi tinggi dan diperkaya vitamin.

Beri-beri lebih sering menjadi masalah di negara atau wilayah dimana masyarakatnya terbiasa mengonsumsi beras putih gilingan, yang hanya memiliki sepersepuluh dari jumlah B1 dari beras merah. Karena itu beri-beri kerap terjadi di negara-negara Asia, termasuk di Indonesia.

Seperti Apa Gejala Beri-Beri?

Gejala beri-beri dapat berbeda-beda pada masing-masing penderitanya, tergantung pada sistem tubuh mana yang terpengaruh penyakit ini (sistem kardiovaskular atau sistem saraf). Banyak dari gejala beri-beri dapat dipulihkan jika mendapat perawatan medis yang baik.

Gejala Umum dari Beri-Beri Kering:

Gejala beri-beri kering mungkin akan muncul setiap hari atau setiap beberapa hari sekali. Ada juga waktu-waktu tertentu dimana gejalanya menjadi parah, seperti berikut:

  • Kesulitan berjalan
  • Kehilangan koordinasi otot
  • Masalah neurologis, seperti hilang ingatan, kebingungan, dan radang otak (ensefalitis)
  • Paralisis (kelumpuhan)
  • Rasa tidak nyaman atau nyeri yang parah
  • Bicara tidak jelas atau cadel
  • Kesemutan atau perasaan tidak biasa lain di tangan atau kaki
  • Gerakan mata yang tak terkontrol (nistagmus)
  • Muntah-muntah
Baca juga:  Redakan Gatal Menyiksa dengan Resep Herbal Biduran

Gejala Umum dari Beri-Beri Basah:

Sama seperti gejala beri-beri kering, beri-beri basah juga dapat menimbulkan gejala setiap hari atau beberapa hari sekali. Ada waktu-waktu tertentu dimana gejalanya terasa berat, misalnya seperti:

  • Rasa lelah yang luar biasa
  • Jantung berdetak cepat
  • Sakit dan bengkak di kaki
  • Efusi pleura (penumpukan cairan di sekitar paru-paru)
  • Sesak napas

Jika dibiarkan tanpa penanganan, beri-beri dapat menjadi serius dan mengakibatkan kematian. Jadi kalau Anda, atau orang yang Anda sayangi, mengalami gejala-gejala seperti di atas, sebaiknya segera periksakan ke dokter. Jika sudah mendapat penanganan dari dokter, Anda bisa berkonsultasi dengannya apakah boleh mengonsumsi resep herbal beri-beri seperti di atas.

Makanan Kaya Vitamin B1 untuk Mengatasi Beri-Beri

Beri-beri adalah penyakit kekurangan vitamin B1 (tiamin). Oleh sebab itu, penderitanya perlu mendapat asupan vitamin B1 untuk mengatasi kekurangan tersebut. Sebenarnya, ada beragam jenis makanan kaya vitamin B1 yang tersedia di sekitar Anda. Berikut adalah beberapa diantaranya:

Beras Merah:

Beras merah adalah sumber vitamin B1 yang baik. Selain itu, beras merah juga bernutrisi tinggi dan kaya akan kandungan serat. Mengonsumsi beras merah sebagai pengganti beras putih akan membantu penderita beri-beri. Mereka dianjurkan untuk makan dua porsi beras merah setiap hari.

Kentang:

Kentang dilengkapi dengan aneka nutrisi. Kentang kaya akan fitokimia, zat besi, kalium, tembaga, vitamin C, dan vitamin B1. Mengonsumsi kentang yang dipanggang setiap hari akan membantu penderita beri-beri.

Biji Bunga Matahari:

Biji bunga matahari (tanpa garam) memiliki kemampuan anti-inflamasi dan antioksidan. Juga mengandung vitamin B1 dan asam lemak omega-3 yang bermanfaat untuk memperbaiki kesehatan Anda. Penderita beri-beri dianjurkan mengonsumsi 1 sendok makan biji bunga matahari setiap hari.

Kacang Almond:

Vitamin dan mineral yang terkandung dalam kacang almond akan menjaga tubuh Anda tetap kuat dan sehat. Almond kaya akan vitamin B1. Jika dimakan secara teratur, masalah kekurangan vitamin B1 akan membaik dalam waktu cepat.

Di samping keempat jenis makanan di atas, ada juga jenis-jenis makanan lain yang merupakan sumber vitamin B1. Antara lain daging, telur, kacang-kacangan (lentil dan kedelai), gandum utuh yang diperkaya B1 (seperti sereal dan roti), sayur seperti kembang kol, dan buah seperti jeruk.

Demikianlah artikel ini yang menjelaskan 3 resep herbal beri-beri. Semoga Anda memperoleh manfaatnya dengan segera menerapkan informasi yang disediakan di sini. Nantikan juga info-info herbal khas nusantara lainnya hanya di Deherba.com.


Dalimartha, Setiawan. 2008. 1001 Resep Herbal. Jakarta: Penebar Swadaya

Wilson, Debra. Beriberi. 2017-04-12. URL: https://www.healthline.com/health/beriberi. Accessed: 2018-11-14.  (Archived by WebCite®)

Healthgrades. Beriberi – Symptoms. URL: https://www.healthgrades.com/right-care/brain-and-nerves/beriberi–symptoms. Accessed: 2018-11-14. (Archived by WebCite®)

Boldsky. Thiamine-Rich Foods To Treat Beriberi. 2016-01-19. URL: https://www.boldsky.com/health/disorders-cure/2016/thiamine-rich-foods-to-treat-beriberi-097831.html. Accessed: 2018-11-14